
Semua usaha yang dilakukan oleh Tiffany untuk bisa lolos dari Revando semuanya sia sia, dan kini Tiffany hanya bisa pasrah, selama didalam perjalanan menuju ke Butik di mana butik tersebut adalah tempat dimana mereka berdua akan merancang busana Baju pengantin yang akan mereka kenakan di hari pernikahan mereka nantinya.
Dan terlihat jelas pula di wajahnya Tiffany jika saat ini ia sangat sedih, matanya tak bisa berbohong seperti ingin meneteskan air mata dan pandangan matanya terlihat sangat kosong, dirinya terus saja menatap kearah keluar kaca jendela mobil, perjalanan menuju ke Butik hampir 30 menit mereka lalui dan hingga sampailah mereka ke tempat butik tersebut.
"Ayo turun " ujar Revando sambil mematikan mesin mobilnya.
Tiffany pun langsung turun dari mobil Revando, Baru saja turun dari mobil Tiffany dan Revando yang masih berdiri di depan parkiran Butik, mereka berdua langsung di sambut dengan ramah oleh Jecky sang desainer terkenal yang akan merancang busana baju pengantin mereka nantinya.
"Halo mas Revan, akhirnya bertemu juga dengan belahan jiwanya, gadis beruntung mana itu" ujar Jecky sang desainer baju pengantin Revando & Tiffany nanti.
"Iya mas Jecky alhamdulillah akhirnya saya sudah menemukan belahan jiwa saya, ini dia mas Jecky calon istri saya Tiffany namanya" ujar Revando sambil memperkenalkan Tiffany.
"Aduh Cantik sekali, Tiffany kamu termasuk wanita yang sangat beruntung karena kamu di cintai oleh sesosok pria yang sempurna seperti Revando" ujar Jecky.
"Haha" Tiffany hanya bisa pura pura tersenyum di depan desainer Jecky.
"Ayo ayo silakan masuk dulu panas soalnya di luar " ujar Jecky lagi sambil mempersilahkan mereka berdua masuk ke dalam butiknya.
Mereka bertiga pun akhirnya masuk ke dalam Butik.
"Mari kita mulai mengukur bagian baju terlebih dahulu, kita mulai dari mas Revando terlebih dahulu aja ya " ujar Jecky dengan semangat.
"Okey siap dari saya dulu ya " ujar Revando.
Revando pun mulai bersiap siap menfiting ukuran baju pengantin nya.
"Mas Jecky maaf mengganggu sebentar, toilet di sini di sebelah mana nya ya " tanya Tiffany.
"Oh toilet, Belok kanan terus lurus aja " jawab Mas Jecky.
"Okey makasih ya Mas" jawab Tiffany yang lalu bergegas menuju ke kamar mandi.
Tiffany pun akhirnya menemukan toilet tersebut, setelah selesai.
"Ya Ampun Ada pintu!! " ujar Tiffany dengan raut wajah yang begitu bahagia.
Tiffany pun mulai mendekati pintu tersebut dengan perlahan lahan.
"TUKK TUKKK" suara langkah kaki Tiffany berjalan menuju pintu dengan perlahan lahan.
Hingga sampailah Tiffany tepat di depan pintu tersebut, matanya mulai melirik ke arah kiri & kanan merasa suasana sedang aman tanpa berfikir panjang lagi Tiffany pun langsung kabur melarikan diri.
__ADS_1
Sedangkan di sisi lain Revando mulai merasa sedikit curiga karena sudah hampir 15 menit Tiffany pergi ke toilet dan belum juga kembali.
...
"Kenapa Tiffany begitu lama" ujar Revando di dalam hatinya.
Karena sudah menunggu hampir 15 menit lebih Tiffany belum juga kembali akhirnya Revando memutuskan untuk pergi menyusul Tiffany ke toilet.
"Tiffany.. Tiffany... " sambil mengetok pintu toilet Revando memanggil Tiffany.
Sudah hampir 10 kali Revando memanggil nama Tiffany dari luar pintu toilet.
Karena tidak ada jawaban dari Tiffany dengan terpaksa Revando mendobrak pintu toilet.
"BRUUKKKK BRUUKKKK" suara dobrak kan pintu.
Terbukalah pintu toilet tersebut, Revando pun langsung masuk ke dalam toilet tersebut, Revando memeriksa seluruh ruangan yang ada di dalam toilet tersebut dan hal hasil Tiffany tidak di temukan di seluruh ruangan toilet tersebut.
...
"Ahh Sial" ujar Revando sambil menonjok dinding toilet.
Revando pun akhirnya pergi meninggalkan toilet tersebut ketika Revando keluar dari dalam toilet ia melihat ada sebuah pintu yang telah terbuka, Revando pun langsung menuju ke arah pintu tersebut.
...
Revando mulai mencari Tiffany di sekeliling area butik, melihat tidak ada lagi bayang bayang Tiffany di sekitar butik Revando terlihat begitu marah sekali.
"BUKK" Bunyi Revando menendang batu batu di jalanan.
"Gadis Kecil Sialan !! , ke arah mana lagi saya harus mencarinya" ujar Revando dengan begitu marah.
...
Sedangkan di sisi lain, Tiffany terus berusaha berlari dengan sekuat tenaganya tanpa menoleh ke arah belakang sedikitpun, merasa dirinya sudah berlari cukup jauh Tiffany merasa sedikit lega, Tiffany mencoba beristirahat sejenak, Tiffany yang saat itu sedang berdiri di pinggiran jalan sambil membungkukkan sedikit badannya ia pun berkata :
"Ya Allah Sungguh Cepek sekali, sepertinya aku berlari sudah cukup jauh, Ya Allah semoga saja dia tidak dapat menemukan ku kembali" ujar Tiffany dengan nafas yang ngos ngosan.
...
Merasa lelahnya sudah sedikit berkurang Tiffany pun melanjutkan perjalanannya kembali.
Rasa Cemas dan juga Takut masih terlintas di benaknya Tiffany akan takutnya jika dirinya nanti ditemukan oleh Revando, akan tetapi Tiffany terus berusaha untuk berlari dengan sekuat kuatnya.
Entah apa yang terjadi, Tiffany tiba tiba saja menghentikan langkah lariannya.
...
__ADS_1
BUKK BUKKK (Tiffany sepertinya sedang menambrak sesuatu)
"AWW Sakit" ujar Tiffany sambil menggosok gosok kepalanya.
"Maaf maaf ya saya sungguh nggak sengaja" ujar Tiffany lagi sambil menoleh kearah bawah.
"Hem!! gimana rasanya cepek ya berlari larian terus " ujar Revando dengan tatapan mata yang begitu tajam.
"Kok kamu bisa tau sih kalau saya dari tadi berlari larian" ungkap Tiffany yang masih terus saja melihat lihat ke arah belakang.
Dan dengan penuh keberanian Tiffany memberanikan diri untuk menatap seseorang yang ia tabrak barusan dan bertapa terkejutnya pula ia saat melihat orang tersebut.
"Oh Ya Tuhan" ujar Tiffany dengan begitu Takut seluruh tubuhnya bergetar ketakutan dan tatapan matanya terlihat berkaca kaca dan dirinya pun tak mampu lagi untuk berkata kata.
Dengan tatapan mata yang sangat tajam Revando langsung memegang kedua tangan Tiffany dengan begitu kencang dan sambil berkata :
"Jangan pernah sekali-kali nya kamu berfikir untuk bisa lolos dari saya, kamu nggak akan pernah bisa lolos dari saya, sekuat apa pun usaha yang kamu lakukan untuk bisa lolos dari saya itu semua akan jadi sia sia, Apa Kamu Mengerti..! " ungkap Revando dengan begitu marah.
"Ayo cepat ikut saya kembali ke Butik " ujar Revando sambil menarik tangan Tiffany.
Dan akhirnya Revando dan Tiffany tiba kembali di Butik Mas Jecky.
...
"Mas Revan sama Tiffany So Sweet banget deh,, pulang dari toilet aja barengan" ujar Jecky.
"Tiffany Kita lanjut lagi fitting baju ya say" ujar Jecky lagi.
Sambil menganggukkan kepalanya Tiffany mulai mendekati Jecky, Siap tidak siap Tiffany harus melakukan fitting baju pengantinnya, Tiffany tidak punya pilihan lain selain melakukannya jika tidak Revando akan marah besar dan akan mengancam dirinya dan juga keluarganya.
"Okey kita mulai ya, kita mulai dari bagian tangannya terlebih dahulu, Aduhh Neng kenapa kamu keringat dingin kayak gini, atau jangan jangan kamu sudah nggak sabar lagi ya mau pakai baju pengantin ini" ujar Jecky dengan bercanda.
"Haha bukan begitu Mas, saya hanya kurang sehat badan saja" jawab Tiffany dengan lesu.
"Okeey selesai" ujar Jecky yang telah selesai mengukur baju Tiffany.
"Terima kasih Mas Jecky" ungkap terima kasih Tiffany kepada Mas Jecky.
"Mas Jecky kira kira butuh waktu berapa lama baju ini akan selesai" tanya Revando.
"Mas Revando tenang aja dalam waktu satu minggu ini Baju Pengantin Mas Revando dan Tiffany ini pasti akan selesai" jawab Jecky.
"Baguslah kalau begitu" jawab Revando sambil tersenyum.
Bersambung...
Assalamualaikum sobat setia ๐Mendadak Dinikahi CEO Sombong ๐ Jangan lupa untuk terus dukung karya ini dengan cara Like dan tinggalkan komentar yang positif supaya karya ini menjadi lebih baik lagi ya sobat..
__ADS_1
Terimakasih ๐๐