Mendadak Menikahi Pria Cacat

Mendadak Menikahi Pria Cacat
S2 Part_02 |•Mantanku Atasanku•|


__ADS_3

Dengan perasaan kesal Aliza masuk ke dalam gedung perkantoran tersebut. Bisa-bisanya dia bertemu dengan Mantan pertama dan terburuknya, eh memang Kenzo yang pertama dan terakhir sih. Karena setelah mereka putus Aliza jadi sedikit trauma menjalin hubungan kembali.


Dan buruknya lagi, Laki-laki itu langsung pergi tanpa menolong Aliza yang terjatuh tadi. Dan jika memang Aliza di tolong Aliza tidak akan menerimanya nya.


"Sialan! Argghhh kenapa juga gw ketemu si bajingan itu!" gumam Aliza yang berjalan ke arah resepsionis.


"Permisi mbak."


"Iyah? Ada yang bisa saya bantu?" tanya resepsionis itu ramah.


"Saya datang ingin menemui pak CEO mbak," jawab Aliza tidak tahu ingin mengatakan apa. Karena Kakek dan Om nya Elvano tidak mengatakan apa-apa. Hanya bilang datang saja.


"Oh, atas nama siapa mbak?" tanya resepsionis itu.


"Aliza Arsyana," jawab Aliza sekenaknya.


Kening resepsionis itu berkerut bingung. Membuat Aliza peka jika mungkin penyebutan namanya kurang lengkap.


"Aliza Arsyana Rodriguez," jawab Aliza kembali.


"Ah, nona sekertaris baru pak Kenzo yah? Silahkan nona pergi ka lantai 35 tempat di mana ruangan Pak Kenzo berada," ucap resepsionis itu yang akhirnya menyadari keberadaan Aliza.


"Baiklah, terimakasih sebelumnya." Aliza langsung pergi dari sana masuk ke dalam lift yang nampak agak ramai dengan beberapa karyawan yang baru saja datang.


Denting lift terakhir, karena kini Aliza hanya sendiri setelah beberapa karyawan turun ke lantai tempat mereka bekerja. Sedangkan Aliza harus naik ke lantai teratas gedung ini.


Dengan langkah percaya diri Aliza mendekat pada sebuah pintu yang berdesain modern dengan dinding kaca transparan yang mengalir kedua daun pintu yang terbuat dari kayu ulin tersebut. Aliza bisa lihat bos nya kini tengah berbicara dengan seseorang dari balik telpon dan tengah menghadap ke arah jendela besar dekat meja kerjanya.


Aliza mengangkat tangannya, dirinya mulai mengetuk pintu ruangan tersebut.


Hingga suara berat dari dalam menyahut ketukan pintu tersebut.


"Masuk."


Perlahan tangan Aliza memutar dan mendorong pintu tersebut. Tatapan nya menunduk menandakan jika Aliza benar-benar gugup sekarang ini.


"Selamat pagi pak, perkenalkan saya Aliza Arsyana yang akan bekerja sebagai sekertaris bapak yang baru," jelas Aliza yang memperkenalkan diri.


"Aliza?" Kepala Aliza terangkat saat sang CEO menyebut namanya.

__ADS_1


"Iya--- Kenzo?" Tatapan Aliza langsung tertuju pada Kenzo yah pria yang beberapa menit tadi tidak sengaja dia tabrak atau dia yang menabrak Aliza.


"Ngapain lo di sini?" pertanyaan tak sopan langsung keluar dari mulut Aliza. Melihat Kenzo saja membuatnya kembali mengenang masa indah dan buruk nya sekaligus.


"Saya yang seharusnya bertanya, kenapa kamu yang jadi sekertaris baru saya?" tanya Kenzo. Sejenak Aliza hampir saja terpaku mendengar kan suara Kenzo yang sudah lama dirinya tidak dengar itu.


"Cih! Apaan sekertaris---sekertaris?! Berarti lo CEO di sini?!" tanya Aliza tak percaya. Awalnya saat mendengar penuturan mbak resepsionis tadi Aliza sedikit tidak asing dengan nama Kenzo. Namun dirinya mencoba untuk tetap positif thingking agar kiranya tidak mengira jika mantannya itu adalah atasannya.


Dan jenjeng! Kejutan yang sangat luar biasa! Kini telah berdiri di hadapan Aliza seorang Kenzo Edison Shailendra mantan terindah dari Aliza sendiri. Bisa-bisa Aliza akan semakin gamon kalau begini.


Kenzo diam dan berjalan ke arah kursi kebesaran nya tersebut. Kemudian duduk dan kembali menatap Aliza yang nampak mematung dengan pikiran melayang entah kemana.


"Jadi sebagai sekertaris yang baru saya ingin kamu segera mengatur jadwal saya 1 bukan ke depan. Dan ini pekerjaan pertamamu," ucap Kenzo.


Aliza kembali sadar menatap sengit pria di depannya itu. "Lo nyuruh gw?! Cih! Kerjain aja sendiri!" cibir Aliza yang melipat tangannya di depan dadanya.


"Tolong tetap profesional dan pakai bahasa yang seharusnya kamu pakai. Dan ingat mulai hari ini saya atasan kamu," jelas Kenzo yang membuat Aliza semakin muak saja.


"Kalau gw nggak mau gimana?" tanya Aliza menantang yang membuat Kenzo langsung bangkit dari tempat nya duduk dan mendorong tubuh Aliza hingga menghantuk dinding.


"Dasar keras kepala! Saya pertegas lagi, jika kamu tidak ingin menurut maja silahkan pergi dari sini! Ada banyak wanita di luar sana yang mengantri ingin menjadi sekertaris saya," ungkap Kenzo.


"Jadi tidak usah sok di sini, karena di sini kamu hanyalah bawahan," ujar Kenzo yang membuat nya langsung menjauh dari Aliza setelah itu dan duduk kembali ke kursi miliknya.


Aliza mengepal kan tangannya menundukkan pandangan nya berusaha menahan air matanya yang ingin pecah saat itu juga.


"Pergilah dari sini dan cepat kerjakan apa yang tadinya aku minta," usir Kenzo yang membuat Aliza langsung pergi dari sana dengan perasaan campur aduk.


Kini gadis itu tengah berada di lantai darurat, dia tengah menangis di sana. Setelah menelpon Kakeknya untuk meminta nya memindahkan Aliza ke perusahaan lain saja. Namun Kakeknya menolak hal itu dia mengatakan jika perusahaan tempat Aliza adalah salah perusahaan terbaik.


Tentu saja Kakek Aliza menanyakan kenapa Aliza ingin pindah kantor padahal baru hari pertama dia bekerja. Aliza hanya menjawab jika perusahaan tempat nya bekerja sangatlah buruk membuat William tertawa mendengar nya. Mana mungkin juga Aliza harus berkata jujur dengan mengatakan.


"Mantanku itu jadi atasanku sekarang!" Tidak, itu tidak akan pernah Aliza katakan.


Setelah hampir setengah jam Aliza menangis di sana. Gadis itu mulai menghela napasnya dan menyeka jejak air matanya yang mulai mengering.


"Gw harus kuat, masa dia udah move on gw belum sih! Nggak bisa! Gw harus tunjukin ke dia kalau gw juga udah lupa in dia!" Tekad Aliza membulat. Menyakinkan dirinya jika dia bisa melewati tiga bulan di sini tanpa harus kembali mengenang masa lalunya.


"Rupanya kau di sini,"

__ADS_1


"Aaaaaa!! Siapa!" Aliza menjerit melihat seorang pria yang terlihat lebih tua beberapa tahun darinya berdiri tepat di belakang nya.


"Eh kenapa teriak? Tenang saya bukan orang jahat kok, saya sedari tadi memang mencari-cari anda. Beberapa hal harus saya ajarkan sebelum saya benar-benar keluar dari sini," ujar Pria itu yang membuat Aliza tetap saja tidak mengerti dengan apa yang di maksud oleh pria aneh itu.


"Ah saya lupa. Perkenalkan saya Sam mantan sekertaris Pak Kenzo sebelum anda," lanjut Pria bernama Sam itu.


"Maafkan aku jika aku membuat mu terkejut, aku hanya ingin mengajarkan dan memberitahu ku beberapa hal saja dan itupun Pak Kenzo yang meminta nya dari saya," jelas Sam.


"Em begitu yah? Kau tidak melihat dan mendengar semuanya kan?" tanya Aliza.


Sam nampak bingung dengan apa yang ditanyakan oleh Aliza tadi. "Kebetulan saya baru saja datang," jawab Sam sekenaknya.


Aliza mengangguk kemudian berdiri menepuk-nepuk rok nya yang agak kotor karena duduk di tangga darurat.


"Mari." Sam berjalan terlebih dahulu di ikuti Aliza yang nampak berusaha memasang wajah terbaiknya. Bisa-bisanya dirinya menangis hanya karena ketemu mantannya sendiri. Dasar cengeng.


Aliza kembali tiba di lantai di mana si baj1ngan itu berada. Rasanya benar-benar memuakkan jika harus melihat kembali wajah Kenzo.Tapi Aliza harus tetap profesional dan menahannya selama 3 bulan ke depan.


Sam masuk ke dalam sebuah ruangan yang berjarak beberapa meter dari ruangan Kenzo.


"Ini adalah ruangan mu mulai sekarang nona emm---"


"Aliza, panggil saja aku Aliza," ucap Aliza cepat dia sampai lupa memperkenalkan dirinya.


"Yah Aliza, ini adalah ruangan mu sekarang. Semua yang kamu butuhkan sebagai sekertaris ada di sini. Dan ini adalah daftar kegiatan, kebiasaan dan larangan dari Pak Kenzo. Kamu bisa memiliki nya sekarang," jelas Sam yang menyodorkan buku kecil seperti buku harian yang memiliki bentuk mini dengan sampul di lapisi kulit.


Aliza membukanya menebak-nebak isinya. Kenzo suka sekali bermain basket seminggu bisa 3 sampai 4 kali dirinya bermain basket. Benar itu tercantum dalam kegiatan hariannya. Suka minum kopi pahit sembari baca koran baru di lagi hari. Ini kebiasaan baru yah? Dan lagi, Kenzo alergi dengan seafood dan juga alergi kacang.


Bahkan dengan tidak melihat buku ini saja Aliza sudah tahu apa yang Kenzo suka dan tidak suka. Karena kebiasaan nya tetap sama dari 5 tahun yang lalu. Lho kok ini malah jadi inget masa lalu sih?


"Dan di dalam komputer ini sudah ada kegiatan 1 bulan kedepannya Pak Kenzo, kamu bisa langsung memberikan pada Pak Kenzo nanti."


"Baiklah," balas Aliza.


"Dan yang terakhir datanglah tepat waktu, jangan terlambat dan jangan pula terlalu awal. Netral saja," kata Sam.


"Jadi aku harap kau bisa nyaman bekerja dengan Pak Kenzo. Memang orang nya agak cuek namun beliau tetap orang yang peduli dengan sekitarnya," ujar Sam.


Aliza tidak menjawabnya hanya diam dan terus mengerti dalam harinya. Cih! Peduli apanya?!

__ADS_1


...#bersambung...


__ADS_2