
Sedari jam 9 malam, Marsya mulai terbangun karena ingin buang air kecil semakin lama semakin sering,Roy yang baru kembali dari ruang kerja dijam 2 lewat masuk ke kamar menyadari ada yang aneh dengan Marsya menjadi khawati.
"Ada apa dengan Mu Sayang?Apa Kau merasa sakit atau Kau akan melahirkan!"Tukas Roy melihat istriNya keluar masuk kamar mandi.
"Aku tidak apa²,mukin karena kebanyakan minum makaNya Aku pipis terus"jawab Marsya kembali ke ranjang dimana Roy duduk memperhatikanNya.
Roy memeluk Marsya dan menarik selimut,Baru Saja Roy akan terlelap tidur Marsya Kembali bangun untuk kekamar mandi, melihat istriNya,Roy tidak bisa tidak khawatir, lalu Roy menghubungi Mba lilis yang sekarang menjadi kepala pelayan diMansion Roy,mengunakan telpon yang berada dikamarNya menyambung kan ke telpon khusus saluran Mansion.
Tak butuh waktu lama lilis akhirNya datang ke kamar Marsya.
Tok,,tok,,tok.Roy berjalan untuk membuka pintu kamarNya.
Cklekk"Ada apa Roy?"Tanya Lilis tanpa basa basi karena ini kali pertamaNya Lilis ditelpon langsung Roy untuk kekamarNya, apa lagi dipagi buta seperti ini.Lilis juga bukan hanya kepala pelayan tapi orang yang selalu menemani dan merawat Marsya mulai dari Papa Marsya meninggal sampai sekarang,Lilis bahkan sangat dekat dengan mendiang Wati Mama Marsya.
Belum sempat Roy menjawab,Marsya yang baru keluar dari kamar mandi melihat Lilis berada di depan pintu kamar bersama Roy yang masih memegang handle pintu.
"Mba Lilis kok jam segini, kemari?"Ucap Marsya dengan sedikit menaikan sebelah alisNya.
"Marsya dari tadi selalu bangun dan bolak-balik ke kamar Mandi !"Tukas Roy melihat Lilis lalu berjalan mendekati Marsya.
"Apa Kau merasa sakit..!?"Cemas Lilis mendekati Marsya yang berdiri bersama Roy.
"G'Mba,,Aku hanya terlalu banyak minum kayakNya,jadi sering pipis"Sahut Marsya Menyangkal tapi Lilis melihat Tangan Marsya meremas kuat pakaianNya Sendiri.
Lilis melihat jam dinding yang berada dikamar sudah nenunjukan pukul 04"55.
"SepertiNya Marsya mengalami kontraksi sebaikNya kita bawa ke rumah sakit sekarang.!"Tukas Lilis melihat Ke Roy lalu menyaran kan Marsya untuk terus bergerak.
"Kamu jalan²di kamar aja terus Ya,,klo terasa nyeri lagi Ingat atur Nafas Mu..!"Ucap Lilis sembari ngepacking pakaian Marsya.
Roy langsung mengunakan telpon kamar kembali menghubungi Supir.
Si supir segera meng angkat telpon dikamarNya "Ha~"Jawab supir namun Roy Memotong ucapan supir.
" Siapkan Mobil sekarang!" Titah Roy langsung mematikan telpon.
"Baik Tuan"jawab si supir segera memakai pakaian dan bergegas menuju garasi.
Sementara Roy yang melihat istriNya terus mondar-mandir dikamar menjadi cemas.
"Sayang sebaikNya kamu baring jangan terus mondar-mandir!"Tukas Roy cemas.
"Gimana sih Mba lilis suruh gerak!Kamu malah suruh baring?"Gerutu Marsya Jadi bingung yang mana mau diturut.
"Kamu Baring aja yaa,nanti kamu kecapean!"Ucap Roy mengajak Marsya berbaring diranjang.
Sementara Lilis yang sudah selesai menyiapkan tas keluar dari ruang pakaian yang berada didalam kamar dan melihat Marsya berbaring sembari Roy meelus² perut Marsya yang mulai bergerak.
__ADS_1
"Roy Aku lapar"Ucap Marsya tenang karena sedang tidak merasa nyeri.
Belum sempat Roy menjawab Marsya Lilis langsung menyela.
"Aku akan mengambil kan makan,Kamu temani Marsya klo Bisa jangan baring, biarkan Marsya bergerak!"Tukas Lilis mencoba tenang, karena pikir Nya, Marsya masih ingin makan berarti sakit Nya belum terlalu.
"Marsya itu sakit Dia harus berbaring bukan mondar-mandir!"Tegur Roy melihat Ke Lilis yang sudah meninggalkan kamar.
Entah ada angin apa Rico dan Key subuh² sudah datang ke mansion Roy.
Mereka melihat Supir sedang memanasi mobil lalu masuk dan melihat Lilis membawa makanan menaiki tangga,Rico dan Key tanpa pikir mengikuti Lilis menuju ke kamar Roy.
"Selamat pagi Bumil dan Tuan Roy"Sapa Key semeringgah.
Roy mendengar Suara Key langsung menoleh ke arah suara dimana Rico dan Key berdiri di pintu kamar.
"Kenapa kalian bertamu sepagi ini,,!Ahg,,Aku tahu, kalian baru pulang dari club!Tukas Roy mengeryit kan alis.
"Kami mau numpang tidur sebentar sekalian mengambil dokumen untuk metting nanti siang"Sahut Rico sambil menguap.
"Kebetulan kalian datang temani Aku mengantar Marsya ke rumah sakit.!"Ucap Roy.
Key dan Rico melihat Marsya sedang makan diatas king bed size sambil menikmati makanan yang dibawa Lilis,saling tatap dengan feeling buruk!
apa Ku bilang, seharusNya Kita pulang ke apartemen Mu saja,biar jauh tak apa,dari pada ke sini(batin Key menggerutu)
Coba Aku mendengar ucapan Key(Batin Rico)
Sambil menahan nyeri Marsya menggenggam kuat piyama yang sudah dilepas dan ada sedikit bercak kemerahan di celana dalam yang Marsya lihat,sampai perlahan nyeri berkurang
"Mba lilis tolong ambil kan pakaian Ku"Teriak Marsya didalam kamar Mandi.
Lilis segera mengambil pakaian Marsya tapi saat ingin masuk ke kamar mandi
"Sini biarAku!"Tukas Roy mengambil pakaian
Marsya lalu masuk ke kamar mandi.
"Kamu G'papa Sayang."Ucap Roy lembut mendekati Marsya.
Roy membantu memakaikan pakaian Marsya,Roy melihat keringat Marsya seketika bayangan tentang Bella saat melahirkan Arka berujung dengan kepergian Bella berada di kepalaNya.
.
"YA TUHAN aku mohon selamat kan istriku jangan KAU ambil seperti KAU mengambil bella."(Roy berdoa dihati)
Tak terasa butiran air keluar dari mata Roy, yang tidak disadari Marsya,karena Marsya kembali merasa nyeri namun hanya mengepal kuat kedua tanganNya menahan sakit yang semakin sering dirasa Marsya, sampai kuku Marsya melukai telapak tanganNya sendiri.
__ADS_1
Roy tersadar dari bayangan mendiang Bella dan melihat Marsya tersenyum walau bagai mana sakitNya Marsya menahan sakit,karena Dia tidak ingin membuat Roy menjadi teringat saat dimana istriNya meniggal pasca melahirkan Arka.
"Maaf kan Aku!"Ucap Roy mencium kening Marsya.
Marsya mengalungkan tangan ke leher Roy sambil megepal kuat menahan sakit,,walau sakit bisa Marsya tahan,tidak dengan air mata Nya yang keluar begitu saja.
"Kamu G'salah apa-apa sayang,,ini memang kewajiban Ku segai Istri"Ucap Marsya pelan.
Roy menghapus air mata istriNya dan mencium kembali kening Marsya lembut kemudian mengendong Marsya.
"Kita kerumah sakit sekarang "Ucap Roy lembut lalu berjalan keluar kamar mandi dan langsung ke mobil yang sudah siap sedari tadi.
Rico dan Key segera Mengikuti Roy dengan Mobil Mereka membuntuti di belakang.
Dimobil Lilis juga Roy bahkan Supir ikut mengatur nafas mereka Mespport Marsya .
"Tarik nafas buang perlahan-lahan lewat mulut.."Lilis Menginstruksikan juga mempraktikkan langsung diikuti Supir dan Roy yang selalu menggenggam tangan Marsya bahkan tangan Roy tidak merasa sakit walau sudah terluka karena kuku Marsya.
"Heghn,,huss,,hemn,,huss"Marsya mengatur NafasNya tapi rasa nyeri semakin tak tertahankan bahkan Marsya sudah ingin buang air besar.
"Cepat Bawa mobilNya!"Titah Roy membentak supir.
Bersyukur ini Masih pagi buta jadi jalanan kosong..hanya ada beberapa mobil dan bus.
sehinga Sisupir bisa melajukan mobil dengan cepat.
"Mba Aku mau buang air besar"Ucap Marsya lirih dengan mata berkaca².
"Tahan Marsya sebentar lagi kita sampai"Lilis mencoba menenangkan Marsya.
"Kamu pasti kuat Sayang!"Ucap Roy sudah mulai tak bisa memendung air mata Nya sedari tadi sambil mengelus surai hitam panjang istriNya.
Marysa merasa tidak bisa menahan lagi ingin buang air besar lalu melepaskan celana dalam Nya.
"Kamu ngapain,,Sayang.?"Roy menjadi panik melihat Marsya."Cepat injak gas Nya!"Bentak Roy kembali.
Sisupir sebenarNya juga panik dan tambah panik mendapat teriakan Roy terus menerus memintaNya untuk mempercepat laju mobil.
"Kamu pasti bisa Marsya!" Semangat Lilis sambil menggengam Kuat Tangan Marsya dan melap keringat Marsya di wajah mengunakan tissue.
Marsya benar² Sudah tidak bisa menahan sakit juga rasa ingin buang air besar semakin dirasaNya "AAKKHHHH.."Suara Marsya memekik sambil mengejan dan menambah kepanikan Roy juga Lilis dan supir.
"Cepat kemudikan MobiNya,,!"Teriak Roy panik biasaNya 45 menit sangat cepat setiap kali mengantar Marsya check up tapi saat ini, ditengah jalan lapang tanpa kemacatan menjadi tersa jauh dan waktu yang terasa lama bagi mereka.
"Tarik nafasss,,,buangg perlaham,,hussss"Ujar Lilis.
Marsya menarik Nafas "AAKKHHH..'Dengan dua kali mengejan
__ADS_1
"Oweek,,Owek,,Owek..
Roy terkejut bukan main dan Lilis refleks menangkap Bayi yang hampir terjatuh ke karpet lantai mobil.