
"KREEKKK" Revando membuka pintu supermarket Aa.
Ryan yang masih berdiri di depan Tiffany langsung menghampiri Revando.
"Silakan ada yang bisa dibantu" sapa Ryan dengan begitu ramah kepada Revando.
Revando hanya mengabaikan sapaan Ryan kepada dirinya barusan dan terus melanjutkan perjalanan untuk masuk ke dalam supermarket Aa.
"Cari apa ya mas, biar saya bantu cari barang nya" ujar Ryan lagi dengan tersenyum ramah.
Ryan Raditya
"Saya lagi mencari Racun nih, Racun nya sebelah mana ya?? " cetus Revando dengan nada suara yang sedikit tinggi.
"Racun apa ya?? " tanya Ryan dengan bingung.
"Yaa Racun apa aja, mau Racun nyamuk, racun tikus atau racun kecoa juga boleh, pokoknya yang semua sejenis racun yang ada di toko ini saya mau beli semua nya " ujar Revando sambil memandangi Tiffany dengan senyuman nya yang begitu mengerikan.
"Di sebelah sini mas" ujar Ryan sambil menunjukan dimana arah obat racun ke Revando.
"Aduh Ya Allah untuk apa Dia mencari obat racun begitu banyak, atau jangan jangan (Tiffany mulai berpikiran negatif) Tiffany Tiffany kamu harus tenang jangan berpikiran yang jelek kayak gitu ahh" Tiffany mulai menenangkan dirinya kembali.
Revando pun akhirnya membeli semua racun serangga yang ada di supermarket Aa, saat sedang melakukan transaksi Revando terus memandangi Ryan dengan tatapan sinis dan di dalam hatinya Revando terus mengoceh.
Revando Wijaya
"Huhh apa menarik nya pria ini, dibilang tampan saya rasa masih tampanan saya hanya saja usianya lebih muda dari saya" ujar Revando di dalam hatinya.
Transaksi pun akhirnya selesai sebelum meninggal supermarket Aa Revando dengan sengaja menabrak bahu Tiffany, dan Tiffany yang saat itu sedang tidak enak badan dirinya hampir terjatuh akibat perbuatan bodoh Revando barusan, Ryan yang melihat Tiffany ingin terjatuh langsung bergegas menangkap Tiffany, Revando yang melihat Ryan sedang memegang bahu Tiffany langsung marah terhadap Ryan.
"Lepasin tangan kamu dari bahu nya sekarang juga" ujar Revando dengan sangat marah.
"Saya nggak bermaksud memegang Tiffany, saya hanya mencoba menyelamatkan nya dari jatuh cuma itu saja" ujar Ryan yang mencoba menjelaskan kepada Revando.
"Aduh Please Stop!! Saya mohon jangan ribut di sini, kamu juga apa apaan sih pakai acara marah marah nggak jelas gitu ke kak Ryan" ujar Tiffany yang kesal terhadap Revando.
"Tiffany kamu nggak apa apa kan ??" tanya Ryan yang begitu mengkhawatirkan Tiffany.
"Saya baik baik aja kok, makasih ya kak karena kamu sudah menyelamatkan saya" ujar Tiffany.
"Dasar cewek ganjen bilang aja kalau kamu senang kan dipegang pegang sama pria ini" ujar Revando sambil menunjuk nunjuk ke arah Tiffany.
__ADS_1
"Bisa nggak sih sekali aja kamu tuh nggak buat masalah untuk hidup Saya, Saya pusing mendengar semua hinaan kamu untuk saya" ujar Tiffany sambil meneteskan air mata.
"Tiffany sepertinya saat ini kamu sedang tidak baik baik aja, kamu itu sedang sakit, Saya akan antar kamu ke rumah sakit sekarang, tunggu sebentar yah Tiffany saya tutup toko sebentar " ujar Ryan.
"Nggak perlu biar Saya saja yang antar dia ke rumah sakit " ujar Revando sambil menarik tangan kanannya Tiffany.
"Emangnya kamu siapa nya Tiffany " jawab Ryan sambil menarik tangan kirinya Tiffany.
"KAMU!! " ujar Revando sambil menggenggam tangannya.
"LEPAS!!" Tiffany menarik kencang tangan nya dari Revando.
"Kak Ryan sekali lagi makasih atas niat baik nya Kak Ryan terhadap Tiffany, tapi sepertinya Tiffany pergi ke rumah sakit nya bareng Mas Revando aja soalnya Tiffany nggak mau merepotkan kak Ryan" ujar Tiffany.
Mendengar ucapan Tiffany barusan Ryan agak sedikit kecewa, sedangkan di sisi lain Ryan pun mulai berpikir dan melihat di sekitar tokonya bahwa kondisi supermarket Aa saat ini sedang rame, dan akhirnya Ryan pun meng Iyakan permintaan Tiffany untuk di antar oleh Revando.
Tiffany dan Revando pun pergi meninggalkan supermarket Aa.
Dalam perjalanan menuju ke rumah sakit Revando dan Tiffany tak pernah henti henti nya berdebat, suasana di dalam mobil Revando terdengar begitu berisik.
"Saya mohon antar saya pulang ke rumah saya aja ya, jangan antar saya ke rumah sakit" ujar Tiffany yang memohon ke Revando supaya dirinya tak di antar ke rumah sakit.
"Kamu jangan keras kepala deh, kamu itu sekarang lagi sakit jadi harus di bawa ke rumah sakit, jangan lebay deh takut ke rumah sakit, dan kamu jangan GR dulu, bukan nya saya mengkhawatirkan kamu ya, hanya saja saya nggak mau gara gara kamu sakit pernikahan kita nanti jadi di tunda" bentak Revando.
"Saya baik baik aja kok, saya kan bisa minum obat warung, bukannya saya lebay atau nggak suka di bawa ke rumah sakit, hanya saja uang saya tidak cukup untuk membayar biaya tagihan nya nanti" jelas Tiffany.
Tiffany seperti tidak mau turun dari mobil Revando, dirinya kelihatan bingung memikirkan berapa biaya pengobatan harus iya keluar kan jika dirinya berobat di rumah sakit ini.
"Aduh jangan manja deh, apa mesti saya gendong kamu masuk ke dalam rumah sakit " lagi lagi Revando membentak Tiffany, Revando benar benar tidak mengerti sedikit pun perasaan Tiffany saat ini.
Tiffany pun akhirnya turun dari dalam mobil Revando sekarang Tiffany sedang di periksa oleh dokter yang ada di rumah sakit tersebut.
Ketika Tiffany sedang di periksa oleh dokter, Revando yang sedang berdiri di depan ruangan dimana tempat Tiffany dirawat tampak sibuk mondar mandir ke sana kemari sambil menggenggam hanphone miliknya, dirinya seperti sedang menghubungi seseorang ternyata Revando sedang menghubungi Mama Siska.
DRINKK DRINKKK (panggilan pun terhubung)
Revando pun langsung memberi tahu mama Siska bahwa Tiffany sekarang sedang dirawat di rumah sakit, mendengar putrinya dirawat di rumah sakit mama Siska sedikit Shock atau terkejut, mama Siska pun lalu langsung bergegas menuju ke rumah sakit di mana tempat putri nya di rawat.
Ketika mama Siska tiba di rumah sakit, mama Siska tidak bisa menahan air mata melihat putrinya sedang terbaring pucat di rumah sakit.
"Ma udah jangan menangis ya, Tiffany baik baik aja kok" ujar Tiffany dengan tersenyum.
"Benar Bu, anak ibu baik baik saja, Tiffany hanya demam biasa dan terlalu kecapek'an, jadi di sarankan untuk tidak melakukan hal-hal yang begitu berat terlebih dahulu, akan tetapi pasien hari ini sudah bisa bawa di pulang, tapi ingat obat nya jangan lupa di minum ya" ujar dokter yang merawat Tiffany.
__ADS_1
"Baik dok terimakasih " ujar mama Siska & Tiffany.
"Oh ya ma, Mama tau dari mana kalau Tiffany sekarang sedang di rumah sakit??, perasaan Tiffany belum ada beri tau Mama deh" tanya Tiffany.
"Dari Revando Nak" jawab mama Siska.
"Revando, Oh ya di mana iya sekarang ma?? " tanya Tiffany.
"Iya ya Fan di mana Revando?? Mama juga enggak liat dari tadi, ya udah mungkin dia ada urusan makannya langsung pergi " ujar mama Siska.
"Mama pergi ke administrasi nya dulu ya Nak" ujar mama Siska.
"Fany ikut ya ma" ujar Tiffany.
Mereka pun menuju ke ruangan administrasi.
"Berapa Nak biaya pengobatan anak saya tadi" tanya mama Siska.
"Atas nama siapa ya Bu?? " tanya perawat rumah sakit.
"Atas nama Tiffany" ujar mama Siska.
"Atas nama Tiffany tadi sudah di bayar semua oleh Pak Revando Bu" ujar perawat rumah sakit.
"Oleh Revando, ya sudah makasih banyak ya Nak" mendengar biaya tagihan rumah sakit sudah dibayar semua oleh Revando, Tiffany dan juga mama Siska sangat terkejut.
"Ternyata Revando tidak seburuk apa yang kita bayangkan ya Ma" ujar Tiffany.
"Kamu benar Fan, dia tidak seburuk apa yang kita pikirkan " ujar mama Siska.
Dan Tiffany dan mama Siska pun telah tiba di rumah mereka.
"Ma Fany istirahat dulu ya ma" ujar Tiffany.
"Iya ya Nak, kalau kamu butuh sesuatu panggil mama ya Nak" ujar mama Siska.
"Okey siap ma" jawab Tiffany.
Merenung Tiffany di dalam kamar nya, dirinya bingung harus menikah dengan Revando atau Tidak.
"Haruskah aku menerima nya?? " ungkap Tiffany dengan bingung.
Assalamualaikum sobat setia "Mendadak Dinikahi CEO Sombong" Jangan pernah bosan untuk terus dukung karya ini dengan cara beri Like dan tinggalkan komentar yang positif supaya karya ini menjadi lebih baik lagi ya sobat..
Terimakasih 🙏😊
__ADS_1
Bersambung..