
Kesedihan Selena semakin menjadi-jadi setelah mendengarkan pernyataan tadi siang Keisha mengenai perceraian nya dengan Aldrich. Sedangkan William hanya bisa diam tanpa banyak bicara.
"Jangan terlalu memikirkan banyak hal istriku, aku tidak ingin kondisi mu jadi memburuk juga," tutur William yang di mana mereka sedang berada di luar ruangan Keisha.
Mereka keluar untuk sejenak berpikir dan menenangkan diri mereka.
"Aku berusaha begitu namun rasanya sangat susah Will, Tuhan benar-benar mengutuk keluarga kita," lirih Selena.
"No, Berhenti mengucapkan hal begitu. Siapa yang di kutuk? Aldrich hanya kurang membuka pikirannya, karena itu lah yang membuatnya mengambil keputusan salah," balas William.
"Tetapi---"
"Come on my wife, semua nya akan baik-baik saja kedepannya. Kita akan mengangkat Keisha sebagai putri kita dengan begitu kita bisa menyayangi nya bersama-sama," ungkap William yang memang berniat mengangkat Keisha sebagai putrinya untuk menebus kesalahan yang di perbuat oleh Aldrich.
•••
Di sisi lain Saqila begitu kegirangan menceritakan hal menyenangkan yang baru saja dirinya lalui bersama dengan Tina.
"Kau tahu ekspresi Kakak tirimu itu? Andaikan kau berada di sana kau pasti akan tertawa melihat nya," ujar Saqila kegirangan.
"Hah, sudah ku duga. Pasti ekspresi nya mirip keledai yang di potong kepalanya kan? Hahaha, aku dulunya sering melihat ekspresi nya begitu," ungkap Tina.
"Hahahaha!!" Mereka tertawa lepas seolah-olah penderitaan yang mereka buat di atas hati Keisha adalah semua mimik candaan yang sangat mengocok perut.
Selain karena cinta, Saqila kembali pada Aldrich juga sebagian ide dari Tina untuk mengacaukan rumah tangga kakak tirinya sendiri. Entah mengapa dia begitu benci dengan Keisha. Mungkin karena tahu jika sebagian harta yang mereka miliki adalah hak milik Keisha sejak dulu, bahkan perusahaan yang kini Ayah mereka kuasai adalah perusahaan milik ibu kandung Keisha yang meninggal kemudian dirinya wariskan kepada Keisha sejak umur belia.
Tetapi karena umurnya yang saat itu masih belum bisa menangani sebuah perusahaan maka Ayah mereklah, Ricard yang kini mengelolanya dan tak terlepas dari itu jika Keisha tetap lah pemilik dah nya.
Namun seolah menutup mata, Ricard begitu serakah hingga di umur yang seharusnya Keisha dapatkan sesuai yang tertera di surat wasiat mendiang ibu nya malah pengusiran yang Keisha dapatkan.
Tina juga iri kepada Kakaknya yang bagaikan mendapatkan berlian di gundukan kot0ran. Sebab bagaimana mungkin seseorang yang nyatanya di katakan lumpuh bisa berjalan kembali. Sungguh keberuntungan yang mengesankan.
Dulunya tidak begitu tertarik dengan tampilan cacat Aldrich saat dirinya di tawari menikah oleh ibu nya. Wajahnya memang tampan dan hartanya pun melimpah tapi kaki nya yang lumpuh menjadi minus yang sulit di hilangkan.
Tapi saat ini dirinya baru menyesal, begitu sempurna nya Aldrich sekarang. Sehingga mau tak mau dirinya harus memakai cara terakhir dengan membuat Saqila kembali dan merusak kebahagiaan Keisha.
Jika Tina tidak bisa memiliki nya mana Keisha pun juga tidak bisa. Dan kali ini hanya satu langkah lagi Tina akan membuat Keisha lenyap selama-lamanya.
"Ku harap kau bersiap-siap untuk pertunjukan terakhir malam ini Saqila," ujar Tina dengan seringai.
"Tentu saja."
•••
__ADS_1
Elvano baru saja datang melihat suasana sepi di kamar Keisha yang nampak sepi. Elvano mengintip sebentar, melihat Keisha yang tengah memakan buah apel di tangannya sembari membaca sebuah buku.
"Apakah aku bisa masuk?" tanya Elvano yang membuat Keisha sedikit kaget.
"Kau mengagetkan ku El, masuklah!" balas Keisha yang Elvano perhatikan sudah nampak jauh lebih segar.
"Bagaimana keadaan mu?" tanya Elvano sekedar basa-basi menarik kursi dan kemudian duduk di dekat ranjang Keisha.
"Aku baik, mau bisa melihat ku masih bernapas sekarang," jawab Keisha dengan senyuman.
"Maafkan aku," lirih Elvano yang menunduk.
"Untuk apa, hey---"
"Aku merasa bersalah karena dulu telah menolak perjodohan dengan mu sehingg---"
"Kau menyesal lagi? Sudahlah El, ini namanya takdir jadi kita tidak bise menghindari nya. Aku juga tidak perlu maaf mu karena memang kau tidak bersalah sama sekali," jelas Keisha yang berusaha terlihat santai.
"Lagi pula sekarang aku sudah baik-baik saja, tak ada yang perlu kau khawatir kan lagi," lanjut Keisha.
"Baik-baik apanya? Kau pintar sekali yah membohongi dirimu sendiri," puji Elvano yang terdengar seperti sindiran untuk Keisha.
"Tidak, aku benar baik-baik saja sekarang ini!" bantah Keisha cepat..
"Baiklah! Aku percaya kau baik-baik saja, tetapi aku masih merasa bersalah," ucap Elvano.
"Apa yang kau katakan El? Kau gil4 yah? Mana mungkin kau bisa menikahi ku?" tanya Keisha tak habis pikir.
"Bisa, karena kau sudah jadi mantan kakak iparku!" jawab Elvano yang membuat Keisha geleng-geleng.
"Yah meskipun begitu tetap saja aku tidak mau. Bagaimana bisa aku menikahi bocah sepertimu," ejek Keisha yang diakhiri kekehan. Yah wanita itu tertawa, dirinya merasa jika pertanyaan konyol Elvano cukup menghibur.
"Bocah? Hey kita ini seumuran dan kau menyebutku bocah? Mentang-mentang kau---"
"Tentu saja, ingat yah kita ini beda 10 bulan jadi aku lebih tua dari mu," ujar Keisha yang menang mereka beda beberapa bulan. Keisha yang lahir bulan Februari sedangkan Elvano lahir bulan Desember.
"Baikah, aku mengalah! Wanita memang tidak pernah salah. Tetapi di mana Mama dan Daddy? Tidak biasanya mereka meninggalkan mu sendirian di sini," tanya Elvano yang membuat Keisha bernapss lega karena Elvano tak sadar jika dirinya mengalihkan topik pembicaraan.
"Ah mereka tadi mengatakan ingin pulang sebentar untuk berganti pakaian," ujar Keisha yang menang Selena dan William pulang untuk mengganti pakaian mereka sebelum kembali menjaga Keisha hingga pagi.
"Begitu yah, aku juga seharusnya pulang untuk mengganti pakaian ku. Tetapi karena kau sendirian di sini, maka aku akan menunggu Mama dan Daddy datang saja," balas Elvano.
"Tidak perlu---"
__ADS_1
Ucapan Keisha tidak dirinya lanjutkan dan memilih menatap pintu kamarnya yang kembali terbuka. Hans pria itu tengah berdiri dengan senyuman kecil seolah menyapa Elvano dan Keisha di sana.
"Selamat malam tuan El," sapa Hans.
"Malam, kebetulan sekali kau datang Hans. Jadi aku bisa pergi sekarang karena kau telah datang," ujar Elvano yang langsung berdiri.
"Baiklah karena Hans sudah datang, aku bisa meninggalkan mu dengan tenang sekarang," lanjut Elvano.
"Hans aku titip Keisha yah, aku akan pulang sebentar untuk membersihkan diriku," ungkap Elvano.
"Baik tuan," balas Hans segera.
Sebelum Elvano pergi pria itu masih sempat menatap Keisha dan kembali berucap. "Aku mengatakan hal serius Kei, ku harap kau bisa mempertimbangkan nya," ucapnya dan kemudian pergi dari sana.
Keisha hanya diam melihat kepergian Elvano yang dengan cepat menghilang dari pintu.
•••
2 jam berlalu sebelum Selena dan William melangkah kan kakinya masuk mereka di kejutkan dengan adanya ledakan dari lantai 4 di mana lantai tersebut juga tempat Keisha di rawat.
'Bommm!!'
'Bommm!!'
Suara ledakan yang memekikkan telinga, membuat beberapa suster dan dokter berhamburan keluar dan sedikit dari mereka yang nampak membawa beberapa pasien yang sempat mereka evakuasi.
"Keisha!" Selena berteriak histeris melihat si jago merah sudah merambat melahap beberapa lantai di sana. Suara alarm berbunyi nyaring semuanya panik, panik berusaha menyelamatkan diri sendiri.
Selena ingin berlari namun langsung di tahan oleh William. "Jangan Selena! Berbahaya!"
"Putriku Will! Dia di dalam! Kenapa kau diam saja?! Lakukan sesuatu!" teriak Selena yang kini kalang kabur di buatnya.
"Nona! Nona muda!" Hans yang baru saja kembali dari membeli kan Keisha makan malam itu juga kaget melihat rumah sakit sudah di lahap si jago merah.
"Jangan pak! Jangan, itu berbahaya!" Para dokter berusaha menahan Hans yang hendak berlari masuk.
"Nona muda ada di dalam! Lepaskan aki sial4n!" Hans terus berontak berusaha masuk menerobos api untuk menyelamatkan Keisha.
Hingga beberapa menit damkar datang dan langsung berusaha memadamkan api. Selena menangis histeris dan percaya atau tidak Hans kini sedang terduduk di tanah dan terus menyebut nama Keisha berharap nona muda nya itu tengah berdiri di hadapannya.
Setelah melewati 3 jam pemadaman akhirnya api kini sudah padam meninggalkan sisa bangunan rumah sakit yang nampak 50% hangus terbakar. Tidak ada yang tersisa bukan hanya bangunan yang hampir habis tetapi juga beberapa nyawa yang terjebak di dalamnya.
"Kami masih menyelediki penyebab, kebakaran. Tetapi sumber dari ledakan bisa kami pastikan berasal dari kamar VVIP nomor 03 yang berada di lantai 4," jelas polisi.
__ADS_1
"Itu kamar Keisha?"
#bersambung