
Melihat ekspresi wajah Revando yang begitu datar Tiffany pun agak sedikit takut dan langsung mencoba mendinginkan suasana.
"Hem Tuan muda benar sepertinya hari mulai terlihat gelap mari kita segera kembali ke penginapan" ujar Tiffany sambil berjalan mendekati Revando.
Sebenarnya matahari saat itu masih bersinar dengan sangat terik dan waktu masih menunjukkan pukul setengah 5 sore.
Revando pun langsung berjalan dengan sangat cepat dan Tiffany pun akhirnya tertinggal cukup jauh dari dirinya.
...
Beberapa menit kemudian.
Mereka berdua pun akhirnya mulai kembali ke penginapan mereka setelah sampai di penginapan Revando pun segera menuju ke dalam kamar mandi dan mencoba membersihkan tubuhnya sambil menenangkan dirinya.
"Ada apa dengan dirinya tiba-tiba saja berubah seketika, mungkin Dia kesal karena Aku terlalu banyak meminta nya untuk memotret ku" ujar Tiffany didalam hatinya yang saat itu sedang duduk di sofa yang ada di dalam kamar penginapan mereka.
Hampir 1 jam pun berlalu...
Revando akhirnya keluar juga dari dalam kamar mandi mereka.
"Tuan muda sudah selesai ya jika Tuan muda sudah selesai Saya ingin menggunakan kamar mandinya" ujar Tiffany.
"Iya saya sudah selesai" jawab Revando sambil menggelap rambut nya yang basah menggunakan handuk kecil berwarna putih.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu ya Tuan" ujar Tiffany yang lalu masuk ke dalam kamar mandinya.
Sambil memegang dadanya yang sedang berdegup kencang Tiffany pun berkata didalam hatinya.
"Ya Allah mengapa hatiku tiba-tiba saja berdegup dengan sangat kencang, Tuan muda Revando benar-benar terlihat tampan saat ia mengelap rambut nya yang sedang basah" ujar Tiffany dengan tersenyum senyum.
"Ya Tuhan apa yang sedang aku pikirkan, Tiffany ayolah cepat sadarkan dirimu, Kamu tidak boleh jatuh cinta dengan pria sombong seperti Tuan muda Revando itu" ujarnya lagi didalam hatinya.
Tiffany pun melanjutkan mandi nya kembali.
Setelah selesai mandi Tiffany tampak sangat ragu untuk keluar dari dalam kamarnya.
Hampir 10 menit dirinya berdiri di depan pintu kamar mandinya yang masih tertutup.
"Suara air dari dalam kamar mandinya Tiffany sudah lama tidak terdengar, mengapa ia belum keluar juga, apa jangan-jangan anak ini pingsan di dalam sana" ujar Revando yang mulai berjalan ke arah pintu kamar mandinya.
"Tok...Tokkk..." Revando mencoba mengetuk pintu kamar mandinya.
"Tiffany... Tiffany apa kamu sudah selesai mandinya jika sudah selesai saya ingin mengajak kamu makan malam bersama dibawah" ujar Revando yang masih berdiri didepan pintu masuk kamar mandinya.
"Hah Tuan muda duluan saja saya sebentar lagi menyusul ke sana" sahut Tiffany dari dalam kamar mandinya.
"Tidak apa-apa Tiffany saya akan menunggu kamu sampai selesai kita barengan saja ke sana" ujar Revando lagi.
__ADS_1
"Aduh bagaimana ini" ujar Tiffany dengan sangat kebingungan.
"Tuan muda tidak perlu menunggu ku soalnya..." Tiffany terlihat sangat bingung ingin memberikan alasan yang tepat untuk Revando.
"Soalnya apa" tanya Revando.
"Soalnya saya tidak lapar jadi Tuan muda bisa langsung saja ke sana" ujar Tiffany sambil memegang perutnya yang sedang keroncongan.
"Baiklah jika begitu saya akan langsung ke sana" ujar Revando yang mulai beranjak berjalan meninggalkan kamar mereka.
"Hem iya Tuan, selamat menikmati makan malam" Jawab Tiffany yang masih berdiri didepan pintu dalam kamar mandinya.
Terdengar suara langkah kakinya Revando pun mulai menghilang Tiffany pun akhirnya dengan lega keluar dari dalam kamar mandinya yang saat itu hanya mengunakan handuk pendek berwarna putih.
"Syukurlah akhirnya Tuan muda Revando pergi juga jadi aku bisa segera menganti pakaian ku" ujar Tiffany sambil berjalan keluar dari dalam kamar mandinya.
Bertapa terkejut nya Tiffany saat melihat ada sesosok pria tampan yang saat itu sedang duduk di sofa kamar penginapan mereka.
Bersambung...
Assalamualaikum sobat setia ๐Mendadak Dinikahi CEO Sombong ๐ Jangan lupa untuk terus dukung karya ini dengan cara Like dan tinggalkan komentar yang positif supaya karya ini menjadi lebih baik lagi ya sobat...
Terimakasih ๐๐
__ADS_1