Mendadak Dinikahi CEO Sombong

Mendadak Dinikahi CEO Sombong
Dejavu


__ADS_3

Tokoh Utama Wanita : Tiffany Hanatasya



Tiffany Hanatasya atau biasa di panggil Tiffany, Dia adalah seorang gadis SMA yang usianya baru menginjak 17 tahun, Tiffany merupakan putri tunggal dari Mama Siska dan Papa Raul, Tiffany mempunyai rambut panjang yang bergelombang dan memiliki pipi wajah yang cabi dan senyuman yang manis.


Tiffany Dia adalah seorang gadis cantik yang ceria walaupun begitu banyak rintangan didalam hidup nya, dirinya selalu tersenyum tetap semangat dan tidak pernah pantang menyerah.


Tokoh Utama Pria : Revando Wijaya



Revando Wijaya yang biasa dipanggil Revan dia adalah seorang CEO muda yang sangat sukses, Selain mapan dan juga sukses dirinya juga memiliki paras wajah yang sangat tampan, tinggi tubuh nya 185cm usianya 30 tahun, karakter Revando dia adalah seorang pria yang sangat Dingin dan juga Arogan memiliki sifat yang sangat egois dan dirinya tidak mempercayai Apa Itu Cinta.


...


Di pagi hari yang sangat indah terlihat lah seorang gadis muda yang masih berbaring di atas ranjang tempat tidurnya, dirinya mulai menggerakkan tubuhnya sedikit demi sedikit dan mata indahnya juga mulai terbuka sedikit demi sedikit, dan tak lama kemudian Alarm di dalam kamarnya pun mulai berbunyi.


DRINGKK DRINGKKK (Bunyi ALARM)


"Iya iya baiklah Aku bangun" sahut Tiffany yang masih berbaring di atas ranjang tempat tidur nya.


Tiffany pun mulai bangun meninggalkan tempat tidur nya, langkah kaki nya mulai berjalan menuju ke arah jendela kamar nya.


"TUKK" (Bunyi Tiffany membuka jendela)


"Wow ini benar benar pagi yang cerah" ujar Tiffany sambil menghirup udara segar di depan jendela kamar nya.


"Tiffany Tiffany.. sudah jam berapa ini, ayo cepat bangun Nak nanti kamu bisa telat datang ke sekolah nya" Teriak Mama Siska yang mencoba membangunkan Tiffany dari depan pintu kamar Tiffany.


"Sambil membuka pintu kamar nya Tiffany menjawab" Iya iya Ma Fany sudah bangun kok Ma.


"Kalau begitu ayo cepat mandi, setelah kamu selesai mandinya temui Mama di dapur kita sarapan pagi bersama" ujar Mama Siska (Siska adalah namanya mama Tiffany )


"Okee siap Ma" jawab Tiffany sambil tersenyum.


Ketika Tiffany sedang asyik mandi terlihat Mama Siska tampak begitu sibuk mempersiapkan seragam sekolah putih abu abu yang akan dikenakan oleh Tiffany untuk datang sekolah nanti.


"Fany seragam sekolah kamu sudah Mama siapkan, Mama letakkan di atas meja hias kamu" ujar Mama Siska yang lalu meninggalkan kamar Tiffany.


"Okee Ma makasih , Mama memang ter The Best banget deh" jawab Tiffany dari dalam kamar mandi.


Setelah selesai mandi Tiffany langsung memakai seragam putih abu abu yang sudah di siapkan oleh Mama Siska tadi, Tiffany tampak begitu cantik dan juga manis mengenakan seragam sekolah tersebut, setelah selesai semua nya Tiffany langsung menghampiri Mama nya yang sedang berada di dapur.



"Pagi Ma" ujar Tiffany menyapa Mama Siska.


"Pagi juga sayang " jawab Mama Siska sambil tersenyum.


Tiffany duduk di kursi makan tepat di samping Mama nya.


"Ma Papa kapan sih pulang nya" tanya Tiffany.


"Tumben kamu pagi pagi begini nanyai Papa kapan pulang, sudah kangen ya sama Papa, sama Mama juga sudah kangen banget sama Papa" ujar Mama Siska.


"Iya Ma Fany sudah kangen banget ama Papa" jawab Tiffany.


"Ma malam tadi Tiffany bermimpi aneh deh Ma" ujar Tiffany dengan mata yang berkaca kaca.


"Mimpi apa emangnya kamu sayang" tanya Mama Siska.


"Tiffany bermimpi Papa meninggal kan kita berdua untuk selama lamanya Ma" ujar Tiffany dengan wajah sedih.


Mama Siska yang saat itu sedang memegang sendok nasi tiba tiba menjatuhkan sendok nasi nya, hal itu di karenakan Mama Siska sangat terkejut mendengar mimpi buruk Tiffany tadi.


"Astagfirullah Tiffany makannya sebelum tidur itu berdoa dulu sayang supaya nggak di kasih mimpi buruk kayak gitu" ujar Mama Siska.


"Sudahlah Tiffany tidak perlu terlalu cemas Nak, itu hanya mimpi sayang, Papa mu akan pulang sore ini kok sayang" ujar Mama Siska.


Mendengar bahwa Papa nya akan pulang sore ini Tiffany terlihat begitu Bahagia sekali.


"Mama benar itu hanya mimpi, Asyik akhirnya Papa pulang juga sore ini" ujar Tiffany dengan gembira.


Setelah selesai sarapan Tiffany langsung bersiap siap untuk berangkat ke sekolah, Tiffany berangkat sekolah menggunakan motor scupy berwarna merah, jarak rumah Tiffany ke sekolah hanya butuh waktu 10 menit dan akhirnya Tiffany pun tiba di sekolah.


Ketika Tiffany sedang menaruh sepeda motor nya di parkiran sekolah, tiba tiba ada seorang siswi cantik yang menghampiri Tiffany, gadis cantik itu adalah Luna.



Luna Leetisya


Luna adalah sahabat terbaik Tiffany mereka berteman sudah cukup lama, persahabatan mereka dimulai dari mereka Tk.


"Hai Fany" sambil melambaikan tangan Luna menyapa Tiffany.


"Hai juga Lun" jawab Tiffany sambil tersenyum.


Sambil berjalan menuju ke kelas Tiffany dan Luna tampak begitu asyik bercerita tentang K-pop, saking asyiknya bercerita tentang K-pop mereka sampai tidak mendengar bahwa suara lonceng sekolah sudah berbunyi.


TONGG TONGGG .. (Bunyi Bel Sekolah)


Dan tak lama kemudian terdengarlah suara langkah kaki.

__ADS_1


TUKK TUKKK (Suara langkah kaki Bu Risa yang sedang menuju ke kelas)


"Lun Luna cepat kembali ke kursi kamu Bu Risa sudah datang" ujar Tiffany.


"OMG!! Kapan Bu Risa datang" jawab Luna sambil berlari ke arah kursi nya.


"Bersedia" semua murid mulai berdiri. "Beri salam kepada Bu Guru" ucap Ferrel (Ferrel adalah ketua kelas di kelasnya Tiffany dan Ferrel juga merupakan siswa terbaik di kelas nya)



Ferrel Zionatan


"Selamat pagi Bu" ucap seluruh siswa siswi didalam kelas.


"Iya selamat pagi juga semuanya" jawab Bu Risa dengan penuh semangat.


"Luna suara kamu bercerita sungguh pelan sekali saking pelan nya sampai terdengar di kelas sebelah" ternyata Bu Risa mendengar semua cerita Luna tadi.


Serentak seluruh siswa siswi di kelas menertawai Luna.


Wajah Luna seketika berubah menjadi kesal dan di dalam hatinya Luna berkata "Aiss benar benar sial, pagi pagi begini sudah di buat malu tapi tenang saja Luna di sini tidak ada yang setampan Oppa NCT jadi kenapa harus malu"


Tak terasa waktu istirahat pun tiba Tiffany dan Luna bergegas menuju ke kantin sekolah ketika Tiffany dan Luna sedang makan tiba tiba datang lah Ferrel.


Sambil berlari kencang dengan wajah yang serius Ferrel menghampiri Tiffany yang sedang makan.


Sessstt (Suara langkah kaki Ferrel)


"Apa apaan sih Ferrel bikin kaget aja "bentak Luna.


"Fany kamu di cari Bu Risa di kantor, katanya ada hal penting yang mau ia sampaikan ke kamu" dengan napas yang masih ngos-ngosan Ferrel menyampaikan pesan dari Bu Risa untuk Tiffany.


"Hal penting apa ya Rel" tanya Tiffany.


"Nggak tau Fan, ayo cepat sedikit Fan soalnya Bu Risa sudah nungguin kamu di kantornya" ujar Ferrel.


"Lun kamu nggak apakan kalau Aku tinggal dulu sebentar ke kantor" ujar Tiffany.


"Iya Fan nggak apa-apa kok santai aja" jawab Luna.


"Ya udah Aku pergi dulu ya, oh ya Ferrel makasih ya" ujar Tiffany.


"Iya Fan sama sama" jawab Ferrel.


Tiffany pun bergegas menemui Bu Risa di kantornya.


"Ya Allah kenapa perasaan Saya tiba tiba jadi nggak enak gini" tiba tiba perasaan Tiffany menjadi tidak enak.


TOK TOKK (Tiffany mengetok pintu kantor sekolah)


"Begini Fany barusan Mama kamu telepon Ibu katanya ada kabar duka Nak" ujar Bu Risa dengan wajah sedih.


"Kabar duka apa Bu ?? " seketika Wajah Tiffany langsung berubah menjadi cemas.


"Begini Tiffany tadi Ibu dapat telepon dari Mama kamu, katanya Papa mu sekarang sedang di rawat di rumah sakit" ujar Bu Risa.


Telah terjadi kecelakaan lalu lintas di jalan tol cipularang pada pukul 08:00 wib pagi tadi, kecelakaan terjadi akibat mobil yang di kendari mengalami gangguan rem ,akibatnya korban mengalami luka yang cukup parah dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat (berita di televisi). "Melihat berita yang ada di televisi tersebut Tiffany tiba tiba langsung menangis histeris dan seluruh kakinya langsung lemas rasanya tidak mampu lagi untuk berdiri.


"Ibu itu mobil Papa Saya, Papaaa" ucap Tiffany sambil Menangis.


"Sabar Fany percayalah Papa mu akan baik baik saja jadi berhentilah menangis Nak" Bu Risa sedang mencoba menenangkan hati Tiffany.


Tiffany langsung bergegas menuju ke rumah sakit, setelah sampai di rumah sakit Tiffany melihat Mama nya sedang menangis di depan ruangan di mana Papa Raul dirawat.


"Ma bagaimana keadaan Papa sekarang" tanya Tiffany.


"Tiffany.." Mama Siska memanggil nama Tiffany sambil menangis.


"Ma jawab kenapa dengan Papa" tanya Tiffany lagi.


"Papa mu Fany" Mama Siska tidak mampu mengucapkan kabar buruk tentang keadaan Papa Raul kepada Tiffany.


"Iya Mama, Papa kenapa" tegas Tiffany.


"Papa telah pergi meninggalkan kita semua untuk selama lamanya" tangisan Mama Siska dan Tiffany pun pecah mendengar Papa Raul telah pergi untuk selama lamanya.


"Papa" dengan menangis Tiffany menyebut nama Papanya.


...


Kembali ke Revando.


"Pak gawat" ujar karyawan Revando.


"Gawat?? gawat kenapa" tanya Revando.


"Itu Pak sih Raul meninggal" ujar karyawan.


"Raul meninggal, yang benar kamu, kamu tau dari mana kalau dia meninggal " tanya Revando dengan terkejut.


"Itu Pak dari berita di televisi tadi, menurut yang ada di berita tadi Raul mengalami kecelakaan, kata nya mobil yang di kendarai oleh Raul mengalami gangguan pada rem sehingga terjadi nya lah kecelakaan itu Pak" jelas karyawan itu.


"Ahh Sial bagaimana dengan hutang nya" ujar Revando.

__ADS_1


"Apa kalian tau siapa saja keluarga nya" tanya Revando.


"Tidak Pak" jawab karyawan.


"Cepat kamu cari tau alamat rumahnya Raul beserta keluarganya" dengan marah nya Revando memerintahkan bawahan nya untuk segera mencari tau siapa saja keluarga dari Raul.


"Baik Pak" jawab karyawan.


Beberapa Jam Kemudian...


TOKK TOKKK (Mengetuk pintu)


"Permisi Pak " setelah beberapa jam kemudian karyawan itu kembali menemui Revando.


"Iya masuk, bagaimana sudah ketemu belum alamat rumah keluarga nya Raul" tanya Revando dengan serius.


"Sudah Pak " jawab karyawan.


"Baguslah kalau begitu, tapi siapa yang mau ke rumahnya, nggak mungkin Saya kan" ujar Revando.


"Tentu saja tidak mungkin Bapak yang harus datang ke sana, jika Bapak yang datang ke sana bukan nya takut mau bayar hutang ehh ini malah keluarga nya jadi malah jatuh cinta sama Bapak, soalnya wajah Bapak tampan banget sih" ujar karyawan.


"Kamu cari orang yang wajahnya seram, terus Kamu suruh dia untuk takut takuti Keluarganya Raul" ujar Revando.


Kembali Lagi Ke Tiffany.


Tiga hari sesudah meninggal nya Papa Tiffany yaitu Raul, Tiffany mulai bersekolah lagi, dengan wajah yang masih suram dan juga mata yang masih sembab Tiffany tampak begitu lesu berjalan menuju ke arah kelasnya.


"Fany" ujar Luna sambil berlari menghampiri Tiffany.


"Iya Lun" Tiffany menjawab dengan nada suara yang lemas.


"Fany, Aku turut berduka cita atas meninggalnya Papa mu Fan" ucapan belasungkawa Luna ke Tiffany.


"Iya Lun" jawab Tiffany yang berusaha menahan air mata nya didepan Luna.


Beberapa jam kemudian...


"TONG TONGGG" Tak terasa waktu pulang sekolah pun tiba.


Waktu pulang sekolah pun tiba Tiffany pun bergegas pulang, Ketika Tiffany sampai di depan rumahnya, Tiffany melihat ada sekelompok pria yang tidak dikenal sedang mengobrak amrik isi rumahnya, tampa berpikir panjang lebar lagi Tiffany langsung memberanikan diri untuk masuk ke dalam rumahnya.


Dengan perasaan yang sedikit cemas Tiffany pun bertanya.


"Kalian siapa ??" tanya Tiffany dengan ekspresi wajah yang bingung dan ditambah lagi sedikit Perasaan takut didalam hati nya.


"Oh... ini pasti anak nya Raul" ujar para Rentenir sambil memandangi Tiffany dari ujung kaki sampai ke ujung rambut.


"Iya, emang ada urusan apa" jawab Tiffany.


"Begini Ayah mu punya hutang yang cukup besar kepada Boss kami, dan sekarang Ayah mu telah meninggal, jadi siapa yang akan melunasi hutang nya" ujar Rentenir.


"Benar, Rumah beserta isinya ini saja masih belum cukup untuk membayar bunga dari hutang Ayah mu, apalagi belum ditambah dengan jumlah seluruh hutang Ayahmu "sahut Rentenir yang satu nya lagi.


"Tolong Beri kami sedikit waktu lagi untuk bisa melunasi semua hutang peninggalan ALM Suamiku kepada kalian" sambil berlutut Mama Siska memohon kepada para Rentenir itu.


"Tidak ada waktu lagi" Bentak para Rentenir.


"Jadi kami harus bagaimana" tanya Tiffany dengan pasrah.


"Begini saja kami akan berikan kalian tempo satu Minggu lagi, Jika Minggu depan kalian masih tidak dapat melunasi nya, terpaksa Anak mu lah yang akan menjadi bayaran nya" ujar Rentenir dengan tertawa terbahak-bahak.


"Anak ku mau kalian apa kan" dengan cemas Mama Siska memeluk Tiffany dengan sangat erat.


"Untuk urusan itu, akan kami serahkan semuanya kepada Boss Revando, hahaha "ujar Rentenir.


Tiffany terus menangis sambil memeluk sang Mama.


Sejak di tinggal pergi oleh sang Papa dan di tambah lagi dengan kejadian kemarin, membuat tidak ada lagi senyuman manis di wajah cantik Tiffany, Tiffany yang di setiap harinya selalu memiliki sifat yang ceria, kini hanya tertinggal kesedihan di wajah murung Tiffany.


Satu Minggu pun Berlalu ...


Tak terasa satu minggu pun begitu cepat berlalu, para Rentenir beserta Revando pergi mendatangi rumah Tiffany.


"Hey.. Heyy... Buka pintu nya, Kami tau kalian berdua ada di dalam, jadi cepat buka pintu nya sekarang juga" ujar para Rentenir sambil menggedor-gedor pintu rumah Tiffany.


"Mama bagaimana ini Aku sungguh takut" seluruh tubuhnya Tiffany bergetar ketakutan.


"Kamu tetap di sini Nak, jangan keluar dari kamar ini apa pun yang terjadi, biar Mama yang menghadapi orang orang itu, Apa Kamu Mengerti Tiffany" ujar Mama Siska.


"Tatapi Mama" Tiffany dengan sekeras mungkin mencegah Mama Siska untuk tidak menghadapi para Rentenir itu sendirian.


Mama Siska pun langsung memberanikan diri untuk menghadapi para rentenir itu, sendirian tanpa ditemani oleh Tiffany.


"Hey kenapa lama sekali membuka pintu apa kau ingin dipukul" ujar Rentenir.


Seluruh warga di sekitar rumah Tiffany hanya menonton dan melihat saja, bukan nya nolonggin ini malah ikut ikutan menghujat keluarga nya Tiffany.


"Pak ini istrinya Raul" Rentenir itu menyeret Mama Siska kehadapan Revando.


"Jadi bagaimana apa kalian sudah bisa melunasi hutang nya sekarang" tanya Revando.


Bersambung..

__ADS_1


Hai sobat setia "Mendadak Dinikahi CEO Sombong" jangan lupa di Like dan tinggalkan komentar yang positif untuk membantu karya ini menjadi lebih baik ya sobat..


Terima Kasih...


__ADS_2