Mendadak Dinikahi CEO Sombong

Mendadak Dinikahi CEO Sombong
Kepikiran


__ADS_3

Masih di Cafe David black and coffe.



Saat Tiffany sedang mencoba menjelaskan pembicaraan nya bersama Roy dan juga Bayu, Revando langsung memotongnya.


Dengan ekspresi wajah yang begitu serius Revando lalu menjawab "Saya sama Tiffany tadi sedang membahas tentang rencana pernikahan kami berdua" ujarnya sambil tersenyum ke arah Tiffany.


Tiffany hanya terdiam mendengar pernyataan Revando barusan, perasaan bingung bercampur cemas semuanya menjadi satu di dalam hatinya Tiffany.


"Ya Allah aku harus bagaimana ini, Tiffany ayo pikirkan sesuatu" ujar Tiffany di dalam hatinya.


Tiffany yang sedang duduk tiba tiba berdiri dan langsung ngomong "TIDAK" dengan nada suara yang sedikit kencang.


Tiffany mencoba menolak lamaran Revando dengan secara halus "Tidak!! maksud Saya tidak mungkin jika kita menikah sekarang karena saat ini Saya kan masih sekolah jadi rasanya tidak mungkin untuk kita menikah sekarang" jelasnya Tiffany.


"Kamu masih kuliah ya Tiffany ??, kuliah di mana" tanya Bayu.


"Saya belum kuliah" jawab Tiffany.


"Jika tidak kuliah terus apa ?" tanya Bayu lagi dengan bingung.


"Sebenarnya saat ini Saya masih SMA, usia Saya sekarang masih 17 tahun" jelas Tiffany lagi.


Mendengar bahwa Tiffany saat ini masih SMA Bayu & Roy sangat-sangat terkejut.


"Apa masih SMA" jawab serentak Bayu dan Roy.


"Memangnya kenapa kalau masih SMA, seusia kamu sekarang banyak kok yang sudah menikah" jawab Revando.


Tiffany menatap tajam kearah Revando"Dasar Pria Berengsek" ujarnya didalam hati.


"Haha Revando benar usia 17 tahun tidak terlalu kecil jika mau menikah" ujar Bayu yang mencoba menenangkan suasana.


"Kira kira kapan rencana Hari H nya" tanya Roy.


"Mungkin dalam waktu 2/3 bulan ini, Doakan saja supaya lancar sampai ke Hati H nya" Ungkap Revando Dengan begitu yakin.


"Wow sudah dekat sekali, sudah sampai mana persiapan nya" tanya Roy lagi.


"Untuk saat ini persiapannya mungkin Masih 0%, akan tetapi dalam waktu dekat ini atau mungkin Minggu ini juga, rencananya kami berdua akan melakukan fitting baju pengantin, Iya kan Tiffany" ujar Revando sambil melirik ke arah Tiffany.


"Saya tidak tahu, mungkin sebaiknya jika Saya tanyakan terlebih dahulu sama Mama Saya" jawab Tiffany yang tak tau harus menjawab apa lagi.


Mendengar jawaban Tiffany barusan Bayu dan Roy langsung tertawa terbahak bahak sedangkan di sisi lain Revando terlihat begitu marah mendengar ucapan Tiffany tadi.

__ADS_1


Tak terasa sudah hampir satu jam Tiffany duduk ngobrol bersama mereka di Cafe David black and coffe, Tiffany sangat kaget saat melihat jam sudah menunjukkan pukul 5 sore.


"Ya ampun sudah hampir jam 5 sore" ujar Tiffany yang terkejut melihat jam di ponsel nya.


"Ada apa Tiffany" tanya Bayu.


"Saya pergi duluan ya soalnya saya masih ada urusan" ujar Tiffany dengan tergesa gesa.


"Kamu mau kemana, biar Saya yang antar kamu" ujar Revando.


"Ehh nggak usah, Saya bisa pergi sendiri kok, kamu di sini aja temani kak Roy dan juga kak Bayu nya, ya udah Saya pamit dulu ya, duluan semuanya bye" ujar Tiffany yang lalu pergi meninggalkan Cafe.


"Urusan apa sih jadi penasaran Saya" ujar Revando dalam hatinya.


Saat menuju ke arah supermarket AA, Tiffany mencoba berlari dengan sekuat tenaga nya agar dirinya tidak terlalu lama sampainya, keringat pun mulai membasahi wajah cantiknya, dengan nafas yang masih ngos-ngosan Tiffany akhirnya tiba di supermarket Aa.



"Fany ada apa kok kamu berlarian" tanya Bu Anik.


"Maafkan Fany Bu, karena Fany telat datang kerjanya" sambil menundukkan kepalanya Tiffany mencoba meminta maaf kepada Bu Anik.


Bu Anik tersenyum mendengar permintaan maaf dari Tiffany.


"Sudah sudah Fany tidak perlu meminta maaf kamu hanya telat sedikit kok, karena kamu sudah datang Ibu pulang dulu ya, Semangat jaga tokonya ya" ujar bu Anik.


"Terima kasih banyak Bu" ujar Tiffany dengan begitu gembira.


"Iya sama sama, kalau begitu Ibu pulang ya Tiffany, Ibu titip tokonya ya" ujar Bu Anik yang lalu pergi meninggalkan tokonya.


"Baik Bu, hati hati di jalan Bu" ujar Tiffany.


Saat Bu Anik pulang hanya tinggal Tiffany seorang yang menjaga toko, saat itu suasana didalam toko sangatlah sepi, terlihat Tiffany sedang mencoba memeriksa stock barang pajangan dengan satu persatu, dan ternyata Stock barang makanan di pajangan sudah banyak berkurang Tiffany pun lalu bergegas menuju ke gudang untuk mengambil stock barang pajangan yang baru, setelah selesai mengambil barang pajangan yang baru Tiffany pun langsung menyusun barang barang tersebut di rak dengan begitu rapi.


Ketika Tiffany sedang fokus menyusun barang pajangannya, tiba tiba handphone miliknya berbunyi.


"DRINGKK DRINGKKK"


(Ternyata itu pesan whatsapp dari revando)


"Besok sore setelah kamu pulang sekolah Saya akan langsung jemput kamu" isi pesan whatsapp dari Revando


"Soalnya besok sore kita akan fitting baju pengantin" sambung pesan whatsapp dari Revando lagi.


Terdiam sejenak saat Tiffany membaca isi pesan whatsapp tersebut, Tiffany tak ingin membalas pesan tersebut dan langsung melanjutkan pekerjaannya kembali.

__ADS_1


Hingga akhirnya tutup toko, ternyata Tiffany masih saja memikirkan isi pesan whatsapp dari Revando tersebut.


Beberapa jam kemudian...



Tiffany sudah berbaring di tempat tidurnya.


Hingga Sampai sebelum tidurnya, Tiffany masih saja terus memikirkan isi pesan whatsapp tersebut.


"Haruskah besok Aku izin untuk tidak datang ke sekolah" ujarnya dengan bingung.


Satu jam pun berlalu dan akhirnya Tiffany pun tertidur.


Tiga jam kemudian...


"TIDAK!!" teriak Tiffany.


Mama Siska yang mendengar teriakkan putrinya itu pun langsung bergegas menuju ke kamar putrinya.


"Fany... Fany... bangun Nak" sambil menggoyangkan sedikit tubuh putrinya Mama Siska mencoba membangunkan Tiffany dari mimpi buruknya.


Keringat di wajah Tiffany bercucuran.


Dan tak lama kemudian akhirnya Tiffany pun terbangun dari mimpi buruknya.


"Fany jangan takut Nak, ada Mama di sini" ujar Mama Siska sambil memeluk Tiffany.


"Ya Allah syukurlah itu cuma mimpi, Ma mimpi Tiffany barusan sangat buruk sekali" ujar Tiffany dengan nafas yang masih ngos-ngosan.


"Kamu Bermimpi apa Nak" tanya Mama Siska yang masih memeluk erat putrinya itu.


"Fany Bermimpi menikah dengan Pria rentenir itu Ma" ujar Tiffany dengan nada suara ingin menangis.


"Jangan khawatir Nak itu hanya mimpi, hal itu tidak mungkin terjadi Mama nggak akan biarin pria itu menikahi kamu" ujar mama Siska sambil memeluk Tiffany.


"Sudah Nak lanjutkanlah tidur mu kembali sekarang masih jam 2 malam, kamu jangan takut Nak Mama akan temani kamu tidur" ujar Mama Siska.


Setengah jam pun berlalu, Mama Siska pun akhirnya tertidur, Sedang disisi lain Tiffany masih tampak begitu cemas, matanya terus mengarah ke arah jam dinding di kamarnya.


"Ya Allah Aku sungguh takut menghadapi hari esok" ujar Tiffany didalam hatinya.


Tak terasa pagi pun telah tiba suara ayam berkokok mulai terdengar, dari jam 2 malam tadi ternyata Tiffany tidak tertidur sedikit pun, Tiffany tampak begitu bingung dirinya harus sekolah atau tidak untuk hari ini, hingga akhirnya dirinya memutuskan untuk tetap bersekolah.


Bersambung..

__ADS_1


Assalamualaikum sobat setia πŸ’ž Mendadak Dinikahi CEO SombongπŸ’ž Jangan lupa untuk terus dukung karya ini dengan cara beri Like dan tinggalkan komentar yang positif supaya karya ini menjadi lebih baik lagi ya sobat..


Terimakasih πŸ™πŸ˜Š


__ADS_2