
Sudah dua mingguan Marsya mendiamkan Roy,tapi Marsya tetap melaksana kan kewajibanNya sebaigai stri.
Sementara Roy harus berpikir keras agar istriNya mau menegurNya,Roy tak bisa setiap malam hanya melihat punggung Marsya atau setiap makan, Marsya selalu makan lebih dulu/setelah Roy makan dan laiNya yang membuat Roy menjadi uring-uringan.
Tentu saja mood Roy yang buruk berdampak pada Rico dan Key sebagai sahabat Mereka cukup membantu.
Club Roy (Ruang Khusus)
"Jadi Apa masalah Mu?"Tegur Key melihat Roy tidak bersemangat.
"Apa lagi klo bukan Marsya yang Aneh,,mendiam kan Ku tanpa alasan!"Sahut Roy ketus tanpa muka bersalah.
Rico yang tahu betul dengan keadaan Roy hanya menarik nafas panjang dan memijit pelipis Nya mendengar kebodohan Roy.
"Wah,,Mungkin Marsya bosan sama kau Roy!!"Jawab Key antusias.
Roy yang mendengar Perkatan Key sontak mengangkat kepala dan menatap Tajam Key.
"Jangan sembarangan bicara,atau kau ingin mulut Mu,Aku sendiri yang menjahit.!"Sarkas Roy.
"Minta Maaf saja ke istri Mu"Sela Rico memberi saran.
"Salah Ku apa?kenapa harus minta Maaf.!!"
Tukas Roy melihat Rico yang sedang duduk di mini bar dalam ruang khusus Mereka.
__ADS_1
Sementara Roy dan Key duduk disofa tak jauh dari Rico.
"Benar Roy kau tak perlu minta maaf Apa lagi tidak salah.!"Celetuk Key.
"Klo Kau tak mau minta Maaf,yaaa Kau terima saja Marsya seperti itu.!"Ujar Rico malas² melihat Key yang sedang menyarankan Roy dengan ide ngaur.
"Aku tahu,Kau bawa saja wanita ke kediaman Mu Agar Kau tahu apa Marsya masih mencintai Mu atau tidak.!"Ucap Key antusias.
Mendengar apa yang dikata kan Key ,Rico mendekati Nya tanpa Key sangka, Rico memukul kepala Key Kuat.
"Aarggg,Kenapa Kau memukul Ku?!"Geram Key mengelus kepala nya yang terasa sakit.
"Aku hanya mencoba membaiki kabel yang terputus di kepala Mu agar otak Mu bisa digunakan dengan benar!!"Tukas Rico setelah memukul Key lalu duduk disofa bersama Roy.
.
.
.
Siang hari Roy memerintah kan supir Nya untuk membawa Marsya ke kantor bagai mana pun caraNya.
Sementara Roy sibuk memeriksa Dokumen
diatas meja kerja, disisi lain Supir sedang membujuk Marsya agar Mau pergi ke kantor Anggana menemui Roy.
__ADS_1
(Kring,,kring,,Suara telpon rumah)
(Tutt,,tutt,,tutt,Suara handphone )
"Ny Marsya,Saya mohon klo tidak bos Roy akan memecat saya,klo Saya dipecat keluarga saya bagai mana istri saya sedang hamil anak ke dua dan istri muda saya baru melahir kan belum anak gadis Saya sudah kuliah.."Gumam Sisupir memelas.
Sementara Marsya yang mendengar perkataan Sisupir membulat kan mataNya.
"Jadi istri bapak Dua..?"Tukas Marsya spontan.
"Iya Ny Masya"Jawab sisupir cengengesan.
Kepala Marsya menjadi sakit mendengar Perkataan Si Supir dan handphone Marsya juga telpon dimansion terus berbunyi,jangan tanya siapa,sudah pasti Roy yang memerintah kan anak buah Nya menelpon setiap 3menit sekali.ditambah para maid juga ikut²tan membujuk Marsya agar Mau mendatangi Roy.
Dengan malas² Marsya bersiap² dan terpaksa menuruti kemaun SuamiNya.
SetibaNya Marsya di perusahaan,Marsya melangkah kecil menuju ke ruang Roy. Marsya tidak melihat sekretaris Roy dimeja Nya.Namun Belum sempat Marsya masuk ke ruang Roy,telinga marsya mendengar suara Wanita.
Apa mungkin sekretaris Roy(pikir Marsya)
Namun Marsya tetap melangkah kan kaki Nya pelan memasuki ruangan Roy.tapi Marsya tak mendapati suamiNya dimana².Sampai Ruang pojok Marsya membuka pelan pintu.
Cklekk,, tap tap tap Marsya melangkah pelan seperti penyusup mengitari tempat istirahat Roy yang lengkap seperti kamar tidur..dan lemari cukup besar terisi pakaian Roy.
Tiba² Roy memeluk Marsya dari belakang.
__ADS_1