
Kembali lagi ke aktifitas sibuk Aliza yang harus bangun pagi untuk memulai keseharian nya sebagai seorang pekerja.
"Huft, gw harus liat wajah kadak si Kenzo lagi!" oceh Aliza yang segera masuk ke dalam kamar mandi miliknya.
Kali ini Aliza jauh lebih santai saat pergi sebab jarak kantor yang hanya beberapa menit saja dari apartemen yang kini dia tinggali.
"Halo Mami, selamat pagi!" sapa Aliza yang sibuk menyiapkan sarapannya roti dengan selai kacang.
"Halo sayang, selamat pagi juga. Apakah kamu sudah sarapan?" tanya Keisha dari seberang sana.
"Aku baru saja menyiapkan nya, ternyata hidup mandiri tanpa adanya Mami itu cukup sulit yah," ungkap Aliza.
"Tentu saja, kalau begitu kembali lah kemari."
"Tidak Mi, apakah aku harus kembali sekarang? Mami becanda? No, no. Baru satu hari aku tinggal jauh dari Mami dan sudah langsung pulang karena tak tahan," oceh Aliza yang membuat Keisha terkekeh.
"Baiklah putriku, jaga dirimu dan makan lah dengan benar jangan banyak mengkonsumsi makanan instan yah," ucap Keisha.
"Tentu saja Mi, baiklah. Kalau begitu aku tutup yah. Love you Mi," balas Aliza.
"Love you to my daughter."
Setelah itu Aliza langsung memakan roti tersebut sembari mengambil semua barang-barang miliknya yang harus dirinya bawa ke kantor.
Aliza keluar dari lift menuju parkiran untuk mengambil mobilnya kemudian pergi dari sana.
•••
"Halo Aliza!" sapa Sam kebetulan sekali sedang berada di ruangan Kenzo saat Aliza masuk dengan membawa beberapa berkas yang harus di tanda tangani oleh Kenzo namun pria tersebut masih belum muncul sampai Sam datang.
"Hai Sam! Sedang apa kau ke sini?" tanya Aliza seraya meletakkan berkas tersebut di atas meja Kenzo.
"Aku datang karena Pak Kenzo memanggilku, ku lihat kau sudah mulai terbiasa yah," ucap Sam.
__ADS_1
"Hm, seperti nya begitu. Aku sudah mulai kebal dengan cacian dan makian dari Pak Kenzo," ujar Aliza.
"Aku tidak punya urusan dengan mu!" pekik suara Kenzo yang buru-buru masuk ke dalam hingga sempat berhenti menatap Sam dan Aliza yang tengah berduaan di dalam ruangannya.
Hingga suara rendah nan tajam membalas perkataan Kenzo tadi. "Aku ada urusan dengan mu karena aku Ayahmu! Sialan!" balas Pria itu yang Aliza yakini sebagai Ayah Kenzo.
Sam menatap Kenzo membuat nya tahu jika dia harus membawa Aliza keluar dari dalam sana.
"Ayo Aliza, kita harus keluar dari sini!" ajak Sam yang langsung menarik lengan Aliza keluar dari sana. Tatapan Aliza langsung tertuju pada pria paruh baya yang tengah berdiri di belakang Kenzo dengan tinggi yang hampir sama dengan Kenzo sendiri.
Hingga tatapannya terputus saat pria paruh baya itu langsung memalingkan wajahnya. Pintu tertutup keras, Aliza bisa melihat bagaimana ketegangan terjadi di sana. Terlihat mereka saling membentak namun tidak bisa Aliza dengar sebab ruangan Kenzo yang kerap suara.
"Dia Ayah dari Pak Kenzo," ucap Sam yang membuat Aliza menoleh menatap pria di sampingnya itu.
"Aku tahu," jawab Aliza sekenaknya yang membuat alis Sam berkerut.
"Karena wajahnya sangat mirip dengan Kenzo," jelas Aliza.
"Aku tahu sekarang darimana dia memperoleh ketampanan nya itu," ujar Aliza dengan senyuman tipis.
Sam menghela napasnya seolah melepaskan segala keluh kesahnya di sana. "Saat mereka bertemu tidak ada percakapan hangat dari keduanya, yanga hanya terus keluar kalimat kasar serta cacian dan makian dari mulut mereka."
"Pak Kenzo sudah begitu lama membenci Ayahnya. Sedangkan Mamanya sudah lama meninggalkan dan tak lama setelah itu Ayahnya pulang membawa seorang perempuan yang di akuinya telah menikah bersama dan mempunyai seorang anak dari perkawinan nya itu membuat Pak Kenzo hingga sekarang masih begitu membenci Ayah kandungnya sendiri," jelas Sam yang membuat Aliza cukup terkejut dengan kisah Kenzo. Pasalnya saat mereka pacaran pun Kenzo begitu tertutup soal keluarga nya.
"Miris sekali apakah---" Ucapan Aliza terpotong saat secara langsung dirinya melihat bagaimana Kenzo di tampar begitu keras hingga dirinya terhuyung ke belakang membuatnya refleks langsung berlari masuk.
"Kenzo!"
"Aliza!" Sam berlari dan berusaha menghentikan Aliza namun sayangnya gerakannya terlalu cepat.
"Kenzo!" Aliza berlari kearah Kenzo yang nampak menatap tajam sang Ayah.
"Kenzo! Kamu---" Tatapan Kenzo turun menatap Aliza yang nampak hampir menangis. Hatinya sakit saat gadis di depannya itu menatapnya dengan tatapan iba.
__ADS_1
"Anak sialan! Ini sudah final dan kamu harus menikah dengan Raisa!" bentaknya yang membuat Aliza berbalik menatap pria paruh baya yang tadinya dia belakangi.
"Jangan memaksamu Pak Daniel!" pekik Kenzo tertahan yang masih kekeh pada pendirian nya.
"Anak yang tidak tahu berterima kasih---" Pria paruh baya itu hendak ingin menampar Kenzo kembali namun segera di hentikan oleh Aliza.
"Ku mohon tuan, berhenti menyakitinya. Dia anakmu tak seharusnya kau melakukan kekerasan kepadanya!" mohon Aliza yang kedua tangannya sudah menyatuh meminta ampunan untuk Kenzo.
"Siapa kau?! Jangan coba-coba untuk ikut campur dalam urusan keluargaku! Sebaiknya kau tutup mulutmu!" sungut Daniel yang membuat Kenzo kembali angkat bicara.
"Kau yang seharusnya menutup mulutmu! Pergi dari kantorku! Aku tidak akan melakukan apa yang kau minta itu! Karena 10 tahun yang lalu Ayahku sudah tiada bersama dengan Bundaku!" balas Kenzo yang membuat Daniel makin tersulut emosi hingga nyaris kembali menyakiti putranya sebelum di hentikan oleh panggilan yang masuk.
Segera Daniel mengambil ponselnya dan menjawab panggilan tersebut dengan tergesa-gesa. Menatap tajam putranya sebelum dia meninggalkan ruangan Kenzo.
"Ayah tidak tinggal diam," ucap Daniel sebelum benar-benar pergi dari sana.
Kenzo menjatuhkan dirinya ke lantai bersamaan dengan itu Sam masuk. "Kenzo!" Aliza turut berjongkok menyamakan posisinya dengan Kenzo yang nampak diam dengan tatapan kosong.
"Ken, hei. Tatap aku Ken," kata Aliza yang menangkup wajah Kenzo menatap pria di hadapannya itu dengan tatapan sedih.
"Apakah sakit?" Pertanyaan yang mampu membuat pertahanan Kenzo. Baru kali ini dia merasa ada seseorang yang peduli dengan keadaannya.
Kenzo langsung memeluk gadis di hadapannya itu melepaskan segala kesedihan yang selama ini tertahan. Segala sesuatu yang selama ini mengganjal di dalam lubuk hatinya.
"Pasti sakit banget yah? Tapi nggak papa, karena aku ada di sini jadi semuanya bakal baik-baik aja." Aliza balik memeluk Kenzo. Pelukan yang 5 tahun ini dirinya rindukan kini Aliza kembali merasakan nya setelah sekian lama.
"Aku tahu kamu kuat Kenzo. Sama seperti Kenzo yang dulunya aku kenal," ucap Aliza membuat Kenzo semakin mengeratkan pelukan nya.
"Kamu boleh ngeluapin segalanya di sini sekarang, aku bakal dengerin bahkan nyediain baju aku baut kamu bersandar, nyediain telinga buat dengerin kamu curhat dan nyediain mulut yang siap ngasih kamu jawaban dan motivasi. Aku masih jadi Aliza si pacar pendengar mu Kenzo," lirih Aliza yang malah dirinya menangis sekarang.
Merasa jika suasana sedang tidak memerlukan adanya orang ketiga membuat Sam langsung meninggalkan ruangan Kenzo membiarkan mereka saling berbaur satu sama lain. Yang secara tidak langsung sedang melepaskan kerinduan satu sama lain.
"Dan kamu masih jadi gadis favorit ku Ay."
__ADS_1
...#bersambung...