
๐ฑ "Tiffany Kenapa tidak perlu menjemputmu" tanya Ryan dengan suara lembut nya.
๐ฑ"Karena.. karena..." Tiffany tampak bingung ingin menjawab apa.
๐ฑ"Oh ya... Karena kebetulan sekali besok sore Aku ada janji bersama Luna, jadi kita bertemu nya diluar saja kak" ujar Tiffany yang terpaksa berbohong.
"Sungguh anak yang menarik, dibalik wajahnya yang polos ternyata ia memiliki sifat yang picik juga" ujar Revando didalam hatinya.
๐ฑ"Oke baiklah Tiffany kita bertemu jam 4 sore di depan bioskop XXI ya " ujar Ryan.
๐ฑ"Oke kak Ryan sampai jumpa besok" ujar Tiffany yang lalu mengakhiri panggilan telepon.
"Gadis picik jangan harap kamu bisa keluar besok , tidak akan kubiarkan kamu bertemu dengan pria itu" ujar Revando didalam hatinya yang begitu kesal.
Keesokan pagi harinya.
Jam saat itu sedang menunjukkan pukul 04.00 wib.
"Hei bangun cepat bangun gadis kecil" Sambil menggoyang kan kaki Tiffany , Revando mencoba membangun paksa Tiffany yang saat itu sedang tertidur lelap.
"Hmmm... memang sekarang sudah jam berapa?" ujar Tiffany setengah sadarnya.
"Jam empat pagi" jawab Revando dengan singkat.
"Hei paman kamu sudah gila ya untuk apa membangun kan orang pagi pagi buta begini" Tiffany sedikit kesal karena Revando membangun kan nya begitu pagi.
"Cepat bangun temani aku untuk lari pagi, aku tunggu kamu di luar dalam waktu 5 menit" ujar Revando.
Revando pun mulai melangkah kan kaki nya meninggalkan kamar nya dan menunggu Tiffany diluar.
Dengan tergesa-gesa Tiffany langsung beranjak dari tempat tidur nya, Tiffany lalu langsung menuju masuk ke kamar mandi, dia terlihat begitu terburu buru mencuci wajahnya, disaat ia sedang menggosok giginya tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu yang begitu keras.
"Heyy Tiffany... mengapa begitu lama apa kamu tertidur di dalam sana" ujar Revando sambil menggedor gedor pintu kamar mandinya.
Sambil memegang sikat gigi nya Tiffany pun membuka pintu kamar mandinya.
__ADS_1
"Apa kamu sudah gila belum sampai satu menit aku berada didalam kamar mandi ini" Dengan mulut yang masih berbusa Tiffany berbicara dengan Revando.
"Ya ampun sungguh gadis yang jorok sekali, cepat bersih kan mulut mu, mimpi apa Saya menikahi gadis kecil dan jorok seperti kamu ini" ujar Revando sambil mengolok-olok Tiffany.
"Siapa juga yang ingin dinikahi oleh pria sombong seperti mu" jawab balik Tiffany.
Beberapa menit pun berlalu.
Langit masih terlihat begitu gelap dan suara jangkrik pun masih terdengar, dengan mata yang masih sembab Tiffany berjalan mengikuti Revando.
"Wah langit nya begitu gelap dan suara merdu jangkrik masih begitu jelas terdengar ditelinga" ujar Tiffany yang mencoba menyindir Revando.
"Hey keong berhenti mengeluh, cepat kemari" Revando memanggil Tiffany dari kejauhan dengan cara menunjuknya.
"Dasar pria aneh, tidak heran jika ia belum menikah diusia nya yang sudah dewasa" ujar Tiffany sambil berlari ke arah Revando.
Beberapa jam kemudian.
Dengan tubuh yang dipenuhi oleh keringat Revando dan Tiffany kembali ke rumah ,mereka pun langsung membersihkan tubuh mereka masing-masing.
Sambil melihat kearah jam dinding Tiffany pun bertanya " hmm paman ehh maksud saya Kamu, apa kamu tidak bekerja hari ini? "tanya Tiffany ke Revando yang saat itu sedang duduk santai sambil menonton televisi.
"Tidak terkhusus hari ini saya libur" Jawab Revando sambil menoleh kearah Tiffany yang saat itu sedang berdiri di samping kursinya.
"Memangnya ada apa dengan hari ini" Tanya Tiffany dengan bingung.
"Karena hari ini aku ingin mengajakmu bersantai dan sore nanti aku ingin mengajakmu menonton bioskop, ahh nama bioskop nya adalah XXI" ujar Revando.
"Apa sore ini kamu ingin mengajakku menonton bioskop, Hemm sepertinya tidak bisa, iya sungguh tidak bisa" jawab Tiffany dengan begitu panik.
"Mengapa tidak bisa, apa yang membuat mu tidak bisa" tanya Revando dengan tatapan matanya yang tajam.
"Hemm sebenarnya sore ini aku..." ujar Tiffany dengan ragu.
"Sebenarnya apa, ingin berkencan dengan pria supermarket itu, hah hal itu tidak akan mungkin terjadi" ujar Revando didalam hatinya.
__ADS_1
"Sebenarnya apa Tiffany" tanya Revando lagi.
"Sebenarnya sore ini aku sudah janjian sama Luna bahwa ingin pergi ke bioskop bersama haha" wajah polos Tiffany benar-benar tidak bisa berbohong, tatapan matanya serta suaranya benar-benar gugup.
"Hah ternyata wanita ini benar-benar picik, berani-beraninya dia membohongi saya, kamu lihat saja nanti Tiffany, hari ini akan saya pastikan bahwa kamu tidak akan bisa keluar dari dalam rumah ini" ujarnya didalam hatinya lagi.
Revando pun mulai mendekati Tiffany"Saya ini suami kamu loh, masa kamu lebih mementingkan teman kamu ketimbang suami kamu sendiri" ujar Revando sambil mengelus-elus rambut panjang Tiffany.
"Suami..., siapa yang kamu sebut suami, apa dia lupa bahwa pernikahan ini hanya sebatas kontrak" ujar Tiffany didalam hatinya.
"Halo Tiffany kenapa kamu termenung "ujar Revando sambil melambaikan tangan kearah wajah Tiffany.
"Hahaha soal ajakan kamu tadi akan aku pikirkan" jawab Tiffany yang lalu pergi meninggalkan Revando.
Dan sore pun tiba waktu sudah menunjukkan pukul 15.00 wib
Dering pesan WhatsApp ponselnya Tiffany berbunyi , Tiffany pun lalu membuka pesan tersebut.
๐ฑ"Sore Tiffany
kamu tidak lupa kan janji kita sore ini, apa kamu yakin tidak ingin dijemput?"ternyata pesan tersebut dari Ryan.
"Aduh bagaimana ini gimana caranya agar aku bisa keluar dari rumah ini, dan gimana cara nya supaya Revando tidak marah bahwa aku tidak bisa pergi menonton bersama nya" ujar Tiffany dengan gelisah.
Tiffany pun memberanikan diri untuk menemui Revando yang saat itu sedang berada diruang tengah.
"Permisi tuan muda Revando apa kamu sedang sibuk sekarang, soalnya ada yang ingin aku bicarakan sama kamu" ujar Tiffany.
"Mau membicarakan tentang apa Tiffany" Tanya balik Revando.
"Hem begini Tuan muda, sebenarnya..."ujar Tiffany dengan gugup.
Bersambung..
๐Assalamualaikum sobat setia "Mendadak Dinikahi CEO Sombong" Jangan pernah bosan untuk terus dukung karya ini yaa memberi Like dan tinggalkan komentar yang positif supaya karya ini menjadi lebih baik lagi ya sobat...๐
__ADS_1
Terimakasih ๐๐