
Supermarket AA
Di sore yang indah itu, Tiffany tampak begitu sibuk mempelajari apa saja yang bersangkutan dengan toko dan tak lupa ia ditemani juga oleh Ryan.
"Fany apa kamu sudah paham jika masih ada yang belum kamu pahami tanya saja Aku, apa kamu mengerti " ujar Ryan.
"Iya Kak Aku mengerti" jawab Tiffany dengan penuh semangat.
"Toko ini tutup jam 10 malam tapi karena kamu masih sekolah, nanti akan Aku coba untuk bicara sama Ibuku jika toko ini tutup jam 9 saja, soalnya kasihan jika kamu harus pulang jam 10 malam karena keesokan pagi nya kamu harus berangkat ke sekolah" ujar Ryan dengan penuh pengertian.
"Kak Ryan tidak apa apa kok, toko nya tutup jam 10 seperti biasanya saja, nanti Saya jadi tidak enak sama Ibu Anik dan juga kamu kak " ujar Tiffany.
Beberapa Jam Kemudian.
Jam sudah menunjuk pukul 22:00 wib, Tiffany dan Ryan mulai bergegas menutup toko nya.
...
"Fany sekarang kan udah malam, biar Aku antar ya kamu pulangnya" ujar Ryan sambil bersiap siap menghidupkan motornya.
"Nggak usah kok kak Ryan rumah Aku nggak terlalu jauh kok kak dari sini, biar Aku pulang sendiri aja" ujar Tiffany sambil berjalan.
"Nggak apa apa Fany sekalian saya pulang juga, ayo cepat naik" ujar Ryan agar Tiffany segera naik ke atas motornya.
"Aku ini benar benar merepotkan sekali" ujar Tiffany sambil naik ke atas motor Ryan.
"Nggak lah siapa bilang kamu ngerepotin, Kamu nggak merepotin Saya sama sekali kok" ujar Ryan sambil mengendarai motornya.
"Kak Ryan masuk gang yang ini rumah ku dan rumah yang berwarna hijau itu adalah rumah ku" ujar Tiffany sambil menunjukan arah jalan rumah nya.
"Oh rumah yang ini Fany "ujar Ryan sambil menghentikan motornya.
"Brun Brum" Suara motor.
Mendengar seperti ada suara motor yang tepat berhenti di depan rumah nya, Mama Siska bergegas melihat ke arah luar rumah nya.
TUKK (Mama Siska membuka pintu)
Ternyata itu adalah Ryan dan juga Tiffany yang baru saja sampai di rumahnya Tiffany.
__ADS_1
"Fany Kamu sudah pulang Nak" ujar Mama Siska sambil membuka pintu pagar rumah nya.
"Iya Ma, oh ya Ma kenali ini Kak Ryan anak pemilik toko di tempat Fany bekerja" ujar Tiffany yang memperkenalkan Ryan kepada Mama nya.
"Salam Tante " ujar Ryan yang langsung salam kepada Mama Siska.
"Terima kasih banyak Nak karena sudah mengantar Tiffany pulang, maaf telah merepotkan kan mu ya Nak" ujar Mama Siska.
"Iya Tante sama sama, ini sama sekali nggak merepotin saya kok Tante, kalau begitu Ryan pamit pulang dulu ya Tante soalnya sudah malam" ujar Ryan berpamitan.
"Iya iya Nak Ryan hati hati " ujar Mama Siska.
"Sekali lagi terima kasih ya Kak Ryan " ujar Tiffany.
"Iya Tiffany sama sama" ujar Ryan.
Brum Brom (Suara Motor Rian)
Rian pun bergegas pulang.
...
Beralih ke Revando.
"Permisi Pak Revan" ujar pembantu rumah Revando.
"Iya Bik ada apa " jawab Revando.
"Maaf Pak itu handphone bapak dari tadi terus berbunyi" ujar pembantu rumah Revando.
"Biarin aja Bik, emang sengaja Saya enggak angkat soalnya nggak penting juga" ujar Revando.
"Oh ya udah Pak, kalau begitu Pak Bibik permisi dulu " ujar pembantu rumah Revando yang lalu langsung pergi meninggalkan kamar Revando.
"Panggilan ini sudah yang ke 50 kali nya untuk hari ini saja, wanita ini benar benar, hah jika begini terus Saya bisa pusing + gila gara gara di teror telepon terus begini" ujar Revando sambil memegang handphonenya.
Keesokan Hari Nya..
Masih di rumah Revando.
Revando yang tampak masih berbaring di atas tempat tidurnya tiba tiba saja terbangun gara gara dirinya mendengar suara ketukan pintu yang begitu kencang.
__ADS_1
TOKKK TOKKK...
Suara ketokan pintu yang begitu kencang, sambil diiringi oleh suara teriakan seorang wanita.
"Revan..Revan...!! Mama tau Kamu pasti ada di dalam, jadi cepat buka pintunya sekarang jika kamu tidak mau keluar juga maka terpaksa pintu ini akan mama dobrak" ujar Mama Tania sambil teriak teriak di depan pintu kamar Revando.
Rumah Pribadi Revando.
Revando hanya mengabaikan dan pura pura tak mendengar semua ocehan yang keluar dari mulut Mama Tania dan terus melanjutkan tidurnya kembali.
"KRIK KRIK" tidak ada bunyi apapun yang terdengar dari dalam kamar Revando.
"Revan ada hal penting yang perlu Mama bicara kan sama Kamu, jadi cepat keluar sekarang sebelum kesabaran Mama habis " ujar Mama Tania dengan begitu marah.
"Tak" Dengan masih setengah sadar, Revando yang terlihat masih sangat mengantuk akhirnya membuka pintu kamar nya.
"Ada apa sih Ma pagi pagi buta gini sudah buat keributan, emangnya Mama nggak malu apa didengar sama tetangga sebelah" ujar Revando sambil mengusap usap matanya.
"Revan Mama jauh jauh datang ke sini bukannya mau buat keributan, masalahnya kenapa sih kamu ini susah banget dihubungi, apa salahnya coba Kamu angkat telepon dari Tasya, kan masalahnya nggak akan jadi besar seperti ini " ujar Mama Tania.
"Kurang apa coba sih Tasya, Cantik Iya, Pinter Iya mana keturunan dari orang berada lagi " ujar Mama Tania lagi.
"Jadi Mama bela belain pagi pagi datang ke sini cuma mau membahas permasalahan yang nggak penting banget kayak gini, apaan sih Ma nggak penting banget pembahasan Mama pagi ini " jawab Revando.
"Nggak penting bagaimana Revan, di mana sih akal sehat Kamu Revan, kenapa sih Kamu lebih memilih Gadis SMA itu dibanding Tasya, Gadis yang nggak jelas asal usul nya, coba deh Revan Kamu buka pikiran sehat kamu lebar lebar" ujar Mama Tania dengan sangat marah.
"Ma nggak usah bawa bawak Tiffany, ini nggak ada urusan nya sama sekali dengan Tiffany, yang mesti harus Mama tau bahwa Tiffany lebih baik dari pada Tasya " tegas Revando.
"Revan Kamu sudah di bodohi oleh gadis itu, pokoknya Mama nggak mau tau, Mama nggak mau dengar lagi Tasya sedih gara gara Kamu dan satu lagi Revan jangan pernah Kamu bawa gadis itu ke hadapan Mama lagi, paham Kamu" ujar Mama Tania dengan begitu egois.
"Ma " ujar Revando.
"Cukup Revan Mama nggak mau dengar lagi alasan Kamu, Kamu harus bersikap baik terhadap Tasya karena cepat atau lambat Kamu sama Tasya pasti akan menikah" ujar Mama Tania.
"Terserah Mama lah mau ngomong apa, capek saya jika harus berdebat terus sama Mama" ujar Revando yang lalu menutup pintu kamarnya kembali.
Bersambung. . .
Hai sobat setia 💞Mendadak Dinikahi CEO Sombong💞 Jangan lupa untuk terus dukung karya ini dengan cara Like dan tinggalkan komentar yang positif supaya karya ini menjadi lebih baik lagi ya sobat...
__ADS_1
Terima Kasih 🙏😊..