Mencintai calon ipar

Mencintai calon ipar
INGIN MEMILIK


__ADS_3

Hotel (Room Vip)


Roy yang sedang duduk diSofa living room bersama Key..tak lama Yuna masuk membawa berkas dan jas tuxedo di tanganNya.


"Ini berkas yang harus kau periksa dan memerlukan tanda tangan Mu Roy" Ujar Yuna meletakan Berkas di meja sofa.


Lalu melangkah ke kamar tidur Roy, meletakan tuxedo yang Yuna bawa, untuk Roy kenakan nanti malam menghadiri undandangan dari Kolega Roy.


Saat Yuna ingin melangkah keluar kamar,handphone milikRoy yang berada diatas nakas berbunyi,


Menandakan ada panggilan dan Yuna mengambil hanphone milik Roy Memeriksa siapa yang menghubungi.


Saat Yuna melihat Teryata adalah pelayan di penthouse Roy ,Yuna dengan lancang menjawab Handphone Roy.


"Hallo Tuan Roy."Suara pelayan.


"Ada apa ?"Tukas Yuna.


"Oh,,Non Yuna,! Saya mau kasih tau bahwa Nona Marsya belum kembali setelah mengantarkan Amplop yang Anda titipkan kesaya kemaren."Jelas si penelpon.


"Apa aku pernah menitipkan sesuatu kepadaMu.!"Tukas Yuna.


"Itu Non amplop coklat yang kema----


Belum sempat Sipenelpon menyelesaikan ucapanNya yuna kembali bicara.


"Diam lah bodoh,,!! tutup mulut Mu jika tidak ingin Roy menghabisiMu,,! Cukup katakan Marsya melarikan diri,,MENGERTI..!!!"Tukas Yuna mengancam sipenelpon.


"Tapi Non..Tuan Roy akan marah jika saya tidak mengabari kepergian Non Marsya.


"Aku akan mengurusNya dan Kau tutup mulutMu,,!!! Jika ingin melihat cahaya besok pagi.!!!"Sarkas Yuna ditelpon penuh penekanan.


"Baik Non."....


Tuuuttt


Setelah panggilan terputus Yuna meletakan handphone Roy kembali ketempat semula, yang sudah dihapus Yuna terlebih dahulu riwayat panggilan masuk.


Sementara Di living Room, Roy yang sibuk memeriksa Berkas dan Key mencoba memecah kesunyian diantara Mereka dengan berbicara.


"Apa Kau tak menghubungi Marsya.?"Ujar Key bertanya memulai pembicaraan.


"......."Roy diam tak menjawab pertanyaan Key dan sibuk dengan berkas ditangaNya.


"Apa Kau tak merindukan Nya.?"Tanya key kembali.


"...."Roy masih dengan kesibukanNy dan bukam.


"Nanti Dimiambil Orang baru tau rasa..!"Geram Key kesal karena tak digubris Roy.


Roy yang mendengar perkataan Key jadi menghentikan kesibukanNya dan menatap tajam kearah Key.


Seketika Key merasa suhu ruangan menjadi dingin karena aura dari Roy, bahkan membuat Key sulit untuk menelan Saliva.

__ADS_1


"Ayooolaaahhh,,,,Roy akui saja'Klo kau mencintai Marsya,Jangan bohongi diriMu sendiri,,Ugkap kan padaNya."Ujar key memberi saran dan semangat.


"Klo begit temani Aku mencari cincin untuNya.."Ucap Roy dengan datar.


"Cincin,,!!Kau akan MelamarNya...?"Tanya key serius.


Roy hanya membalas dengan senyum tipis dan meneruskan kembali pekerjaanNya.


Sementara Yuna yang mendengar Itu sangat marah dan mengepal kan tanganNya sampai kuku panjang yuna melukai telapak tanganNya sendiri.


.


.


.


.


Mansion mikeael (BedRoom)


MIKEAEL


Aku terbangun dan Tak melihat wanita pemembuat onar tidak ada di sampingKu.


Yaaa Dia pembuat onar pikiranKu..selama Dia bersedia menjadi kekasih Ku kami berpisah cukup lama.


Entah kenapa Dua puluh harian lebih itu terasaa lama sekali dan meyiksa bagiKu.


Jika bukan, karena Aku harus kembali kekota zero, dan siallNya,,!!!wanita ini membuat Ku menunggu telpon dariNya...


Tapi Aku tidak putus asa,Aku menyuruh orang untuk memantau kediaman roy menunggu wanita Ku.


Tak lama orang ku mengabari bahwa Marsya, wanita pembuat onar itu menuju ketoko rose.


Dengan cepat Aku menyusulNya.


Benar saja setibaNya Aku ditoko, dia sudah ingin pergi, karena Ku lihat Toko sedang tutup.


Aku meminta Marsya untu masuk kemobil dan akan Kubawa kekota Ku sehingga tak ada yang memisahkan kami.


Dijalan Dia meminta untuk diantar pulang, tetu saja Aku tak akan menurutiNya.


Marsya terus merengek meminta pulang beralasan tidak ingin membuat keluarga..mengkhawatirkanNya.


Ayolahh,,,, Aku tau klo dia tidak mempuNyai siapun lagi..karena tidak ingin mendengar Nya meminta pulang terus, aku terpikir menghubungi sofy.


Benar saja saat Aku memberikan handphone yang sedang terhubung dengan sofy, Dia melupalan keinginanNya untuk pulang karena asyik dengan obrolan mereka, bahkan Kulihat Dia selalu tertawa dan Aku menyukai Dia yang seperti itu.


SesampaiiNya Kami dimansionKu,dan Kulihat Dia tertidur lalu kuangkat menuju kamar utama milik Ku dan Kubaringkan dia di king bed size yang tak pernah seorang pun Kuizinkan untuk tidur disini.!


Setelah itu Aku membersihkan diri lalu membaringkan tubuhKu disampingNya dan tidur.


Saat Aku terbangun karena cahaya yang menusuk mata Ku, dan tidak mendapatiNya disebelahKu.

__ADS_1


Aku beranjak bangun mencari Nya disekitaran kamar dan Kudapati Dia sedang tidur disofa depan Tv.


Wanita ini berbeda,, saat wanita lain ingin berusaha mendapatkan perhatianKu Dia malah menghindariKu .


Untuk menjadikanNya kekasih saja, Aku harus mengancamnya ..Niat Ku ingin memanfaatKanNya untuk menghancurka Roy, mejadikan diriKu terbakar dalam api yang Kubuat sendiri.


Kupandang wajah polosNya yang tertidur..dan Aku berniat Untuk memidahkanNya ke ranjangKu tapi saat Ku angkat Dia terbangun dan meronta ingin diturunKan.


"Mike Apa yang kau lakukan TurunKan Aku Mike.!"ujarNya dengan suara sedikit keras.


"Baiklahh sayang Aku akan menurunkan Mu.!"


Ucap Ku tersenyum.


Aku melemparNya di king bed size milikKu dan mendekatiNya..tapi dia malah berniat menghindar.


Kutangkap tanganNya lalu kutarik dan menguci pergerakaNya mengunakan kaki dan tanganKu,,Mengambil kain yang ada diranjang, untuk mengikat tangan Marsya dan mengikatNya dikepala ranjang.


"Kali ini Aku tidak bisa menahan lagi,,Suka tidak suka, mau tidak mau, Aku harus mendapaKan Mu!"Ucap Ku..dan Kulihat Dia menjadi takut.


"Tolong Mike,Lepaskan aku,,,hiks,,Aku mohon,"


Suara Nya yang terisak menangis memohon untuk Aku lepaskan, seperti melodi tersendiri ditelingaKu,,membuatKu bertambah bergairah.


Aku Menjilalat telinga dan leher jenjang Nya untuk memuat tanda kepemilikan Ku.


Aku membuka paksa pakaian yang menutupi tubuh Marsya dan menyisakan bra dan celana dalam, sementa aku masih bisa melihat tubuh mulusNya Marsya yang lain.


Kulihat dua gundukan yang menjadi incaranKu.Dan itu membuatKu ingin menjinakaNya dibawah tubuhKu,


Membuat Dia mendesah karena kejantananKu..


Aku meremas Kuat dadaNya dan tak lupa membuat bercak merah..


Dreetzzzzz,,dreetzzzz,dreetzzzz(handphone)


Tok,,Tok,,Tok, Tok,,Tok (pintu kamar)


"Tunggu sayang Aku akan mengurus mereka yang berani mengganggu kita.!" Geram Mikeael menahan marah.


Sementara Mikeael berjalan membuka pintu,


Marsya terus bergerak-gerak sehinga ikatan ditanganNya menjadi Longgar.


Membuat sebelah ikatan tanganya terlepas Dengan cepat Marsya melepaskan tangan satuNya lagi dan berlari kekamar mandi langsung mengunci diri didalam.


.


.


.


Teruntuk para Readers.

__ADS_1


Like and Comment kalian adalah peyemangat Ajeng untuk membuat cerita...jadi jangan males Ya..


..


__ADS_2