Mendadak Dinikahi CEO Sombong

Mendadak Dinikahi CEO Sombong
Hujan


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul 21:00 WIB Tiffany yang terlihat sedang sibuk bekerja di supermarket Aa tiba tiba saja terkejut karena dirinya di hampiri oleh sesosok pria tampan yaitu Revando.



Tiffany yang saat itu sedang menyusun barang pajangan tiba tiba terkejut mendengar suara Revando.


"Gimana rasanya bekerja di supermarket seperti ini pasti capek ya " ujar Revando dengan ekspresi wajah yang begitu menyebalkan.


Tiffany masih fokus melanjutkan pekerjaannya yaitu menyusun barang pajangan dan pura-pura menghiraukan semua perkataan Revando.


"Kasihan saya sama kamu, mau kamu bekerja selama 20 tahun di toko seperti ini itu masih tidak akan mampu untuk melunasi semua hutang papa kamu ke saya" ungkap Revando yang mencoba meremehkan semua usaha yang dilakukan oleh Tiffany.


"Saya nggak butuh rasa kasihan dari kamu, dan saya juga tidak punya waktu untuk mendengar semua ocehan sombong yang keluar dari mulut kamu, jika kamu nggak ada yang mau dibeli dari toko ini saya persilakan kamu untuk segera pergi dari toko ini, soalnya masih banyak banget pekerjaan yang harus saya selesai kan" jawab Tiffany yang mencoba menahan marah nya.


Mendengar ucapan Tiffany Revando hanya tertawa dan ia pun langsung pergi meninggalkan supermarket Aa, Dan tak lama Revando pergi supermarket Aa pun tutup.



Ketika Tiffany sedang bersiap siap untuk pulang tiba tiba turun hujan yang cukup deras.



"Ya Allah kenapa harus turun hujan nya sekarang, mana hari ini aku nggak bawa payung, bismillah aja deh semoga aku besok nggak demam" ujar Tiffany yang masih berdiri di depan pintu toko.


"Bismillah " ujar Tiffany sambil melangkah kakinya, dengan tubuh basah kuyup Tiffany pun berlari cukup kencang.


Melihat hujan cukup deras Revando tiba tiba teringat Tiffany yang masih berada di toko, terlihat jelas di wajahnya Revando bahwa dirinya sedang mengkhawatirkan Tiffany, Revando yang masih belum jauh dari supermarket Aa memutar balikan lagi mobil nya ke supermarket Aa.


Ketika Revando tiba di depan supermarket Aa ternyata supermarket Aa sudah tutup, dan Revando pun langsung mencari Tiffany di sekitar toko dan tak lama kemudian Revando pun akhirnya menemukan Tiffany yang sedang berlari di pinggiran jalan dengan tubuh yang basah kuyup, bibirnya Tiffany bergetar terlihat jelas kalau dirinya sangat kedinginan.


"Dasar anak kecil yang bodoh bagaimana bisa di pulang dengan kondisi hujan deras begini tidak membawa payung" ujar Revando yang masih berada di dalam mobil nya.


Ketika Revando mau turun dari mobil nya untuk menghampiri Tiffany tiba tiba ada sebuah mobil yang berhenti tepat berada di depan mobil nya Revando dan tak lama kemudian keluarlah seorang pria dari dalam mobil tersebut dengan membawa sebuah payung pria itu menghampiri Tiffany dan ternyata pria itu adalah Ryan.



"Tiffany kenapa kamu nggak menghubungi saya untuk mengantarkan kamu pulang, sekarang ini hujan nya sedang deras banget, mana kamu nggak bawa payung pula, saya takutnya nanti kamu bisa sakit " ujar Ryan yang begitu mengkhawatirkan Tiffany.

__ADS_1


"Iya terima kasih kak Ryan, tapi rumah Tiffany nggak terlalu jauh kok dari sini, sekali lagi terima kasih karena telah mengkhawatirkan saya" ujar Tiffany dengan tubuh yang menggigil kedinginan.


"Saya antar kamu pulang ya, ayo naik ke mobil bersama saya" dengan memegang tangan Tiffany, Ryan bermaksud untuk mengantar Tiffany pulang bersamanya.


"Kak Ryan sekali lagi Tiffany ucapkan terima kasih tapi Tiffany bisa pulang sendiri kok kak, lagipula tubuh Tiffany sekarang sudah basah kuyup semua takutnya nanti Tiffany malah membuat mobil kak Ryan menjadi kotor" ujar Tiffany.


"Astagfirullah Tiffany kenapa kamu bisa berfikir seperti itu, malahan saya sangat sedih jika kamu menolak saya untuk tidak mengantarkan kamu pulang" ujar Ryan.


"Siapa pria itu sepertinya mereka cukup dekat, dan apa yang sedang mereka bicarakan" ujar Revando yang memperhatikan Tiffany bersama Ryan dari dalam mobilnya.


Dan Tiffany pun akhirnya pulang bersama Ryan.


"Aiss Sial!! Benar benar membuang buang waktu saja, jadi tujuan saya memutar balikan mobil tadi hanya untuk melihat mereka berdua berkencan " ujar Revando dengan begitu kesal.


Dan Revando pun juga pergi meninggalkan tempat tersebut.


Keesokan Hari nya..


"Ma mama " ujar Tiffany sambil mencari Mama nya.


"Iya Fany, ada apa Nak" jawab Mama Siska dari arah kamar mandi.


"Ma sekarang jam berapa sih " tanya Tiffany dengan wajah yang begitu pucat.


"Mungkin sekarang masih jam 4 (subuh), memang nya kenapa Nak?? " tanya balik Mama Siska.


"Mama masih ada simpan obat pusing kepala nggak ma" ujar Tiffany sambil memegang kepalanya.


"Kenapa Nak apa kamu sakit ??, ini pasti gara gara kamu kehujanan kemarin malam sebentar Mama cari dulu Nak" ujar Mama Siska yang langsung beranjak dari tempat cucian dan segara pergi mengambil obat untuk Tiffany.


"Ini Nak obat nya, sebentar Mama ambil air minumnya dulu" dengan mengucapkan bismillah Tiffany lalu meminum obat yang telah diberikan oleh Mama Siska kepadanya ketika Mama Siska sedang menatap kening Tiffany, suhu tubuh Tiffany sangat tinggi, Mama Siska pun sangat cemas akan takutnya bila putri kesayangan sampai sakit.


"Fany hari ini izin dulu ya Nak datang ke sekolahnya Nak soalnya suhu tubuh kamu panas sekali Nak, dan sebentar lagi puskesmas sudah mulai di buka Nak, kita pergi ke puskesmas saja ya Nak hari ini soalnya jika kita pergi ke rumah sakit uang kita tidak cukup untuk membayarnya " ujar Mama Siska sambil mengelus kepala Tiffany.


"Mama nggak perlu cemas Tiffany baik baik saja kok ma hanya pusing sedikit saja, hari ini Tiffany tetap datang ke sekolah ya ma" dengan wajah pucat nya Tiffany berusaha untuk tetap semangat.


Beberapa jam kemudian..

__ADS_1



Tiffany pun tiba di sekolah nya, walaupun kondisi tubuh Tiffany sedang tidak baik Tiffany tetap mengikuti semua pelajaran seperti biasanya hingga sampai pelajaran terakhir.


Dan akhirnya selesai sudah pelajaran hari ini, Suara Bel pulang pun sudah mulai terdengar.


TONGG TONGGG..


Tiffany pun melangkah kakinya ke depan pintu gerbang sekolah dengan perlahan lahan dengan wajah yang sangat pucat terlihat jelas kalau dirinya sudah tidak mampu lagi melangkah kakinya akan tetapi Tiffany terus memaksakan dirinya untuk tetap kuat dan syukurlah dirinya bertemu dengan Luna.


"Fan Fany kok kamu pulang jalan kaki sih Fan, motor scupy kamu mana" tanya Luna dari atas sepeda motornya.


"Motor aku sudah nggak ada lagi Lun" jawab Tiffany dengan lusuh.


"Fan kamu sakit ya, biar aku antar kamu pulang ya" ujar Luna.


"Makasih ya Lun" ungkap Tiffany yang sungguh berterima kasih kepada Luna.


"Nggak perlu bilang Makasih Fan, sebagai teman sudah kewajiban untuk kita saling membantu " ujar Luna dengan begitu bijak.


...


Tiffany pun tiba di rumahnya, baru satu jam Tiffany tiba di rumah, Tiffany harus bersiap siap lagi untuk berangkat bekerja.



Setibanya Tiffany di supermarket Aa Tiffany langsung di sapa oleh Ryan.


"Kak Ryan tumben ke sini, oh ya Bu Anik ke mana kak?? " tanya Tiffany.


"Bu Anik sedang kurang enak badan makanya saya datang sebagai ganti nya " jawab Ryan.


"Oh ya Fan kenapa wajah kamu pucat banget ya, atau jangan-jangan kamu sakit ya gara gara kehujanan kemarin " ujar Ryan lagi.


Ryan pun mendekati Tiffany lalu mengulurkan tangan nya ke arah kening Tiffany, Ketika Ryan sedang menatap kening Tiffany tiba tiba Revando datang.


Bersambung..

__ADS_1


Assalamualaikum sobat setia "Mendadak Dinikahi CEO Sombong" Jangan pernah bosan untuk terus dukung karya ini dengan cara beri Like dan tinggalkan komentar yang positif supaya karya ini menjadi lebih baik lagi...


Terimakasih 🙏😊


__ADS_2