Mendadak Menikahi Pria Cacat

Mendadak Menikahi Pria Cacat
S2 Part_12 |•Ayo Nikah Pak•|


__ADS_3

"Apa?!"


"Nggak! Apaan jodoh-jodohan?! Kakek ini kenapa sih?" tanya Aliza tak terima.


"Kakek kenapa? Kakek cuman mah jodohin kamu sama anak temen kerja kakek," jawab William.


"Cuman?! Kakek ngira aku barang mau di jual sama rekan kerja Kakek?" tanya Aliza lagi kali ini nada bicaranya berubah jadi tinggi.


"Liza, turunkan nada bicaramu nak," sela Keisha.


"Mami pasti tahu inikan? Makanya Mami nyuruh Arsen kasih tahu Aliza supaya dateng kan?!" tanya Aliza yang meluapkan emosinya pada Keisha.


"Liza, sayang. Kamu tenang dulu yah." Selena langsung menengahi saat melihat cucu perempuan nya begitu marah.


"Gimana Liza mau tenang nek? Ini masalah hidup Aliza! Aliza ini udah gede! Aliza bisa nyari pasangan sendiri!" pekik Aliza tak terima bahkan perkataan Selena tidak bisa membuatnya tenang.


"Tapi setidaknya kan Kakek berusaha ngasih kamu yang terbaik Liza," balas William yang tetap terlihat tenang.


"Terbaik apanya Kek? Jangan-jangan Kakek ngira aku ada kelainan? Makanya kakek mau jodohin Aliza? Ck, Aliza masih normal kok Kek, jadi nggak udah pake rencana jodohin Liza."


"Lah emang kamu normal Aliza, yang bilang kamu belok siapa toh?" tanya William terkadang cucunya ini sangat kurang paham dengan apa yang mereka bicarakan.


"Kalian! Ini nyebelin deh! Pokoknya Aliza nggak mau di jodohin! Titik!" putus Aliza yang membuat Keisha tersenyum penuh arti di sana.


"Apaan ngejodohin kayak jaman siti Nurbaya aja, norak banget sih Mi."


"Kamu nggak kami jodohkan asalkan kamu bisa bawa calon suami mu minggu depan," ucap Keisha yang membuat nya langsung mendapatkan tatapan tajam dari sang putri.


"Lah, lah. Mi! Mami kira cari calon suami itu gampang kayak nyari upil di hidung? Gimana Aliza bisa nyari calon dalam waktu seminggu?" geram Aliza kenapa keluarga nya di sini tidak ada yang mengerti?


"Menurut Om sih pasti gampang secara kamu ini cantik, pinter dan tentunya udah terjamin," sela Elvano yang membuat wajah Aliza tiba-tiba saja menjadi murung.


"Banyak yang mau? Om, diluar sana nggak ada yang mau sama Aliza, kalau mereka tahu Aliza dari keluarga Rodriguez," balas Aliza karena beberapa lelaki tipe nya menjauh karena mereka tahu jika dia adalah anak dari Aldrich Rodriguez. Entah apa sebabnya, Aliza juga tidak tahu.


"Terserah kamu mau nyari bagaimana, tetapi Kakek bakal tunggu kabar baiknya sampai minggu depan," putus William yang kemudian pergi dari sana.


"Aaaaaa! Kakek nyebelin!" teriak Aliza kesal.

__ADS_1


•••


Ucapan Kakek dan Maminya terus-menerus menghantui pikirannya membuat Aliza kini kurang tidur memikirkan nya.


"Gw harus kayak gimana? Di mana gw nyari calon lakik," lirik Aliza yang kini hanya bisa meletakkan kepalanya di meja kerjanya mencoba untuk mencari solusi.


"Aliza, masuk ke ruangan saya!" panggil Kenzo yang kebetulan baru saja tiba dari rapat bersama beberapa divisi. Aliza yang mendengar nya itupun langsung mengangkat kepalanya segera berjalan mengekori Kenzo yang terlihat masuk ke dalam ruangan miliknya.


Kenzo duduk kemudian menyadari jika Aliza sudah datang. "Tolong buatkan saya kopi," ucapnya.


"Baik pak," jawab Aliza yang terdengar lesu dan keluar dari sana.


Aliza berjalan lesu dengan pikiran yang terus memikirkan jalan permasalahannya ini. Setelahnya Aliza langsung mengantarkan kopi tersebut kepada Kenzo.


Posisi Kenzo masih sama saat pria itu tengah sibuk ke arah komputer miliknya.


"Ini Pak kopinya." Aliza segera meletakkan nya dengan Kenzo yang sama sekali belum meresponnya.


"Apa bapak butuh sesuatu lagi?" tanya Aliza sebelum gadis itu benar-benar meninggalkan ruangan Kenzo.


Kenzo menghentikan sejenak aktifitas nya kemudian mendongak menatap Aliza. "Kamu bisa kembali ke ruangan mu," jawab Kenzo.


Aliza kembali ke ruangannya dan langsung menjatuhkan bokongnya pada kursinya kembali bergelud dengan pikirannya yang penuh dengan kekacauan ini.


"Kenapa murung?" tanya seseorang yang membuat Aliza langsung tersadar saat melihat Sam sudah bersandar di daun pintu.


"Astaga! Sam, kamu ngagetin saya tahu!" balas Aliza yang mengelus-elus dadanya sebab masih terkejut.


"Hehehe sorry, tapi kayak banyak banget masalah nya Liza. Kenapa? Bertengkar sama pacarmu?" tanya Sam yang membuat Aliza langsung menggeleng keras.


"Enggaklah, mana mungkin Johal kek aku ada pacar. Nggak yah, tipe aku terlalu tinggi buat cowok biasa," balas Aliza sombong yang membuat Sam terkekeh.


"Cowok biasa? Jadi Pak Kenzo cowok istimewa dong. Secara diakan pernah punya hubungan sama kamu," kata Sam.


"Itu dulu yah, sekarang tipe ku udah jauh banget dari dia."


"Nggak percaya saya," balas Sam meremehkan.

__ADS_1


"Terserah aja deh, capek tahu ngomong sama kamu Sam," ujar Aliza acuh.


"Yayaya, terus kamu punya masalah apa sekarang?" tanya Sam yang membuat Aliza mempertimbangkan apakah harus menceritakan masalahnya ini kepada orang yang belum lama dirinya kenal.


Aliza menghela napasnya. "Aku di jodohin sama Kakek aku, tapi aku nggak mau. Terus... " Aliza menceritakan segalanya bagaimana dirinya menolak mentah-mentah bahkan di berikan waktu untuk mencari calon suami selama seminggu.


"Sama, Pak Kenzo juga di jodohin. Cuman bedanya beliau tidak menentang seperti kamu Aliza, beliau menerimanya dengan lapang dada," jelas Sam yang membuat Aliza kembali mengetahui kebenaran tentang Kenzo kembali sepertinya Sam banyak tahu tentang Kenzo.


"Gimana kalau kamu sama Pak Kenzo nikah aja? Kan bagus tuh kalian udah kenal lama jadi nggak perlu perkenalan terlalu lama."


"Secara Pak Kenzo juga di jodohin sama mbak Raisa jadi pasti Pak Kenzo juga nggak ada rasa sama mbak Raisa," lanjut Sam.


"Cih! Ogah! Masa aku nikah sama mantan sih?"


"Lah mau gimana lagi, kamu butuhkan calon suami dalam seminggu ini. Dan pak Kenzo adalah kandidat yang terbaik, sebelum Pak Kenzo menikah dengan Raisa kamu harus nikung duluan. Perumpamaan sebelum janur kuning melengkung maka kita bebas menikung," ucap Sam.


"Sok bijak banget sih, siapa yang tahu Kalau Kenzo udah suka sama Raisa? Gimana kalau aku nawarin dan dia nolak dengan alasan itu, dimana mau di taruh nih muka nantinya," balas Aliza.


"Saya yakin Pak Kenzo nggak bakalan nolak, coba aja dulu." Perkataan Sam terus terlintas di benaknya bagaimana saran dan nasehat Sam membuat Aliza sedikit mendapatkan pencerahan.


Aliza berdiri dengan menarik napas dalam Aliza mulai melangkah keluar dari sana. Setelah kepergian Sam Aliza terus merenungi perkataan Sam.


Aliza mengetuk pintu ruangan Kenzo mencoba menetralkan detak jantungnya dengan keringat dingin yang mulai membasahi keningnya. Aliza memutar knop pintu setelah mendapatkan jawaban dari Kenzo dari dalam.


Aliza melangkah masuk dengan perasaan was-was Aliza berhenti tepat di samping Kenzo membuat pria itu sadar dengan apa yang tengah di lakukan gadis ini.


"Ada apa Liza? Apakah kamu memerlukan sesuatu sehingga sedekat ini dengan saya?" tanya Kenzo yang menatap wajah pucat Aliza.


Aliza menggeleng dengan cepat kemudian beberapa detik terdengar helaan napas kecil yang keluar dari mulutnya. "Gini Pak, saya---"


"Saya apa, hmm?" tanya Kenzo yang kembali menatap komputer nya.


"Ayo nikah Pak!" ajak Aliza secara spontan yang akhirnya kalimat maut itu keluar.


"Apa?" Kenzo langsung menatap Aliza memastikan dengan ala yang dia dengar barusan.


"Ayo kita nikah Pak!"

__ADS_1


...#bersambung...


__ADS_2