
"Tunggu dulu kenapa ?? " jawab Tiffany dengan bingung.
"Kamu tidak mungkin berpakaian seperti ini kan untuk datang ke acara malam nanti " ujar Revando sambil menatap Tiffany dari ujung kaki sampai ujung kepalanya.
"Suka suka saya dong mau berpakaian seperti apa, untuk datang ke acara malam nanti, Oh ya kenapa jadi kamu yang sibuk ??" jawab Tiffany dengan begitu nyolot.
"Sepertinya ini akan membutuhkan waktu lama sekali untuk Saya dandan nin wanita seperti kamu ini" ujar Revando menyindir Tiffany.
...
"Fany kamu sedang ngomong sama siapa Nak" tanya mama Siska sambil berjalan ke arah Tiffany.
Terkejutnya mama Siska saat melihat Revando Sadang berdiri tepat di hadapan putrinya Tiffany.
"Oh kamu Nak !! ada apa kamu kemari Nak bukannya kamu sudah memberi kami waktu 3 bulan lagi untuk melunasi hutang kami Nak" ujar mama Siska dengan nada suara yang sedikit bergetar akibat ketakutan melihat Revando yang tiba-tiba muncul datang ke rumahnya.
"Saya datang kemari bukan untuk itu Bu, saya datang kemari karena saya ada urusan sama putri Ibu yaitu Tiffany " jelas Revando.
"Urusan apa Nak??" tanya mama Siska kepada Revando.
"Urusan apa Fany, kenapa kamu tidak memberi tau mama Nak " tanya mama Siska kepada Tiffany.
"Bukannya begitu ma, waktu di kamar barusan Tiffany baru saja mau memberi tau mama, ehh tapi keburu orang ini datang " jelas Tiffany yang masih berdiri didepan pintu rumahnya.
"Ibu tidak usah khawatir saya tidak akan menyakiti Tiffany, atau berbuat yang tidak baik terhadap Putri Ibu Tiffany, Oh ya Bu lagi pula di mobil saya sudah terpasang cctv Bu, jadi tidak mungkin untuk Saya menyakiti nya, jika nanti saya ngapa ngapain Tiffany saya siap kok jika Ibu mau laporin saya ke polisi " ujar Revando yang mencoba meyakinkan mama Siska.
"Baguslah kalau begitu, jadi saya tidak perlu khawatir lagi " jawab Tiffany.
"Maaf Bu apa boleh saya pergi dengan Tiffany sekarang " tanya Revando.
"ehh " mama Siska tampak begitu berat dan juga bingung sekali untuk memberi izin kepada Revando untuk mengajak putrinya Tiffany pergi.
"Ma udah mama tidak perlu khawatir Tiffany bisa jaga diri Tiffany kok Ma, Fany pamit ya Ma, oh ya Ma nanti selama perjalanan Fany pergi bersama Revando Fany janji bakal video call terus mama sampai Tiffany sampai kembali lagi ke rumah " ujar Tiffany.
"Tapi Fany, ya sudah hati hati Nak " ujar mama Siska yang terpaksa mengizinkan Tiffany pergi bersama Revando.
"Nak ibu titip Tiffany ya ke kamu tolong jaga Tiffany dengan baik, anggap dia seperti adik kamu sendiri, Ibu mohon jangan sakiti dia, tapi Ibu percaya kok sama kamu Nak, Ibu yakin kalau kamu orang yang baik " ujar mama Siska kepada Revando.
"Baik Bu, saya janji akan mengantar Tiffany pulang dalam keadaan baik dan saya juga berjanji tidak akan menyakiti Tiffany, kalau begitu saya dan Tiffany permisi dulu ya Bu, assalamualaikum " ujar Revando.
"Waalaikumsalam, iya Nak hati hati di jalan" jawab mama Siska.
__ADS_1
Revando dan Tiffany pergi meninggalkan rumah Tiffany.
...
"Paman sebenarnya kamu mau ajak saya ke mana sih " tanya Tiffany.
Revando hanya diam tidak menjawab pertanyaan Tiffany dan terus melanjutkan mengemudinya.
"Dasar pria aneh saya sumpahin semoga kamu tuli benaran " ujar Tiffany dengan begitu kesalnya.
Jelang beberapa menit kemudian Revando tiba tiba saja memberhentikan mobil yang ia kendarai bersama Tiffany dan dengan mendadaknya pula kepala Tiffany langsung kejedot ke kaca mobil Revando.
"Aww sakit, kamu ini bisa menyetir nggak sih " ujar Tiffany dengan marah sambil memegang kepalanya yang dengan penuh kesakitan.
"Untung aja kepala saya nggak apa apa, coba gimana tadi kalau seandainya kepala saya sampai gegar otak , mau kamu tanggung jawab" ujar Tiffany lagi.
"Sudah diam cerewet banget sih,, Ayo cepat turun " ujar Revando.
"Ini anak cerewet banget sih, dari tadi nanya terus, mana dari tadi dia memanggil saya dengan sebutan paman terus, buat saya kesel aja " ujar Revando di dalam hati nya.
"Mall?? Ngapain dia bawak saya ke mall " ujar Tiffany di dalam hatinya sambil menatap ke arah mall.
"Kamu tuli ya, di bilangin mala diam aja " ujar Revando.
"Apa apaan sih pakai ngatain saya tuli segala" jawab Tiffany.
"Kalau kamu nggak tuli ngapain sekarang kamu masih duduk aja di dalam mobil, sudah dari tadi loh saya suruh kamu turun " ujar Revando sambil membuka pintu mobil di samping tempat duduk Tiffany.
"Apa apaan sih nggak usah pakai marah-marah bisa nggak!! Iya ya liat nih saya turun " jawab Tiffany sambil melangkah kan kaki nya turun dari dalam mobil nya Revando.
Tiffany dan Revando lalu masuk ke dalam Mall.
"Ya Tuhan ini baju apa baju sih harganya sampai puluhan juta gini, gila satu baju di sini cukup biaya hidup saya sama mama selama 3 bulan kedepan " ujar Tiffany dengan terkejut.
"Selamat sore pak Revan, sudah lama sekali bapak tidak berkunjung ke toko ini, oh ya pak sama siapa bapak ke sini sama mbak Tasya ya" ujar pelayan toko.
"BUKAN !! (jawab Revando sedikit marah) Saya datang ke sini tidak bersama Tasya " jawab Revando lagi.
__ADS_1
"Maaf Pak kalau perkataan saya tadi sedikit berlebihan, oh ya pak ada yang bisa saya bantu" ujar pelayan toko.
"Sudah tidak perlu minta maaf,, oh ya tolong kamu bantu gadis itu mencari gaun pesta yang cocok untuk dirinya " ujar Revando sambil menunjuk ke arah Tiffany.
"Baik Pak " ujar pelayan toko yang langsung pergi menghampiri Tiffany.
Beberapa menit kemudian..
Hampir 30 menit Tiffany mencoba beberapa gaun yang cocok untuk dirinya dan di bantu oleh beberapa karyawan toko tersebut.
Tiffany dengan gaun mewahnya.
"Bagaimana dengan gaun yang ini pak " tanya pelayan toko kepada Revando.
Revando sangat terkejut melihat Tiffany tampak begitu cantik mengenakan gaun tersebut, mata Revando tak berkedip sedikit pun menatap Tiffany, kecantikan Tiffany tampak seperti ratu dari kayangan.
"Ya ampun nona kecil itu terlihat sungguh cantik sekali menggunakan gaun tersebut " puji semua karyawan toko tersebut untuk Tiffany.
"Bagaimana menurut bapak cantik bukan " ujar karyawan toko.
Revando masih saja terdiam pandangan matanya masih terus tertuju ke arah Tiffany, Revando sampai tak mendengar pertanyaan dari karyawan toko tersebut karena Revando masih begitu terpesona melihat Tiffany yang begitu cantik.
"Pak Revan, Bapak Revando " karyawan toko tersebut mencoba memanggil Revando dengan berulang kali.
"Dia terlihat sama saja " ujar Revando dengan sedikit gugup.
"Hah dasar pria sombong " ujar Tiffany.
Setelah mencoba begitu banyak pakaian dan pada akhirnya baju pertama yang di coba oleh Tiffany tadi lah yang di pilih oleh Revando.
...
"Dasar pria gila kenapa aku harus mencoba begitu banyak pakaian dan pada akhirnya pakaian pertama lah yang di pilih oleh nya, hah pria itu benar benar membuat ku gila " ujar Tiffany.
Bersambung...
Hai sobat setia 💞Mendadak Dinikahi CEO Sombong💞 Jangan lupa terus dukung karya ini dengan cara memberi Like dan juga tinggalkan komentar yang positif supaya karya ini menjadi lebih baik ya sobat..
Terima kasih 🙏😊
__ADS_1