Mendadak Dinikahi CEO Sombong

Mendadak Dinikahi CEO Sombong
Hutang


__ADS_3

Rumah sederhana milik keluarga Tiffany.



"Jadi bagaimana apa kalian sudah bisa melunasi hutang nya sekarang ?? " tanya Revando dengan suara dingin nya.


"Maaf kan saya tuan, karena kami belum dapat melunasi hutang Almarhum Suamiku sekarang" ujar Mama Siska dengan penuh ketakutan.


"Kalau meminta maaf saja cukup, untuk apa ada penjara dan juga kantor polisi" jawab Revando dengan tatapan yang begitu tajam.


"Terus kami harus bagaimana Tuan, sekarang ini saya tidak punya uang sama sekali" kedua kaki Mama Siska melemah sudah tidak sanggup lagi berdiri, mama Siska yang saat itu terjatuh tepat di hadapan kaki nya Revando langsung memohon agar Revando dapat memberikan nya sedikit waktu lagi untuk melunasi hutang peninggalan almarhum suaminya itu.


"Heyy Ibu di mana anak gadis perempuan mu" tanya sih Rentenir sambil melihat ke sekeliling rumahnya.


"Anak ku sedang tidak berada di rumah sekarang" jawab Mama Siska yang mencoba melindungi Tiffany dari para Rentenir.


"Alaa jangan bohong, di mana kau sembunyikan anak mu" dengan nada suara membentak tanya Rentenir itu lagi.


"Yang pasti tidak ada di rumah ini" tegas Mama Siska yang mencoba berdiri kembali.


BUK BUKKK ...


Para Rentenir itu mencoba menakut nakutin Mama Siska dengan cara menghancurkan semua barang barang yang ada di sekitarnya, agar supaya dirinya mengatakan dimana Mama Siska menyembunyikan putri nya itu.


Tiffany yang mendengar suara hempasan barang barang yang begitu kencang dari arah luar sana, dirinya tidak mampu lagi menahan air matanya, Tiffany berpikir bahwa dirinya tidak bisa terus berdiam diri saja di kamar, dengan penuh keberanian Tiffany akhirnya memutuskan untuk keluar dari dalam kamar nya, Tiffany memberanikan diri untuk menghadapi para Rentenir Rentenir itu.


...


"Gadis mana yang kalian cari" tanya Revando kepada para Rentenir nya.


"Begini Pak jadi sebenarnya Raul itu mempunyai seorang anak perempuan yang cukup cantik, lumayan Pak untuk kita jadikan sandera melunasi hutang-hutangnya" ujar para Rentenir sambil tertawa terbahak-bahak.


"Jangan pernah kalian kait kaitkan putri ku dengan hutang Almarhum Suamiku, Dia tidak ada hubungannya dengan hutang hutang itu" tegas Mama Siska sambil memukul-mukul dada rentenir itu.

__ADS_1


"Apa tidak ada hubungannya, Suamimu mengutang begitu besar kepada Boss kami karena dirinya mau menyekolahkan anak itu" jawab sih Rentenir sambil membentak keras Mama Siska.


"Cukup..!! Jangan Pernah Kalian Siksa lagi Mama Saya" Bentak Tiffany yang berdiri tepat di depan pintu kamarnya.


"Fany apa yang kamu lakukan, Kan sudah Mama bilang dengan jelas, bahwa apa pun yang terjadi jangan pernah untuk kamu keluar dari dalam kamar kamu Nak "ujar Mama Siska sambil memeluk erat putri kesayangannya itu.


"Nggak Ma Fany nggak bisa, terus berdiam diri melihat Mama terus disiksa sama Para Penjahat-penjahat ini " ujar Tiffany.


"Aaisshh Gadis Kecil Sialan..!! Siapa yang kau sebut penjahat, Hah..!! " sih Rentenir mencoba memukuli Tiffany.


"Jangan pakai kekerasan kepada anak yang masih di bawah umur" ujar Revando sambil menghentikan tangan sih Rentenir yang sedang mencoba memukuli Tiffany.


"Silakan saja kalian memukul ku, akan Saya laporkan langsung kalian semuanya kepada Polisi sekarang juga, dan satu lagi akan Saya pastikan kalian semua dalam penjara seumur hidup kalian" jawab Tiffany dengan begitu berani.


"Gadis Kecil ini cukup berani, demi membela Ibu nya dia tidak takut menghadapi para rentenir yang bertubuh besar ini, sungguh gadis yang menarik" ujar Revando di dalam hati nya.


"Siapa paman ini ??, perasaan kemarin pria ini tidak ada, dilihat dari pakaian dan juga wajahnya sepertinya dia cukup baik di banding kan dengan yang lainnya, sepertinya Aku harus meminta tolong dan juga memohon agar diberikan waktu tempo untuk dapat membayar hutang almarhum Papa ku kepada Pria ini, semoga berhasil Ya Allah "ujar Tiffany di dalam hatinya.


Tanpa berpikir panjang lagi Tiffany langsung menghampiri & memegang tangan kanan Revando.


"Heyyy Anak Kecil Siapa Yang Kau Sebut Paman" Bentak Rentenir itu sambil memaksa Tiffany agar dapat melepaskan tangannya dari tangan Revando.


"Jika Saya nantinya memberikan kalian sedikit waktu lagi agar kalian bisa dapat melunasi semua hutang Papa Kamu ke Saya, apa Kamu bisa menjamin dapat melunasi semuanya dengan waktu yang akan Saya berikan kepada Kamu nanti" dengan tatapan mata yang begitu tajam dan disertai sedikit senyuman Revando bertanya kepada Tiffany.


Sambil menundukkan kepalanya ditambah dengan suara yang sangat gugup Tiffany mencoba menjawab pertanyaan Revando.


"Hem Saya akan berusaha melunasi nya" ujar Tiffany dengan sedikit ragu.


"Dengan cara apa Kamu bisa mengumpulkan uang sebanyak itu " tanya Revando lagi kepada Tiffany.


"Tentu saja dengan bekerja" tegas Tiffany yang perlahan lahan mulai mengangkat kepalanya.


"Haha" tiba tiba Revando tertawa mendengar jawaban Tiffany tadi.

__ADS_1


"Gadis Kecil Saya sangat menghargai niat baik Kamu untuk membantu orangtua Kamu melunasi hutang ini kepada saya, tapi masalahnya Kamu sekarang saja masih belum tamat sekolah jadi bagaimana cara Kamu mendapatkan pekerjaan yang bagus" ujar Revando yang sedikit meremehkan Tiffany.


Tiffany hanya terdiam mendengar ucapan Revando tadi.


"Okey Baiklah Begini saja, Saya akan berikan tambahan waktu untuk Kamu selama Tiga Bulan agar Kamu dapat melunasi semua hutang Papa Kamu kepada Saya, dan satu hal yang harus Kamu ingat, tidak ada alasan lagi untuk Kamu dan juga Mama Kamu untuk tidak membayar nya, Kamu mengerti kan Gadis Kecil" ujar Revando sambil mengelus rambut Tiffany.


"Jika dalam tiga bulan ini Saya masih belum bisa melunasi semua hutang almarhum Papa Saya bagaimana ??" tanya Tiffany.


"Kesempatan terakhir Kamu hanya tiga bulan ini, jika Kamu tetap tidak bisa melunasi nya dalam waktu tiga bulan ini maka dirimu lah yang akan menjadi pengganti nya" ujar Revando.


"Maksudnya?? " tanya Tiffany dengan bingung.


"Intinya Kamu harus melunasi hutang itu dalam waktu tiga bulan ini, jika Kamu tetap tidak mampu melunasi nya terpaksa dirimu lah yang akan menjadi bayaran nya, Apa sekarang Kamu sudah mengerti" jelas Revando kepada Tiffany.


Tiffany tampak takut mendengar ucapan Revando tadi kepadanya.


"jika kamu tidak dapat melunasi hutang papa mu dalam waktu tiga bulan ini maka dirimu lah yang akan menjadi pengganti bayarannya" kata kata Revando tadi terus teriyang iyang di pikiran Tiffany.


Akan tetapi Tiffany masih terus optimis bahwa dirinya pasti dapat melunasi hutang almarhum Papa nya dengan cara apa pun.


"Baiklah aku berjanji bahwa aku akan melunasi hutang itu dengan secepatnya" ujar Tiffany dengan sedikit percaya diri.


"Saya paling tidak suka dengan orang yang tidak menepati janji " ujar Revando dengan tatapan mata yang sinis menatap ke arah Tiffany.


"Kamu tenang saja paman Saya pasti bisa melunasi hutang itu dengan segera dan secepat mungkin" ujar Tiffany dengan penuh percaya diri di hadapan Revando.


"Baiklah Saya pegang janji Kamu Gadis Kecil , ingat jika Kamu tidak dapat melunasi semua hutang nya maka dirimu lah yang menjadi penggantinya" Revando mulai mengancam Tiffany lagi.


Setelah Revando selesai membuat perjanjian bersama Tiffany, akhirnya Revando beserta anggota para Rentenir nya pergi meninggalkan rumah Tiffany.


Bersambung...


Hai sobat setia "Mendadak Dinikahi CEO Sombong" Jangan Lupa terus dukung karya ini dengan cara memberi Like dan tinggalkan komentar yang positif supaya karya ini menjadi lebih baik lagi ya Sobat..

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2