
"Mami Papi?" Aliza bangkit menghancurkan segala keromantisan Aldrich dan Keisha. Aldrich hanya bisa tersenyum kecut sedangkan Keisha buru-buru menjauh dan mendekat ke arah Aliza.
"Anak mami sudah bangun ternyata," ucap Keisha yang langsung memangku Aliza memberikan beberapa kecupan manis di pipinya.
"Mami sama Papi mau ngapain tadi?" tanya Aliza polos. Menatap Keisha menunggu jawaban dari pertanyaan yang dia lontarkan.
"Eh tadi mata Papi kemasukan sesuatu, jadi Mami bantu Papi tiupkan," jelas Keisha. Aliza langsung manggut-manggut ber oh ria.
"Papi, Papi matanya udah baikan?" tanya Aliza yang kini menatap Aldrich yang nampak diam sedari tadi.
Aldrich tersenyum dan mengangguk. "Iyah, Papi udah baik-baik aja malahan," jawab Aldrich yang mengelus pelan surai milik Aliza.
"Liza seneng deh, sekalang Liza udah punya orang tua lengkap! Liza nggak akan di ejek lagi karena nggak punya Papi," ungkap Aliza dengan semangat. Membuat Aldrich hanya bisa tersenyum bagaimana putri nya begitu bahagia.
"Liza, Papi boleh tanya?" tanya Aldrich.
"Tentu Papi!"
"Liza mau kan tinggal bareng Papi di sini?"
•••
1 bulan berlalu, terpantau kini hubungan Aldrich dan Keisha sudah benar-benar terjalin kembali. Kedekatan dan cinta mereka tunjukkan tanpa rasa ragu lagi. Bahkan pernah sekali dalam bulan itu Aldrich tidak ingin bekerja dan hanya ingin berada di rumah bersama dengan Keisha dan Aliza.
Kabar dan berita tentang hidup nya kembali istrinya juga menjadi topik panas beberapa minggu hingga akhirnya mereda dengan sendirinya.
Kehidupan Aldrich kini jauh dari penyesalan dan kini berganti menjadi hidup yang amat sangat sempurna menurutnya. Bukan karena harta yang bergelimang tetapi karena keluarga kini kembali dan hidup harmonis bersamanya.
Aldrich kini masih berada di dalam ruangan nya. Tampan sudah sangat sepi karena para karyawan yang sudah pulang sedari tadi. Aldrich sendiri tidak ada Hans yang menemaninya lagi. Sejujurnya Aldrich ingin sekali membawa Hans kembali bekerja di sini namun lagi-lagi gengsinya mengalahkan segalanya.
Hingga telpon Aldrich menampilkan sebuah panggilan. Nama orang yang tadinya melintas di pikiran kini tertera di dalam ponselnya. Itu Hans.
"Halo tuan," sapa Hans.
"Oh Halo Hans," sapa balik Aldrich.
Sejenak Hans diam dan terdengar dirinya menghela napas dalam-dalam. Sebelum kembali berbicara kembali.
"Tu---tuan, apa kabar?" tanya Hans yang membuat Aldrich tahu itu hanya sekedar basa-basi.
"Aku baik, tentu."
"Ah begitu, emm bagaimana kabar nona dan Aliza?" tanya Hans yang sudah tahu jika Aldrich dan Keisha sudah bersatu kembali.
"Mereka juga baik, kau sendiri bagaimana kabarmu?" tanya Aldrich kini.
__ADS_1
"Aku baik tuan,"
"Maafkan aku karena menganggu waktu anda tetapi aku hanya ingin memastikan satu hal saja sebelum menutup telpon ini," lanjut Hans.
"Apakah tuan saya benar-benar sudah di pecat? Saya tahu jika kesalahan saya membuat tuan menderita selama ini. Tetapi saya melakukan nya karena merasa jika Nona benar-benar harus melakukan hal tersebut tuan, demi kebaikan kalian berdua," ungkap Hans terdengar nada Hans yang begitu sangat lemah.
"Aku tahu dan aku mengerti Hans, selayaknya aku juga tidak bisa menyalahkan semuanya kepadamu karena kesalahan yang banyak terjadi itu ada pada diriku," balas Aldrich.
"Aku tidak pernah mengatakan jika aku memecat mu Hans," balas Aldrich.
"Ben---benarkah tuan?"
"Tentu Hans, aku bahkan di berikan satu kesempatan lagi pada Keisha, kenapa kau tidak? Tentu saja aku akan slalu menerima mu Hans. Kau sudah aku anggap seperti adikku sendiri, mana mungkin seorang kakak tega memperlakukan adiknya sedemikian rupa?"
"Tu---tuan," lirih Hans yang membuat Aldrich tersenyum sendiri.
"Istirahat lah dulu, oh iya bagaimana dengan tanganmu?" tanya Aldrich.
"Su---dah mulai membaik tuan," jawab Hans.
"Baguslah, kalau begitu aku tutup dulu, karena sudah waktunya aku pulang sekarang."
"Baik tuan. Tuan, terimakasih untuk kesempatan nya," ucap Hans sebelum Aldrich mengakhiri telpon nya.
"Sama-sama, istirahat lah." Setelah nya Aldrich langsung menutup telpon membuat pria itu kembali menghela napasnya.
•••
"Papi!" Aliza berlari melihat kepulangan Aldrich dari bekerja membuat lelah Aldrich langsung meluap begitu saja melihat semangat hidupnya datang menghampiri nya.
"My princess!" Aldrich merentangkan tangannya memeluk Aliza.
"Papi," rengek Aliza yang membuat Aldrich begitu gemas dengan anak nya sendiri.
"Di mana Mami sayang?" tanya Aldrich yang membuat Aliza perlahan melonggarkan pelukannya pada Aldrich.
"Mami sedang memasak, Papi!" jawab Aliza.
"Baiklah, putri Papi ini tunggulah Papi di kamar yah. Setelah Papi pergi melihat Mami kita akan bermain, bagaimana?" tawar Aldrich yang membuat gadis kecil seperti tengah mempertimbangkan.
"Emm, baiklah! Papi janji yah!"
"Tentu, Papi janji!" balas Aldrich segera setelahnya Aliza berlari pergi dari sana.
Aldrich pun segera berjalan menuju dapur melihat Bi Sakina tengah berada di ruang makan membuat Aldrich berhenti sejenak.
__ADS_1
"Eh, selamat malam tuan," sapa Sakina terlebih dahulu setelah menyadari kehadiran Aldrich di sana.
"Di mana Keisha?" tanya Aldrich pada Sakina membuat wanita paruh baya itu segera menoleh ke arah dapur.
"Nona ada di dapur tuan, dia sedang menyiapkan makan malam untuk anda," jelas Sakina.
Segera Aldrich berjalan ke arah dapur, indra penciuman nya langsung merasakan harum yang membuat perutnya langsung bergejolak karena lapar.
Netra Aldrich langsung menangkap Keisha yang tengah berdiri membelakangi nya begitu asik memasak tanpa menyadari kehadirannya.
Aldrich menyandarkan kepalanya di ambang pintu dapur menatap lama Keisha yang begitu cantik dan emm menggoda saat sedang memasak.
"Apakah dia sudah pulang?" monolog Keisha yang membuat Aldrich tahu siapa yang dia pikirkan.
Aldrich melangkah mendekat ke arah sang istri dengan perlahan-lahan tangan kelar Aldrich langsung memeluk perut Keisha membuat wanita itu langsung terkejut.
"Aku sudah pulang Kei," ujar Aldrich yang menyandarkan kepalanya di bahu Keisha.
"Astaga Mas! Kau membuatku terkejut! Kenapa tiba-tiba datang tanpa suara? Bisa-bisa aku jantungan!" keluh Keisha yang membuat Aldrich semakin mengeratkan pelukannya pada Keisha.
"Aku merindukan mu," ujar Aldrich yang seolah tidak peduli dengan keluhan Keisha.
"Kau mendengar aku atau tidak sih Mas?" tanya Keisha dengan kesal.
"Of course sayang, aku mendengarkan mu."
"Kalau begitu lepaskan aku! Pergi bersihkan dirimu yang sangat bau ini," tutur Keisha.
"Tidak, baumu sangat membuat ku kecanduan Kei." tolak Aldrich yang membuat Keisha semakin kesal saja.
"Masakan ini akan hangus jika kau terus memeluk ku seperti ini Mas," keluh Keisha lagi.
"Aku rasa aku tidak mengganggumu, aku hanya memelukmu bukan---"
"Sama saja!" potong Keisha.
"Ayolah Mas, dengarkan aku okay? Kau pasti lelah dan lapar sekarang," ucap Keisha kali ini nada bicara wanita itu dia turunkan untuk membuat Aldrich lebih cepat menurut.
"Baiklah, baiklah istriku yang cantik! Aku akan mandi dan setelah itu makan!" ujar Aldrich yang segera melepaskan pelukannya pada Keisha membuat wanita itu bisa tersenyum lega.
"Bagus, lagi pula masakan nya akan segera matang. Mas bisa langsung makan setelah ini," jawab Keisha.
"Bukan masakan mu yang ingin aku makan, tapi kamu. Kamu Keisha," ungkap Aldrich yang setelahnya langsung berlari kencang dari sana sembari menutup kupingnya.
"Mas!!"
__ADS_1
...#bersambung...