
Tidak ada yang lebih bahagia lagi di dunia ini selain merasakan bagaimana hal yang sangat di idam-idamkan kini terjadi. Seperti Aldrich sekarang nampak pria tak lepas dari Aliza. Kini mereka tengah duduk bersama dengan Aliza yang berada di pangkuan Aldrich.
"Papi, apakah aku bisa beltanya?" tanya Aliza yang membuat Aldrich kembali menciumi hidung Aliza dengan gemas.
"Of course my daughter! Apa?"
"Papi, aku boleh tidak menunjukkan pada teman-teman ku jika sekarang aku punya Papi?" tanya Aliza dengan polosnya memandang Aldrich penuh harap.
"Tentu saja! Kapan? Papi akan slalu ada untuk putri Papi ini," jawab Aldrich yang membuat Aliza tersenyum dengan begitu senang dan memeluk nya.
"Papi memang telbaik!! Aku sayang Papi!" ucap Aliza yang memeluk erat Aldrich membuat sang empu tertawa gemas.
"Papi juga sangat menyayangi mu sayang, sangat." balas Aldrich.
Keisha tertegun melihat kedekatan Aldrich dan Aliza yang bisa di katakan sudah sangat dekat setelah Keisha memutuskan untuk tidak egois dan memilih untuk mengalah demi kebahagiaan Aliza sendiri.
"Aliza, ayo sayang waktunya kau tidur siang," ucap Keisha.
"Tapi Mami, Liza masih ingin belsama dengan Papi!" Aliza menatap Aldrich yang nampak tersenyum.
"Anak Papi harus menurut dengan Mami yah, Papi akan menunggu Aliza sampai bangun setelah itu kita main bersama lagi," ucap Aldrich.
"Janji? Papi janji?" tanya Aliza yang menaikkan jari kelingking nya ke arah Aldrich.
"Papi janji." Aldrich membalas nya dengan menautkan jari kelingking nya pada kelingking Aliza membuat gadis itu tersenyum senang.
"Ayo Mami! Dadah Papi! Liza tidul dulu yah!" Aliza langsung melompat dari pangkuan Aldrich dan menarik Keisha pergi dari sana.
Setelah memastikan keduanya menghilang dari sana tiba-tiba saja raut wajah Aldrich langsung berubah.
"Mama ingin kamu bisa bersatu lagi dengan Keisha," ungkap Selena yang tiba-tiba datang entah dari mana.
"Mama nggak mau kehilangan Keisha lagi, apalagi sekarang kalian sudah punya tanggung jawab sebagai orang tua. Mama lebih tidak rela jika cucu Mama kekurangan kasih sayang dari orang tuanya karena mereka memutuskan bercerai," sambung Selena. Membuat Aldrich kembali menunduk. Belakangan ini entah mengapa Aldrich slalu ingin menangis saat melihat bagaimana Keisha dan Aliza hidup tanpa dirinya selama ini.
"Mama tahu kan, kalau aku begitu sayang dan cinta kepada Keisha. Hanya saja wanita itu sama sekali belum memaafkan aku," lirih Aldrich.
"Kalau begitu kau harus lebih berusaha lagi Al," jawab Selena.
"Sudah Ma, berlutut dan menangis pun Keisha tetap pada pendirian nya!" tutur Aldrich.
__ADS_1
"Mama yakin Al, pasti ada jalan dimana kalian bisa bersatu kembali seperti dulu. Karena kalian tidak akan di pertemukan kembali jika bukan takdir yang mengikat kalian sejak awal," nasehat Selena menepuk pelan pundak Aldrich.
"Daddy mu dan Elvano tengah dalam perjalanan kemari, setelah mengetahui jika kau membawa pulang Keisha," kata Selena.
Tak berselang lama William dan Elvano sampai secepat itu mereka datang setelah mendengar kabar baik sekaligus mengejutkan dari Selena.
"Di mana Keisha--- di---"
William langsung membuka pintu Mansion Aldrich dengan terburu-buru di susul oleh Elvano yang turut terburu-buru pula.
"Kalian sudah sampai ternyata," Selena langsung menghampirimu keduanya.
"Dimana dia? Di mana Kei---"
"Keisha?" Mata Elvano melotot melihat sesosok perempuan tengah tersenyum dan berjalan mendekat ke arah mereka.
"Keisha!" William berlari memeluk Keisha. Seolah tidak memperdulikan umurnya yang sudah kepala 5 itu.
"Kei---Keisha? Ini---ini kau nak, Putriku?" tanya William pria tua itu menangis menangkup wajah Keisha sedangkan Keisha hanya bisa mengangguk dan ikut menangis.
Dirinya baru saja kehilangan sosok cinta pertamanya dan kini takdir kembali menghadirkan sesosok Ayah mertua yang bahkan begitu sangat mencintai nya.
Tapi kini bahkan William ingin sekali terus hidup, melihat Keisha hidup dengan baik selama ini membuatnya benar-benar sangat bersyukur masih di beri nyawa.
"Kak?" Suara Elvano mengalihkan mereka. William melepaskan pelukannya kepada Keisha. Nampak wanita itu menyeka air matanya dan tersenyum.
"Apa kabar bocah?" tanya Keisha dengan senyuman.
Setelah drama pertemuan yang cukup menguras air mata kini ketiganya tengah duduk di ruang tengah sedangkan Aldrich memilih mengurung dirinya di sana.
Dan kali ini William dan Elvano baru mengetahui jika Keisha dan Aldrich telah memiliki anak. Keduanya bahkan tidak bisa percaya namun kembali lagi. Lagi dan lagi hanya air mata kebahagiaan yang keluar untuk menyambut segala hal yang sangat membahagiakan hari ini.
"Jadi dimana cucuku?" tanya William tak sabaran.
"Dia sedang tidur siang Dad, mungkin Papinya sedang menemaninya di sana," jawab Keisha.
"Ternyata tua bangka ini telah menjadi Kakek sekarang. Bahkan untuk pensiun sekarang pun aku bisa demi menemani cucuku bermain," ungkap William.
"Dasar lebay! Kau ini sudah terlalu banyak menangis, bisa-bisa kepala nanti sakit. Aku juga yang repot!" protes Selena.
__ADS_1
"Aku tidak bisa berhenti! Entah mengapa air mataku tidak mau berhenti keluar!" tutur William.
"Dad! Mam! Kalian kenapa bertengkar? Seharusnya kita bahagia malam ini," lerai Elvano.
"Tahu nih Mama mu!" pekik William.
Keisha terkekeh pelan melihat interaksi ketiganya sangat-sangat Keisha rindukan selama ini.
"Senang rasanya bisa berkumpul seperti ini lagi," ujar Keisha.
"Begitu dengan kami juga sayang, rasanya Mama tidak ingin melewatkan sedetikpun untuk tidak menatap mu. Mama benar-benar sangat-sangat merindukan mu, " balas Selena yang mengusap pelan surai hitam milik Keisha.
"Benar nak, rasanya dunia kami yang dulunya menghitam kini kembali cerah setelah kepulangan mu sayang," lanjut William.
"Jadi... Bagaimana hubungan ku dengan Al?" tanya Selena yang pada akhirnya pertanyaan itu keluar. Pertanyaan yang sangat Keisha hindari.
"Yah, apakah kalian benar-benar akan berpisah?" tanya William juga.
"Aku---aku masih bingung Dad, Mam. Aku masih belum bisa memaafkan kesalahan nya, hatiku masih susah menerima maafnya," ungkap Keisha yang menunduk dan meremas kedua tangannya.
"Mama dan Daddy tahu, kesalahan Aldrich begitu sangat fatal. Bahkan jika Mama di posisimu Mama juga mungkin tidak mampu memaafkan nya Kei," balas Selena
"Begitu lah Ma, rasanya luka yang ada di hatiku masih belum sembuh sepenuhnya. Luka yang rasanya begitu abadi selama ini," tutur Keisha.
"Anakku memang sangatlah brengs3k, dan juga dia tidak dapat menghargai orang lain di dekatnya. Tetapi kau mungkin bisa memberinya satu kesempatan lagi Kei, kesempatan untuk membangun semuanya dari awal," pinta William.
"Benar Keisha, Mama tahu kamu sakit hati dan sangat terluka dengan perbuatan Aldrich. Tetapi alangkah baiknya kau memberi satu kesempatan lagi Keisha. Satu kesempatan untuk memulai semuanya kembali," sambung Selena menyakinkan.
"Tetapi Mam---"
"Maafkan Kak Al kak! Maafkan dia karena sifat buruknya selama ini, selama ini dia sudah sangat menderita, menderita karna kepergian mu kak. Dia bahkan pernah tinggal selama 1 bukan di rumah sakit hanya karena terus memikirkan mu yang meninggalkannya sebelum mendengarkan permintaan maafnya. Kakak bahkan pernah dia kali mencoba untuk melakukan aksi bunuh diri Kak."
"Ku mohon kak! Kali ini saja berikan kakakku kesempatan satu kali lagi Kak! Jika bukan untuk ku maka demi keponakan ku yang masih kecil itu kak. Kakak tkdak akan egois bukan dengan memisahkan nya dengan Ayahnya kan? Ku mohon kak, aku hanya minta satu hal itu," jelas Elvano yang matanya mulai berkaca-kaca menyatukan kedua tangannya memohon di depan Keisha.
Keisha menatap ketiganya yang nampak menunggu jawaban dari Keisha. Suasana semakin tegang saat Keisha mulai kembali menangis.
"Aku---"
#bersambung
__ADS_1