Mendadak Menikahi Pria Cacat

Mendadak Menikahi Pria Cacat
S2 Part_04 |• Lift yang rusak•|


__ADS_3

Setelah kejadian tadi membuat Aliza menyesal sendiri melihay Kenzo semakin cuek dan seolah tidak peduli dengan kehadirannya. Di sini lah mereka saat sedang rapat bersama dengan Divisi umum Aliza terus menatap Kenzo yang begitu tampan saat sedang menyimak apa yang di jelaskan salah satu karyawan kantor di sana.


Aliza tidak bisa menampik jika Kenzo benar-benar sangat tampan. Bahkan jika di katakan saja, bernapas pun dan diam saja Kenzo terlihat begitu Tampan. Apakah terlalu lebay mendefinisikan nya? Ah aku tidak peduli.


"Fokus dalam rapat itu hal yang penting," ucap Kenzo yang menyindir keras Aliza ketika menyadari jika gadis itu tengah menatapnya tanpa berkedip.


Aliza yang mendengar itu langsung segera fokus ke depan saat matang juga bertemu mata tajam Kenzo yang ikut menatapnya.


Setelah rapat selesai, Aliza langsung kembali ke ruangannya untuk segera menyantap bekal yang tersisa setelah tadi pagi dirinya makan. Dia memang punya banyak uang, jika menginginkan sesuatu tentu hanya dengan menjentikkan jarinya saja hal yang di inginkan pasti sudah ada di depannya.


Tetapi Aliza malas jika harus memesan makanan dari luar. Dan memilih memakan apa yang ada, dia juga bukan orang yang banyak mau.


•••


Malam pun tiba.


Aliza seperti biasanya yah akan tinggal beberapa jam sebelum pulang karena tugas yang di berikan oleh Kenzo membuat nya menunda jam pulangnya.


"Kenapa si Kenzo itu belum pulang sih?! Jadi nggak bebas kan gw!" pekik Aliza kesal hari ini bukan hanya dirinya yang lembur tetapi juga Kenzo terlihat lampu ruangan Kenzo masih menyala dengan terang.


"Niatnya mau pulang aja, tapi karena ada si Kenzo ini jadi nggak jadi deh! Kesel banget gw, sumpah!" oceh Aliza.


Aliza menatap Kenzo yang tiba-tiba saja keluar dari dalam ruangannya membuat Aliza segera berpura-pura sibuk bekerja.


"Kamu boleh pulang," ucap Kenzo yang membuat Aliza mendongak menatap wajah lelah pria itu.


"Emang boleh pak? Pekerjaan saya kan belum selesai," jawab Aliza.


"Kamu bisa menyelesaikan nya besok," balas Kenzo yang setelahnya langsung menutup menutup kembali pintu ruangan Aliza dan segera kembali berjalan ke arah ruangannya sendiri.


"Lah, kenapa tiba-tiba baik? Merinding gw." Aliza langsung membereskan segala perlengkapan yang di bawa dari rumah. Tanpa banyak basa-basi Aliza pergi dari sana masa bodo dengan Kenzo yang belum pulang. Dia sendiri kan yang menyuruh Aliza pulang.


Selang beberapa menit kemudian Aliza sampai di rumahnya tampan sudah Mansion nya terlihat ramai dengan beberapa mobil asing yang terparkir di sana.


"Aku pulang!" ucap Aliza sembari memasuki Mansion.


"Paman? Paman Hans!" Aliza berhamburan berlari ke arah Hans yang nampak tersenyum menyambut nya.


"Aliza? Apa kabar nak?" tanya Hans yang membalas pelukan gadis itu.


"Aku baik paman, aku sangat-sangat merindukan Paman," lirih Aliza.

__ADS_1


"Paman juga nak, maafkan paman yang jarang sekali menemui mu. Paman sibuk dengan perusahaan Papimu dan juga kau tahu kan Risa sudah tumbuh semakin besar dan terus ingin bersama dengan Paman," jelas Hans tentang anak perempuan nya yang mulai beranjak dewasa.


"Tidak apa-apa paman. Paman datang hari ini juga pun sudah membuat Aliza gembira, tapi di mana Bibi Gina?" tanya Aliza yang tidak menemukan istri Hans.


"Dia sedang menjaga Risa yang tengah sakit sekarang ini," jawab Hans yang perlahan mengurai pelukannya dengan Aliza.


"Kenapa paman di sini?" tanya Aliza yang sudah melepaskan pelukan Hans padanya.


"Paman merindukan mu Aliza, putri dari tuan paman," jawab Hans.


•••


Aliza buru-buru memasuki lift saat sedang melakukan panggilan telpon dengan seorang untuk mengurusi apartemen barunya. Yang mungkin besok akan dirinya tempati.


"Mami," panggil Aliza yang mengedarkan pandangan nya menatap ke ruangan tengah Mansion tersebut untuk menemukan Keisha.


"Iyah sayang," jawab Keisha yang tiba-tiba saja muncul dari dalam ruang makan.


"Aliza akan berangkat sekarang," ucap Aliza.


"Ah Iyah, ini bekal untukmu." Keisha langsung menyodorkan kotak makanan yang telah di isi penuh dengan makanan kesukaan Aliza.


Segera gadis itu bergegas pergi dari sana. Bukan hanya karena jarak tempuh yang lama tetapi juga hari ini Aliza sedikit terlambat bangun.


Terlihat sudah para karyawan sudah mulai mengerumuni pintu masuk ke gedung perkantoran tersebut. Beberapa dari mereka terlihat tengah terburu-buru masuk dan pula beberapa orang terlihat santai.


Aliza dengan buru-buru masuk ke dalam lift namun langkah terhenti saat semua karyawan menatapnya dengan tatapan horor. "Di sini sudah penuh, sebaiknya kau menunggu." Perkataan itu seketika membuat Aliza menarik kembali kakinya. Menarik balik niatnya masuk dan memilih untuk mengalah.


Kenzo yang baru saja sampai melihat dan mendengar bagaimana Aliza nampak tak melawan saat seseorang secara tidak langsung mengusirnya. Liftnya sebenarnya tidak sepenuhnya penuh, beberapa dari mereka terlihat mengambil banyak tempat berdiri dengan beberapa barang bawaan mereka. Yang membuat lift terlihat kepenuhan.


Kenzo yang tanpa aba-aba langsung menarik lengan Aliza dan membawanya masuk ke dalam lift khusus eksekutif di sana.


"Ehh---pak!" Aliza terkejut. Tentu saja, bagaimana bisa dia tidak terkejut saat Kenzo tanpa aba-aba dan suara menariknya masuk ke dalam lift.


Kenzo langsung menekan lantai 35. Aliza mendongak menatap Kenzo yang berdiri di sampingnya tanpa ekspresi.


"Teri--- aaaa!"


'Brakk!'


Tiba-tiba saja terdengar suara lift tersebut kembali terjun ke bawah. Membuat Aliza berteriak ketakutan. Lampu di lift tersebut tiba-tiba saja mati membuat Aliza semakin panik.

__ADS_1


"Mami---gelap, Pak! Kenzo! Ka---mu di mana?!" tanya Aliza yang di iringi tangisan mencari keberadaan Kenzo yang sama sekali tidak bergeming.


"Ken! Kenzo! Ka---kamu di mana?!" Aliza semakin menangis saat Kenzo tak kunjung menjawabnya. Hingga sebuah tangan besar menarik nya mendekat dan jatuh ke dalam dekapan nya.


"Aku di sini Liza, tenanglah. Aku sudah menekan tombol darurat nya," ucap Kenzo menenangkan.


"Tetapi di sini gel---gelap Ken, aku takut!" balas Aliza yang semakin mengencangkan tangisannya.


'Brakk!'


Lift tersebut semakin turun ke bawah membuat Aliza semakin berteriak ketakutan. "Aaaa! Kenzo! Liftnya! Aaaa!"


"Tenanglah Liza, semuanya akan baik-baik saja! Kau tenanglah," kata Kenzo.


"Siapa yang bisa tenang?! Bagaimana jika kita mati di sini?! Aku---aku bahkan belum bisa menikah Kenzo! Bagai---bagaimana---"


"Tidak akan terjadi apa-apa Liza. Kita akan segera keluar, aku janji. Kita akan selamat di sini, tolong berhentilah berpikiran yang tidak-tidak," jelas Kenzo yang semakin mengeratkan pelukannya pada Aliza..


30 menit berlalu dan mereka masih dalam posisi saling mendekat. Udara yang ada di dalam lift itu turut semakin menipis.


"Ken, aku sesak." Aliza mulai memegangi dadanya yang terasa begitu sesak.


"Liza, kau mendengarkan aku kan? Liza kau harus tetap sadar," ucap Kenzo.


Aliza tidak menjawab dan hanya Kenzo mendengar suara napas Aliza yang mulai tersenggal-senggal. Kenzo juga merasakan jika dada Aliza mulai naik turun tak beraturan. Kenzo semakin mengeratkan pelukan nya.


"Ken, apa aku benar-benar akan mati sekarang?" tanya Aliza dengan nada lemah. Sebetulnya Kenzo juga mulai merasakan sesak nafas namun semuanya hilang melihat kepanikan di depannya ini.


"Kau ini bicara apa Liza? Aku sudah bilang jika kita akan baik-baik saja!" tegas Kenzo.


"Hah, jika iya. Aku bahkan belum menikah Ken, setelah apa yang terjadi 5 tahun lalu. Aku memutuskan untuk tidak mengenal pria setelah dirimu pergi dan menyakiti ku," ungkap Aliza yang tatapannya mulai sendu. Namun Kenzo tak dapat melihat nya karena kegelapan.


"Pantas saja, kemarin Papi ku datang ke dalam mimpiku. Mungkin itu tanda jika dia memanggilku untuk ikut dengannya," lanjut Aliza.


"Liza, ku mohon jangan bicara seperti itu! Aku tidak akan mati! Aku janji," balas Kenzo.


"Yah, aku ingin mendengar mu juga mengatakan bahwa kau berjanji tidak akan meninggalkan aku lagi," lirih Aliza yang sayangnya tak terdengar saat pintu lift terbuka kembali. Membuat Aliza langsung kehilangan kesadaran saat itu juga.


"Aliza!"


...#bersambung...

__ADS_1


__ADS_2