
#MANTAN_TAPI_MENIKAH
#Chapter_13 |•Patner?•|
#AccMod
"Ayo kita nikah Pak!" ajak Aliza sekali lagi yang membuat Kenzo langsung diam seribu bahasa.
"Sudah, kamu ini sedang sakit? Kamu bisa pulang lebih awal," ujar Kenzo yang pada akhirnya memilih untuk tidak mendengarkan kalimat Aliza tadi.
"Saya nggak sakit lho Pak, saya sehat-sehat aja nih!" Aliza bergerak bak ulat bulu di samping Kenzo.
"Ajakan saya tadi beneran lho Pak, saya lagi nggak mabok apalagi becanda," kata Aliza yang membuat Kenzo benar-benar bungkam.
"Saya tahu bapak sama si badut cuman di jodohin kan? Saya juga mau di jodohin Pak, tapi saya nya nggak mau. Terus keluarga saya nyuruh saya cari calon suami selama seminggu tapi saya ini kan manusia biasakan Pak yah gimana mau nyari calon suami cuman seminggu? Jadi karena kita udah kenal lama emm tanda kutip kita pernah jalin hubungan lama jadi saya mau ngajak bapak nikah aja sama saya," jelas Aliza panjang kali lebar.
"Pak, bicara dong. Saya benar-benar bingung, mau gimana lagi," lirih Aliza yang kini mengeluarkan jurus pamungkas nya.
"Saya tidak bisa, pernikahan saya sudah di tentukan jadi saya tidak bisa menikah dengan kamu. Sebaiknya urungkan niat mu itu," putus Kenzo.
"Lah? Kan belum nikah toh Pak. Kalau bapak udah nikah terus saya ngajak kek gini itu salah tapi kan belum. Jadi selama janur kuning melengkung saya bebas nikung dong pak," tutur Aliza yang membuat Kenzo kembali geleng-geleng.
"Iyah memang saya belum menikah tapi bagaimana perasaan tunangan saya kalau tahu ada gadis yang mengajak calon suaminya menikah," jawab Kenzo.
"Sejak kapan bapak mikirin perasaan si badut itu? Perasaan kalau dia dateng bapak slalu marah," balas Aliza yang benar adanya.
"Kamu tidak perlu mencampuri urusan saya dengan tunangan saya. Dan dia punya nama, jadi panggil lah dia dengan namanya," titah Kenzo.
"Pak, please help me okay? Saya janji bakalan jadi istri yang baik dah pak, nggak akan ngebangkang apalagi ngelawan perintah bapak lagi," lirih Aliza yang memilih untuk kembali memohon pada Kenzo tanpa harus mundur terlebih dahulu.
Misinya sekarang adalah bagaimana dia bisa menjadikan Kenzo sebagai calon suaminya dan membawanya ke depan keluarganya agar mereka berhenti menjodohkan nya dengan orang yang sama sekali belum Aliza kenal.
"Keluar lah Aliza, saya sedang sibuk. Kamu juga pasti harus mengerjakan beberapa dokumen kan? Kita sedang di kantor jadi masalah mu itu jangan kamu bawa masuk kemari apalagi melibatkan saya," tegas Kenzo yang membuat Aliza semakin cemberut.
"Ken, Kenzo. Please bantu aku yah!" kata Aliza yang membuat Kenzo kembali menoleh pada Aliza.
__ADS_1
"Aku butuh kamu Ken, aku nggak tahu apa alasan dulu kamu ninggalin aku meskipun kamu bilang kalau kamu bosen sama aku. Aku cuman mau kamu Kenzo, aku masih belum siap kenal dengan orang baru, kamu masih jadi pria pertama yang memiliki hubungan dengan ku. Kamu tahu kan aku introvert bahkan punya teman satupun aku nggak punya," lirih Aliza yang kini mulai menangis seraya menjatuhkan tubuhnya di sana membuat Kenzo refleks langsung menahan pinggang Aliza sehingga gadis itu duduk di pangkuan pria itu sekarang.
Tatapan Kenzo menjadi sayu, kini pertahanan Kenzo runtuh saat melihat Aliza menangis. Dan sejujurnya sedari tadi Aliza ingin sekali menangis sebab penolakan Kenzo yang membuat nya langsung bersedih.
"Ay, kamu tahu kan aku sangat di kekang oleh Ayahku," ucap Kenzo yang kini memanggil Aliza dengan nama yang dulunya slalu Kenzo ingin ucap.
"Aku tahu, tapi lihat aku Ken. Kamu itu kuat, kamu anak yang baik, bukan berarti kamu harus terus di atur sama Ayah kamu," jawab Aliza yang menangkup kedua wajah Kenzo. Tatapan mereka bertemu, melemparkan rasa satu sama lain dan entah rasa apa itu. Rasa mangga mungkin
"Aku udah nggak punya orang tua selain dia Ay, aku udah nggak punya sandaran lagi andai kata aku membangkang," lirih Kenzo.
"Kamu punya aku nantinya, kamu punya sandaran buat kamu nyadar nantinya. Meskipun selama ini aku cuman hidup sama Mami dan hanya merasakan kasih sayang Papi sebentar tapi aku tahu rasanya bagaimana kita nggak punya sandaran di saat kita benar-benar terpuruk," kata Aliza. Gadis yang pintar, cantik dan bijak semua hal tentang Aliza yang dulunya Kenzo sangat suka.
"Kamu bisa milih pria lain di luar Aliza, banyak pria yang ingin bersamamu. Jangan memilihku karena aku sudah hampir terikat dengan seseorang," titah Kenzo yang menatap sayu Aliza berharap niat sang gadis itu pupus sekarang.
"Memang banyak dan tidak semuanya mau dengan aku. Dan sayangnya aku hanya ingin kamu Ken, kamu yang aku inginkan bukan yang lain," jawab Aliza.
•••
Aliza kembali ke apartemen nya dengan penat yang begitu menumpuk di pundak nya. Aliza langsung melemparkan tubuhnya ke atas sofa dengan melepaskan semua letih nya hari ini.
Aliza harus menyiapkan banyak nyawa kali ini dan memperbanyak kesabarannya.
"Kenapa tiba-tiba rindu papi yah?" gumam Aliza sembari menatap langit-langit apartemen nya.
"Apa yang aku---"
Telpon Aliza berdering dengan cepat gadis itu langsung bangun dan segera merogoh tas selempang miliknya untuk mengambil smartphone nya yang ada di dalam sana.
"Halo?" sapa Aliza.
"Halo, hai Liza!" sapa seseorang dari seberang sana.
Kening Aliza mengkerut dan menatap sebentar layar ponselnya yang tertera di sana yang menelponnya di saat ini adalah nomor orang tak di kenal.
"Ini siapa?" tanya Aliza.
__ADS_1
"Hahaha, kau tidak mengenali ku Aliza? Kita baru saja beberapa minggu yang lalu saling bertemu," jawab nya.
"Emm, Rainer bukan?" tanya Aliza yang mulai mengenali suara yang menelponnya ini.
"Nah, akhirnya kau mengenali ku!" jawab Rainer.
"Sudah ku duga, bagaimana bisa kau mendapatkan nomor ponsel ku?" tanya Aliza lagi.
"Ada lah, kau tak perlu tahu dan aku merasa bahagia setelah mendengar suara mu sekian lama," balas Rainer.
"Yayaya baik tukang gombal. Aku tahu aku memang cantik sehingga membuat mu tergila-gila padaku," kelakar Aliza.
"Kau benar, dan entah kenapa sampai sekarang kau masih belum bisa mau menerima mu sebagai pria yang mencintaimu," kata Rainer yang sejujurnya dia tengah serius sekarang.
"Karena aku masih menyukai dan mencintai seseorang, tentu saja. I'm sorry but I still love that guy now," ujar Aliza yang membuat Rainer tersenyum kecut.
"Tapi tak ada salahnya bukan jika kau mencoba hal yang baru," balas Rainer.
"Mencoba hal yang baru memang seru tapi setiap hal dalam cinta orang lama slalu nomor satu," jelas Aliza yang langsung menusuk tepat hati Rainer.
"Yah kau benar, but some things are so much more fun with different people," lirih Rainer.
"I now Rainer. Yang kamu katakan sangat lah benar tetapi somehow my heart is always on him even after so many years you are apart," tegas Aliza.
"Come on Aliza, itu kata-kata basi. Apakah kau tengah menolakku secara halus kembali? Bagaimana dengan hubungan serius? Im first, right?" tanya Rainer.
"No, of course no Rainer. Aku sudah di jodohkan jadi aku sudah punya calon patner sekarang," jawab Aloza santai.
Membuat Rainer beberapa saat diam.
"Jodoh? Kau di jodohkan oleh keluarga mu?" tanya Rainer yang membuat Aliza mengangguk dalam samar-samar kegelapan.
"Yah kau tahu bukan, keluarga masih termakan siti Nurbaya sehingga berniat menjodohkan aku dengan orang yang sama sekali belum aku kenal," balasnya santai.
"Tapi kau tidak menerimanya kan?" tanya Rainer.
__ADS_1
"Tentu saja aku---"
...#bersambung...