Mendadak Menikahi Pria Cacat

Mendadak Menikahi Pria Cacat
Part_35 |•Mari Mulai dari Awal•|


__ADS_3

Keisha berjalan ke arah kamar Aliza yang khusus Aldrich siapkan untuknya. Pintu kamar Aliza nampak terbuka lebar. Keisha mengintip sedikit, terlihat Aldrich tengah tertidur dengan posisi memeluk Aliza dalam dekapannya.


Keisha berjalan dengan perlahan, mendekat ke arah keduanya yang nampak sangat terlelap dalam tidurnya. Keisha tersenyum lagi-lagi hatinya tersentuh melihat kedekatan Aldrich dan Aliza.


"Kalian bahkan begitu mirip, pantas saja aku bahkan susah untuk melupakan rasa cinta ku pada mu," lirih Keisha yang perlahan duduk di dekat Aldrich yang membelakangi nya.


"Sejujurnya aku sangat merindukanmu, bahkan mungkin aku jauh lebih merindukan mu. Aku merindukan wajahmu, wangi mu bahkan wajah datar mu setiap kali kau melihat ku," gumam Keisha yang mulai menyentuh bagian pipi Aldrich.


"Kau bahkan jauh lebih tampan sekarang," puji Keisha yang sedikit tersenyum.


"Dari dulu aku slalu mengagumi segala hal tentang mu, segala hal yang menyangkut dengan dirimu dan segala hal yang kau sukai. Karena kau menyukainya aku pun juga menyukainya," sambung Keisha.


"Aku bahkan dulunya sering melihat mu diam-diam saat sedang bekerja. Seperti pencuri saja bukan? Yah pencuri yang ingin sekali melihat seorang pangeran tampan setiap harinya." Keisha terkekeh pelan lalu tangannya perlahan berpindah pada surai hitam legam milik Aldrich yang nampak berantakan.


"Kapan terakhir kamu memotong rambut? Lihatlah bahkan rambut mu sudah kelewat panjang," tanya Keisha yang mengelus lembut surai Aldrich.


"Dan lagi, janggut dan kumis mu terlihat mulai menghitam. Kau benar-benar tidak bisa mengurus dirimu dengan baik yah, sayang sekali."


Keisha hendak menurunkan tangannya dari rambut Aldrich namun tangannya langsung di cegat oleh tangan seseorang. Yah siapa lagi jika bukan pemilik rambut yang tadinya dirinya sentuh.


"Kenapa menurunkan tanganmu, hmm?" tanya Aldrich dengan suara serak khas bangun tidur.


"Kau---kau sud---dah bangun?" tanya Keisha yang nampak begitu panik.


"Hmm, sejak kau mulai berbicara aku sudah bangun," jawab Aldrich yang menarik tangan Keisha kembali membawanya dalam genggaman nya dan memeluknya dengan erat.


"Eh---aku---aku---"


"Aku, apa sayang? Hmm?" tanya Aldrich yang kini mulai bangkit dan tidur di atas paha Keisha. Membuat Keisha semakin tidak karuan dan wajahnya yang mulai memerah bak udang rebus.


"Aku---tadi han---hanya---"


"Aku jauh lebih merindukan mu Keisha. Jauh, bahkan lebih besar dari yang kau tahu. Aku bahkan hampir gil4," ungkap Aldrich.

__ADS_1


"Aku tidak ingin kamu menghindar dariku lagi, aku tidak ingin kamu jauh dari pandangan ku sekarang. Sejujurnya, aku sudah mencintai mu dari dulu hanya saja diriku yang begitu bod0h tidak menyadarinya," ujar Aldrich.


Aldrich mencium tangan lama. Bahkan pria itu terpejam lama. Keisha menatap Aldrich dengan tatapan teduh. Runtuh sudah pertahanan Keisha, awalnya Keisha ingin menghindar dari Aldrich tapi kali ini Keisha sudah tidak bisa.


Keisha tersenyum menatap Aldrich yang tengah mendongak menatap nya. Pria itu tak henti-hentinya tersenyum menatapnya.


"Mari kita mulai dari awal," ungkap Keisha yang membuat Aldrich sejenak langsung bungkam.


1 detik


2 detik


3 detik


4 detik


5 detik


Mata Aldrich langsung berkaca-kaca, seolah tangisannya akan pecah saat itu juga. Dirinya bangkit dari paha Keisha langsung duduk menghadap ke arah wanitanya yang nampak tersenyum manis.


"Tidak, Mari kita mulai dari awal lagi, Mas!" ajak Keisha yang kali ini membuat Aldrich langsung menangis.


Aldrich langsung memeluk Keisha dengan erat nya. Lelaki itu bahkan sudah menangis di dalam pelukan Keisha. Keisha yang tidak segan pun langsung membalas pelukan Aldrich, Keisha merasakan bagaimana pundak Aldrich bergetar hebat.


"A---akhirnya, akhirnya kam---kamu mau memaafkan ku Kei!" ucap Aldrich yang sudah sesegukan di dalam pelukan Keisha.


"Hal yang paling ku tunggu-tunggu akhirnya terjadi sudah! Kau kembali, kau kembali lagi ke hidupku. Pelita hidupku yang selama ini padam akhir nya kembali menyala dengan terang," ujar Aldrich.


"Sejak kapan kau menjadi sangat puitis Mas?" tanya Keisha yang membuat Aldrich semakin sedih saja.


"Aku tidak tahu Kei, tapi aku sangat-sangat senang bahkan rela m4ti sekarang ini!" tutur Aldrich. Membuat Keisha melepaskan pelukannya.


"Jangan berbicara kematian, setelah mendapatkan maafku kau wajib tidak boleh meninggalkan ku lagi," perintah Keisha yang membuat Aldrich tersenyum di tengah-tengah tangisannya.

__ADS_1


"Yah, baiklah istriku! Aku berjanji sebagai Aldrich Xavier Rodriguez tidak akan meninggalkan Chelsea Adine Keisha selama-lamanya!" seru Aldrich yang meletakkan tangannya di depan dadanya. Mengucapkan janji tersebut dengan sepenuh jiwanya.


Keisha tersenyum mengusap pelan wajah Aldrich kemudian mulai menghapus jejak air mata pria tersebut yang tidak henti-hentinya tersenyum sembari terus menitihkan air matanya.


"Kenapa kau terus menangis Mas?" tanya Keisha yang membuat Aldrich lagi-lagi mencium tangan Keisha yang tadinya menghapus jejak air matanya.


"Entahlah, aku hanya merasa sangat bahagia sekarang ini. Tak pernah terbayangkan jika kau benar-benar akan memaafkan aku dan kembali padaku lagi," beber Aldrich yang membuat Keisha terkekeh.


"Kau lucu Mas. Sangat-sangat lucu sekali." puji Keisha yang membuat Aldrich langsung mendekatkan wajahnya pada Keisha membuat mereka kini merasakan napas masing-masing.


"Kenapa tiba-tiba?" tanya Aldrich yang membuat Keisha langsung tahu arah pertanyaan Aldrich.


Keisha tersenyum kembali menangkup wajah Aldrich dengan kedua tangannya. "Karena aku sadar jika aku ini terlalu egois, aku bahkan tidak bisa berpikir jernih selama ini. Aku hanya terus memikirkan cara bagaimana aku harus bisa menghindar dari mu atau bahkan melupakan mu Mas," akunya.


"Namun setelah melihat bagaimana Aliza begitu membutuhkan sosok Ayah. Hatiku mulai terbuka sedikit, namun belum sepenuhnya. Tetapi setelah aku berbicara dan menceritakan keluh kesahku pada Mama dan Daddy bahkan El aku merasa jika kau butuh satu kesempatan untuk memperbaiki semuanya."


"Karen aku sadar jika selama manusia akan slalu berbuat kesalahan dan tidak lepas dari kekhilafan, aku juga tidak ingin membuat Aliza tumbuh tanpa sosok Ayah lagi."


"Apalagi dia sudah tahu siapa Ayahnya." jelas Keisha. Yang membuat Aldrich tersenyum lega. Sangat-sangat lega malahan.


"Aku benar-benar bodoh karena dulunya menyia-nyiakan wanita yang sempurna seperti mu Kei, maafkan aku yah!" balas Aldrich.


"Mau seberapa pun maaf yang Mas lontarkan aku tidak akan mempermasalahkan apa yang terjadi di masa lalu. Sekarang kita hanya fokus untuk memulainya kembali, fokus pada masa depan kita dan juga fokus merawat dan menyayangi Aliza sepenuhnya," tutur Keisha.


Benar-benar membuat Aldrich setengah mati menahan napasnya karena perkataan bijak Keisha. Wanita yang sangat-sangat sempurna menurutnya. Bodoh sekali dulunya dia.


"Aku mencintaimu Keisha, Aku mencintaimu istriku, sangat!" ungkap Aldrich yang membuat Keisha terdiam dengan wajah yang mulai memerah.


"Aku juga Mas, aku juga sangat mencintai mu," balas Keisha yang membuat Aldrich tersenyum hingga kembali mendekatkan wajahnya pada Keisha.


Hendak melakukan sentuhan terakhir untuk menciu---


Dan

__ADS_1


"Mami? Papi?"


...#bersambung...


__ADS_2