Mendadak Dinikahi CEO Sombong

Mendadak Dinikahi CEO Sombong
Merasa Bersalah


__ADS_3

"Semuanya permisi" ujar Tiffany yang lalu pergi meninggalkan mama Tania dan juga Tasya.


"Hah sungguh anak yang keras kepala" mama Tania meneriaki Revando.


"Tuan muda Revando kita mau kemana" tanya Tiffany dengan bingung melihat Revando yang terus saja berjalan sambil menarik erat tangannya.


"Tidak pergi kemana-mana, hanya ingin menjauh dari mereka berdua saja" jelas Revando sambil menghentikan langkahnya.


"Tuan muda Revando sekali lagi Saya minta maaf ya" ujar Tiffany dengan penuh rasa bersalah.


"Minta maaf kenapa lagi, sepertinya Kamu ini memang hobi menanggung semua kesalahan milik orang lain" ujar Revando.


"Bukannya begitu, hanya saja Saya merasa tidak enak jika Tuan muda harus bertengkar terus dengan mama Tania hanya gara gara Saya" ujar Tiffany dengan menundukkan kepalanya.


"Cukup Tiffany Saya tidak mau lagi membahas masalah ini, semua kesalahan yang terjadi didalam rumah ini bukan disebabkan oleh kamu melainkan dari mama saya sendiri, jadi Kamu tidak perlu merasa bersalah seperti itu lagi, sudah Saya capek Saya mau beristirahat" ujar Revando yang lalu meninggalkan Tiffany.


Tiffany pun berlari mengejar Revando.


Dan tak lama kemudian tibalah mereka berdua didepan kamar mereka.


Revando masuk terlebih dahulu kedalam kamarnya "Ngapain masih berdiri aja luar, sini masuk emangnya Kamu enggak capek apa" ujar Revando yang telah masuk kedalam kamarnya.


"Sebenarnya Saya sungguh cepek sekali, akan tetapi Saya lebih suka memilih untuk tetap berdiri di luar sini, dari pada harus satu kamar sama Kamu" ujar Tiffany didalam hatinya.


"Apalagi yang Kamu pikirkan, jangan jangan kamu lagi mikirin..??" ujar Revando yang dengan sengaja menggoda Tiffany.


"Mikirin Apa..!! Saya lagi nggak mikirin Apa-apa kok, pasti kamu kan yang punya pemikiran negatif terhadap saya" dengan sedikit terbata-bata Tiffany menyangkal perkataan Revando barusan.


"Kenapa Kamu tiba-tiba jadi marah" begitu senangnya Revando menggoda Tiffany.


"Pemikiran negatif ?? Saya tidak punya waktu untuk mempunyai pemikiran yang kotor terhadap Kamu, apa kamu mengerti gadis kecil" ujar Revando lagi sambil mencubit pipi Tiffany.


Revando dan Tiffany pun lalu masuk ke dalam kamar mereka.


Revando yang terlihat sedikit lelah mulai beristirahat berbaring di atas ranjang, sedangkan Tiffany yang masih terlihat sedikit canggung, hanya terduduk diam di kursi didalam kamar tersebut.


Suasana didalam kamar itu pun begitu hening.

__ADS_1


...


"Tiffany apa Kamu tidak lelah" Revando yang masih berbaring di atas ranjangnya mulai membuka percakapan terlebih dahulu.


"Tidak juga, memangnya kenapa" jawab Tiffany sambil menatap ponselnya.


"Tidak saya hanya bertanya" ujar Revando dengan sedikit terbata-bata.


"Dasar ngosong " ujar Tiffany sambil menatap ke arah Revando.


Suasana pun menjadi hening kembali.


"Dringk Tringkk"


Tiba-tiba suara handphone Tiffany berbunyi.


"Kak Ryan" ujar Tiffany sambil melihat panggilan di ponselnya.


Tiffany pun lalu mengangkat panggilan dari Ryan.


πŸ“±"Waalaikumsalam, Tidak hanya menelpon saja, bagaimana kabar kamu Tiffany" ujar Ryan.


πŸ“±"Begitulah, tidak terlalu baik dan juga tidak terlalu buruk, kak Ryan sendiri bagaimana" tanya balik Tiffany.


πŸ“±"Begitulah hampir sama denganmu" jawab Ryan.


"Ryan..?? sepertinya nama itu tidak terlalu asing" ujar Revando didalam hatinya.


πŸ“±"Kak Ryan sebelumnya Tiffany benar-benar meminta maaf kepada kak Ryan dan juga Bu Anik karena telah risen dengan begitu tiba-tiba" dengan suara yang sedih.


...


"Oh saya ingat, Dia adalah anak dari sih pemilik supermarket AA" ujar Revando lagi didalam hatinya.


"Ada urusan apa sehingga Dia tiba-tiba menelpon Tiffany" ujar Revando lagi didalam hatinya.


...

__ADS_1


πŸ“±"Sudah dimaafkan" sambung percakapan Ryan dan Tiffany, Ryan berbicara dengan sangat lembut terhadap Tiffany.


πŸ“±"Oh ya Tiffany apa kamu sibuk akhir pekan ini" tanya Ryan dengan sedikit gugup.


πŸ“±"Akhir pekan ini sepertinya tidak terlalu sibuk, memangnya kenapa kak" Tiffany pun menjawab pertanyaan dari Ryan dengan sedikit gugup juga.


"Akhir pekan ?? apa mereka sedang mencoba merencanakan untuk berkencan di akhir pekan ini" Revando sangat marah mendengar percakapan Tiffany dan juga Ryan membahas tentang akhir pekan.


πŸ“±"Tidak hanya bertanya saja" ujar Ryan yang bingung ingin menjawab apa.


πŸ“±"Hehe" ujar Tiffany dengan sedikit bingung.


"Ekspresi wajah seperti apa itu, bikin kesal saja melihatnya" Revando terus saja mengomel didalam hatinya melihat Tiffany yang masih saja berteleponan dengan Ryan.


πŸ“±"Tiffany.." sambung Ryan lagi.


πŸ“±"Iya kak Ryan" jawab Tiffany dengan sangat manis.


πŸ“±"Kamu suka nonton nggak" Ryan bertanya dengan malu-malu.


πŸ“±"Lumayan sih kak, emangnya kenapa" tanya balik Tiffany.


πŸ“±"Begini Tiffany kebetulan kemarin Saya dapat dua tiket nonton gratis, rencananya Saya mau ngajak kamu nonton Minggu ini, gimana Tiffany apa kamu bisa" ujar Ryan dengan sedikit malu-malu.


πŸ“±"Bisa kak, tentu saja bisa" jawab Tiffany dengan cepat.


πŸ“±"Syukurlah kalau begitu, Minggu depan nanti jam empat sore saya jemput kamu ya Tiffany" ujar Ryan dengan begitu bahagia.


πŸ“±"Kak Ryan tidak perlu jemput, biar Tiffany aja yang langsung ke sana" ujar Tiffany.


πŸ“±"Emangnya kenapa Tiffany tidak perlu jemput" tanya Ryan dengan bingung.


Bersambung..


Hai sobat setia πŸ’žMendadak Dinikahi CEO SombongπŸ’ž Jangan lupa untuk terus dukung karya ini dengan cara memberi Like dan tinggalkan komentar yang positif supaya karya ini menjadi lebih baik lagi ya sobat.


Terimakasih πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2