Mendadak Dinikahi CEO Sombong

Mendadak Dinikahi CEO Sombong
Hari pertama di rumah Revando


__ADS_3

Beberapa menit pun berlalu akhirnya mereka berdua telah tiba di kediaman rumah pribadi milik Revando.



Rumah Revando.


"Woww" Tiffany sangat terkagum-kagum melihat rumah mewah milik Revando.


"Rumah miliknya Revando tidak kalah bagusnya dengan rumah orangtuanya, Ya Tuhan rumah mereka sungguh berbeda jauh dengan rumah ku" ujar Tiffany didalam hati nya.


Baru saja turun dari dalam mobilnya Revando dan Tiffany langsung disambut dengan begitu baik oleh pak Pram selaku kepercayaan pengurus rumah milik Revando.


"Selamat datang Tuan muda Revando dan juga nona Tiffany, kamar peristirahatan untuk kalian berdua sudah kami persiapkan, jika masih ada yang kurang Tuan dan Noona, bisa langsung memberitahu kami, dan kami akan dengan senang hati memperbaiki nya, terimakasih" ujar pak Pram selaku pengurus rumah milik Revando.


"Saya rasa ini sudah cukup bagus Pak Pram, terima kasih banyak Pak Pram, karena Pak Pram telah bekerja cukup keras untuk mempersiapkan ini semua untuk saya dan juga beserta untuk istri saya Tiffany" ujar Revando dengan ramah.


"Tuan muda Revando terlalu memuji, ini semua memang sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai pengurus rumah Tuan, Saya sangat merasa senang karena Tuan muda menyukai nya, kalau begitu Saya permisi dulu Tuan dan Noona" ujar Pak Pram.


"Iya Pak Pram sekali lagi saya ucapkan terima kasih" jawab Revando dengan tersenyum ramah.


Revando pun mulai melangkah kakinya untuk segera masuk ke dalam kamar yang telah disiapkan oleh Pak Pram.


"Kamu ngapain masih berdiri di sana, ayok ke sini masuk, emangnya kamu nggak capek apa" ujar Revando yang menyuruh Tiffany untuk segera masuk ke dalam kamarnya.


"Tiii... Tidak" ujar Tiffany dengan gugup.


"Owh ya sudah jika kamu nggak mau masuk, berdiri aja terus kamu disitu sampai besok pagi juga nggak apa-apa" ujar Revando sedikit kesal.


"Tuan muda Revando Bukankah rumah ini begitu besar, apakah sudah tidak ada ruangan lain lagi untuk diriku beristirahat, rasanya sangat tidak nyaman jika kita harus beristirahat di ruangan yang sama" ujar Tiffany yang masih berdiri didepan pintu kamarnya.


"Huh" ujar Revando sambil menunjukkan senyuman iblis nya ke arah Tiffany.


"Apa yang membuatmu merasa tidak nyaman, apa karena wajahku yang begitu menawan, sehingga membuat diri mu terasa tidak nyaman" jawab Revando dari dalam kamarnya.


"Kemarilah sayang, Saya berjanji malam ini akan membuat dirimu merasa sangat nyaman" ungkap Revando dengan menggoda.


"Apa apaan pria ini, pasti dipikiran nya saat ini adalah" ujar Tiffany didalam hatinya yang mulai berpikiran negatif terhadap Revando.


"TIIIDAKKK..." Teriak Tiffany. "Hal itu tidak akan pernah terjadi" dengan tegas Tiffany menyampaikan nya ke Revando.


"Mengapa kamu harus berteriak, kamu kira saya tuli apa, pasti dipikiran bodoh mu saat ini sedang memikirkan hal hal yang aneh, Dasar gadis kecil yang bodoh" ujar Revando sambil tertawa terbahak-bahak.


"Ayok cepatlah masuk, semua orang di rumah ini sedang memperhatikan kita" ujar Revando.


"Buanglah jauh-jauh pemikiran bodoh mu itu" ujar Revando lagi.


Tiffany pun mulai melihat ke arah sekeliling nya."Ternyata Dia memang benar, kalau saat ini semua orang sedang memperhatikan kami, Yaa Tuhan apa yang harus saya lakukan, saya benar benar takut" ungkap Tiffany didalam hatinya.


Sambil melangkah kakinya dengan perlahan Tiffany pun berkata."Bismillah Ya Allah semoga aja dia nggak ngapa-ngapain saya Amin ya rabbal Al-Amin" Doa Tiffany didalam hatinya.

__ADS_1


Dan Tiffany pun akhirnya masuk kedalam kamar peristirahatan mereka.


...


"Tiffany" Revando memanggil Tiffany yang saat itu sedang berdiri di depan jendela kamarnya.


"Iya" sambil menoleh ke arah Revando, Tiffany menjawab dengan nada suara gemetaran.


"Kemarilah " ujar Revando lagi.


"Nggak mau ah, saya lebih suka berdiri sini" jawab Tiffany dengan cepat.


"Harus berapa kali saya katakan kepada kamu, tolong Buang jauh-jauh pemikiran kotor mu itu terhadap saya" bentak Revando yang saat itu sedang duduk di sofa kamarnya.


"Kemarilah ada yang mau saya bicarakan sama kamu" ujar Revando.


"Baiklah, emangnya Tuan muda mau bicara tentang apa" tanya Tiffany sambil perlahan lahan mendekati Revando.


"Untuk malam ini terpaksa kita berdua harus tidur satu ruangan dulu, besok pagi baru kita pikirkan lagi saya tidur dimana dan kamu tidur dimana" ujar Revando.


"Dan untuk masalah pernikahan kita, saya sudah membuat kontrak perjanjian tentang pernikahan ini, disitu tertulis jika kamu bisa melunasi semua hutang Almarhum ayah kamu ke saya, kamu baru bisa lepas dari pernikahan kontrak ini" jelas Revando sambil menunjuk sebuah kertas kepada Tiffany.


"Saya tidak akan memberi batasan waktu untuk kamu melunasi semua hutang Almarhum ayah kamu ke saya, dan juga saya tidak akan melarang kamu jika kamu masih ingin bersekolah, dan satu hal penting lagi yang harus kamu ketahui, untuk semua keperluan atau kepentingan sekolah contohnya seperti biaya pembayaran SPP dan buku buku sekolah biar saya yang tanggung, anggap saja saya sedang bersedekah kepada orang yang membutuhkan" jelas Revando lagi.


"Jadi maksud Tuan muda adalah pernikahan ini hanya sebatas kontrak, pernikahan ini hanya sebatas pernikahan di atas kertas" ujar Tiffany dengan bingung.


"Tepat sekali pernikahan ini hanya sebatas perjanjian di atas kertas, sepertinya kamu kecewa mendengarnya" ujar Revando.


"Perkataan di hati dan di mulut kamu terlihat jelas sangat berbeda" ujar Revando yang mencoba mengolok-olok Tiffany.


"Oh ya Tiffany, Apa yang sudah saya bicarakan barusan ke kamu saya rasa itu cukup jelas, jika masih ada yang mau kamu bicarakan ke saya, kamu bisa tulis langsung di surat kontrak perjanjian pernikahan kita, saya rasa itu sudah cukup jelas, kalau begitu saya mau mandi dulu atau jika kamu mau kamu juga boleh ikut temani saya mandi" ungkap Revando lagi yang mulai beranjak dari tempat duduknya.


Setelah menggoda Tiffany, Revando pun langsung menuju masuk ke dalam kamar mandinya.


...


"Revando kamu benar benar pria yang kurang ajar, dari tadi ucapannya selalu mempermainkan aku" ujar Tiffany dengan kesal.


...


Hampir satu jam pun berlalu, akan tetapi Revando masih belum keluar juga dari dalam kamar mandi.


"Sudah hampir satu jam ia didalam kamar mandi tapi kenapa ia masih belum keluar juga, Sebenarnya apa yang dia lakukan di dalam sana" ujar Tiffany yang perlahan-lahan mendekati pintu kamar mandinya.


Dan tak lama kemudian Revando pun keluar dari dalam kamar mandinya sambil mengelap rambut basah nya dengan handuk kecil Revando berjalan keluar dari dalam kamar mandi.


Bertapa terkejut nya Tiffany saat melihat Revando yang tiba-tiba keluar dari dalam kamar mandinya, "Ya Tuhan ini manusia atau malaikat, mengapa ia terlihat begitu tampan" ujar Tiffany yang sangat terpesona melihat ketampanan Revando dari dalam lubuk hatinya.


"Tiffany..." Revando memanggil Tiffany sambil melambaikan tangannya ke arah mata Tiffany.

__ADS_1


Saking terpesona nya Tiffany melihat ketampanan Revando sampai sampai membuat dirinya tak mendengar jika Revando sedang memanggil namanya.


"Hey Tiffany" ujar Revando lagi sambil menepuk pundaknya Tiffany.


"Hah Iya" jawab Tiffany dengan terkejut.


"Udah hampir 💯 kali saya manggil kamu, kamu kenapa" ujar Revando.


"Ah masa sih, perasaan dari tadi saya nggak denger apa-apa tu" jawab Tiffany yang sedang mencoba menahan gugupnya.


"Saya udah selesai mandinya, silahkan kalau kamu mau mandi juga" ujar Revando.


"Sepertinya.. hari ini saya nggak mau mandi deh (haha)" Tiffany menjawab dengan nada suara yang gugup.


Dengan tatapan matanya yang sinis Revando pun bertanya"Emangnya kamu nggak merasa gerah apa, apalagi hari ini hampir seharian kita mengenakan pakaian pengantin dan itu rasanya benar benar gerah sekali, saran saya kamu mandi deh, soalnya saya nggak mau ya tidur bareng orang yang bau keringat seperti kamu ini" ujar Revando.


"Kenapa kamu masih berdiam diri di sini, buruan sana pergi mandi sekarang juga" ujar Revando sambil mendorong Tiffany masuk ke dalam kamar mandinya.


"Aduh bagaimana ini rasanya begitu canggung jika harus mandi di kamar mandi yang lokasinya dekat sama dengan dia, bagaimana jika nanti dia mengintip ku sedang mandi, oh ya tuhan aku harus bagaimana sekarang, oh ya aku punya ide" ujar Tiffany didalam hati nya.


"Oh ya maaf Tuan muda saya mau tanya, selain kamar mandi ini di mana lagi ya Kamar mandi lainnya" tanya Tiffany.


"Selain dikamar ini, tidak ada lagi kamar mandi di rumah ini" ujar Revando yang dengan sengaja membohongi Tiffany.


"APAAA.." begitu kaget Tiffany saat mendengarnya.


"Memangnya ada apa sayang, kan bagus jika kamar mandinya cuma ada di kamar ini, supaya kita berdua bisa" ujar Revando sambil berbisik ke telinganya Tiffany.


"Supaya kita bisa apa Hah, dasar cowok mesum" jawab Tiffany dengan marah.


"Hahaha" lagi-lagi Revando pun tertawa dengan terbahak-bahak.


"Selain di kamar ini, masih ada 10 kamar mandi lagi di rumah ini, di lantai bawah ada 6 dan di lantai atas 4" jelas Revando.


Mendengar masih begitu banyak kamar mandi di luar kamar Tiffany merasa sangat Lega Dan seketika pula Tiffany menjadi malu.


"Oh ya Tiffany satu hal yang harus kamu tahu, Perempuan Cantik seperti Tasya Jessica aja saya nggak tertarik apalagi perempuan seperti kamu" ujar Revando.


"Kamu pikir saya tertarik gitu sama kamu, yah nggak mungkinlah, asal kamu tahu ya di luaran sana masih banyak banget cowok yang lebih keren dari pada kamu" balas Tiffany dengan begitu marah.


Tiffany pun langsung pergi meninggalkan Revando.


"Kenapa dia jadi marah, apa yang saya ucapkan tadi benar bukan, Dasar perempuan aneh" ujar Revando.


Setelah selesai mandi Tiffany kembali ke kamar peristirahatan mereka.


Dan Malam Pertama pun tiba...


Bersambung..

__ADS_1


Assalamualaikum sobat setia Mendadak Dinikahi CEO Sombong Jangan lupa untuk terus dukung karya ini yaa dengan cara Like dan tinggalkan komentar yang positif supaya karya ini menjadi lebih baik lagi ya sobat 🙏🙏


Terimakasih 🙏😊


__ADS_2