
"Hem begini Tuan muda sebenarnya..."ujar Tiffany dengan gugup.
"Sebenarnya apa, mau berangkat sekarang ya" jawab Revando.
"Bukan begitu sebenarnya aku tidak bisa pergi bersamamu, aku mohon Tuan muda izinkan aku pergi sendiri hanya untuk hari ini saja" Tiffany mencoba meminta izin kepada Revando.
"Haha" Revando mencoba menahan amarahnya dengan tertawa singkat.
"Sebenarnya apa yang membuat mu tidak bisa pergi bersama saya, apa karena lelaki supermarket itu" Dengan mata yang sedikit melotot ungkap Revando dengan sangat marah.
"Hah ya tuhan bagaimana ini, bagaimana Dia bisa tau bahwa aku ingin pergi bersama kak Ryan" ujar Tiffany didalam hatinya.
"Cepat ganti pakaian mu, karena hari ini kamu tidak akan bisa keluar dari rumah ini" ujar Revando dengan marah yang lalu pergi meninggalkan Tiffany.
"Ya Tuhan bagaimana ini, aku ingin sekali menemui kak Ryan, karena aku belum sempat berpamitan saat risen bekerja, jika aku tidak datang hari ini dia pasti sangat kecewa karena aku lagi lagi tidak menepati janji" ujar Tiffany dengan sangat bingung.
Disaat Tiffany sangat kebingungan tiba tiba terlintas cara agar Dia dapat keluar dari rumah tersebut.
Dengan perlahan lahan Tiffany mulai melangkahkan kakinya menuju ke arah dapur, setelah tibanya di sana bertapa terkejutnya ia saat melihat Revando yang saat itu sedang berdiri di dapur.
Revando yang saat itu sedang memegang segelas minuman lalu bertanya " Tiffany kamu sedang apa, tidak baik berjalan dengan mengendap-endap seperti itu" ujar Revando dengan tertawa sinis.
__ADS_1
"Aku hanya ingin mengambil sebotol minuman" ujar Tiffany dengan tertawa gugup.
"Oh" jawab Revando dengan singkat yang lalu meninggalkan Tiffany.
...
Disaat Revando mulai meninggalkan dapur, Tiffany langsung bergegas melanjutkan aksinya kembali yaitu mencoba kabur melalui pintu jendela dapur.
"Aduh sakit sekali, ternyata jendela ini cukup tinggi juga ya" ujar Tiffany yang telah berhasil melompat dari pintu jendela dapur.
Setelah berhasil kabur Tiffany langsung bergegas menuju ke Bioskop XXI.
...
"Kak Ryan" sapa Tiffany sambil melambaikan kedua tangannya.
Ryan pun langsung tersenyum saat melihat kedatangan Tiffany, dengan nafas yang masih ngos-ngosan Tiffany langsung mendekati Ryan.
"Kak Ryan apa kamu sudah lama menunggu ??" tanya Tiffany dengan nafas yang masih ngos-ngosan.
__ADS_1
"Tidak Tiffany aku juga baru sampai, kenapa kamu berkeringat, apa yang membuatmu terlihat sangat tergesa-gesa ??" tanya Ryan dengan suara lembut nya.
"Sebenarnya ceritanya sangat panjang, tapi sudahlah kak ini tidak terlalu penting, yang terpenting sekarang adalah ayo kita cepat masuk karena sebentar lagi film nya akan segera dimulai" ujar Tiffany sambil tersenyum.
Mereka berdua pun masuk kedalam bioskop, mereka berdua duduk bersebelahan di kursi tengah, dan terlihat begitu bahagianya mereka berdua saat film tersebut dimulai.
"Film Wednesday nya akan segera dimulai apa kamu tidak takut Tiffany" ujar Ryan sambil tersenyum ke arah Tiffany.
"Tidak, justru film horor adalah film favorit aku" ujar Tiffany sambil tersenyum.
"Oh ya kak Ryan sekali lagi Tiffany minta maaf ya kepada kak Ryan dan juga Bu Anik karena Tiffany risen dengan begitu tiba tiba" ujar Tiffany lagi dengan wajah sedihnya.
"Lagi lagi minta maaf sekali lagi kamu minta maaf masalah risen kemarin saya gak bakal maafin loh" ujar Ryan dengan bercanda.
Dan mereka berdua pun melanjutkan menonton film Wednesday nya kembali.
Dan siapa sangka bahwa ternyata Revando telah mengikuti Tiffany dari tadi, bertapa marahnya Revando saat melihat Tiffany duduk bersebelahan dengan Ryan, dari kejauhan Revando memperhatikan mereka berdua.
Tak ingin terbawa emosi yang lebih dalam Revando akhirnya memutuskan untuk kembali pulang ke rumahnya, wajahnya terlihat begitu marah saat menunggu Tiffany pulang, dan tak lama kemudian Tiffany pun pulang.
Bersambung...
Assalamualaikum sobat setia "Mendadak Dinikahi CEO Sombong" jangan pernah bosan untuk terus dukung karya ini dengan cara beri Like dan juga tinggalkan komentar yang positif supaya karya ini menjadi lebih baik lagi...
__ADS_1
Terimakasih 🙏