Mengandung Benih Kekasih Sahabatku

Mengandung Benih Kekasih Sahabatku
Melati dan Reza


__ADS_3

Regina menundukkan kepalanya seperti seorang terdakwa yang disidang. Di sekitarnya ada Reza dan Melati yang sudah tidak sabaran menunggu dirinya mengatakan siapa sebenarnya ayah dari janin yang di kandungnya.


Berada di tengah tengah orang dekat dan yang akan hancur mendengar kenyataan yang sebenarnya. Tentu saja bukan hal yang mudah bagi Regina. Mereka bertiga akan sama sama hancur. Regina tidak berani menatap Reza yang sejak tadi mendesak dirinya untuk mengatakan laki laki penghancur hubungan mereka itu.


"Regina, katakan siapa. Orang orang tahu. Aku adalah kekasih kamu. Jangan karena kebejatan mu. Aku dituduh menjadi pria brengsek yang tidak bertanggung jawab," kata Reza marah. Tatapannya tajam mengarah kepada Regina. Rasa cinta yang tersisa di hatinya membuat Reza kasihan akan keadaan Regina. Tapi dugaan perselingkuhan yang dilakukan Regina di belakangnya membuat Reza mengabaikan rasa kasihan itu.


"Iya Re. Katakan siapa laki laki itu. Kami siap membantu kamu mendapatkan pertanggungjawaban dari laki laki brengsek itu," kata Regina membujuk sahabatnya. Sama seperti Reza, Regina juga sudah menduga jika kehamilan Regina akibat perselingkuhan. Dan kini, baik Reza maupun Melati penasaran siapa laki laki itu.


Regina menatap Melati. Mungkinkah sahabatnya itu bersedia membantu dirinya mendapatkan pertanggungjawaban Kevin atau sebaliknya akan memusuhi dirinya karena kejadian itu.


"Dasar wanita murahan kamu Re. Dimana bukti cinta yang kamu ungkapkan kepada ku kalau kamu memberikan tubuhmu pada laki laki lain."


Nada bicara Reza terdengar marah bercampur kecewa. Regina memaklumi kemarahan kekasihnya itu. Siapa pun akan marah jika mengetahui kekasihnya hamil benih laki laki lain.


"Maaf Za. Janin ini bukan karena perselingkuhan. Aku juga tidak menginginkan seperti ini. Aku hamil bukan karena mau sama mau dengan laki laki itu tapi karena pemaksaan. Dia melakukan pemaksaan itu dalam keadaan mabuk dan aku sudah berusaha melepaskan diri."


Regina sengaja memberikan clue akan laki laki yang menghamili dirinya. Dia berharap tanpa mengatakan langsung. Melati bisa menebak laki laki itu. Selain itu, Regina juga ingin meluruskan jika kehamilan itu bukan karena dirinya murahan apalagi karena perselingkuhan.


Selama ini, dirinya menjaga kesucian cintanya pada laki laki itu. Karena memang Regina sangat mencintai Reza. Kehilangan Reza adalah hal yang menakutkan dalam hidupnya dan sepertinya akan menjadi kenyataan selama ini. Mana mungkin Reza masih bersedia menjalin hubungan dengan dirinya yang tidak suci lagi apalagi saat ini sedang mengandung.


Regina merasakan tubuhnya gemetar karena rasa sakit hati itu. Tidak cukup hanya penolakan Kevin membuat hatinya hancur tapi kata wanita murahan dari Reza lebih menghancurkan hatinya.

__ADS_1


"Katakan dengan jelas siapa laki laki itu Re."


Sepertinya Melati bisa menebak clue yang diberikan oleh Regina. Hal itu terlihat dari wajahnya yang pucat dengan suara yang serak. Melihat keadaan sahabatnya itu. Regina semakin tidak rela mengatakan yang sebenarnya. Tapi mengingat hanya dirinya yang tersakiti saat ini sedangkan Kevin merasa tidak bersalah sama sekali. Akhirnya Regina menyebut nama laki laki itu.


"Ke.. Kevin."


Duar.


Melati merasa dirinya bagaikan tersambar petir. Wanita itu sampai menahan nafas karena mendengar nama laki laki pujaan hatinya adalah ayah dari janin yang di kandung sahabatnya.


Melati melemas, pikirannya bercabang mencerna kata kata Regina yang mengatakan pemaksaan dan dalam keadaan mabuk. Kejadian bulan lalu terlintas di benaknya dimana dirinya dan Kevin mabuk dan saat itu Regina juga di rumah itu.


"Tidak mungkin Re. Kamu mengarang cerita kan?" tanya Melati. Otaknya bisa mengingat semua kejadian bulan lalu itu tapi hatinya menolak jika Kevin adalah laki laki itu.


"Laki laki itu Kevin. Mel, Dia melakukan pemaksaan itu ketika kalian berdua mabuk."


Sakit tapi lega. Hal itu lah yang dirasakan oleh Regina setelah mengungkapkan perbuatan Kevin kepada dirinya. Dia menoleh ke arah, kemarahan di wajah laki laki itu perlahan hilang. Mungkin Reza mempercayai apa yang dikatakan oleh Regina. Atau bisa saja tidak perduli lagi dengan keadaan Regina.


"Kenapa kamu tidak menolak atau melawannya Re. Mengapa kamu membiarkan Kevin melakukan itu kepada mu. Apa karena kamu juga menginginkan hal itu terjadi pada kamu?" tanya Melati sambil terisak.


Regina menatap wajah sahabatnya itu lama. Pertanyaan yang sama yang ditujukan oleh Kevin dan Melati. Dirinya sama sama disalahkan oleh sepasang kekasih itu. Regina juga tidak percaya dengan pertanyaan yang keluar dari mulut Melati. Mereka bersahabat seharusnya Melati bisa mempercayai dirinya bahwa keberadaan janin itu karena terpaksa bukan karena keinginan salah satu diantara dirinya dan Kevin.

__ADS_1


"Iya Re. Mengapa kamu tidak menolaknya. Jangan jangan kamu diam diam mencintai kekasih dari sahabat mu."


Demi apapun, Regina tidak mempercayai pendengaran dari orang orang yang mengaku dekat dengan dirinya. Dirinya disalahkan dan tidak percaya jika dirinya sudah menolak malam itu.


Tidak ada gunanya menjelaskan pada orang orang yang sudah menilai dirinya dengan salah. Regina hanya mampu menangis begitu juga dengan Melati.


"Katakan Re, sebenarnya kamu memang mengagumi kekasih ku kan?"


Demi apapun, Regina tidak habis pikir dengan pemikiran dua orang itu.


"Aku tidak serendah itu Mel," kata Regina dengan suara yang kencang. Dia tidak perduli lagi dengan persahabatan mereka jika harus hancur saat ini. Melati dan Reza sudah menuduh dan bahkan menilai dirinya serendah itu. Itu artinya dua manusia itu hanya akan membuat mentalnya semakin rusak.


"Atau jangan jangan kamu yang menggoda kekasihku malam itu Re. Karena orang mabuk tidak akan menolak kan?"


Melati masih saja berharap jika kejadian malam itu bukan kesalahan kekasihnya melainkan kesalahan sahabatnya. Cinta menutup matanya dengan kenyataan yang sebenarnya.


"Kamu pembohong Re. Mana mungkin Kevin menginginkan kamu. Dia hanya mencintai aku," kata Melati. Wanita itu terus menangis dan mengeluarkan kata kata yang menyakiti Regina.


"Aku benar benar kecewa kepada mu Re. Aku memang sangat mencintai kamu. Tapi tidak dengan hari ini. Aku membenci kamu Kamu pembohong Re. Aku anggap semua penjelasan kamu tadi adalah kebohongan."


Reza masih marah. Tatapannya menghunus ke arah perut Regina. Dia membenci janin yang ada di perut kekasihnya itu.

__ADS_1


"Aku akan menerima kamu kembali jika janin itu tidak ada lagi di perut mu."


Regina membeku. Dia mengelus perutnya dengan sedih. Hingga tatapannya tertuju pada Kevin yang berdiri di depan pintu.


__ADS_2