
Tak terasa film Wednesday pun telah berakhir Ryan dan Tiffany pun mulai beranjak dari tempat duduk mereka dan berjalan menuju pintu keluar bioskop.
"Terimakasih ya Tiffany karena telah menyempatkan waktu menemani saya nonton film Wednesday hari ini" ujar Ryan sambil berjalan menuju ke parkiran bioskop.
"Iya kak Ryan tidak perlu berterimakasih seharusnya Tiffany yang harus berterimakasih kepada kak Ryan karena telah mengajak Tiffany nonton film yang sangat bagus" jawab Tiffany.
"Oh ya Tiffany apa kamu tidak lapar , bagaimana kalau kita pergi mencari makanan sebentar, saya tau loh restoran pasta yang enak disekitar sini, apa kamu mau Tiffany?" ujar Ryan.
"Hem bagaimana ya" Tiffany terlihat bingung ingin ikut atau tidak, karena waktu saat itu sudah menunjukkan pukul 20.00 wib, tapi di sisi lain Tiffany tampak begitu berat ingin mengatakan tidak kepada Ryan, karena saat itu Tiffany juga merasa lapar.
"Boleh deh kak Ryan sebenarnya Tiffany sangat ingin makan pasta" jawab Tiffany dengan senyuman manis nya.
Dan tak lama kemudian terdengar lah suara perut.
"Iya ampun" sambil memegang perut nya Tiffany benar benar sangat malu dihadapan Ryan.
Ryan pun hanya tersenyum dan pura pura tak mendengar suara perut Tiffany.
"Ayo Tiffany kita berangkat sekarang" ujar Ryan sambil membukakan pintu mobil nya untuk Tiffany.
"Terimakasih kak Ryan" ujar Tiffany yang lalu masuk ke dalam mobil Ryan.
Mereka berdua pun langsung menuju ke restoran Italia yang sangat terkenal lezat.
Beberapa menit kemudian...
Hampir 15 menit perjalanan mereka menuju ke restoran Italia, akhirnya tiba lah mereka berdua di restoran Italia tersebut.
Terlihat begitu mewah dan elegan suasana di restoran itu, mereka berdua memilih duduk disamping jendela kaca, karena mereka berdua ingin menikmati pasta yang begitu lezat sambil memandangi indahnya pemandangan diluar.
"Bagaimana Tiffany apa kamu suka dengan pasta nya" tanya Ryan dengan begitu lembut.
"Iya kak Ryan aku sangat suka" jawab Tiffany dengan tersenyum.
Kembali ke Revando.
Suasana begitu hening dikediaman rumah orang tua Revando terlihat Mama Tania dan Revando sedang makan malam bersama.
__ADS_1
"Istri kamu dimana kok enggak keliatan" tanya Mama Tania.
"Dia sedang beristirahat dikamar, karena kurang sehat badan" jawab Revando dengan singkat.
"Hari pertama jadi menantu udah begini tingkah nya, apalagi kalau udah lama, sungguh tidak punya sopan santun" ujar Mama Tania.
"Terserah Mama lah mau bilang apa" ujar Revando yang lalu pergi meninggalkan ruang makan tersebut.
"Revando mama belum selesai bicara" teriak mama Tania.
Revando pun terus melanjutkan perjalanannya tanpa menoleh ke arah Mama Tania sedikit pun.
Kembali lagi ke Ryan dan Tiffany.
Makan malam pun telah selesai, Ryan pun langsung bersiap siap mengantar Tiffany pulang kerumahnya.
" Biar saya aja ya yang antar kamu pulang nya soalnya sekarang sudah larut malam" ujar Ryan.
"Tidak usah kak Ryan, Tiffany bisa pulang naik taksi online saja soalnya tidak enak terlalu banyak merepotkan kak Ryan" ujar Tiffany yang mencoba menghindar di antar oleh Ryan.
"Ini sungguh tidak merepotkan sama sekali, justru saya tidak enak sama mama kamu jika kamu pulang nya naik taksi online, sekalian juga saya ingin berpamitan sama mama kamu" ujar Ryan sambil mendorong Tiffany masuk ke dalam mobil nya.
Akhirnya dengan terpaksa Tiffany pulang diantar oleh Ryan, dan Ryan mengantar Tiffany pulang ke rumah orang tua nya Tiffany, bukan kerumahnya Revando, karena Ryan tidak tau bahwa Tiffany telah menikah dengan Revando.
Tak terasa mereka pun telah tiba didepan rumah orang tua nya Tiffany.
"Kita sudah sampai nih Tiffany" ujar Ryan sambil mematikan mesin mobilnya.
"hahaha iya kita sudah sampai" ujar Tiffany.
Mereka berdua pun akhirnya keluar dari mobil tersebut.
"Assalamualaikum" ujar Ryan sambil mengetuk pintu rumah Tiffany.
"Waalaikumsalam" jawab Mama Siska.
"Siapa ya yang berkunjung malam malam begini?" ujar Mama Siska sambil berjalan menuju pintu.
Disaat Mama Siska membuka pintu, bertapa terkejut nya dia saat melihat putri kesayangannya bersama dengan Ryan.
"Hah kamu nak" ujar Mama Siska dengan kaget.
"Tuan muda Revando nya mana" ujar Mama Siska lagi dengan bingung.
__ADS_1
"Oh ya ma, ini kak Ryan nya udah mau pamit pulang" ujar Tiffany yang dengan sengaja mengalihkan pertanyaan mama Siska barusan.
"Oh ya tante terimakasih karena udah ngizinin Ryan untuk jalan sama Tiffany hari ini, Ryan pamit pulang dulu ya tante soalnya udah malam, assalamualaikum tante dan juga Tiffany" ujar Ryan yang lalu pergi meninggalkan rumah Tiffany.
"Oh ya hati hati" ujar serentak Tiffany dan juga mama Siska.
Tiffany dan mama Siska lalu masuk ke rumah nya.
"Tiffany ini sebenarnya ada apa nak, kenapa kamu bisa bersama nak Ryan, dimana tuan muda Revando" tanya Mama Siska.
"Sebenarnya cerita nya agak panjang ma, tapi besok Tiffany janji akan ceritain semuanya ke mama" jawab Tiffany dengan tergesa gesa.
"Oh ya ma Tiffany pamit pulang dulu ya, soalnya udah malam takut ditungguin sama tuan muda Revando" ujar Tiffany sambil berpamitan kepada mama nya.
"Ehh Tiffany hati hati ya nak" ujar mama Siska.
"Oke ma" ujar Tiffany yang sudah berada di dalam taksi online nya.
Hampir 20 menit perjalanan menuju ke rumah orang tua nya Revando, waktu saat itu sudah menunjukkan pukul 23.00 wib.
Tibalah Tiffany di depan pintu pagar rumah orang tua nya Revando, baru saja turun dari taksi Tiffany langsung disambut oleh Revando dengan wajah marah nya.
"Hai ngapain tuan muda Revando malam malam begini berdiri diluar, emangnya tuan muda tidak kedinginan apa" ujar Tiffany yang berlagak polos.
Tanpa berkata sedikit pun Revando langsung menarik dengan keras tangan Tiffany menuju ke kamar nya.
Setelah tiba di kamar nya Revando langsung melepaskan genggaman keras tangan nya kepada Tiffany, terlihat begitu merah tangan Tiffany saat itu.
"Kamu kira diri kamu siapa, berani berani nya kamu bermain main dengan saya" ujar Revando dengan tatapan nya yang begitu tajam.
"Aaaaakuuu" terlihat Tiffany begitu ketakutan melihat ekspresi wajah Revando yang begitu marah.
"Kamu pikir kamu hebat seenaknya mempermainkan saya, begini saja Tiffany saya mau kita pisah, besok pagi saya tunggu kamu mengembalikan semua hutang keluarga kamu kepada saya, jika kamu tidak bisa mengembalikan semuanya besok pagi, maka nyawamu yang akan jadi taruhannya" ujar Revando dengan penuh emosi.
"Aku tidak mau kita pisah, aku berjanji jika aku mengulangi nya lagi aku ikhlas jika nyawaku yang menjadi taruhannya" sambil menangis Tiffany berlutut dihadapan Revando memohon supaya diri nya di maafkan.
Bersambung...
Assalamualaikum sobat setia "Mendadak Dinikahi CEO Sombong" Jangan pernah bosan untuk terus dukung karya ini dengan cara Like dan tinggalkan komentar yang positif supaya karya ini menjadi lebih baik lagi ya sobat..
Terimakasih 🙏
__ADS_1