Mendadak Menikahi Pria Cacat

Mendadak Menikahi Pria Cacat
S2 Part_10 |•Jangan membuatku bingung•|


__ADS_3

"Apa! Jangan coba-coba untuk menampar ku!" pekik Aliza. Moodnya yang menang sedang tidak bersahabat membuatnya mudah terpancing amarah.


"Kau benar-benar tidak tahu malu yah! Hei dengar gadis sombong, tunangan ku lah yang memberimu pekerjaan jadi bersikap sopanlah padaku. Jika tidak aku akan mengadukan tingkah laku jelek mu pada Keni!" ancam Raisa.


"Apa kau pikir aku takut? Aku bahkan bisa membeli harga dirimu itu!" ucap Aliza yang semakin marah itu. Beraninya wanita sialan di depannya ini mengancamnya tentang pekerjaan.


"Ck! Aku yang akan terlebih dahulu membeli harga dirimu itu! Pekerja tidak tahu malu sepertinya harus di beri pelajaran!"


"Raisa!" Seketika itu membuat Raisa menghentikan aksinya untuk berbuat kekerasan pada Aliza. Aliza menoleh ke arah belakang, lelaki yang hari ini dirinya tidak ingin lihat tengah berada di belakang nya menatap Raisa dengan tatapan tajam.


"Ken! Lihat karyawan mu ini! Dia sangat tidak sopan!" adunya dengan wajah sedih membuat Aliza benar-benar ingin menarik rambutnya itu.


"Untuk apa kau datang kemari? Ingin berbuat kekacauan lagi?!" tanya Kenzo yang seolah mengabaikan pengaduan Raisa padanya.


"Tidak Ken! Aku hanya ingin bertemu dengan mu! Aku begitu merindukanmu sehingga aku tidak bisa menahannya sekarang ini," jawab Raisa yang berjalan mendekat ke arah Kenzo dengan sengaja menyenggol baju Aliza membuat Aliza mundur beberapa langkah.


"Ken," panggil Raisa dengan manja yang membuat Aliza benar-benar ingin muntah mendengar nya.


"Berhenti bersikap begini Raisa! Ini kantor dan bukan tempat mu bersikap layaknya anak kecil," ucap Kenzo.


"Tapi aku merindukan Keni ku!" adunya dengan manja sembari menggeliat di lengan Kenzo.


Aliza yang muak langsung berbalik menatap tajam dua sejoli itu.


"Maaf Pak, saya ingin izin pulang lebih awal hari ini. Di karena kan tidak enak badan, tolong pak Kenzo maklumi," kata Aliza yang setengah membungkuk dan kembali masuk ke dalam ruangannya mengambil tas selempang milik nya.


Aliza berjalan pergi dari sana tanpa memperdulikan Kenzo yang tengah menatapnya begitu pula Raisa yang melayangkan tatapan tidak suka dengan Aliza.


"Lihat Ken, apakah aku benar-benar mau mempekerjakan sekertaris tidak punya sopan santun seperti itu?" tanya Raisa. Kenzo yang mendengar itu langsung menarik kasar lengannya dari gelayutan Raisa.


"Aku harap kau segera memecatnya Ken, apakah aku tidak memikirkan masa depan perusahaan mu sendiri? Dengan mempekerjakan orang yang tidak becus serta tidak punya sopan santun seperti dia!" jelas Raisa.


"Aku tidak suka kau membicarakan nya Raisa, jangan coba-coba menghancurkan moodku lagi."


"Aku hanya memberimu masukan untuk memecat sekertaris mu itu! Kenapa kau jadi marah begini? Oh atau jangan-jangan kalian memiliki hubungan spesial?!" tebak Raisa yang membuat Kenzo langsung mencengkram lengan Raisa dengan kuat.


"Stop it! Sudah cukup Raisa! Kau tahu aku muak dengan mu sekarang! Aku ingin sendiri, kau bisa pergi sekarang," titah Kenzo.


"Aku tidak bermaksud membuatmu marah Keni, aku harap kau jangan marah lagi padaku. Aku juga tidak ingin melihatmu dekat dengan gadis lain Ken, kau itu punya ku Ken. Kalian bahkan bertetangga di apartemen itu membuat ku semakin takut jika kalian---"

__ADS_1


"Apa? Apa yang kamu katakan Raisa, tetangga apanya?!"


"Benar Ken, saat malam kita bertengkar aku bertemu dengan sekertaris mu itu dan sempat adu mulut dengannya. Dan sepertinya dia baru saja pindah ke sana, aku harap Ken kamu tetap setia padaku, jangan berpaling apalagi pergi meninggalkan ku Ken, aku benar-benar tidak bisa membayangkan hal itu," jelas Raisa.


Pantas saja saat pulang Kenzo mendengar ada suara di apartemen yang sudah lama kosong itu.


Kenzo menghela napasnya menatap Raisa yang tampak menatapnya dengan tatapan sendu. Salah satu alasan Kenzo meninggalkan Aliza dulunya sebab perjodohan nya dengan Raisa. Yah Kenzo hanya beralasan jika dirinya bosan dengan Aliza sebab Kenzo tak tahu bagaimana dirinya memberitahukan kepada Aliza jika dirinya sudah di jodohkan dengan seorang gadis.


Kenzo yang penurut itupun memilih untuk berpisah dengan gadis pujaan hatinya itu. Memilih untuk menurut dengan sang Ayah yang begitu mengekang kehidupan nya dulu. Tetapi kini sudah berakhir, Kenzo memilih berontak dan memilih jalan hidupnya sendiri.


"Pulang lah Raisa, jangan menambah beban ku lagi. Sudah cukup kekacauan yang kau buat hari ini, aku lelah dan aku ingin menyendiri sekarang ini," tutur Kenzo.


Raisa menghela napasnya dengan pelan. Bagaimana pun dirinya harus mengalah dengan pria yang sangat dia cintai ini.


"Baiklah Keni, aku akan memberi mu ruang sekarang. Ku harap kau datang besok malam sesuai dengan rencana yang telah aku tentukan dengan Mama Rita untuk membahas pernikahan kita secepatnya," jelas Raisa.


"Hmm baiklah," balas Kenzo.


Setelahnya Raisa langsung pergi dari sana. Meninggalkan Kenzo yang benar-benar frustasi dengan apa yang terjadi dalam hidupnya ini.


•••


"Gw capek banget! Pengen keluar healing tapi nggak punya temen! Gini nih kalau dari kecil udah jadi introvert! Arggg! Kenzo sialan! Kenapa juga gw harus suka sama cowok bejat kek dia sih?!" gumam Aliza.


Hingga suara dering ponsel Aliza membuat perhatian nya teralihkan menuju nakas dekat dengan ranjangnya itu.


"Kenapa lagi bocah ini," gumam Aliza yang segera menggeser tombol hijau saat tahu jika sang adik menelponnya.


"Yah ada apa," tanya Aliza.


"Aku tengah menuju apartemen mu Kak, kau ingin makan malam apa?" tanya balik Arsenio.


"Wah, kebetulan sekali jika aku belum makan. Belikan saja aku ketoprak, sate ayam dan juga soto betawi," jawab Aliza antusias.


"Itu lah mengapa aku bertanya kakak ingin makanan apa karena tahu kakak pasti belum makan malam," balas Arsenio.


"Akhirnya kau berguna juga, cepatlah datang aku sudah sangat lapar," tutur Aliza.


"Baiklah yang mulia segera saya ke sana, eh tapi apakah kakak ada di apartemen sekarang? Aku kira kakak sedang bekerja---"

__ADS_1


"Aku pulang lebih awal, datang saja kemari dan jangan banyak bicara di sana," pekik Aliza.


"Iyah yah." Setelahnya Aliza langsung menutup panggilan tersebut dan segera beranjak dari ranjangnya menuju keluar kamarnya. Segera gadis itu membereskan segala benda yang berserakan di sana. Sebelum sang adik tiba, Aliza ingin Arsenio tahu jika dia bukan gadis pemalas seperti dulu walau kenyataan nya memang begitu.


"Aku juga harus mandi sekarang," ucap Aliza sebelum bel pintu apartemen nya membuat nya teralihkan.


"Secepat itu Arsenio tiba?" tanya Aliza.


Bel pintu kembali berbunyi membuat Aliza segera berjalan ke arah pintu tersebut.


"Sabar bocah, apakah kau tidak tahu yang namanya sabar?" tanya Aliza sebelum matanya membulat menatap pria yang tengah berdiri di hadapannya dengan kantong plastik yahh penuh dengan makanan yang dirinya inginkan tadi.


"Apakah kau sudah makan?" Pertanyaan pertama yang keluar dari mulutnya itu. Dia Kenzo pria yang berdiri di hadapan Aliza tanpa rasa bersalah itu.


"Apa peduli mu? Kau sudah mengatakan pada ku kan untuk menjauh darimu, jadi jangan sok peduli dengan ku!" balas Aliza.


"Aku hanya khawatir padamu, dengan pergi begitu saja dan dengan perasaan yang terluka karena ucapan Raisa," jelas Kenzo.


"Tenang saja aku tidak menyantet tunangan mu itu hanya karena dia membuat ku marah. Dan lagi aku jauh lebih marah dengan apa yang kau ucapkan sebelumnya. Jadi Pak Kenzo yang budiman silahkan pergi dari sini," balas Aliza.


"Ambi lah ini sebagai permintaan maaf dariku," kata Kenzo yang menyodorkan makanan tersebut.


"Listen to me Kenzo! Jangan membuatku semakin bingung dengan segala perbuatan mu! Kau menyuruh ku menjauh bukan?! Maka aku akan menjauh jadi jangan coba-coba untuk sok akrab dengan ku! Dan jangan membuatku bingung lagi," titah Aliza.


"Tapi---" Aliza langsung menutup keras pintu Apartemen nya itu tepat di depan wajah Kenzo tidak peduli jika peak itu terluka atau tidak.


"Argghh! Kenzo bajingan! Suka banget bikin gw berharap lagi sama dia! Dia kenapa sih?! Plin-plan banget jadi cowok! Lama-lama gw mutilasi tuh cowok!" pekik Aliza yang lagi harus di hentikan saat belum pintunya berbunyi kembali.


"Belum kapok juga tuh orang! Gw kasih bogem baru tahu rasa!" Aliza berjalan ke arah pintu kembali membukanya dengan kasar dan lalu mengumpat di sana.


"Apalagi bedebah?! Apakah tidak cukup kau membuatku bingung?! Apa---"


"Kak! Ini aku!"


Aliza menghentikan amarah nya saat didepannya ini bukan Kenzo melainkan Arsenio yang tengah menatap nya dengan tatapan bingung.


"Arsen?"


...#bersambung...

__ADS_1


__ADS_2