
Setelah selesai makan, mereka berdua pun langsung kembali ke penginapan mereka.
"Alhamdulillah kenyang sekali, kalau perut kenyang seperti ini biasanya sebentar lagi mengantuk" ujar Tiffany yang tiba lebih dahulu ke kamar penginapan mereka dan langsung duduk di kursi dalam kamar penginapan mereka.
Sementara itu Revando yang baru tiba di kamar penginapan mereka langsung menutup pintu kamar penginapan mereka.
Setelah selesai menutup pintu kamar penginapan mereka Revando langsung membuka pakaiannya dengan satu persatu.
Tiffany yang melihatnya sangat terkejut dan juga takut. "Tuan muda tunggu dulu, apa yang sedang Tuan muda coba lakukan" ujarnya sambil menutup matanya dengan kedua tangannya.
"Hah... menurutmu sendiri bagaimana, apa kamu tidak bisa menebaknya sendiri Tiffany" ujar Revando yang saat itu sedang membuka kancing bajunya dengan satu persatu.
"Hah..." sambil berteriak Tiffany pun langsung berlari masuk ke dalam kamar mandi mereka.
Revando yang melihatnya berlari dengan penuh ketakutan hanya bisa tertawa terbahak bahak.
"Dasar gadis kecil yang bodoh, dirinya selalu saja berfikiran negatif terhadap saya" ujar Revando sambil menganti pakaiannya.
Beberapa menit pun berlalu.
Suasana didalam kamar mandi itu pun terdengar dengan sangat hening.
Revando yang saat itu telah berbaring di atas ranjang mereka langsung memanggil Tiffany yang saat itu masih mengurung diri di dalam kamar mandinya.
"Tiffany... Tiffany..., apa malam ini kamu sungguh ingin tidur di dalam sana, jika tidak cepatlah keluar" ujar Revando dari atas ranjangnya.
Tiffany yang mendengarnya pun langsung menjawab. "lebih baik saya tidur di sini dari pada harus" ujarnya dengan ragu.
"Dari pada harus apa Tiffany" jawab Revando yang saat itu telah berdiri tepat di depan pintu kamar mandi mereka.
"Harus..., hah saya tidak tau dan saya juga tidak akan keluar dari dalam sini" jawabannya dengan suara yang mulai bergetar.
"Ayolah Tiffany harus berapa kali meski saya ingatkan ke kamu, berhenti mempunyai pemikiran yang negatif terhadap saya, karena kamu benar benar bukan tipe saya jadi tidak mungkin rasanya jika saya melakukan hubungan tersebut bersama kamu" ujar Revando sambil menggedor-gedor pintu kamar mandinya.
"Benarkah Tuan muda, tapi sayangnya saya benar benar tidak mempercayaimu Tuan muda Revando" ujarnya sambil menangis.
__ADS_1
"Yah jika kamu benar-benar ingin bermalam di dalam sana yah mau gimana lagi" ujar Revando sambil berjalan menuju ke ranjangnya.
Tak lama Revando berbaring di atas ranjangnya Tiba-tiba saja turun hujan yang sangat lebat sehingga membuat cuaca malam itupun terasa sangat dingin.
30 Menit Kemudian.
"KREKKK..." Suara pintu.
Tiffany perlahan-lahan melangkah kaki nya keluar dari dalam kamar mandinya.
Tiffany yang saat itu telah berdiri didepan pintu kamar mandinya, langsung melirik ke arah Revando yang saat itu telah tertidur di atas ranjang mereka.
Dengan perlahan-lahan Tiffany mencoba mengambil beberapa bantal yang ada di atas ranjang tersebut.
Setelah berhasil mengambil beberapa bantal Tiffany pun langsung menaruh bantal tersebut di atas kursi, Tiffany berencana untuk tidur di sana malam ini.
"Ya Tuhan aku benar-benar kedinginan, cuaca malam ini sungguh dingin sekali mana aku tidak mempunyai selimut" ujar Tiffany yang terlihat sangat kedinginan tidur di atas kursi kecil penginapan mereka.
Ternyata Revando dari tadi belum tertidur, melihat Tiffany saat itu sangat kedinginan Revando pun langsung menghampirinya.
Tiffany yang saat itu hampir setengah sadar dari tidurnya lalu berkata. "Tuan muda apa yang sedang Tuan muda lakukan" ujar Tiffany.
masih dengan menggendong Tiffany, Revando hanya diam dan terus melanjutkan perjalanan saja.
Revando lalu menaruh Tiffany di atas ranjangnya dengan perlahan setelah selesai Revando pun langsung berbaring di sampingnya Tiffany.
"Di sana sangat dingin lebih baik malam ini kamu tidur di sini saja Tiffany" ujar Revando yang dengan perlahan-lahan mulai memeluk Tiffany dari sampingnya.
Tiffany yang saat itu telah dipeluk oleh Revando hanya bisa terdiam, jantungnya Tiffany saat itu benar-benar berdegup dengan sangat kencang, pipi cabinya pun mulai memerah lalu dalam hatinya pun berkata. "Ya Tuhan aku saat ini benar-benar gugup sekali, aku harus bagaimana ini" ujarnya Tiffany.
Karena Tiffany saat itu masih setengah sadar ia pun akhirnya tertidur diperlukannya Revando.
Langit gelap mulai berganti terang waktu saat itu telah menunjukkan pukul 06:00 pagi, pemandangan yang sangat indah di pulau Jeju island dan disertai udara yang amat sejuk membuat Tiffany tidak sabar untuk terbangun dari tidurnya.
"Hahh" Suara menguap.
__ADS_1
Tiffany yang saat itu masih berbaring di atas tempat tidurnya langsung mengecek handphonenya.
"Sekarang sudah jam 6 pagi, waktu tidurnya terasa sangat cepat, tapi sangat sayang jika aku melewatkan momen indah di pulau Jeju island ini hanya berbaring di atas ranjang ini saja" ujarnya Tiffany yang langsung beranjak dari tempat tidurnya.
Setelah beranjak dari tempat tidurnya Tiffany langsung berlari ke arah jendela kamarnya.
"Wow indah sekali, pemandangan alam di sini sungguh indah melihatnya terasa seperti di surga" ujar Tiffany yang begitu kagum melihat pemandangan indah di luar jendela kamarnya.
Mendengar teriakkan Tiffany yang begitu kagum akan indahnya pemandangan pulau Jeju island Revando pun akhirnya terbangun dari tidurnya.
"Hem" ujarnya Revando yang saat itu masih duduk di atas tempat tidurnya.
"Tuan muda sudah bangun, Tuan muda ayo cepatlah ke sini" ujar Tiffany yang langsung berlari menghampiri Revando yang saat itu masih setengah sadar dari tidurnya.
"Tuan muda ayo cepatlah bangun pemandangan diluar sana benar benar indah sekali" ujarnya sambil menarik narik tangannya Revando.
"Cukup hentikan Tiffany, saya benar-benar tidak tertarik untuk melihatnya" ujarnya Revando sambil menarik kembali tangannya dari Tiffany.
"Akan tetapi sayang sekali jika Tuan muda tidak melihatnya, aku mohon lihatlah sebentar saja Tuan muda" ujar Tiffany dengan wajah imutnya.
"Saya sudah beberapa kali datang ke sini bersama beberapa orang lainnya tapi tidak ada yang seheboh kamu ini" ujar Revando yang terpaksa mengikuti Tiffany.
Tiffany pun langsung membuka jendela kamar penginapan mereka dengan seluruhnya.
"Lihatlah Tuan muda sungguh indahnya pemandangan diluar sana, saya benar-benar bersyukur dapat melihatnya, jika bukan karena Tuan muda yang mengajak saya ke sini mungkin sampai kapanpun saya tidak akan pernah melihat pemandangan yang seindah ini" ujarnya Tiffany sambil tersenyum bahagia.
"Memang sungguh indah" ujarnya Revando yang tak berkedip melihat kecantikan alami Tiffany.
"Apa saya bilang kan Tuan pemandangannya sungguh indah" jelas Tiffany lagi.
"Maksud saya kamu yang indah itu Tiffany" ujar Revando dari dalam hatinya.
Bersambung...
Assalamualaikum sobat setia "Mendadak Dinikahi CEO Sombong" Jangan pernah bosan untuk terus dukung karya ini dengan cara Like dan tinggalkan komentar yang positif supaya karya ini menjadi lebih baik lagi ya sobat...
__ADS_1
Terimakasih 🙏😊❤️