
Langit Biru mulai berganti gelap, suara azan magrib yang begitu merdu mulai terdengar Tiffany dan Mama Siska yang saat itu sedang duduk termenung di sofa ruangan tengah rumah mereka langsung bergegas mengambil wudhu untuk melaksanakan kewajiban mereka yaitu Sholat Magrib, mereka berdua berdoa kepada ALLAH SWT meminta pertolongan supaya diberikan kemudahan rezeki yang halal supaya bisa melunasi semua hutang Almarhum Papa Raul.
Dengan mengenakan Mukena berwarna putih, dan berdiri tegak menghadap kiblat, Tiffany dan Mama Siska siap melaksanakan sholat.
"Ya Allah hanya kepada mu tempat ku meminta dan hanya kepada mu juga tempat ku berserah diri, Ya Allah tolong beri kan kami kekuatan dalam menghadapi cobaan ini, berikan lah kami kemudahan dalam mencari rezeki yang halal supaya bisa melunasi seluruh hutang Almarhum Papa Ku Amin" Doa Tiffany.
"Ya Allah aku mohon kepadamu tolong lindungilah Anak ku dari para Rentenir Rentenir jahat itu, berikan lah kemudahan untuk ku supaya bisa melunasi semua hutang Almarhum Suamiku Amin" Doa Mama Siska dengan meneteskan air mata.
Beberapa jam kemudian..
...
Tak terasa suara adzan isya pun telah tiba Tiffany dan Mama Siska kembali melaksanakan kewajiban mereka sebagai umat muslim untuk sholat ,setelah selesai sholat Tiffany yang terlihat sedang duduk di meja belajar, ia tampak begitu sibuk mengotak-atik laptop miliknya untuk mencari semua informasi lowongan pekerjaan yang ada di internet.
"Ya Allah mengapa begitu sulit untuk mendapatkan pekerjaan, mengapa yang di cari harus minimal tamatan D3 dan S1 semua, jangankan D3 dan S1 ijazah SMA saja Aku belum punya soalnya Aku sekarang masih duduk di bangku sekolah" ujar Tiffany yang sedikit patah semangat.
Walaupun begitu sulit mendapat lowongan pekerjaan akan tetapi Tiffany tidak pernah untuk menyerah sedikit pun, Tiffany terus mencari mencari dan terus mencari dan pada akhirnya ia berhasil menemukan pekerjaan yang cocok untuk dirinya.
Telah dibuka lowongan pekerjaan paruh waktu untuk semua kalangan, usia minimal 17thn kriteria orang yang gigih dalam bekerja dan selalu semangat dalam bekerja dan yang pasti tidak pernah mengeluh dalam bekerja, jika anda Berminat hubungi langsung ke nomor telepon 08*** ini, Terima kasih(informasi lowongan pekerjaan di internet)
Melihat lowongan pekerjaan tersebut Tiffany merasa sedikit ada kemungkinan besar untuk dirinya dapat diterima bekerja di sana.
Tiffany pun langsung menghubungi nomor tersebut.
DTRINGKK TRINGKKK TRINGKKK "Bunyi panggilan terhubung "
📱"Halo selamat malam dengan supermarket aa ada yang bisa di bantu" ujar Bu Anik sih pemilik toko supermarket Aa.
__ADS_1
📱"Maaf mengganggu Bu, begini tadi saya melihat lowongan di internet, apakah benar Bu kalau di toko Ibu sedang membuka lowongan pekerjaan ?? "tanya Tiffany dengan penuh harapan.
📱"Iya benar saya sedang mencari pekerja baru untuk karyawan toko saya, dan saya membutuhkan nya segera" jelas Ibu Anik pemilik supermarket Aa.
📱"Benarkah Bu, saya siap mulai bekerja kapan saja Bu" dengan begitu Antusias Tiffany menjawab.
📱"Kalau begitu pergilah ke toko dulu besok pagi sekitar jam 09:00 wib" ujar Ibu Anik.
📱"Baik baik Bu saya akan ke toko Ibu besok pagi" ujar Tiffany dengan penuh semangat.
📱"Alamat toko nya kamu sudah tau kan " tanya Ibu Anik.
📱"Iya Bu saya sudah tau, alamat toko Ibu tidak terlalu jauh dari rumah saya Bu" jawab Tiffany
📱"Bagus lah jika begitu" ujar Ibu Anik pemilik supermarket Aa.
📱"Iya sama sama, besok jangan telat ya" ujar Ibu Anik.
📱"Baik Bu siap, insyaallah besok pagi sebelum jam 09:00 saya akan sudah tiba di toko Bu" ujar Tiffany dengan penuh semangat.
Dan percakapan di telepon pun selesai.
...
Hati Tiffany tampak begitu senang, karena ia sudah berhasil mendapat kan pekerjaan.
"Aduh bagaimana ini besok pagi sebelum pukul 09:00 WIB aku harus sudah tiba di toko AA, tapi bagaimana dengan sekolah besok, sepertinya aku harus izin dulu datang ke sekolah besok, tapi alasan nya apa ya" Tiffany tampak bingung memikirkan alasan apa yang tepat untuk dirinya tidak datang ke sekolah besok.
"Oh Ya Sakit!! Ya Allah maafkan aku karena telah berbohong pura pura sakit" dengan terpaksa Tiffany harus berbohong.
__ADS_1
...
Malam pun berganti pagi, Tiffany tampak begitu sibuk bersiap siap untuk pergi ke toko AA, Tiffany yang mengenakan pakaian formal baju kemeja berwarna putih dan rok berwarna hitam, membuat dirinya terlihat sedikit dewasa dan juga begitu cantik.
Mama Siska yang melihat Tiffany sedang mengenakan pakaian formal tampak begitu bingung, seharusnya pagi ini Tiffany mengenakan seragam sekolah bukan pakaian formal, ungkapnya dalam hati.
"Fany kok kamu belum bersiap siap berangkat ke sekolah sekarang ini udah jam berapa Nak" tanya Mama Siska.
"Maaf Ma sebelumnya tapi untuk hari ini Fany izin dulu datang ke sekolah nya, sebab hari ini penting banget buat Fany Ma, karena pagi ini di supermarket AA sedang mengadakan interview dan Tiffany harus datang Ma" Tiffany menjelaskan semuanya kepada Mama Siska alasan dirinya tidak dapat datang ke sekolah hari ini.
"Interview di supermarket AA ??" mendengar putrinya ingin melamar pekerjaan Mama Siska tiba tiba saja menangis.
"Kamu nggak perlu melakukan itu semua Nak, sehingga dirimu merelakan untuk tidak datang bersekolah hari ini" ujar Mama Siska.
"Loh kok Mama jadi sedih, seharusnya Mama kan senang, jika nanti Tiffany berhasil diterima bekerja di supermarket Aa, maka setidaknya kita bisa mencicil hutang Papa sedikit demi sedikit kepada para Rentenir itu Ma" dengan memeluk erat sang Mama Tiffany mencoba menangkan sang Mama yang sedang menangis.
"Tapi tetap saja Nak, Mama nggak bisa terima jika kamu mengorbankan sekolah mu demi membantu Mama melunasi hutang itu" ujar Mama Siska yang masih menangis.
Hati Mama Siska sangat sakit dan juga sangat merasa bersalah melihat putrinya harus mencari pekerjaan di saat putrinya masih duduk di bangku sekolah, hal itu terpaksa dilakukan oleh Tiffany supaya dirinya dapat bisa membantu Mama Siska melunasi membayar hutang kepada para Rentenir itu.
"Pokoknya Mama tenang aja, Tiffany bekerja tidak akan memengaruhi sekolah Fany Ma, jadi Mama jangan sedih lagi ya " ujar Tiffany sambil menghapus air mata di pipi sang Mama.
Mama Siska masih terus saja menangis, rasanya begitu berat buat Mama Siska memberikan izin kepada Tiffany untuk bekerja.
Bersambung..
Hai sobat setia "Mendadak Dinikahi CEO Sombong" terimakasih telah mampir ke karya ini, mohon bantuannya untuk like & komentar yang positif untuk membantu karya ini menjadi lebih baik lagi,,
Terima kasih 🙏🙏
__ADS_1