Mendadak Dinikahi CEO Sombong

Mendadak Dinikahi CEO Sombong
Ryan Aditya


__ADS_3

Setelah menekan klakson mobilnya Revando pun lalu membuka pintu kaca mobilnya.



"Tiffany" sedikit menoleh kearah kaca mobil yang sudah dibuka, Revando pun lalu memanggil Tiffany.


"Hem Iya, ada apa lagi" jawab Tiffany sambil menoleh ke belakang.


"Saya cuma mau bilang, jangan lupa ya dengan hutang Kamu " ujar Revando.


"Iya ya tenang aja pasti Saya bayar kok" jawab Tiffany dengan percaya diri.


...


Dan Tak Lama Kemudian Mama Siska pun keluar.


Bertapa terkejutnya saat Mama Siska melihat Tiffany putri kesayangannya itu turun dari dalam mobilnya Revando, dengan wajah yang sangat cemas Mama Siska pun langsung menghampiri putrinya itu.


...


"Tiffany Kamu nggak kenapa-napa kan Nak, apa tadi terjadi sesuatu dengan mu Nak " tanya Mama Siska.


"Fany nggak kenapa-napa kok Ma, Mama jangan terlalu cemas ya Fany baik baik saja kok Ma" ujar Tiffany sambil tersenyum kepada Mama Siska.


**Tiittt Tiittt ...


Suara klakson dari dalam mobilnya Revando**.


"Saya permisi dulu ya Bu" ujar Revando yang lalu pergi meninggalkan rumah Tiffany.


...


"Fany jawab Mama dengan jujur Nak, sebenarnya Kamu tadi di ajak ke mana sama sih Boss Rentenir itu Nak " tanya Mama Siska lagi.


"Tadi Fany di ajak Revando pergi ke rumah Orangtuanya Ma " jawab Tiffany sambil berjalan masuk kedalam rumahnya.


"Revando ?? siapa itu Nak" tanya Mama Siska dengan bingung.


"Revando Itu adalah nama dari sih Boss Rentenir itu loh Ma" ujar Tiffany sambil tersenyum.


"Ngapain Kamu di ajak Dia ke sana Nak??" tanya Mama Siska lagi.


"Enggak tau juga sih Ma, tadi Tiffany cuma disuruh nyapa Mama nya doang terus pulang, udah itu aja Ma" Tiffany menjelaskan semuanya kepada Mama Siska tentang apa yang terjadi tadi.


"Tapi Kamu nggak di apa apain kan Nak sama sih pria itu" tanya Mama Siska lagi.

__ADS_1


"Nggak lah Ma, contoh nya aja sekarang Tiffany baik baik aja kan Ma " jawab Tiffany.


...


Kembali ke Revando.



Hotel Horizon.


Telepon Revando terus berbunyi, Tasya tak henti hentinya menghubungi Revando, hal itu membuat Revando menjadi tidak nyaman dan akhirnya Revando memutuskan untuk mematikan handphone nya saja.


Karena sudah hampir 5 kali panggilannya tidak di angkat oleh Revando akhirnya Tasya memutuskan untuk berhenti sejenak menghubungi Revando, Tasya dan Mama Tania yang saat ini sedang bersama tampak bingung harus menghubungi Revando dengan cara apa.


"Tante sudah hampir 5 kali Tasya menghubungi Revan tapi kenapa nggak di angkat angkat juga ya" ujar Tasya dengan wajah kecewanya.


"Apa mungkin Revan masih marah ya Tan sama Tasya" ujar Tasya lagi.


"Sabar Tasya, mana mungkin Revan masih marah sama kamu, mungkin sekarang Dia masih sibuk, sebentar lagi aja kita coba untuk menghubungi Revan kembali" ujar Mama Tania.


15 Menit Kemudian...


"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berapa di luar jangkauan cobalah beberapa saat lagi" suara dalam handphone.


Rupanya Tasya mencoba menghubungi Revando kembali tapi sayangnya Revando telah mematikan handphone nya.


" Tasya sayang kamu harus berpikir positif, mungkin Revan saat ini sedang sibuk, kamu tau sendiri kan kalau Revan itu sangat mencintai pekerjaannya" ujar Mama Tania yang mencoba menghibur Tasya.


"Sudah dong Tasya jangan sedih lagi, kan masih ada Tante, kalau kamu sedih Tante jadi ikutan sedih juga lihatnya sayang" ujar Mama Tania lagi.


"Emangnya sibuk banget ya Tante Revan sekarang, nggak apa apa sih Tan kalau Revan nya emang sibuk dengan kerja'an kantornya Tasya bisa mengerti kok Tante, tapi yang membuat Tasya takut adalah Revan bukannya sibuk dengan pekerjaannya melainkan malah sibuk dengan cewek lain " ujar Tasya dengan cemas.


"Nggak mungkin Revan sibuk dengan wanita lain, cuma kamu wanita satu satunya di hati nya Revan sayang " ujar Mama Tania.


"Tante yakin kan, tapi Tante tadi siang Tasya kan nelpon Revan terus Tasya nggak sengaja mendengar seperti ada suara cewek gitu Tan disampingnya Revan, makanya Tante Tasya tuh jadi panik banget sekarang" dengan begitu panik Tasya mencoba menjelaskan semuanya kepada Mama Tania.


"Mungkin Kamu salah dengar sayang, sudah dong mukanya jangan sedih gitu nanti terlihat jelek loh" ujar Mama Tania.


"Tante nih emang paling bisa aja untuk membuat Tasya tertawa kembali" ujar Tasya.


...


Kembali lagi ke Tiffany.


__ADS_1


Di Supermarket Aa.


"Ini adalah hari pertama ku bekerja di sini, jadi Aku nggak boleh malas-malasan Aku harus semangat, Azza azza Hwaiting" ujar Tiffany dengan penuh semangat.


Ketika Tiffany sedang sibuk mengumpulkan semangat nya, tiba tiba ada seorang pria tampan yang berdiri tepat di sampingnya, dengan ekspresi wajah yang ramah pria itu memandang Tiffany.


"Bu siapa gadis ini" tanya Ryan Raditya anak sih pemilik toko.



Ryan Raditya


Ryan Raditya adalah anak tunggal dari sih pemilik toko supermarket Aa, usianya 21thn dan Ryan merupakan seorang mahasiswa yang sangat berprestasi di kampusnya, Dan yang lebih hebatnya lagi Ryan berhasil menempuh pendidikan tingginya di universitas ternama di Jakarta dengan beasiswa pintar.


...


"Oh ini Nak, namanya Tiffany, mulai hari ini Dia yang akan membantu kita untuk menjaga toko ini " jawab Bu Anik.


"Wajah mu terlihat muda sekali, berapa usia mu sekarang" tanya Ryan kepada Tiffany.


"Usia Saya sekarang 17 tahun" jawab Tiffany dengan jujur.


"Berarti Kamu saat ini masih duduk di bangku SMA ya "tanya Ryan lagi.


"Iya kak, Saya saat ini masih kelas 2 SMA" jawab Tiffany.


"Astaga,, Ibu kamu mempekerjakan anak yang masih di bawah umur " ujar Ryan dengan kaget.


"Umur bukanlah masalah, lagipula Nak waktu Tiffany bekerja di sini, itu tidak mengganggu jam sekolah nya, benarkan Tiffany " ujar Ibu Anik.


"Iya Bu benar, walaupun usia ku saat ini masih kecil tapi semangat ku untuk bekerja di sini sungguh tinggi sekali, jadi kakak tidak perlu khawatir" ujar Tiffany dengan penuh semangat.


"Saya suka semangatmu adik kecil " ujar Ryan sambil mengelus rambut Tiffany.


"Fany Ibu pulang dulu ya, nanti biar Ryan yang akan mengajari mu semuanya tentang toko ini " ujar Bu Anik yang akan segera pulang.


"Baik Bu, hati hati di jalan nya" ujar Tiffany sambil mengitari Bu Anik pulang.


"Ibu apa perlu Ryan antar " ujar Ryan.


"Tidak usah Nak, kamu cukup ajari saja Tiffany tentang toko ini, lagi pula naik greb mobil itu lebih menyenangkan dari pada harus naik motor bersamamu " ujar Bu Anik dengan bercanda.


"Okey okey Bu baiklah, hati hati ya pulang nya, jangan sampai tersesat" ujar Ryan dengan tertawa.


Bersambung..

__ADS_1


Sobat setia "Mendadak Dinikahi CEO Sombong" Jangan lupa Like ya sobat karena dukungan dari kalian semua sangat berarti untuk karya ini.


Terima kasih..


__ADS_2