Mencintai calon ipar

Mencintai calon ipar
MENGALAH


__ADS_3

Sudah dua hari Marsya belum diketahui keberadaanNya.Membuat Roy mejadi tak fokus bekerja, bersyukur Yuna sebagai assistant sangat cekatan dan mampu menolong Roy.


Tut..tut..tut..Handphone Roy berbunyi.


Dengan malas-malas Roy mengangkat setelah melihat, teryata Key yang menghubungi.


"Katakan..!?"Tukas Roy tanpa basa-basi ditelpon.


"Orang yang memata-matai Mikeael mengatakan bahwa mikeael sekarang bergerak ke arah utara menuju pabrik tua yang tak beroperasi lagi,kemukinan Marsya disekap disitu.!!"Ujar key memberitahu ditelpon.


"Tetap ikuti SiBrengsek itu Aku sekarang akan menyusul.!!"Titah Roy langsung mematikan handpone.


.


.


.


Sementara Mikeael mendapat kan informasi dari Nomor seseorang, yang tak dikenalNya memberitahukan keberadaan Marsya.


Dengan membawa Anak buah,Mikeael langsung menuju kelokasi yang diberitahukan.


SetibaNya di pabrik tua Mikeael memerintahkan Anak buah Nya berpencar mencari Marsya .


Dan mikeael tak mau menunggu, Dia juga mencoba mencari Marsya sampai Dia melihat Ruangan ujung yang yang tergembok.


Mikeael mengambil batu besar untuk merusak gembok yang menguci pintu.


Setelah berhasil membuka pintu Mikeael masuk,yang teryata ruang mesin dari pabrik.


Mikeal berjalan pelan sambil memperhatikan dengan seksama sampai Dia melihat Marsya terborgol di selang besi panjang dengan mata tertutup kain dan mulut di lakban.


Mikeael yang melihat itu berlari dengan cepat membuka penutup mata dan lakban pada mulut Marsya dan berusaha melepas borgol ditangan Marsya, Sementara Marsya masih menyesuaikan cahaya yang masuk ke retinaNya.


Sementara Mikeael mencoba mencari sesuatu yang bisa digunakan untuk membuka borgol.


Tiba -Tiba Roy datang dan menghatamNya dengan kuat.


"Brengsek,,!!Aku sudah peringatkan Kau,klo kau berani menculik Marsya Aku sendiri yang akan menbunuh Mu.!!"Sarkas Ror.


Mikeael yang tidak siap, tejatuh akibat pukulan Roy sementara Marsya yang melihat berteriak.


"Hentikan Roy..Aku mohon lepaskan.!!"Teriak Marsya.


Sementara Mikeael yang menerima bogeman mentah dari Roy tanpa Dia siap, langsung bangkit dan memukul Roy balik.


Dari Arah cukup jauh Roy melihat seseorang bersembunyi dengan posisi siap menembak Marsya.


Yang didepan Marsya teryata berdiri Mikeael dengan spontan Roy mendorong mikeael dan satu timah panas mendarat disebelah bawah pundak Roy.

__ADS_1


Marsya yang melihat itu beraung- berteriak dan mikeael tertegun karena tak percaya Roy akan melindungiNya.


"Rooyyyy.!!"Teriak Marsya.


Yang tak lama Rico dan Key berdatangan bersama anak buah mikeael.dan Rico bersama Key langsung berlari mendekati Roy, Dan membawa Roy ke Mobil.


Sementara Mikeael mendekati Marsya dan mencoba melepaskan borgol dengan besi seukuran lidi.


Roy dilarikan kerumah sakit untuk mengeluarkan peluru yang tertinggal dipundak Nya.


.


.


.


"Huhuhuhuhu...."Tangisan Marsya diluar ruang Rawat.


Karena Marsya yang dianggap terlalu berisik sehingga dokter meminta Marsya untuk keluar dan menenangkan diri.


Sementara dokter sudah berhasil mengeluarkan peluru yang sempat bersarang dibawah pundak Roy.


Tidak ada yang serius dengan Keadaan Roy, hanya sekantong infus darah diperlukan dan obat bius saat dokter mengeluarkan timah panas.


"Tenanglah Marsya,Roy hanya tidur karena obat bius.!"Ucap Mikeael yang menemani Marsya.


"Huhuhu..Tapi semua gara-gara Aku Mike..!"Tukas Marsya sembari menangis.


Tak lama terdengar Suara Yang dikenal Marsya memanggilNya.


"Marsya..bagai mana keadaan Roy.?"Ucap wanita yang datang tergesa-gesa yang tak lain adalah Ana.


Ana Dan Angga yang mendapat kabar dari Key langsung menuju Kerumah sakit dimana Roy dirawat.


Namun setiba Nya mereka didepan Ruang Roy dirawat, mendapati Marsya dipeluk oleh Pria yang mereka sangat tahu pria itu adalah Zero musuh bebuyutan Anggana.


Marsya yang mendengar Suara Ana langsung mendorong pelan mike dan mendekati Ana langsung berpelukan.


"Hiks,Kata Dokter,,Hiks,, Roy tidak apa-apa,hanya perlu istirahat setelah berhasil mengeluarkan peluru di pundakNya.!"Ujar Marsya mencoba menjelaskan sambil terisak menangis.


Sementara Angga menatap sinis ke arah mikeael.


"Untuk apa kau berada disini,!Pergi sekarang juga.!!"Sarkas Angga menatap tajam Mikeael.


"Maaf,Tuan Angga saya masih harus menuggu Roy karena ada yang harus kami selesai kan.!"Jelas Mikeael tanpa rasa takut.


Ana dan Marsya yang melihat dua pria bersitegang mencoba mencairkan keadaan.


"Sudah sayang, kita sebaikNya masuk melihat Roy saja, tidak usah pedulikan Dia.

__ADS_1


!!"Tukas Ana sambil menarik suamiNya masuk keruang Roy.


AkhirNya Angga menuruti perkataan IstriNya dan masuk bersama Marsya,sementara Mikeael juga ikut masuk.


Teryata Roy sudah sadar dan sedang ditemani Key dan Rico yang duduk disofa tak jauh dari ranjang Roy berbaring.


"Sayang..!"Ujar Ana mencoba mendekati Roy.


Namun Marsya duluan menghampiri Roy, masih dengan isak tangisan Marsya yang sudah mulai reda dan cegukan akibat menangis.


"Sayang,apa sakit,,Egh,,? Pasti sakit,,Eghk,,? Apa disini sakitNya,,Eghk?"Apa perlu Aku pijat,,akhh,,tidak Itu tidak boleh,,Eghk,,dipijat,!yang lain,,saja,,!""Cerocos Marsya yang mendapat cubitan dipipi dari Roy.


Sementara Ana tersemyum melihat Mereka Berdua dan Rico,Key ingin keluar namun melihat mikeael masuk.


"Pergi keluar ini bukan tempatM.!!"Usir Rico mencoba menghalangi Mikeael masuk.


"Aku tidak ada urusan dengan kalian,! Urusan Ku dengan Roy.!"Mikeael berjalan mendekati Roy dan Marsya.


Sementara Tiga pria sehat yang berada diruang Roy mencoba menghalangi Mikeael.


Namun Roy memberi izin kepada mikeael.


"Apa yang Kau inginKan.!?"Tukas Roy menatap sinis Mikeael.


Mikeael tetap berjalan Menggampiri Roy tapi Dia berhenti didepan Marsya yang sedang duduk disamping ranjang Roy terbaring.


"Aku ingin kau bahagia,Walupun Aku tak rela Harus melepasMu dengan Pria bodoh seperti Dia,!Tapi Aku Akan merelakanMu selama bisa melihat Mu tersenyum..Tapi jangan minta Aku untuk melupakanMu." Ucap Mikeael sambil tanganNya menghapus butiran air mata Marsya lalu mencium lembut kening Marsya.


Lalu mikeael menatap tajam ke arah Roy.


"Jika kau tak sanggup MembuatNya tersenyum Maka Aku akan mengambil Nya dengan cara apapun.!"Tukas mikeael sambil menepuk kuat pudak Roy yang sakit.


Lalu melangkah pergi dan berpapasan dengan Yuna yang baru masuk mendekati Roy Dan Marsya.


"Aku akan mengundang Mu kepernikahan Kami..Pastikan kau akan menghadiri pernikahan Kami..!!"Ujar Roy dengan senyum tipis mengejek Mikeael.


Mikeael yang mendengar Roy, terhenti dan memutarkan badan melihat senyum Roy yang sangat dibenci Mikeael.


"Apa kau tidak takut Aku berubah pikiran dan membawa CALON pengantin Mu.!?"Ucap *Mike penuh penekanan***.


"Cih,,Aku tak akan membiarkan itu terjadi..! AKu hanya ingin Melihat wajah Mu saat kami Resmi menjadi Suami istri.. Membuat Mu sakit karena melihat kebahagiaan Ku..!!"Tukas Roy mengejek Mikeael.


Sementara Marsya memperhatikan Yuna yang berdiri tak jauh dariNya,


Marsya bisa mencium Aroma wangi yang Dia


cium saat Marsya disekap,


Sama dengan Aroma parfum Yuna sekarang.

__ADS_1


Yuna yang merasa dilihat oleh Marsya memberi senyum seperti biasa.


__ADS_2