Mendadak Dinikahi CEO Sombong

Mendadak Dinikahi CEO Sombong
Jeju Island Korean


__ADS_3

Tiffany yang mendengarnya sedikit bingung namun ia juga merasa sangat senang karena Revando telah memaafkan dirinya.


"Tuan muda Revando tunggu Aku, " Sambil berlari Tiffany mengejar Revando yang lebih dulu didepannya.


Sambil menoleh ke arah belakang Revando pun berkata. "Tiffany Perjalanan mu begitu lambat apa karena kaki mu yang terlalu pendek, " Revando mencoba mengolok-olok Tiffany.


"Kaki ku tidaklah pendek hanya saja Tuan muda yang terlalu cepat dalam berjalan, " Jawab Tiffany dengan sedikit merajuk.


Dan mereka berdua pun telah naik ke dalam pesawat.


Bertapa terkejut nya saat Tiffany masuk ke dalam pesawat itu,, pesawat nya benar-benar bagus tapi bukan itu yang membuat Tiffany terkejut yang membuat Tiffany terkejut adalah kenapa tidak ada seorang pun orang didalam pesawat tersebut melainkan hanya ada sang pilot dan para pramugara dan pramugari nya saja.


Tiffany pun lalu bertanya kepada Revando yang saat itu telah duduk di kursi pesawat nya. "Maaf Tuan muda Revando kenapa tidak ada penumpang seorang pun disini melainkan hanya ada kita berdua saja disini, " Tanya Tiffany dengan bingung.


"Tentu saja tidak ada penumpang seorang pun disini karena pesawat ini adalah pesawat pribadi milik keluarga saya, selain saya dan Mama tidak ada penumpang lain yang boleh masuk ke dalam pesawat ini, " Jelas Revando.


"Lalu bagaimana dengan ku Tuan,, apa Aku juga diperbolehkan untuk naik ke dalam pesawat ini, " Tanya Tiffany lagi yang saat itu sedang berdiri di samping kursi nya Revando.


"Hem tentu saja boleh, selagi Kamu masih menjadi Istriku tentu saja boleh, " Revando menjawabnya sambil tertawa.


"Apa lagi yang Kamu pikirkan ayo segera duduk karena sebentar lagi pesawat ini akan segera terbang, " ujar Revando.


"Baiklah kalau begitu Tuan terimakasih,, Saya akan segera duduk, " ujar Tiffany yang lalu duduk di kursi samping jendela pesawat.


Saat pesawat mulai bergerak untuk melaju terbang ke udara, Tiffany pun sangat kaget sehingga membuat dirinya berteriak amat keras. "Hah" Tiffany berteriak.


"Ada apa Tiffany apa Kamu sakit ?? " Tanya Revando.


Tidak Tuan muda, Saya hanya sedikit terkejut karena ini adalah pertama kalinya Saya naik pesawat, " ujar Tiffany sambil memegang dadanya yang masih terlihat gugup.

__ADS_1


Revando yang mendengarnya hanya menggelengkan kepalanya.


"Dasar Bocah lucu, " ujarnya dengan pelan.


...


Bertapa bahagia nya Tiffany saat melihat pemandangan lewat lapisan kaca pesawat tersebut, dirinya sangat terkagum-kagum melihat pemandangan dibawah yang begitu indah.


" Ya Tuhan ini benar-benar indah, " ujar Tiffany dengan senyuman bahagianya.


Beberapa jam kemudian.


Pesawat pun telah selesai mendarat dan telah sampai di bandara internasional pulau Jeju island Korean.


"Tiffany... Tiffany... Hey Tiffany ayo bangun karena kita sudah sampai di pulau Jeju island Korean nya, " Sambil menggoyang goyangkan sedikit bahu Tiffany Revando mencoba membangun kan Tiffany yang tertidur di dalam pesawat.


"Hah Iya ada apa Tuan, apa kita sudah sampai, " Tanya Tiffany yang masih setengah sadar dari mimpinya.


"Baiklah Tuan Saya akan segera turun, " ujar Tiffany yang mulai beranjak dari tempat duduknya.


Disaat Tiffany mulai beranjak dari tempat duduknya tiba-tiba tak sengaja Ia muntah di Jaz bagian pergelangan tangannya Revando yang saat itu sedang berdiri di samping nya.


"Tiffany apa yang sedang Kamu lakukan, " ujar Revando sambil melihat jijik ke arah tangganya.


"Oh ya Tuhan, " ujar Tiffany dengan penuh ketakutan.


"Tuan muda Revando Saya mohon maaf kan Saya, Saya sungguh benar-benar tidak sengaja melakukannya, " ujar Tiffany sambil mencoba membersihkan kotoran muntah di pergelangan tangannya Revando.


Revando langsung menarik tangannya kembali dari tangannya Tiffany yang saat itu sedang mencoba membersihkan bekas kotoran muntah di jas pergelangan tangannya.

__ADS_1


"Cukup Tiffany" ujar Revando yang lalu melepaskan jasnya dan meninggalkan nya dilantai pesawat.


"Tuan muda Saya berjanji akan membersihkan nya kembali" ujar Tiffany sambil mengambil jas Revando yang terletak di lantai pesawat.


Revando tiba lebih dulu didalam kamar bulan madu mereka,, sesampainya di dalam kamar tersebut Revando langsung menuju ke arah kamar mandi dan langsung membersihkan sisa kotoran bekas muntahan Tiffany barusan.


"Anak Kecil itu benar-benar, " ujar Revando sambil mencium bekas muntahan Tiffany yang telah ia bersihkan.


Setelah selesai membersihkan tubuhnya Revando pun keluar dari dalam kamar mandinya.


Tiffany yang saat itu sedang menunggu Revando keluar dari dalam kamar mandinya langsung meminta maaf kembali.


"Tuan muda Revando Saya mohon maaf kan Saya sekali ini saja, Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi, " ujar Tiffany yang saat itu berdiri di depan pintu masuk kamar mandinya.


"Cukup Tiffany Saya tidak mau lagi membahas itu, Saya capek ingin segera beristirahat, " ujar Revando yang lalu langsung berbaring di atas ranjangnya.


Revando yang saat itu telah berbaring di atas ranjangnya terlihat begitu lelah dengan matanya yang tertutup Revando mencoba menpijat pijat dahinya sendiri.


Tiffany yang melihatnya langsung mendekati nya dan berkata. "Tuan muda Revando maaf apa Tuan muda sangat capek sini Saya bantu pijatin ya, " ujar Tiffany sambil menunjukan senyuman manisnya.


"Tidak perlu Saya bisa sendiri,, Kamu juga bisa langsung beristirahat, " jawab Revando yang masih berbaring di atas ranjangnya.


"Saya sama sekali nggak capek kok Tuan, Oh ya Tuan asal Tuan tau kalau Saya itu pandai banget loh dalam menpijat seseorang soalnya hampir setiap hari Saya membantu menpijat Mama Saya, " ujar Tiffany yang duduk di samping ranjangnya Revando.


"Saya bantu pijitin ya Tuan, " ujar Tiffany yang lalu membantu menpijat kening Revando.


Bersambung...


Assalamualaikum sobat setia ๐Ÿ’žMendadak Dinikahi CEO Sombong ๐Ÿ’ž Jangan lupa untuk terus dukung karya ini dengan cara Like dan tinggalkan komentar yang positif supaya karya ini menjadi lebih baik lagi ya sobat...

__ADS_1


Terimakasih ๐Ÿ™๐Ÿ˜Šโค๏ธ


__ADS_2