Mendadak Menikahi Pria Cacat

Mendadak Menikahi Pria Cacat
S2 Part_01 |•Mantan•|


__ADS_3

"Aku mau kita putus," ujar seorang anak SMA pada sang kekasih yang tengah berdiri kebingungan di depannya.


"Apa? Ken? Kamu bilang kamu mau putus?" tanya gadis itu.


Lelaki itu menganggukkan kepalanya. "Hmm, aku mau kita putus," ungkapnya.


"Nggak! Kamu becanda kan Ken? Kenzo! Bilang sama aku kalau semua yang aku dengar itu salah!" teriak Aliza. Yah dia Aliza kecil yang kini telah beranjak dewasa.


"Aku nggak becanda, dan aku benar-benar serius," balas pria bernama Kenzo itu.


"Ke---kenapa?" Tanpa sadar air mata Aliza keluar dari pelupuk matanya menatap sedih pria di depannya yang nampak tidak merasakan apa-apa.


"Karena aku udah bosan sama kamu." Tiga tahun yang lalu tepat di awal mereka masuk sekolah menengah akhir Kenzo menyatakan perasaan nya pada Aliza. Tentu saja siapa yang tidak ingin menerima Kenzo seorang anak baru yang memiliki ketampanan yang membuat seorang gadis mana saja tidak bisa menolak nya.


Kenzo begitu sempurna di mata Aliza, seorang ketua OSIS dan juga seorang ketua tim basket sekolahnya. Dan lagi Kenzo begitu sangat menyayanginya dan juga melindungi nya. Hingga saat ini Aliza masih terpaku mendengar jawaban dari Kenzo.


"Aku bosen sama kamu---"


'Plakk'


Pipi Kenzo terasa panas saat tangan mungil Aliza mendarat tepat di pipinya membuat ucapan Kenzo seketika terpotong saat pria itu menahan rasa perih bercampur sakit di pipinya.


"Okay fine! Kita putus!" Aliza langsung pergi dari sana. Dirinya tak akan pernah bisa memaafkan kesalahan Kenzo yang begitu sangat munafik.


Hari ini adalah hari terakhir Aliza di sekolah nya. Tepat saat itu juga para angkatan kelas 12 telah menyelesaikan ujian akhir mereka dan tengah melaksanakan perpisahan terakhir.


Aliza pergi dengan membawa segudang sakit hatinya serta membawa pergi hatinya yang telah di patahkan oleh Kenzo.


•••


5 tahun kemudian, tepat hari ini juga adalah wisuda S1 Aliza yang mengambil prodi manajemen. Tentu saja dirinya akan bersiap mewarisi seluruh harta kekayaan dan juga bisnis yang ditinggalkan Aldrich untuknya.


"Wah! Wah, Jones cantik bat lu!" puji Evan anak dari Elvano dan juga Deana yang kini tumbuh menjadi pria tampan dengan umur yang tak jauh dari Aliza.


"Cih! Sini kamu Van!" Aliza hendak menghajar sepupu nya itu namun tiba-tiba saja adiknya langsung menghentikan nya.


"Kak, masa udah cantik-cantik kek gini mau jadi Godzilla. Kan nggak lucu," ucap Arsenio. Nama adik dari Aliza yang kini tengah menempuh pendidikan di jenjang sekolah menengah akhir.


"Diam lo bocah! Emang lo berdua sekongkol buat ngacauin hari bahagia gw!" pekik Aliza tak terima.


"Siapa yang ngacauin dih, jadi bahagia apa coba? Nikah lu kak? Pfuthhh! Hahahaha ups sorry kita lupa kalau lo kan udah jadi Jones lebih dari 5 tahun, hahahah!" Tawa keduanya pecah membuat kekesalan Aliza semakin bertambah. Beraninya bocah ingusan seperti mereka mengejek dan menertawakan mereka.

__ADS_1


'Plak'


'Plak'


Tanpa sadar kepala keduanya sudah jadi santapan Elvano yang datang mendekat ke arah mereka yang nampak sedang mengenal Aliza.


"Auh! Yah, kok pala aku di pukul sih?! Sakit tahu!"


"Iyah nih om! Kepala aku langsung pusing!" keluh keduanya yang membuat Elvano berkacak pinggang.


"Siapa suruh jahil sama kakak sendiri?! Bukannya di akaih selamat malah di ejek!" balas Elvano yang membuat keduanya saling tatap dengan langsung tersenyum tak enak.


"Hehehe, maaf Yah. Kan kamu lagi becanda doang. Iyah kan Kak?" kata Evan.


"Nggak tuh! Hukum aja om! Gedeg banget liat mereka yang slalu aja ngejek Aliza," adunya.


"Ada apa ini?" tanya Keisha yang tiba-tiba saja datang dari belakang Aliza yang pada saat itu dirinya keluar gedung tempat wisuda Aliza berlangsung tadi.


"Ini nih Mi, si Arsen sama si Evan mulai lagi!" keluh Aliza dengan memasang wajah sedih.


Keisha menyipitkan matanya, menatap kedua bocah di depannya yang nampak cengar-cengir tak jelas.


•••


"Kapan Kek aku bisa kerja?" tanya Aliza pada William melihat pria tua itu sudah menyelesaikan makan malam nya terlebih dahulu begitu pula dengan Aliza sendiri.


"Besok, Kakek sudah menemukan perusahaan yang cocok denganmu dan perusahaan itu tentu saja perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan kita---"


"Lah kok gitu si Kek? Aliza kira, Aliza bakalan jadi CEO di perusahaan yang di pegang Paman Hans sekarang. Kenapa malah kerja di perusahaan orang?" potong Aliza heran.


"Memang begitu, hanya saja kau masih butuh sedikit pengalaman kerja di bawah tekanan Aliza. Menjadi pemimpin perusahaan itu bukan perihal gampang tetapi kita tahu punya mental dan tanggung jawab yang besar untuk itu," jelas William.


"Maksud nya Kakek, mental Aliza belum siap gitu? Aliza siap kok Kek! Siap banget malahan, kenapa harus kerja di perusahaan orang lain kalau kita punya perusahaan sendiri," balas Aliza.


"Memang benar apa yang kamu katakan, tetapi Kakek ingin melihat kamu bekerja sebagai karyawan biasa bukan sebagai anak dari Aldrich Rodriguez liza," ungkap William.


Makan malam selesai pada akhirnya keputusan William lah yang menang. Aliza tidak bisa membantah apalagi jika Keisha sudah turut campur tangan di dalamnya. Sudah pupus lah harapannya dan memilih menuruti apa yang orang tuanya inginkan. Yah Aliza si gadis penurut.


"3 bulan, cuma 3 bulan gw kerja di situ. Dan setelah itu nggak akan lagi," gumam Aliza yang duduk di balkon kamarnya menikmati secangkir teh rose kesukaan nya.


•••

__ADS_1


Pagi harinya.


Hari yang di tunggu-tunggu Aliza kini telah tiba. Hari pertama nya sebagai seorang karyawan pertama tepatnya menjadi seorang sekertaris dari seorang CEO. Kakaknya memilihkan posisi ini karena supaya Aliza bisa melihat belum dekat pekerjaan CEO dan dapat mempraktikkan nya setelah dia menjabat di perusahaan yang aja diwarisi nya.


"Wih, cewek! Mau kemana nih?" tanya Arsenio yang sejenak terpaku penampilan Aliza yang nampak begitu cocok memakai setelan kemeja berwarna putih yang di padukan dengan rok berwarna marun.


"Gw aduin Mami lo yah Sen! Suka banget ngancurin mood gw pagi-pagi," balas Aliza yang memilih melewati Arsenio dan turun ke bawah.


Aliza turun menggunakan lift di sana nampak Keisha tengah berjalan ke arah Aliza yang mungkin saja dia berniat membangun Aliza yang terkenal susah bangun. Tapi sekarang Keisha tersenyum melihat anaknya benar-benar sudah sangat siap.


"Wah, putri Mami. Udah cantik aja!" puji Keisha yang langsung memeluk Aliza.


"Iyah dong Mi, Liza harus cantik di hari pertama Aliza bekerja," balas gadis itu.


"Pasti mau ngebet CEO nya kan? Gw dukung lo kak! Itung-itung nanti harta kita tambah banyak!" sela Arsenio.


"Cuma duit aja yang lo pikirin! Sekolah yang bener, jangan foya-foya doang gebl3k!" pekik Aliza.


"Iyah, Iyah. Kakak ku yang paling pintar dan cantik. Tenang aja kok, adikmu yang sangat tampan ini bakalan Sekolah yang bener, " jawab Arsenio.


"Udah, udah. Sekarang ayo kita sarapan!" lerai Keisha pada keduanya anaknya.


"Kayaknya nggak sempet deh Mi, Aliza bakalan berangkat sekarang! Aliza duluan yah Mi, Arsen!" Aliza segera bergegas mencium pipi Keisha kemudian pipi Arsenio dan pergi dari sana.


"Liza! Tapi kamu belum sarapan sayang!" teriak Keisha.


Namun sang putri sudah menghilang dari balik pintu Mansion.


Dan di sinilah Aliza berdiri, tepat di depan gedung dengan tingginya yang 11 12 dengan gedung keluarga Rodriguez punya.


"Huft! Selamat memasuki dunia perkantoran Liza!" gumam Aliza. Namun segera melangkah masuk ke dalam gedung.


'Brukk'


Belum juga Aliza masuk dirinya sudah menabrak seseorang.


"Aww!" ringis Aliza yang merasakan sakit pada bagian bokongnya.


"Dasar wanita gila," ucap Pria itu yang membuat Aliza seketika menjadi kesal.


"What?! Gila?! Lo yang gil---"

__ADS_1


"Kenzo?!"


...#bersambung...


__ADS_2