
Ruangan bagian belakang di resepsi pertunangan Revando yang diselenggarakan di Hotel Horizon.
Revando yang saat itu sedang berdiri tepat di sampingnya Tiffany tak terima melihat mamanya menyakiti Tiffany, spontan Revando langsung menarik Tiffany ke belakangnya.
"Ma..!! " Bentak Revando.
"Mama apa apaan sih kenapa mama menyakiti Tiffany, apa salah Tiffany sama mama sehingga membuat mama harus menampar wajahnya dengan begitu keras" ujar Revando dengan sangat marah.
"Revan berani beraninya kamu bentak mama didepan orang demi membela wanita rendahan seperti Dia" jawab mama Tania yang tak terima dirinya dibentak oleh putranya sendiri.
"Dan Kamu DASAR WANITA RENDAHAN !!!" bentak Mama Tania.
"Dan tak punya malu berani beraninya kamu menggoda anak saya, kamu itu nggak pantas bersama anak saya yang pantas untuk Revan itu adalah Tasya bukannya kamu, kamu itu seharusnya sadar diri siapa diri kamu sebenarnya, menurut KAMU...!!, apakah kamu pantas untuk bersanding bersama putra saya" Dengan jari tangan yang menunjuk nunjuk ke arah Tiffany mama Tania membentak keras Tiffany.
Hinaan demi hinaan terus di ucapkan mama Tania untuk Tiffany, Tiffany hanya terdiam tak bisa berkata kata sedikit pun dirinya terus mencoba untuk menahan air matanya agar tidak menangis di hadapan semua orang dan mencoba untuk terlihat tegar di hadapan semua orang.
"Ma Cukup!! Kesabaran Revan ada batasnya, apa salahnya sih Ma kalau Revan mencintai Tiffany" ujar Revando yang mencoba melindungi Tiffany.
Sambil memegang erat tangan Tiffany Revando berkata dengan tegas "Ma apa pun yang akan terjadi saya akan tetap menikah dengan Tiffany dan jangan sekali-kali nya mama mencoba untuk menyakiti Tiffany lagi, jika mama menyakiti Tiffany lagi Revan tidak akan tinggal diam itu sama saja mama menyakiti Revan juga" tegas Revando lagi.
"Ayo Tiffany kita pergi dari sini " ujar Revando sambil menggenggam erat tangan Tiffany.
Revando dan Tiffany akhirnya pergi meninggalkan tempat tersebut , dalam perjalanan mengantar Tiffany pulang Revando meminta maaf atas kejadian yang menimpa Tiffany tadi.
...
"Tiffany saya sungguh meminta maaf ya atas semua perlakuan buruk mama saya terhadap kamu tadi " ujar Revando dengan begitu merasa bersalah atas semua perlakuan buruk yang dibuat oleh Mamanya Tania terhadap Tiffany barusan.
"Iya nggak apa apa, kamu tidak perlu meminta maaf " jawab Tiffany dengan senyum manis nya.
"Apa pipi kamu masih sakit ??" tanya Revando dengan begitu perhatian.
"Tidak kok, sungguh sudah tidak sakit lagi" jelas Tiffany dengan senyuman tipis dibibir nya.
Sedangkan di sisi lain..
Roy & Bayu masih merasa kaget atas pertunangan Revando dan Tiffany yang terkesan mendadak tadi.
"Ini benar-benar gila, untuk masalah sebesar ini mengapa Revando tidak pernah memberitahu kita sedikitpun, apa Dia masih menganggap kita berdua sebagai temannya" ujar Bayu yang masih agak kecewa terhadap Revando.
__ADS_1
"Sudahlah Bay, mungkin Revan mempunyai alasannya tersendiri" ujar Roy.
Kembali lagi ke Revando & Tiffany.
"Alhamdulillah akhirnya sampai juga ke rumah ku" ujar Tiffany.
"Hem Tiffany" ujar Revando sambil mematikan mesin mobilnya.
"Iya, ada apa" jawab Tiffany sambil menoleh ke arah Revando.
"Maaf ya" Revando tiba-tiba memegang pipinya Tiffany.
"Ini pipi kamu masih merah, apa benar sudah tidak sakit lagi" tanya Revando.
"Em... iya ini sungguh tidak sakit lagi" ujar Tiffany dengan sedikit gugup.
"Iya sudah aku turun dulu ya, hati hati dijalan" ujar Tiffany yang ingin segera turun dari mobilnya Revando.
"Kamu mau kemana" tanya Tiffany yang bingung melihat Revando juga ikut turun bersamanya.
"Saya mau pamitan dulu sama mama kamu" jawab Revando.
"Assalamualaikum " Revando & Tiffany mengucapkan salam dengan serentak.
"Nak Revan silahkan masuk Nak" ujar Mama Siska dengan begitu sopan.
"Maaf tidak usah Bu soalnya sudah malam saya pamit pulang dulu ya Bu " ujar Revando.
"Baiklah Nak, terimakasih telah mengantar Tiffany pulang dengan selamat, hati hati dijalan nya ya Nak" ujar mama Siska dengan begitu ramah kepada Revando.
"Iya Bu sama-sama, kalau begitu saya pamit dulu" ujar Revando yang lalu meninggalkan rumah Tiffany.
Setelah Revando pergi Mama Siska langsung menanyai putrinya itu tentang apa saja yang terjadi selama mereka pergi "Nak bagaimana, kamu nggak di apa apain kan sama Dia "tanya mama Siska.
"Iya ma Fany baik baik aja kok " jawab Tiffany dengan tersenyum.
"itu wajah kamu kenapa Nak kok memar " tanya mama Siska sambil memegang wajah Tiffany.
"Oh ini.." Tiffany terlihat bingung ingin menjawab apa.
"Jadi gini ma ceritanya, jadi pas Fany lagi nyobain baju ini ehh tiba-tiba aja tersangkut, ini semua terjadi gara gara Tiffany nggak berhati hati ma, terus yang lebih parahnya lagi ma wajah Tiffany nggak sengaja kejedot di pintu kamar pasnya Ma" Tiffany terpaksa berbohong agar mama Siska tidak khawatir terhadap dirinya.
__ADS_1
"Syukurlah kalau kamu baik baik saja, Fany makannya lain kali harus lebih berhati hati lagi ya sayang "ujar mama Siska sambil mengelus wajah Tiffany.
"Okey siap Ma" ujar Tiffany sambil memberi hormat kepada Mama Siska.
"Ma Fany masuk ke kamar dulu ya soalnya Fany ngantuk nih" ujar Tiffany sambil mengusap-usap matanya.
"Iya Nak, jangan lupa berdoa dulu sebelum tidur ya sayang" ujar mama Siska.
"Okee siap Ma " jawab Tiffany dengan tersenyum.
Tiffany pun lalu langsung masuk ke dalam kamarnya.
Kamar sederhana Tiffany.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 01:00 malam, waktu yang seharusnya untuk semua orang tertidur lelap akan tetapi berbeda untuk Tiffany, dirinya masih saja terlihat gelisah.
Tiffany tidak bisa tidur gara gara terus memikirkan tentang kejadian tadi.
"Ya Allah Aku harus bagaimana sekarang, Aku tidak mau menikah dengan pria itu ditambah lagi keluarganya sangat membenciku " ujar Tiffany dengan begitu ketakutan.
"Akan tetapi Dia tidak mungkin ingin serius menikahi ku kan, wanita secantik Tasya Jessica saja Dia menolaknya, apalagi aku" ujar Tiffany yang terus saja mengoceh sendiri.
Di saat suasana malam itu begitu senyap, tiba-tiba saja Tiffany mendengar suara musik dengan begitu kencang.
Ternyata suara musik itu berasal dari handphonenya Tiffany, nada dering handphone Tiffany menggunakan lagu permission to Dance dari BTS.
"The music's got me going
Ain't nothing that can stop how we move yeah
Let's break our plans
And live just like we're golden" lagu BTS Permission to Dance.
Ternyata pesan WhatsApp tersebut dari Revando.
Bersambung..
Hai sobat setia π Mendadak Dinikahi CEO Sombongπ Jangan lupa untuk terus dukung karya ini dengan cara memberi Like dan tinggalkan komentar yang positif supaya karya ini menjadi lebih baik lagi ya sobat..
__ADS_1
Terimakasih ππ