Mendadak Dinikahi CEO Sombong

Mendadak Dinikahi CEO Sombong
Bandara


__ADS_3

Dengan penuh semangat sekretaris Jang langsung bergegas mempersiapkan semua keperluan berbulan madu Revando dan juga Tiffany.


Kembali ke Tiffany.


Tiffany yang saat itu sedang duduk termenung di halaman depan rumahnya sambil merenungi semua kesalahannya yang ia perbuat terhadap Revando kemarin malam.


Tiffany terlihat benar-benar menyesali perbuatannya kemarin, disaat Tiffany ingin menetes air matanya tiba-tiba ia dihampiri oleh sesosok pria dewasa yang sangat rapi.


...


"Selamat siang Noona Tiffany" dan ternyata pria dewasa berpakaian rapi itu adalah sekretaris Jang.


"Iya selamat siang pak" jawab Tiffany yang terlihat bingung melihat sekretaris Jang.


"Noona Tiffany saya dapat perintah dari pak Revando untuk segera membantu Noona mengemasi semua barang-barang milik Noona" ujar sekretaris Jang.


"Mengemasi semua barang-barang saya, memang nya ada apa pak" tanya Tiffany yang mulai terlihat cemas.


Lalu sekretaris Jang pun menjawab. "Masalah itu saya juga kurang tau Noona, saya hanya diperintahkan untuk segera membantu Noona untuk mengemasi barang-barang milik Noona" sebenarnya Noona saya diperintahkan untuk menjemput mu berbulan madu" dengan tersenyum-senyum sekretaris Jang menjawab didalam hatinya.


Dengan mata yang mulai sedikit berkaca-kaca Tiffany pun berkata didalam hatinya. "Ya Tuhan apakah Tuan muda Revando benar-benar ingin mengakhiri pernikahan kontrak ini, sepertinya dia benar-benar marah kepada ku dan bagaimana caranya supaya aku bisa melunasi semua hutang ku kepadanya dalam waktu dekat ini" ujar Tiffany dengan penuh kekhawatiran.


"Noona Tiffany, Noona" sekretaris Jang mencoba memanggil Tiffany dengan beberapa kali.


Tiffany yang saat itu benar-benar bingung dan juga panik yang membuat dirinya tidak mendengar kalau sekretaris Jang sedang memangilnya.


"Maaf Noona Tiffany apa kita bisa berkemas sekarang" tanya sekretaris Jang lagi.

__ADS_1


"Hah Iya pak, maaf pak barusan bapak bilang apa, maaf karena saya kurang denger" ujar Tiffany yang mulai tersadar dari lamunannya.


"Apa kita bisa berkemas sekarang Noona" sekretaris Jang mengulangi perkataan kembali.


"Iya pak saya akan segera mengemasi semua barang-barang milik saya" ujar Tiffany yang lalu bergegas mengemasi semua barang-barang nya.


Setelah selesai mengemasi semua barang-barang nya dan dibantu oleh sekretaris Jang sebelum pergi Tiffany tidak lupa untuk berpamitan dulu kepada Mama Tania.


"Permisi Ma maaf mengganggu, Ma Tiffany pamit pulang Tiffany minta maaf jika selama Tiffany tinggal di sini ada yang membuat Mama tidak nyaman" ujar Tiffany sambil mencoba meraih tangannya Mama Tania untuk bersalaman.


Belum sempat bersalaman Mama Tania langsung menarik tangannya dari Tiffany. "Tidak perlu berpamitan kamu bisa langsung pergi" ujar Mama Tania dengan cetus.


Setelah selesai berpamitan dengan Mama Tania, Tiffany pun langsung pergi meninggalkan rumah Mama Tania.


Didalam perjalanan Tiffany terlihat menangis, dirinya tak kuat jika nanti ditanyai oleh sang Mama bahwa dirinya dan Revando berpisah.


Beberapa menit kemudian.


...


"Maaf Noona kita sudah sampai" ujar sekretaris Jang.


Saking banyaknya pikiran Tiffany sampai tidak sadar kalau dirinya sudah tiba di bandara." Maaf pak kenapa bapak mengantar saya ke bandara bukan mengantarkan saya ke rumah orangtua saya" ujar Tiffany yang sangat kebingungan.


Sekretaris Jang yang mendengar ucapan Tiffany barusan langsung tertawa.


"Noona sudah ditunggu oleh pak Revando disana" jawab sekretaris Jang sambil menunjukan arah Revando berada.

__ADS_1


"Hah Tuan muda Revando" Tiffany sangat terkejut melihat Revando yang saat itu sedang berdiri di depan pintu masuk bandara seperti sedang menunggu kedatangannya.


Tiffany pun langsung berlari menghampiri Revando yang saat itu sedang bersiap siap untuk segera berangkat.


"Maaf Tuan muda apa Tuan muda sedang menunggu ku dan apakah benar jika Tuan muda menyuruh pak Jang mengantar ku ke sini" dengan nafas yang masih ngos-ngosan Tiffany bertanya dengan begitu cepat kepada Revando.


"Iya memang benar, saya yang menyuruh sekretaris Jang untuk membawa mu kesini" jawab Revando.


"Saya kira tadi Tuan muda ingin" ujar Tiffany dengan ragu.


"Ingin apa" tanya Revando.


Dengan pelannya Tiffany pun meneruskan kembali ucapan, "Ingin mengembalikan ku kepada orangtuaku" ujarnya sambil menundukkan kepalanya.


Revando yang mendengarnya hanya tersenyum dan langsung memegang halus kepalanya Tiffany.


Dan Revando pun lalu berkata. "Bocah Kecil dengarkan baik-baik"


"Baik Tuan muda dengarkan apa" ujar Tiffany yang masih menundukkan kepalanya.


"Tidak semudah itu untuk kita berdua berpisah" ujar Revando yang lalu langsung bergegas masuk ke dalam bandara.


Bersambung...


Assalamualaikum sobat setia ๐Ÿ’žMendadak Dinikahi CEO Sombong ๐Ÿ’ž Jangan lupa untuk terus dukung karya ini dengan cara Like dan tinggalkan komentar yang positif supaya karya ini menjadi lebih baik lagi ya sobat...


Terimakasih ๐Ÿ™๐Ÿ˜Š

__ADS_1


__ADS_2