
Terlihat gelisah Tiffany yang sedang terbaring di atas ranjang sambil memeluk boneka kecil tampak begitu bingung memikirkan sesuatu, dirinya bingung harus menerima pernikahan dari Revando atau tidak.
"Haruskah aku menerima nya?? " ujar Tiffany dengan putus asa.
Di saat suasana sedang begitu hening tiba tiba terdengar suara dering "Drink"
Ternyata Tiffany mendapatkan sebuah pesan WhatsApp dari Revando.
✉️"Gimana dengan keadaan kamu sekarang dan apa kata dokter tadi?? " tanya Revando dari WhatsApp.
✉️"Alhamdulillah sudah mendingan, Oh ya Tuan muda Revando terimakasih banyak ya karena kamu sudah bantu'in Saya untuk membayar tagihan rumah sakit" balas Tiffany.
✉️"Tuan muda Revando ada yang mau Saya bicarakan sama kamu, tapi lewat telepon aja ya, Saya telepon kamu sekarang" balas Tiffany lagi dari WhatsApp.
✉️"Mau bicara soal apa nih anak, jadi penasaran Saya" ujar Revando di dalam hati nya.
📱"DRINGG DRINKKK" suara panggilan telepon dari Tiffany.
📱"Halo" ujar Tiffany.
📱"Iya Tiffany, kenapa mau bilang terima kasih masalah rumah sakit tadi, itu mah hal biasa" ujar Revando.
📱"Mulai lagi deh sombong nya, iya Saya emang mau bilang terimakasih tapi sebenarnya bukan itu yang mau Saya bicarakan sama kamu Tuan muda Revando" ujar Tiffany dengan begitu gugup.
📱"Jika bukan masalah rumah sakit terus apa?? " tanya Revando.
📱"Masalah Perrr... " rasanya begitu berat mulut Tiffany ingin menyampaikan nya ke Revando.
📱"Masalah apa, bisa di percepat sedikit tidak soalnya saya sibuk sekarang" jawab Revando dengan sombong.
📱"Saya bersedia menikah sama Kamu " ujar Tiffany dengan cepat.
Begitu Terkejutnya Revando saat mendengar Tiffany mau menikah dengannya.
📱"Oh itu kalau itu Saya sudah tau, mana mungkin bisa Kamu menolak orang sempurna seperti Saya ini " ujar Revando dengan percaya diri.
📱"Sudah dulu ya, soalnya Saya masih pusing nih" ujar Tiffany yang langsung mematikan hanphone nya.
📱"Tunggu masih ada yang mau Saya bicarakan sama Kamu" ujar Revando.
__ADS_1
"TUTT TUTTT " panggilan terputus.
Saking gugupnya Tiffany ia pun langsung mengakhiri panggilan tersebut.
"Aahhh ternyata sudah di mati'in panggilannya, bilang aja kalau dia malu, dasar bocil" ujar Revando dengan begitu gembira.
...
Tiffany pun mulai beranjak dari tempat tidurnya dan ia pun mulai melangkah kan kakinya untuk keluar dari kamar tidurnya.
"Ma mama" Tiffany mencari Mama Siska.
"Iya Nak, Mama di sini " sahut Mama Siska dari kejauhan.
"lagi menyetrika ya Ma, banyak banget pasti capek ya Ma" tanya Tiffany.
"Melihat wajah putri Mama yang sungguh cantik ini membuat rasa capek Mama hilang semuanya" ujar mama Siska.
"Aahhh Mama bisa aja, Oh ya Ma pekerjaan nya nggak bisa di lanjutin aja besok ya Ma" tanya Tiffany dengan wajah iba nya.
"Nggak bisa sayang, soalnya besok pagi semua pakaiannya sudah mau diambil sama orangnya Nak" ujar mama Siska.
"Maafin Tiffany ya Ma soalnya Tiffany masih belum bisa membahagiakan Mama" ujar Tiffany dengan sedih.
"Ma ada yang mau Tiffany omongin sama Mama" ujar Tiffany dengan ekspresi wajah yang serius.
"Mau bicara apa Nak, bicaralah" tanya Mama Siska.
"Tiffany telah setuju untuk menerima pernikahan dari Tuan muda Revando " ujar Tiffany.
"Apa kamu serius Nak, dengan apa yang kamu ucapan kan sekarang ini Nak" ujar Mama Siska dengan kaget.
"Iya ma Fany serius, Fany sudah memikirkan hal ini dengan baik, menurut Tiffany menikah dengan Tuan muda Revando adalah keputusan yang tepat untuk kita semua saat ini" ungkap Tiffany tanpa rasa ragu.
"Jika dipikir pikir lagi Ma sebenarnya Tiffany beruntung Loh bisa mendapatkan calon suami seperti Tuan muda Revando yang pertama Dia sangat tampan kedua Dia juga sangat kaya dan yang ketiga Dia sepertinya orang nya baik" jelas Tiffany sambil tersenyum.
"Kalau itu memang sudah keputusan terbaik kamu, Mama cuma bisa mendukung dan mendoakan yang terbaik untuk kamu Nak" ujar mama Siska.
"Makasih ya Ma atas Restu nya" ujar Tiffany sambil memeluk erat Sang Mama.
__ADS_1
"ya udah Fany tidur dulu ya Ma" ujar Tiffany.
"Iya sayang, mimpi indah ya " ujar mama Siska.
Keesokan Hari nya..
Hari ini adalah hari yang paling aku tunggu tunggu karena hari ini akan ada pembagian rapot di sekolah dan ini mungkin akan menjadi hari terakhir bagi aku untuk datang ke sekolah.
Suasana di sekolah begitu ramai, aku pasti nanti akan selalu merindukan nya, suara tertawa dan sering bercanda bareng teman teman itu adalah hal yang paling sulit untuk dilupakan, rasanya begitu berat untuk meninggalkan sekolah ini, tapi ini semua sudah jalan dari mu Tuhan hamba hanya bisa menjalani nya dengan bersyukur, semoga keputusan hamba untuk menikah dengan Tuan muda Revando adalah keputusan yang terbaik untuk hidup ku dan juga untuk keluargaku nantinya Ya Allah.
...
Juara kelas pun telah di umumkan oleh Bu Risa selaku wali kelas kami, dan seperti biasanya Juara pertama di kelas ini adalah Ferrel Zionatan, dan peringkat terakhir di kelas ini adalah Luna dan untuk aku sendiri di peringkat sebelasan.
Ferrel Zionatan adalah peraih peringkat pertama didalam kelas dan sekaligus dia juga adalah ketua kelas dan juga ketua OSIS di SMA Indata.
Dan dia adalah Luna peraih peringkat terakhir didalam kelas.
Dan semua murid pun bersorak gembira menyambut liburan panjang sekolah, dan itu tidak berlaku untuk ku.
Sore pun tiba...
Sore ini aku akan berpamitan kepada Bu Anik dan juga Kak Ryan karena mulai sore ini aku sudah memutuskan untuk tidak bekerja lagi di supermarket Aa dan aku sudah memutuskan untuk memulai hari baru ku sebagai seorang istri dari Tuan muda Revando.
Rasa sedih pasti ada untuk meninggalkan toko ini apalagi Bu Anik dan juga Kak Ryan begitu baik terhadap ku, tapi mau bagaimana lagi ini sudah yang paling terbaik untukku dan juga Mama ku.
Keesokan Harinya..
Di saat teman teman ku sedang sibuk liburan barang keluarga mereka masing masing, aku malah sibuk mengurus Hari Pernikahan ku bersama dengan Tuan muda Revando, tapi aku tetap bahagia kok karena Mama aku sudah nggak capek capek lagi cari uang untuk melunasi semua hutang kami kepada Tuan muda Revando, sekarang Mama tidurnya sudah teratur nggak seperti kemarin waktunya habis mencuci dan menyetrika baju dari tetangga, asalkan Mama senang itu sudah lebih dari cukup untuk aku Bahagia.
Tiga Hari pun Berlalu..
Ini adalah Hari Pernikahan ku bersama Tuan Muda Revando.
Assalamualaikum sobat setia "Mendadak Dinikahi CEO Sombong" Jangan lupa untuk terus dukung karya ini dengan cara beri Like dan tinggalkan komentar yang positif supaya karya ini menjadi lebih baik lagi ya sobat...
__ADS_1
Terimakasih 🙏😊
Bersambung..