Mendadak Dinikahi CEO Sombong

Mendadak Dinikahi CEO Sombong
Saya Mau Dibawa Kemana


__ADS_3

"Mesti saya bilang langsung di depan teman teman kamu jika Papa kamu punya hutang yang cukup besar kepada saya" ujar Revando sambil menatap tajam Tiffany.


"Iya iya cukup ngomong nya saya akan naik sekarang" jawab Tiffany dengan kesal.


"TUKKK" Tiffany membuka pintu mobil Revando.


Tiffany perlahan lahan masuk ke dalam mobil Revando.



"DEG DEGG" Suara detak jantung Tiffany terdengar begitu kencang, Tiffany benar benar merasa takut, dirinya sangat ketakutan karena dirinya terpaksa harus ikut bersama Revando, dengan raut wajah yang terlihat sangat cemas Tiffany terus mencoba untuk santai menghadapi Revando.


"Ya Allah sebenarnya Aku sangat takut tolong lindungi Aku dari pria berengsek ini ya Tuhan, amin" ucap Tiffany dalam hatinya.


"Detak jantung mu begitu berisik" tak disangka ternyata Revando bisa mendengar detak jantung Tiffany.


"Maksudmu detak jantung ku berdegum kencang, heyy Paman mana mungkin, ya sudahlah ternyata pendengar mu benar benar buruk" Tiffany sangat terkejut bahwa Revando bisa mendengar detak jantungnya.


"Ya Tuhan Paman ini benar benar mengerikan sekali bagaimana mungkin pria berengsek ini bisa mendengar detak jantung ku atau jangan jangan Dia juga bisa mendengar apa yang Aku katakan di dalam hati ku sekarang" ucap Tiffany dalam hatinya.


"Berhenti membicarakan hal buruk tentang saya" lagi lagi Revando dapat menebak isi hatinya Tiffany.


"Astaga Paman siapa sedang membicarakan mu" ujar Tiffany dengan panik.


"Terlihat jelas di wajah mu bahwa di pemikiran bodoh mu itu sedang membicarakan ku" ujar Revando sambil menatap dingin ke arah Tiffany.


"Aiss sudahlah berhenti punya pemikiran buruk tentang seseorang, Oh ya ada hal penting apa sehingga kamu Paman datang ke sekolah ku hari ini atau jangan jangan Paman kamu sengaja ya mau mata matain saya" ujar Tiffany.


"Siapa juga yang mau mata matain kamu buang buang waktu saya aja, saya cuma mau pasti'in aja kalau kamu gak kabur dari hutang kamu" ujar Revando yang dengan fokus menyetir.


"Oh ya kamu gak lupa kan dengan perjanjian kita kemarin" tanya Revando.


"Paman kamu tenang saja saya pasti akan melunasi semua hutang alm papa saya kepada kamu Paman" ujar Tiffany dengan sedikit percaya diri.


"Bagus lah jika begitu" jawab Revando yang masih fokus menyetir.

__ADS_1


"Paman kamu mau bawa saya ke mana sekarang" dengan wajah yang serius Tiffany mencoba memberanikan diri untuk bertanya kepada Revando.


"Bisa nggak kamu jangan terlalu banyak tanya, itu sangat berisik" Revando menjawab pertanyaan Tiffany dengan marah.


"Wajar dong saya nanya, saya mau di bawak ke mana DASAR PRIA ANEH" jawab Tiffany dengan kesal.


Revando hanya diam dan terus melanjutkan menyetir mobilnya dan ia terus menghiraukan semua perkataan Tiffany.


"Paman kamu mau culik saya ya, kalau kamu masih nggak jawab juga saya mau di bawak ke mana, saya akan loncat dari mobil kamu sekarang juga" Ancam Tiffany.


"Loncat aja kalau kamu mau menyusul papa kamu" ujar Revando.


Mendengar jawaban Revando barusan Tiffany sedikit takut, akan tetapi ia tidak pernah menyerah untuk memikirkan cara agar dirinya segera cepat dapat keluar dari dalam mobilnya Revando.


"Kalau begitu saya akan teriak sekeras-keras mungkin, saya akan bilang kepada semua orang dijalanan ini kalau kamu Paman mau menculik saya" ancam balik Tiffany kepada Revando.


"Teriak aja sekeras sekerasnya nggak bakal ada yang bisa dengarin kamu" ujar Revando yang langsung mengunci semua pintu mobilnya.


"Oh ya berhenti memanggil saya dengan sebutan paman, saya bukan paman kamu, apa kamu mengerti ??" Revando sangat marah mendengar Tiffany terus menerus memanggil dirinya dengan sebutan Paman.


Tak lama kemudian tiba tiba mobil Revando pun berhenti.


...


"Ayo turun" ujar Revando sambil membuka pintu mobil nya.


Tiffany hanya diam pura pura tak mendengar apa yang dikatakan Revando.


"Kalau kamu nggak mau turun sendiri juga nggak apa apa kok, mungkin kamu lebih suka dengan cara di paksa baru mau turun" ujar Revando sambil memegang erat tangan Tiffany.


Revando menarik paksa dengan kencang tangan Tiffany.


"Aduh sakit tau" ujar Tiffany dengan kesakitan.


Tiffany pun akhirnya keluar dari mobil Revando, ketika Tiffany baru turun dari dalam mobilnya Revando, tiba tiba saja Tiffany langsung terkejut melihat rumah bagaikan istana yang tepat di hadapan mata nya.

__ADS_1



Kediaman Rumah Orangtuanya Revando.


"Di mana ini" tanya Tiffany dengan terkagum-kagum.


"Nggak usah banyak tanya masuk aja" jawab Revando yang lalu meninggalkan Tiffany.


"Wow ini rumah atau istana benar benar begitu mewah" Tiffany tampak begitu takjub melihat rumah milik orangtuanya Revando.


Revando dan Tiffany pun langsung di sambut dengan begitu ramah oleh Pak Andi dan juga Bibi Arnas selaku kepala keamanan rumah orangtuanya Revando.


...


"Nyonya den Revando pulang" ujar salah satu bibi yang bekerja di rumah orangtuanya Revando.


"Benarkah bi, di mana Revan nya sekarang" mendengar bahwa putra satu satunya itu pulang mama Tania benar benar senang.


"Itu ruang tamu Bu" ujar bibi.


"Okey makasih ya bi" ujar Mama Tania.


Mama Tania yang saat itu sedang duduk santai di halaman belakang rumah nya langsung bergegas menuju ke ruang tamu untuk menemui putra tunggal kesayangan nya itu yaitu Revando.


"Revan akhirnya kamu pulang juga sayang, mama sudah kangen banget sama kamu" ujar mama Tania yang langsung memeluk erat putra kesayangannya itu.


Mama Tania yang baru menyadari kehadiran Tiffany sangat terkejut melihat Tiffany berdiri tepat di samping putranya.


"Siapa gadis SMA ini Revan" tanya mama Tania dengan bingung.


Bersambung..


Hai sobat setia "Mendadak Dinikahi CEO Sombong" Jangan lupa untuk terus dukung karya ini dengan cara memberi Like dan tinggalkan komentar yang positif supaya karya ini menjadi lebih baik lagi ya sobat..


Terimakasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2