
Canggung! Satu kata yang dapat mendeskripsikan kondisi sekarang ini. Setelah merasa Kenzo cukup tenang Aliza berdiri dari duduknya dan kemudian perlahan pergi dari sana.
Tak ada harapan banyak dirinya bisa simpan kecuali jika perasaan ini masih benar-benar ada untuk Kenzo dan Aliza akui itu.
"Maaf membuat mu bingung."
Aliza keluar melihat Sam yang sedari tadi duduk di dalam ruangannya. Sekarang dirinya tidak tahu apa yang harus di jelaskan pada Sam setelah melihat kejadian yang tadi.
"Eh..."
"Apakah kau punya hubungan dengan Pak Kenzo?" tanya pria itu yang langsung ke point pentingnya.
Aliza menghembuskan napasnya dengan kasar. "Yah, dulunya dia mantan pacarku," jawabnya.
"Dan kamu masih mencintai nya?" pertanyaan yang mampu membuat Aliza berpikir dua kali untuk menjawabnya.
"Tak perlu kau jawab, Aku sudah tahu lewat mata mu saja. Aku harap kamu bisa menjadi wanita yang bisa melengkapi dan menemani pak Kenzo---"
"Kau salah, aku sama sekali tidak punya perasaan padanya. Yang ku lakukan tadi hanya sebatas kasihan saja, tak lebih." potong Aliza secepatnya.
"Huft baiklah, aku harus kembali seperti nya apa yang di ingin di bicarakan pak Kenzo padaku tidak jadi untuk hari ini, mungkin besok aku akan kembali lagi," jelas Sam.
"Yah sampai jumpa besok!" balas Aliza yang sudah melihat Sam keluar dari dalam ruangan nya.
Aliza menatap sebentar ke arah ruangan Kenzo yang terlihat pria itu sudah mulai bergelud kembali dengan pekerjaan nya. Seolah apa yang terjadi tadi tidak ada sama sekali. Bekerja tanpa adanya beban itulah yang Aliza lihat sekarang ini, apakah Kenzo memang pintar menyembunyikan segalanya?
Hingga pria itu berdiri dari duduknya merapikan sedikit kemejanya dan kemudian berjalan keluar dari dalam ruangannya yang membuat Aliza langsung berpura-pura tengah bekerja.
Kenzo terus berjalan hingga suara bunyi dentingan lift membuat pendengaran Aliza segera menangkap fakta bahwa pria itu tengah pergi dari sana.
Aliza tak ingin banyak pusing dan memilih melanjutkan pekerjaan nya sebelum kembali di amuk oleh Kenzo sendiri.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Kenzo kembali dengan membawa sebuah kantong plastik berwarna putih merek salah satu toko swalayan seperti nya dia baru saja pulang berbelanja.
Tanpa aba-aba Kenzo langsung masuk ke dalam ruangan Aliza yang membuat gadis itu terkejut bukan main.
"Aliza!"
"Pak! Astaga kalau masuk tuh di ketuk dulu! Kalau saya punya riwayat jantungan kek mana?!" kesal Aliza yang menatap tajam Kenzo.
"Saya lupa, ini untukmu!" Kenzo langsung menyodorkan kantong plastik tersebut yang ternyata berisi berbagai macam coklat dan beberapa makanan manis lainnya.
"Hah? Lho, ini untuk saya pak?" Kenzo langsung mengangguk pelan sembari terus menyodorkan makanan tersebut.
"Bapak lagi bales budi nih ame saya?" tanya Aliza yang membuat Kenzo kembali mengangguk mantap.
"Nggak usah pak, saya tulus bantuin bapak kok. Lagi pula sesama orang yang pernah menjalin kasih itu bukanlah hal---"
"Maaf kan saya. Tetapi kedepannya tolong jangan ikut campur lagi, kita hanya sebatas orang yang memiliki kisah masa lalu yang sudah berlalu. Hak untuk ikut campur dalam kehidupan ku sudah hilang sejak kita memutuskan untuk berpisah!" jelas Kenzo yang membuat mata Aliza langsung melotot.
"Saya tahu kamu peduli dengan saya, tetapi sikapmu tadi sungguh sangat tidak sopan, menyela saat atasan mu tengah berbicara bersama dengan orang tuanya itu merupakan salah satu pelanggaran kontrak kerja yang pernah saya berikan padamu," kata Kenzo yang membuat hati Aliza semakin tertusuk.
"Saya tidak pernah mengenang apa yang bapak bicarakan tadi, saya hanya ingin membantu pak. Tidak lebih, saya tahu memang dulunya kita pernah punya hubungan tetapi---"
"Sudah cukup jelas jika kamu hanya membela saya sebab ada suatu hal Aliza dan saya tidak menyukai hal itu. Ku harap kamu segera sadar akan hubungan di antara kita berdua yang tak lebih dari bos dan sekertaris," ucap Kenzo yang membuat air mata Aliza langsung mengucur keluar.
Dengan batu bergetar Aliza menundukkan sebentar kepalanya berharap jika dirinya bisa menahannya sekarang.
"Iyah pak, saya---saya tidak akan ikut campur lagi dengan urusan pak Kenzo lagi. Maafkan kesalahan saya pak," balas Aliza dengan nada bergetar.
"Saya Terima dan saya harap kamu mengingatnya." Tanpa rasa bersalah sedikit pun Kenzo pergi dari sana memilih meninggalkan kantong plastik itu di atas meja Aliza.
Aliza menangis. Dirinya benar-benar membuat harapan pada dirinya sendiri. Berharap akan perasaan yang selama ini masih ada terbalaskan oleh Kenzo yang ternyata sudah melupakan nya. Padahal beberapa jam yang lalu Aliza kira hubungan keduanya benar-benar akan kembali sama seperti dulu meskipun Aliza masih belum paham mengapa Kenzo dulunya memutuskan dirinya.
__ADS_1
Aliza menenggelamkan wajahnya di dalam lipatan tangannya merasakan jika meja yang sekarang dirinya tempati ini sudah basah akibat air matanya.
Aliza mengangkat kepalanya menatap Kenzo yang tengah menatap nya dengan tatapan datar. Membuat Aliza berusaha untuk tersenyum untuk menunjukkan kepada pria di hadapan nya itu jika dia baik-baik saja.
Menghela napas nya, Aliza mulai menyeka air matanya. Untuk apa dirinya menangis? Baiklah memang dirinya ini cengeng apalagi jika ini menyangkut tengah kisah cinta nya yang tragis ini Aliza benar-benar bisa menangis lama.
"Hei bodoh! Kenapa kau menangis? Sedangkan orang yang kau tangisi itu tidak peduli padamu!" gumam Aliza yang memarahi dirinya sendiri.
Aliza berdiri untuk berjalan ke arah kamar mandi untuk memperbaiki riasan nya yang rusak akibat menangis. Aliza keluar namun belum juga dirinya melangkah kan kakinya lagu dirinya sudah di hentikan oleh seorang wanita.
"Oh ternyata kau sekertaris nya!" Suara yang tidak asing membuat Aliza langsung menatap wanita itu yang hanya berjarak beberapa meter darinya.
Aliza menghela napas nya. Wanita badut yang beberapa hari yang lalu dirinya temui kini tengah berdiri di depannya seraya berkacak pinggang.
"Apa? Kenapa badut seperti mu datang kemari?" tanya Aliza santai. Kini moodnya semakin hancur saja.
"Hah! Kau masih memanggilku badut?! Kau benar-benar tidak sopan yah! Apakah kau tahu?! Aku adalah tunangan atasan mu! Jadi sopan-sopan lah sedikit!" pekik wanita itu.
Aliza mematung, menatap wanita di hadapan nya itu tanpa berkedip. Suprise kedua yang hari ini Aliza dapatkan.
"Ck! Jangan mengatakan jika kau tengah mendekati Keniku!" kata wanita itu.
Aliza menunduk lalu tertawa kecil, dirinya benar-benar sudah gila sekarang ini. Lama-lama dia bisa kehilangan akal jika begini.
"Tenang saja badut, aku tidak akan mendekati pria bajingan seperti tunangan mu itu, Raisa" balas Aliza yang tersenyum licik.
Wanita bernama Raisa itu membulat kan matanya menatap tajam Aliza yang barusan menghina Kenzo di depannya.
"Kau! Karyawan macam yang di pekerjakan Kenzo ini! Berani-beraninya kau menghina calon suamiku!" bentak Raisa.
"Karyawan cantik! Eh bercanda! Kalau kau mencari Keni mu itu dia ada di ruangan nya. Oh iya kalian benar-benar cocok, sama-sama bedebah!" ungkap Aliza yang membuat Raisa benar-benar murka.
__ADS_1
"Dasar kurang ajar!"
...#bersambung ...