Mendadak Menikahi Pria Cacat

Mendadak Menikahi Pria Cacat
Part_16 |•Kehamilan Keisha•|


__ADS_3

'Plakkk'


Suara tamparan menggema di seluruh ruangan, nampak para tamu semakin heboh dengan tontonan yang kini keluarga Rodriguez sajikan.


Mata Selena hampir keluar dengan terus melotot ke arah keduanya. Bukan William yang melakukan tamparan itu tetapi sang istri yang lebih dulu mengambil alih.


"Apa yang kau lakukan?!" bentak Selena. Hans yang melihat banyak nya pasang mata yang menyaksikan kejadian ini langsung melakukan pembubaran pada acara yang bahkan belum di mulai.


"Mam, Mama kenapa---kenapa Mama menamparku?" tanya Aldrich tak percaya.


"Why?!" Emosi Selena makin tak terkendali membuat nya harus di pegangi William agar tidak menampar Aldrich kembali.


Nampak semua tamu undangan sudah pergi setelah Hans melakukan pengosongan dan tentu melarang keluarnya cerita tentang hal gil4 yang di lakukan putra sulung Rodriguez.


Jika tidak akan ada dampak yang begitu besar menimpah bisnis keluarga saat cerita ini keluar.


Sedangkan Keisha, gadis itu diam sembari terus menatap sang suami dengan tangan mengepal dan tak lupa matanya kini sudah hampir mengeluarkan air mata namun dirinya tahan.


"Al, Apa semua ini?" tanya William yang kini sudah angkat bicara.


"Dad, lihat lah Saqila sudah kembali! Hidup ku dan cintaku sudah kembali Dad!" balas Aldrich dengan gembira.


Selena menghela napasnya pelan, memijat kepalanya yang terasa ingin pecah. "ARE YOU CRAZY?! LOVE?!" Emosi Selena kembali meledak melihat Aldrich yang terang-terangan mengakui seorang gadis sebagai kekasihnya di depan istrinya sendiri. Gil4! Aldrich benar-benar sudah gil4!


"No Mam, No! Mama tuh nggak ngerti, ini lah yang Aldrich mau dari dulu, Aldrich mau Saqila yang jadi istrinya Aldrich bukan dia!" tunjuk Aldrich yang langsung di layangkan pada Keisha yang ini sudah menangis di sana.


"A---apa? Apa yang kau katakan Al? APA YANG KAU KATAKAN ALDRICH XAVIER RODRIGUEZ?! APA!" Napas Selena kini memburu membuat William sedikit khawatir dengan kondisi sang istri yang memiliki riwayat penyakit jantung itu.


"Mam---"


"Biarkan aku yang menjelaskan nya babe," potong Saqila cepat.


"Begini tante, Al sudah memutuskan untuk memilihmu. Jadi istri pilihan tante dan om sudah tidak ada gunanya lagi," ucap Saqila dengan lantang dan percaya diri membuat Selena yang masih tersulut emosi itu ingin sekali menarik mulut Saqila yang berani mengatakan hal tersebut.


'Plakk!'


Tangan besar William mendarat mulus di pipi Saqila membuat gadis itu langsung melepaskan cengkraman tangannya dari Aldrich karena kuatnya tamparan yang dirinya dapat.


"DADDY!" Aldrich terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Daddy nya. Padahal Aldrich berharap jika William akan mendukung dirinya dalam mengambil keputusan ini.


"APA BEGINI AJARAN YANG DADDY AJARKAN PADAMU ALDRICH?! APA INI CARA MU MENGHARGAI WANITA YANG SUDAH MENEMANI SAMPAI KAU BISA SEPERTI INI?!" teriak William yang langsung menggema di seluruh penjuru ruangan di rumah mewah itu.


"DADDY! DADDY BAHKAN TAKUT MEMBUAT MAMA MU MENANGIS! TAPI KAU! KAU BAHKAN BERANI MENGAKUI WANITA LAIN DI DEPAN ISTRIMU SENDIRI! DI MANA NURANI BR3NGS3K?!" bentak William dengan dad4 yang sudah naik turun.


Aldrich kehabisan kata-kata, dirinya menatap orang tuanya yang dia kira akan mendukung keputusan nya tapi ternyata tidak sama sekali.

__ADS_1


"APA KAU TIDAK KASIHAN MELIHAT ISTRIMU?! ISTRIMU---"


Belum sampai ucapan William penglihatan Keisha langsung kabur membuatnya langsung pingsan seketika itu juga. Aldrich yang terkejut itu reflek menangkap Keisha yang untungnya belum menghantam lantai.


"Putriku!" teriak Selena yang langsung terkejut.


"Cepat sediakan mobil Hans!" teriak William yang ikut terkejut dan juga panik.


Hans segera berlari keluar, sedangkan Aldrich hendak mengangkat tubuh Keisha untuk di bawa ke rumah sakit namun tiba-tiba saja di hentikan oleh William sendiri.


"Biarkan aku membawa putriku sendiri, kau urus saja kekasihmu itu," ucap William dengan pedas merebut Keisha dari pelukan Aldrich dan segera menggendong nya dan pergi dari sana bersama dengan Selena.


Aldrich nampak diam, enggak untuk mengikuti mereka sedangkan Saqila kini sudah kembali bergelayut manja di lengan Aldrich.


"Tidak usah mengkhawatirkan dia Babe, dia pasti hanya pura-pura saja untuk menarik perhatian mu," kelas Saqila.


"Aku sangat bahagia kau mau masih memilihku setelah sekian lama aku pergi tanpa kabar, aku sangat bahagia jika perasaan cintaku padamu ini masih bisa terbalas," lanjut Saqila dengan senyuman penuh kemenangan.


Aldrich tetap diam seperti ada yang menjanggal di hatinya sendiri. Rasa tak tenang mendengarkan penuturan Saqila dan rasa yang aneh menjalar di tubuhnya saat melihat Keisha pingsan di hadapannya.


Ingin rasanya dia menyusul Keisha tetapi egonya lebih besar dari apapun membuatnya tetap diam seolah-olah tidak peduli dengan hal apa yang menimpa Keisha.


•••


Di dalam sang dokter langsung menemukan keanehan saat merasakan dan memeriksa keadaan Keisha yang ternyata sedang berbadan dua. Yah kalian tidak salah baca maupun dengar iya! Keisha tengah hamil sekarang!


Keisha perlahan membuka matanya yang membuat dokter perempuan itu langsung tersenyum lega.


"Syukurlah, ibu sudah sadar. Bagaimana rasanya bu? Tenang saja kandungan ibu masih baik-baik saja setelah ibu cepat-cepat di bawa kemari, jika tidak mungkin akan ada hal buruk yang terjadi jika terlambat sedikit saja," jelas sang dokter yang membuat kening Keisha berkerut kebingungan.


"Kandungan? Ma---maksud dokter saya ha---hamil?" tanya Keisha yang percaya.


"Betul bu, ibu hamil 4 bulan! Apakah anda baru mengetahui nya? Jika iya, selamat yah ibu. Ibu akan jadi seorang ibu dalam kurun waktu 8 bukan lagi," jelas sang dokter dengan senyuman.


Senyuman mengembang di bibir Keisha, senyuman serta tangis hari menyatu di sana. Perlahan dengan tangan gemetar Keisha memegang perutnya yang memang nampak sedikit buncit mungkin karena usia kandungannya sudah masuk 4 minggu.


"Aa---anakku," lirih Keisha dengan bahagia.


"Dan saya sarankan agar ibu tidak terlalu stress sehingga kandungan ibu juga tidak ikut stress," saran dokter tersebut.


"Sebaiknya saya keluar untuk memberitahukan kabar gembira ini kepada keluarga anda yang sedang menunggu di luar," lanjut sang dokter yang membuat Keisha langsung panik.


"Tidak! Jangan dokter, jangan beritahukan hal ini kepada mereka, saya mohon dok!" ujar Keisha.


"Loh kenapa bu? Akan ada baiknya jika mereka tahu supaya kedepannya mereka bisa berhati-hati dalam menjaga ibu," balas dokter tersebut.

__ADS_1


"Saya mohon dok, demi nyawa anak saya dan saya sendiri. Jadi saya mohon agar dokter merahasiakan ini saja," ungkap Keisha yang langsung membuat dokter tersebut mengerti.


"Baiklah kalau begitu saya akan kelaur untuk memberitahukan jika anda baik-baik saja dan sudah siuman," jawab dokter tersebut yang membuat Keisha tersenyum lega.


Pintu UGD terbuka nampak seorang dokter wanita keluar dari dalam sana yang membuat ketiganya langsung mendekat untuk mendengar apa yang terjadi dengan Keisha.


"Putri anda baik-baik saja tuan," ujar dokter itu yang langsung mengetahui jika dia William Rodriguez bersama dengan sang istri dan juga dengan pria yang berpenampilan seperti seorang pengawal.


"Syukurlah, aku takut jika terjadi hal yang tidak-tidak. Tetapi pernyataan dokter membuatku kembali bisa bernapas," ujar Selena.


"Dia hanya kecapean dan terlalu stress, mungkin dengan tinggal beberapa hari di sini dia akan segera pulih, jadi pasien akan segera kami pindahkan ke ruang rawat inap," jelas dokter wanita itu.


"Terima kasih dokter," ujar William.


"Sama-sama tuan, kalau begitu saya pamit undur diri dulu." Dokter wanita itu pergi dari sana meninggalkan ketiganya.


Setelahnya Keisha langsung di pindahkan ke ruang rawat inap VVIP yang perintahkan langsung oleh William tak lama setelahnya Elvano datang dengan tergesa-gesa sesaat Selena menelpon dengan menangis mengatakan jika Aldrich telah melakukan hal gil4 yang membuat Selena malu bukan main.


"Mam! Dad!" panggil Elvano yang berlari ke arah William dan Selena yang nampak baru saja keluar dari kamar rawat Keisha meninggalkan Hans dan Keisha yang berada di dalam setelah Keisha mengatakan ingin bicara empat mata dengan orang kepercayaan sang suami. Em bukan suami lagi tapi mantan suaminya.


"Nona jangan tersenyum begitu, saya merasa semakin bersalah nona," ujar Hans yang kini hanya bisa menunduk di depan Keisha yang nampak masih pucat.


"Aku tersenyum karena aku bahagia Hans, kau akan memiliki keponakan kecil," ungkap Keisha yang langsung membuat Hans mengangkat kepalanya dan melotot tak percaya.


"Nona---nona anda ha---mil?" tanya Hans yang masih tak percaya dan di balas anggukan mantap dari Keisha.


Hans tidak bisa berkata-kata lagi, dirinya bahagia sampai-sampai ingin menangis sekarang ini.


"Dia baru 4 minggu Hans dan aku juga baru mengetahui nya tadi," lirih Keisha yang mengusap-usap perutnya.


"Astaga nona, selamat! Selamat atas kehamilan anda! Itu artinya surat cerai itu tidak sah karana anda tengah mengandung sekarang ini," jawab Hans yang langsung menghilangkan senyuman di wajah Keisha dengan wajah yang nampak putus asa.


"Tidak Hans, aku hanya memberitahukan hal ini kepadamu tapi tidak dengan yang lain," kata Keisha.


"Tapi--- tapi kenapa nona?" tanya Hans.


"Aku tidak ingin membahayakan nyawa anakku jika aku memberitahukan hal ini kepada tuan," jelas Keisha yang teringat akan ancaman Aldrich yang melarangnya hamil selama mereka berhubungan.


"Tapi, ini anak tuan nona. Mana mungkin tuan mau melenyapkan darah dagingnya sendiri?"


"Apakah kau tidak ingat Hans? Bagaimana dia memberiku obat kontrasepsi dan melarang keras diriku hamil? Apakah aku tidak ingat itu? Dan untungnya kau datang mengatakan jika kau akan membantu ku. Dan setelah mendengar saranmu agar aku berpura-pura saja untuk meminum obat itu dan ini lah hasilnya, ada kehidupan kecil yang berada di dalam perutku sekarang ini," jelas Keisha yang memang Hans yang banyak sekali membantunya dari dulu.


"Aku memberitahukan hal ini kepadamu karena aku ingin kau membantu ku menghilang dan pergi dari kehidupan tuan dan memulai kehidupan ku yang baru dengan anak ku ini," ungkap Keisha.


...#bersambung...

__ADS_1


__ADS_2