Mendadak Dinikahi CEO Sombong

Mendadak Dinikahi CEO Sombong
Melarikan Diri


__ADS_3


SMA Indata tempat Tiffany bersekolah.


Hingga akhirnya Tiffany pun tiba di sekolah, Tiffany yang sedang duduk termenung didalam kelasnya tiba tiba saja terkejut.


"DORRR" sambil menepuk punggung Tiffany, Luna mencoba mengagetkan Tiffany dari belakang.


"Fany kamu malam tadi nonton drama true beauty nya sudah sampai episode berapa ??" tanya Luna dengan begitu antusias.


"Malam tadi aku cuma nonton 1episode aja Lun soalnya pr dari Bu Risa banyak banget sih, jadi nggak ada waktu lagi buat nonton drama true beauty nya" jawab Tiffany.


"Fany Emang nya kita ada tugas ya dari Bu Risa ??" tanya Luna dengan bingung.


"Iya Lun masa kamu enggak ingat sih, tugas matematika yang halaman 53 ini" sambil menunjukkan buku matematika ke arah Luna.


"Astaga mati aku fan, mana pelajar nya pertama sudah nggak ada waktu lagi nih fan untuk buat pr nya, fany aku harus bagaimana nih" ujar luna dengan panik dan cemas


"Ehm Aku juga bingung nih Lun, oh gini aja Lun biar Aku yang diktein dan kamu yang nulis nya biar cepat" ujar Tiffany.


TONGG TONGGG (Bunyi Bel Sekolah)


"Astaga sudah jam masuk, ya sudahlah pasrah aja" ujar Luna dengan pasrah.


"TUK TUKKK" suara langkah kaki Bu Risa menuju masuk ke dalam kelas.


"Bersedia beri salam kepada Bu Risa" ujar Ferrel selaku ketua kelas.


"Selamat pagi Bu" ujar seluruh siswa siswi di dalam kelas.


"Iya selamat pagi juga semuanya" jawab Bu Risa sambil tersenyum.


"Oh ya tugas yang Ibu berikan kemarin sudah kalian selesaikan semua kan atau masih ada yang belum di kerjakan" tanya Bu Risa.


"Sudah Bu" jawab seluruh siswa-siswi di kelas.


"Astaga mampus deh gue" ujar Luna sambil menutupi wajahnya.


"Ferrel tolong kumpulkan semua tugas teman teman kamu ke Ibu" ujar Bu Risa.


"Baik Bu" jawab Ferrel yang mulai beranjak dari tempat duduknya.


Ferrel menghampiri meja teman di kelas nya satu persatu dan semua siswa & siswi itu pun langsung mengumpulkan tugasnya satu persatu ke Ferrel, dan akhirnya tiba lah Ferrel di meja Luna.

__ADS_1


"Luna sini mana tugas kamu" ujar Ferrel.


Luna hanya diam.


"Kamu mau kumpul atau nggak sih Lun" tanya Ferrel lagi.


"Emh begini Ferrel sebenarnya Aku" ujar Luna dengan suara yang gugup.


"Sebenarnya kamu nggak buat kan tugas dari Bu Risa" jawab Ferrel dengan spontan.


"Sebenarnya bukan nggak buat hanya saja Aku lupa mengerjakan nya" ujar Luna.


"Owh saya nggak nanya" jawab Ferrel ke Luna.


"Bu Risa" Ferrel yang masih berdiri di depan meja nya Luna memanggil Bu Risa.


"Ada apa Ferrel" jawab Bu Risa.


"Luna nggak kumpulkan tugas karena Dia nggak buat Bu" ujar Ferrel.


Luna langsung terkejut mendengar ucapan Ferrel yang mengadu ke Bu Risa tadi dan dengan spontan juga Luna langsung ngomong ke Ferrel "dasar cowok carmuk (cari muka)"


"Apakah betul Luna kamu nggak kerjakan tugas yang Ibu berikan kemarin" tanya Bu Risa.


"Jawab Luna iya atau tidak" tanya Bu Risa lagi.


"Iya Bu maaf Luna lupa" jawab Luna sambil menundukkan kepalanya.


"Alasan kamu bisa lupa itu kenapa" tanya Bu Risa lagi.


"Paling gara gara nonton drakor Bu" ujar Rio.



Rio Anggara


Rio Anggara adalah teman terbaik Ferrel, Rio merupakan anak yang paling populer di sekolah nya, Rio memiliki wajah yang sangat tampan selain tampan Rio juga termasuk murid yang cerdas Rio adalah peringkat ke 2 di kelas nya dan Rio juga merupakan ketua team Basket di sekolah nya.


Mendengar perkataan Rio spontan seluruh Siswa Siswi di kelas tertawa "Hahaaa"


"Apa apaan sih kamu Rio nggak usah nyambung nyambung kayak kabel telepon rusak aja" ujar Luna sambil menoleh ke arah Rio.


"Sudah sudah diam semua nya" ujar Bu Risa yang mencoba menghentikan tertawa semua murid di kelasnya.

__ADS_1


"Luna karena kamu nggak kerjakan tugas yang ibu berikan kepada kamu jadi kamu akan ibu hukum ,hukuman nya kamu harus berdiri di luar kelas sampai pelajaran ibu selesai " ujar Bu Risa kepada Luna.


"Iya baik Bu" jawab Luna dengan menundukkan kepalanya.


Luna pun langsung melaksanakan hukuman yang di beri Bu Risa kepada nya, Luna berdiri tegak tepat di depan jendela kelas, pandangan mata Tiffany pun terus mengarah ke arah jendela tersebut ,wajah Tiffany terlihat sekali tampak sedang mencemaskan Luna, dan Luna yang tak sengaja menoleh ke arah belakang langsung melihat Tiffany dan Luna pun berkata "Chinggu aku tidak apa apa" ujar Luna sambil tertawa.


TONGG TONGGG (Bunyi Bel Sekolah)


Tak terasa Jam sudah menuju kan pukul 15:00 wib siang waktu nya untuk jam sekolah pulang , Revando sudah menunggu Tiffany di depan pintu gerbang sekolah nya, dirinya dengan sengaja menjemput Tiffany pulang sekolah karena ingin langsung mengajak Tiffany fiting baju hari ini bersamanya, Revando berdiri tepat di depan pintu gerbang sekolah Tiffany, Tiffany yang melihat Revando sedang menunggu dirinya di depan pintu gerbang sekolah langsung merasa panik, Tiffany terus memikirkan cara supaya bisa lolos dari Revando, ketika Tiffany tampak begitu bingung memikirkan cara untuk bisa lolos dari Revando tiba tiba tak sengaja ia bertemu dengan Rio, Rio yang saat itu mengenakan pakaian basket dan juga jaket bertopi tampak sedang berjalan menuju ke arah lapangan basket.


Lalu Tiffany pun langsung menghampiri Rio, Rio yang saat itu sedang bersiap siap untuk berlatih bermain basket, sedikit terkejut melihat Tiffany yang tiba tiba menghampiri nya.


"Ada apa Fany " tanya Rio dengan rama.


"Rio Aku boleh pinjam jaket kamu nggak " ujar Tiffany dengan wajah sedikit malu malu.


"Boleh Fany, tapi tumben banget Fan kamu tiba tiba pinjam jaket ke Aku" ujar Rio.


"Haha soalnya cuaca hari ini panas banget Rio, kalau begitu Aku pinjam dulu ya jaket kamu besok pagi Aku kembalikan ya" ujar Tiffany.


"Iya Fan santai aja" jawab Rio sambil tersenyum.


Tanpa di sadari ternyata semua Siswi yang sedang berada di sekeliling lapangan basket memperhatikan gerak gerik Tiffany yang sedang meminjam jaket ke Rio.


"Apa yang sedang wanita itu lakukan di sana, kelihatannya wanita itu dengan sengaja mencoba menggoda & merayu Rio" ujar siswi tersebut dengan geram.


"OMG Hello !! Mengapa Rio memberikan jaket nya kepada wanita itu " ujar siswi tersebut dengan begitu marah.


Dan Tiffany pun pergi meninggalkan lapangan basket tersebut, Tiffany tampak bersiap siap melangkahkan kakinya menuju ke arah pintu gerbang sekolah, di mana tempat tersebut adalah tepat nya Revando berdiri sedang menunggu dirinya.


Tiffany mencoba menutupi wajahnya dengan jaket topi yang ia pinjam dengan Rio tadi, Tiffany berjalan menuju ke pintu gerbang dengan langkah kaki Tiffany yang begitu gugup, Revando yang melihat langkah kaki tersebut langsung menyadarinya bahwa itu adalah Tiffany, akan tetapi Revando mala berpura pura seakan akan tak melihat Tiffany, Tiffany yang merasa lega dan bahagia dirinya menyangka bahwa Revando tidak mengenali penyamaran dirinya , dan Tiffany pun terus melanjutkan perjalanan nya dan tak lama kemudian langkah kaki Tiffany tiba tiba berhenti.


"Kenapa ransel ku tiba tiba berat sekali, seperti ada seseorang yang sengaja menarik nya" ujar Tiffany dengan bingung.


Tiffany pun perlahan lahan menoleh kan kepala nya ke belakang, ketika Tiffany menoleh ke arah belakang tiba tiba Tiffany langsung berteriak.


"Ahhhhh" Teriak Tiffany yang terkejut melihat Revando berdiri tepat di belakang nya.


"Kenapa kamu bisa di sini" tanya Tiffany dengan begitu cemas.


Bersambung..


Hai sobat setia πŸ’ž Mendadak Dinikahi CEO SombongπŸ’ž Jangan lupa untuk terus dukung karya ini dengan cara Like dan tinggalkan pesan yang positif untuk terus mendukung karya ini menjadi lebih baik lagi ya sobat..

__ADS_1


Terimakasih πŸ™πŸ˜Š


__ADS_2