
#MANTAN_TAPI_MENIKAH
#Chapter_06 |•Pindahan•|
#AccMod
Hari ini adalah hari pindahan Aliza, walaupun awalnya Keisha menolak keras keputusan Aliza untuk pergi meninggalkan nya. Namun pada akhirnya Keisha mengerti jika putri nya akan tinggal di sana 3 bulan saja, sesuai dengan kesepakatan kerja yang di buat oleh William dengan putri nya.
"Mami masih belum bisa melepas mu hidup mandiri Liza," ungkap Keisha di tengah-tengah saat mereka sedang membantu Aliza mengemasi baju-bajunya.
"Mi, Liza nggak lama kok. Mami bisa telpon Aliza kalau rindu, bisa minta Liza buat dateng ke sini atau nggak Mami bisa sekali-kali nginep di penthouse sama si Arsenio," jawab Aliza.
"Tapi---"
"Mi, Liza cuman sementara tinggal di sana. Liza nggak akan apa-apa kok Mi. Lagipula Liza udah gede sekarang, jadi ini saatnya Liza belajar hidup mandiri." Terlihat Keisha menghela napasnya. Dirinya masih amat khawatir jika terpisah jauh dari anak-anak nya namun mau tidak mau dirinya harus melepas Aliza kali ini.
"Hmm baiklah. Mami harap kamu sering pulang sayang, pulang beberapa kali seminggu. Setelah kamu benar-benar selesai bekerja di sana kembali lah tinggal di sini," ujar Keisha.
•••
Di sini lah Aliza sekarang, di depan pintu apartemen nya tepat pukul 11 malam. Dirinya dengan cepat menekan sandi satu persatu untuk masuk ke dalam. Hingga suara seorang gadis membuat nya menghentikan kegiatan nya.
"Awas saja, aku akan mengadukanmu dengan Mama Rita! Karena mengusirku di tengah malam ini!" pekik gadis itu kesal.
Aliza menatap gadis aneh itu, terlihat dari ujung kepala hingga kakinya membuat Aliza geleng-geleng. Pasalnya penampilan nya begitu mirip dengan wanita penghibur dengan baju yang kehabisan kain dan juga riasan yang menor.
"Kenapa menatapku?! Apakah kau ingin matamu ku congkel?!" tanya gadis itu setengah berteriak menatap Aliza yang tampak menatap aneh ke arahnya.
"Pertanyaan apa itu? Aku menatapmu karena aku punya mata! Dan kenapa juga ada badut yang tersesat tengah malam begini?" balas Aliza.
"What?! Badut? Lo ngatain gw badut?!"
"Lo punya kuping kan? Jadi lo pasti denger lah apa yang gw kata tadi, kecuali yah lo budek alias nggak punya kuping," cibir Aliza.
__ADS_1
"Lo!" Gadis itu hendak melakukan kekerasan kepada Aliza dengan berniat menamparnya namun dengan sigap Aliza langsung menangkap tangan gadis itu yang melayang ke udara.
"Mau nampar gw? Lo harusnya pikirin baik-baik hal itu. Karena di sini banyak mata yang bisa gw jadi bukti kalau lo ngelakuin kekerasan sama gw!" ancam Aliza dengan serigai.
"And well, lo nggak selevel sama gw!" ucap Aliza aura keangkuhan nya begitu menguar keluar menatap sinis dan remeh gadis di depannya ini.
"Ck! Lo pikir gw takut sama ancaman lo? Lo pikir lo siapa? Anak pejabat? Anak presiden atau apa, hah?!" tanya gadis itu.
"Emang gw bukan anak pejabat, bukan juga anak presiden tapi gw bisa ngehancurin upik abu kayak lo dalam satu menit aja," jawab Aliza yang segera menghempaskan tangan gadis itu yang tampak kesakitan pada pergelangan tangannya yang terlihat memerah akibat ulah Aliza.
"Gw capek dan ngantuk. Dan juga rasanya sayang kalau harus ngebuang waktu gw cuma buat berdebat sama manusia idiot kayak lo!" Setelahnya Aliza langsung masuk ke dalam apartemen nya meninggalkan gadis tersebut yang terlihat begitu kesal dan marah dengan apa yang di katakan Aliza tadi.
"Sialan! Awas aja, gw bakalan bales lo!"
•••
Pagi harinya.
Aliza bangun di atas sofa kamar tamunya yang masih begitu berantakan. Aliza tak sempat masuk ke dalam kamarnya karena terlalu mengantuk untuk berjalan ke sana. Katakan saja jika dia malas. Apalagi tadi malam dirinya habis bertengkar membuat energinya terkuras banyak.
"Ternyata hidup mandiri nggak semudah apa yang gw bayangin. Kalau hari ini di Mansion pasti Mami udah nyiapin sarapan, lah sekarang harus diri sendiri yang masak baru bisa makan," ucap Aliza.
"Dahlah, masa mie aja. Keburu laper gw, dan lagi Mami nggak ada di sini, jadi nggak ada yang ngelarang gw makan mie!" sorak Aliza sebagai seorang pecinta mie membuatnya merasa bebas sekarang untuk memakan makanan instan itu. Karena dulu saat masih berada di Mansion Keisha akan memarahinya apabila dirinya ketahuan mengkonsumsi makanan instan itu.
Segera Aliza memulai sarapannya sesaat sebelum ponsel nya kembali berbunyi dengan nama yang tertera yakni nama Arsenio.
Dengan memutar bola matanya dengan malas Aliza mengangkat telpon tersebut.
"Ada lagi bocah?"
"Kak---"
"Ada apa?"
__ADS_1
"Aku merindukan mu kak," ucap Arsenio.
"Cih, katakan kau ingin berapa? Apakah Mami dan Kakek lagi-lagi memotong uang jajan mu? Kau tidak ketahuan merokok lagi kan Arsen?" tanya Aliza.
"Tentu saja tidak, kak. Aku benar-benar merindukan mu, Mansion sangat sepi dan sarapan yang di siapkan Mami tidak habis karena biasanya kau yang memakan semuanya," jelas Arsenio.
"Dasar bocah, aku belum genap sehari pindah dan kau sudah merindukan ku? Wah, aku sarankan cari pacar supaya kau tidak terlalu mencintai kakak cantik mu ini," ucap Aliza penuh percaya diri.
"Kak kau tahu? Aku menyesal mengatakan aku merindukan mu, saat sifat narsis mu itu mulai keluar," balas Arsenio.
"Baiklah, baiklah. Kapan-kapan kau bisa membawa Mami ke sini, menginap satu sampai dua hari. Itu cukup menyenangkan," kata Aliza.
"Yah aku pikir begitu. Baiklah, aku harus pergi untuk bertemu dengan teman-teman ku," tutur Arsenio.
"Ah begitu, baiklah. Aku ingatkan padamu untuk tidak merokok lagi, jika aku tahu kau kembali berbuat nakal maka aku tidak segan-segan akan menendang mu keluar dari Mansion dan membuatmu---"
"Yah aku tahu Kak, aku sudah berjanji beberapa mulai yang lalu bukan? Tenang saja, aku ini pria yang menempati janjinya dan memiliki pendirian, kakak tidak perlu khawatir," jawab Arsenio.
"Yah ku harap begitu, kalau begitu aku tutup telponnya."
"Baiklah kak." Setelahnya Aliza langsung menutup panggilan tersebut dan segera kembali meletakkan telponnya ke atas meja kembali. Dan kembali menyantap mie instan nya sebelum bengkak.
Kini Aliza sudah membersihkan dirinya begitu pula dengan pakaian nya yang sudah masuk ke dalam lemari kamarnya. Matanya menyapu seluruh isi apartemen nya yang terlihat beberapa masih kurang menurutnya.
"Aku harus keluar membeli perabotan baru lagi, terlalu monoton jika hanya sedikit barang yang mengisi apartemen ku ini," gumam Aliza.
"Baiklah, mau tidak mau karena tidak ada pelayan yang bisa ku suruh maja aku sendiri lah yang akan keluar," putus Aliza yang segera keluar dari dalam apartemen nya dengan hanya memakai hoodie berwarna sage di pasukan dengan legging hitam miliknya dan rambut yang di cepol asalan membuatnya tetap terlihat begitu cantik.
Aliza segera masuk ke dalam lift menuju lobi gedung apartemen nya. Dengan langkah santai Aliza keluar dari dalam lift sebelum suara seorang pria menghentikan nya.
"Aliza?"
Aliza berbalik menatap ke arah sumber suara yang memanggilnya dari belakang.
__ADS_1
"Rainer?"
...#bersambung...