Mendadak Dinikahi CEO Sombong

Mendadak Dinikahi CEO Sombong
Teringat


__ADS_3

"KREKKK..."


Bunyi suara pintu terbuka.


Ternyata suara itu berasal dari Tiffany yang sedang membuka pintu rumahnya.



Tiffany Hanatasya


Tiffany yang baru saja melangkahkan kakinya menuju ke teras halaman rumahnya langsung berdoa kepada Tuhan agar dapat diberikan kelancaran dalam proses interview nantinya.


Dan tak lupa pula Tiffany minta doa restu kepada sang Siska.


"Ma Fany berangkat dulu ya, jangan lupa doakan yang terbaik untuk Fany ya Ma" dengan memegang erat kedua tangan sang Mama Tiffany mencoba meminta restu untuk diterima bekerja.


"Fany kamu tidak harus melakukan hal ini Nak, biar Mama saja yang bekerja, kamu harus fokus dengan sekolah mu dulu Nak, jangan buat Mama merasa bersalah terhadap mu Nak" ujar Mama Siska yang masih saja menangis.


"Ma jangan pernah merasa bersalah terhadap Fany, ini sudah menjadi keputusan bulat Fany dan ini juga sudah menjadi kewajiban Fany sebagai seorang anak untuk membantu Mama" ujar Tiffany sambil memeluk erat tubuh sang Mama.


"TUK TUK"


Suara langkah kaki Tiffany.


Tiffany mulai bersiap siap menuju ke supermarket AA, selama diperjalanan menuju ke supermarket AA Tiffany tak henti hentinya berdoa agar dirinya diberi kelancaran dalam proses interview nantinya.


"Ya Allah semoga aku di terima bekerja di supermarket Aa amin" Doa Tiffany selama diperjalanan menuju ke supermarket AA.



Supermarket AA.


Dan Tiffany pun akhirnya tiba di toko supermarket AA setengah jam lebih awal dari waktu yang ditentukan.


Sesampainya Tiffany di supermarket Aa Tiffany langsung menyapa Bu Anik sih pemilik supermarket Aa.


"Selamat pagi Bu" sapa Tiffany kepada Bu Anik.


"Iya pagi "jawab Bu Anik yang sedang merapikan barang-barang pajangannya.


"Bu saya Tiffany, Saya yang menelepon Ibu tadi malam, kemarin malam Ibu menyuruh Saya untuk datang ke toko pagi ini jam 9" jelas Tiffany.


"Oh jadi kamu Nak, yang menelepon Saya tadi malam, tapi sepertinya kamu masih terlalu muda untuk bekerja di sini, berapa usia mu saat ini" tanya Bu Anik.

__ADS_1


"Usia saya saat ini 17thn Bu" jawab Tiffany.


Bu Anik agak sedikit terkejut mendengar usia Tiffany yang baru 17 tahun.


"Astaga berarti kamu saat ini masih duduk di bangku SMA ya Nak" ujar Bu Anik.


"Iya benar Bu, saya masih SMA" jawab Tiffany.


Mendengar Tiffany masih duduk di bangku sekolah Bu Anik langsung menolak Tiffany untuk bekerja di supermarket nya.


"Maaf sekali Nak, sepertinya Ibu tidak bisa menerima mu untuk bekerja di sini, kamu masih terlalu muda untuk bekerja, kamu harus fokus dengan sekolah mu terlebih dulu, lagi pula pekerjaan di sini cukup berat Ibu takut kamu tidak sanggup" ujar Bu Anik.


Walaupun telah di tolak oleh Bu Anik, Tiffany tetap terus berusaha meyakinkan hati Bu Anik.


"Walaupun saya sekarang masih belum tamat sekolah, saya berjanji akan lebih semangat bekerja daripada orang orang yang telah tamat sekolah ,saya butuh sekali pekerjaan ini Bu, saya mohon bantuan Ibu supaya saya bisa diterima bekerja di sini Bu" ujar Tiffany yang terus berusaha menyakinkan hati Bu Anik.


"Bagaimana Ibu bisa menerima mu bekerja di sini, sedang kan kamu sekarang masih bersekolah" ujar Bu Anik.


"Jika saya diterima bekerja di sini itu tidak akan mengganggu sekolah saya Bu, saya bisa bekerja di sini setelah saya pulang sekolah, saya pulang jam 2 siang setelah saya pulang sekolah saya bisa langsung mulai bekerja sampai toko ini tutup Bu" ujar Tiffany dengan penuh harapan.


"Maaf boleh Ibu bertanya" ujar Bu Anik.


"Iya silakan Bu" jawab Tiffany.


Tiffany menjelaskan yang sebenar benarnya kepada Bu Anik, apa alasan sebenarnya Tiffany mau bekerja di usia nya yang masih sangat muda.


"Alasannya Saya ingin membantu Mama Saya melunasi hutang Almarhum Papa Saya Bu" Tiffany menjawab dengan sejujur jujurnya kepada Bu Anik.


"Maaf Nak sebelumnya tapi sejak kapan Papa mu meninggal" tanya Bu Anik lagi kepada Tiffany.


"Baru seminggu yang lalu Bu" jawab Tiffany dengan nada suara yang ingin menangis.


Mendengar cerita Tiffany tadi hati Bu Anik merasa iba dan akhirnya Bu Anik mau menerima Tiffany sebagai pegawai di supermarket nya.


"Ya ampun baru sekali, Fany Ibu tau itu pasti berat untuk mu dan juga Mama mu, baiklah Nak kamu Ibu terima bekerja di sini, mulai besok masuklah bekerja dari jam 4 sore sampai pukul 10 malam ,apa kamu sanggup?? " ujar Bu Anik.


Dengan penuh semangat Tiffany menjawab. "iya Bu saya sangat sanggup"


...



Revando Wijaya

__ADS_1


Kembali ke Revando.


...


Malam itu menunjukkan pukul 20:00 WIB


Hujan malam itu cukup deras Revando yang saat itu sedang berdiri di depan kaca jendela sambil memperhatikan tetesan air hujan, tiba tiba saja dirinya teringat dengan gadis kecil yang ia temui kemarin yaitu Tiffany.


Revando teringat dengan ucapan Tiffany yang memanggil dirinya dengan sebutan Paman.


"Huh gadis kecil itu, apa saya terlihat sungguh tua sehingga ia memanggil ku dengan sebutan Paman" ujar Revando dengan sedikit kesal.


"Zaki" Revando memanggil salah satu nama dari pekerja yang bekerja di rumahnya.


"Iya Tuan muda Revando" jawab Zaki.


"Apa kamu tau, nama dari anak Raul itu" Revando bertanya dengan rasa penasaran nya.


"Oh gadis kecil semalam, kalau tidak salah namanya Tiffany Hanatasya Tuan muda, memang nya ada apa Tuan muda " jawab Zaki.


"Tidak ada apa apa hanya ingin tau saja, apa kamu tau gadis itu bersekolah di mana" tanya Revando lagi.


"Anak itu bersekolah di SMA swasta indata Tuan muda, apa ada lagi yang ingin Tuan muda tanyai" ujar Zaki.


"Tidak ada, hanya itu saja" jawab Revando dengan singkat.


...


Kembali ke Tiffany.


ngiinggg iinggg (tiba-tiba Tiffany menerima dengungan di telinganya)


"Aww" ujar Tiffany sambil memegang kupingnya.


"Ada apa Fany" tanya Mama Siska.


"Tidak ada Ma, hanya saja telinga ku tiba tiba terasa panas, sepertinya saat ini ada seseorang yang sedang membicarakan ku nih Ma, tapi siapa ya Ma orang yang sedang membicarakan ku ini" ujar Tiffany dengan sedikit bingung.


tiba tiba saja Tiffany menjadi penasaran akan siapa orang yang sedang membicarakan nya itu.


Bersambung..


Hai sobat setia "Mendadak Dinikahi CEO Sombong" terimakasih telah mampir ke karya ini mohon bantuannya untuk like dan tinggalkan komentar yang positif untuk membantu karya ini menjadi lebih baik lagi,,

__ADS_1


Terimakasih 🙏🙏


__ADS_2