
Awal yang sangat-sangat buruk di hari pertama Aliza pertama kali bekerja. Dan kini pula di akhiri dengan hal yang buruk juga. Kini hanya dia sendiri lah yang berada di gedung itu. Sedangkan bedebah itu sudah pulang sedari tadi.
"Argghhh! Awas aja lo Kenzo! Gw bakalan balas dendam!" pekik Aliza yang sembari merapikan segala barang-barangnya.
Gadis itu keluar dari sana, menenteng tas selempang miliknya itu keluar dari ruangan nya dan berjalan menuju lift untuk pulang ke kediamannya.
•••
Aliza sampai di Mansion melihat mobil Evan membuat nya tahu hal apa yang akan terjadi. Dua julid itu pasti akan menjulitinya jadi.
"Aku pulang," ucap Aliza sembari memasuki Mansion.
"Kak Liza!" panggil Evan yang melambaikan tangannya saat keduanya tengah asik bermain video game bersama.
"Di cariin Mami tuh kak," ujar Arsenio yang melihat sebentar ke arah Aliza kemudian kembali fokus ke layar.
Aliza tanpa banyak basa-basi melangkah ke arah dapur tempat yang slalu di tempati Keisha. Dan benar saja Keisha tengah duduk di meja kecil dapur meminum secangkir teh yang di temani oleh beberapa kue kering di dekatnya.
"Liza? Udah pulang sayang? Gimana kerjanya?" tanya Keisha yang menyambut kedatangan Aliza.
Aliza dengan senyuman yang di paksakan menatap ibunya dan berkata. "Semuanya baik Mi."
"Lho, kok makan makanan manis sih Mi? Udah malam juga, nanti diabetes Mami naik lagi," kata Aliza.
"Sekali-kali sayang, Mami lagi pengen aja."
"Udah makan sayang?" Aliza segera menggeleng bergelut dengan pekerjaan nya di hari pertama membuatnya lupa untuk makan.
"Ya udah Mami siapin dulu yah buat kamu." Keisha hendak berdiri namun perkataan Aliza membuatnya terhenti.
"Nggak usah Mi, biarin Aliza aja yang nyiapin makanan Aliza. Mami duduk aja," ujar Aliza segera kemudian berjalan ke arah meja makan mengambil beberapa buah-buahan dan beralih mengambil nasi berserta lauk pauknya
"Arsenio!" panggil Aliza.
"Iyah! Ada apa kak?" balas Arsenio yang setengah berteriak.
"Apakah paket ku sudah datang?" tanya Aliza.
Tidak ada yang menyahut, tandanya tidak. Yah beginilah percakapan keduanya. Singkat dan tidak bermutu. Hal-hal yang bisa di tanyakan dengan menyelesaikan pekerjaan sebelumnya malah di lakukan secara bersamaan.
Setelah selesai memakan makan malamnya, Aliza bergegas keluar dari ruang makan sedangkan Keisha masih berada di dapur. Entahlah, ibu nya itu slalu berada di sana saat ingin menyendiri. Aneh memang, namun Keisha pernah bilang pada Aliza jika kenangan akan slalu menghantui nya kecuali dia berada di dapur.
"Evan! Van!"
"Hmm, apa sih kak! Ganggu aja tahu!" protes Evan.
"Pulang sono! Di cariin bapak lo nanti!" balas Aliza yang langsung duduk di sofa saat keduanya lesehan di depan sofa.
__ADS_1
"Nggak ah! Nanggung juga, kasian nih Arsenio nggak ada temen main," ucap Evan.
"Nih bocah dua nggak ada bedanya! Sama-sama nyebelin! Pulang sono kerjain PR sekolah lho, kalau bodoh yah---"
"Udah ceramah nya kak? Capek nih kuping denger kakak khotbah mulu! Bawel banget! Pantesan pacar kakak mutusin kakak!" pekik Arsenio yang membuat Aliza langsung menjitak kepala adiknya itu dengan keras.
'Plakk'
"Adek durhaka! Awas aja kalau jajan lho habis! Jangan minta ama gw! Gw aduin Mami lho yah," balas Aliza yang langsung pergi dari sana.
•••
Pagi hari nya.
Pagi yang mendung dan cuaca yang terlihat sangat tidak bersahabat. Membuat Aliza cepat-cepat membersihkan dirinya untuk segera ke kantor nya.
Tak ada yang terjadi, seperti biasa Arsenio yang masih belum bangun untuk berangkat sekolah sedangkan Keisha sudah menyiapkan bekal untuk Aliza. Karena dia tahu jika anaknya ini sangat jarang sekali memakan makanan paginya.
"Ini bekal buat kamu, di makan yah sayang. Tetep jaga kesehatan kamu, Mami nggak mau kamu sakit nanti," ujar Keisha.
"Iyah Mi, ya udah aku berangkat dulu yah. Liza sayang Mami, Dah!" Aliza segera pergi dari sana. Keisha hanya bisa menetapi kepergian anaknya sulungnya yang kini benar-benar sudah dewasa.
"Putri kesayangan mu benar-benar sudah dewasa Mas, dia tumbuh begitu cantik dan sangat-sangat pintar. Dia bahkan sudah bekerja sekarang ini. Andai kan kamu dapat melihat semua ini Mas," lirih Keisha yang tanpa sadar menitihkan air matanya.
Sedangkan di sisi lain Kenzo, pria itu baru saja selesai membersihkan dirinya. Dan bersamaan dengan itu ponselnya kembali berdering.
"Halo,"
"Di bumi, ada menelpon ku?"
"Aku merindukan ku Ken," ujar gadis itu.
"Tapi aku tidak," balas Kenzo.
"Kenapa kau slalu saja cuek---"
"Kau membuang waktu ku." Kenzo langsung mematikan sambungan telpon tersebut melemparkan handphone nya ke segala arah. Dan bersiap masuk ke kantornya.
Aliza kini sudah sampai di kantor dengan perjalanan dari Mansion harus di tempuh selama 30 menit membuatnya berpikir jika akan dia akan membeli apartemen untuk memudahkan pekerjaan nya.
Nampak sudah jika gedung perkantoran itu mulai di padati beberapa karyawan yang datang lebih awal. Andaikan rumah Aliza dekat mungkin dirinya lah yang datang pertama kalinya.
Saat Aliza hendak masuk ke dalam lift, beberapa karyawan yang tengah menyapa seseorang membuat atensi Aliza beralih.
Pria dengan balutan jas berwarna maroon memasuki gedung dengan kacamata hitam bertengkar di hidung mancung nya. Dan tak lupa pula satu tangan yang sengaja di masukkan ke dalam saku celananya menambah kesan angkuh dan arogannya dia. Yah dia Kenzo. Pria angkuh dan sombong menurut Aliza.
"Cih! Bahkan cara berjalannya saja menandakan keangkuhan dan kesombongan nya!" cibir Aliza yang memilih masuk ke dalam lift meninggalkan beberapa karyawan yang rata berjenis kelamin perempuan tengah terpesona.
__ADS_1
"Aku tahu kenapa dia memutuskan ku dulu, pasti karena dia memiliki banyak gadis yang dia dekati dan harus di kencani!" omel Aliza.
Hingga tak sadar jika dia susah sampai di lantai tujuannya itupun tinggal dirinya sendiri.
Aliza masuk ke dalam ruangannya menoleh sebentar saat Kenzo belum sampai di ruangannya.
Merasa bukan urusan yang harus membuat Aliza peduli. Segera gadis itu memulai tugasnya, mengikuti semua instruksi yang sengaja di tulis Sam untuknya.
Sam benar-benar pria yang baik, yang tahu apa yang Aliza butuhkan. Benar-benar sempurna selain tampan semua yang ada pada diri Sam adalah tipe idaman Aliza.
Saat sedang melamun Kenzo masuk ke dalam, ruangan Aliza yang melihat gadis itu tengah melamun sembari tersenyum sendirian seperti orang tidak waras.
"Hei!" Satu kata itu mampu membuat Aliza kembali ke dunia nyata. Sadar dan menatap Kenzo yang tengah berdiri dihadapannya.
"Masih pagi tapi sudah tidak fokus bekerja! Niat kerja atau tidak?! Sekarang pergi buatkan saya kopi!" perintah Kenzo yang setelah nya itu langsung pergi dari sana. Yah tanpa mendengarkan penjelasan Aliza sebelumnya.
"Bener-bener Kenzo 4njing! Bisa-bisanya gw lupa buatin dia kopi! Andai aja gw nggak di penjara kalau ngebunuh orang, udah dari dulu gw bunuh tuh mahkluk nyebelin itu!" oceh Aliza yang segera pergi dari sana menuju dapur yang berjarak beberapa meter dan masih berada di lantai yang sama.
Setelah itu Aliza segera pergi kembali ke ruangan Kenzo. Nampak sudah pria itu tengah di sibukkan dengan setumpuk kertas di hadapannya. Aliza masuk setelah mengetuk beberapa kali pintu.
Dengan hati-hati Aliza membawa kopi panas itu ke hadapan Kenzo yang tampak tidak peduli dengan kehadiran nya. Ingin sekali Aliza menumpahkan kopi panas itu ke wajah Kenzo. Tapi dirinya masih sayang dengan dirinya. Sehingga tidak ingin mencari masalah dengan Kenzo.
"Selamat menikmati pak," ucap Aliza yang berusaha se ramah mungkin.
"Hmm, setelah ini pergi dan bawakan saya laporan hasil penjualan ke tim pemasaran," perintah Kenzo.
"Baik Pak, apa ada lagi?" tanya Aliza yang tersenyum palsu.
"Tidak ada," balas Kenzo yang segera membuat Aliza hendak pergi dari ruangan itu.
"Tunggu sebentar!" Baru saja Aliza hendak keluar dari ruangan Kenzo suara berat pria itu kembali menghentikan nya.
"Kau tidak memasukkan sesuatu ke kopi ini kan?" tanya Kenzo.
"Tentu saja saya masukkan sianida ke dalamnya Pak," jawab Aliza dengan senyuman manis.
Kenzo menatapnya dengan tajam namun tidak membuat nyali Aliza menciut malah membuat nya semakin bersemangat membuat Kenzo marah.
"Aliza! Begitulah caramu bicara dengan atasanmu?!" tanya Kenzo.
"Maaf Pak, hanya orang bodoh yang bertanya tentang hal yang bapak tadi tanyakan kepada saya. Tentu saja jika saya ingin melenyapkan bapak, saya tentu saja bisa menusuk jantung bapak sekarang juga tanpa menggunakan racun," jelas Aliza.
"Dan juga setelah makan siang ini, Pak Kenzo harus menghadiri rapat bersama beberapa karyawan bagian divisi produksi," lanjut Aliza.
"Kalau begitu saya permisi Pak," kata Aliza yang kemudian langsung melangkah pergi dari sana.
Aliza berjalan dengan senyuman mengembang. Wajah Kenzo saat skakmat sangatlah menyenangkan.
__ADS_1
"Hahaha! Skakmat juga tuh cowok! Luas banget gw liat mukanya tadi!" kata Aliza.
...#bersambung...