Mengandung Benih Kekasih Sahabatku

Mengandung Benih Kekasih Sahabatku
Bab 49


__ADS_3

Penyesalan selalu datang terlambat. Terkadang manusia tidak memikirkan ketika bersikap. Terkadang manusia bangga dengan pemikirannya sendiri. Dan terkadang manusia merasa manusia yang paling benar meskipun sudah melakukan kesalahan. Ha itulah yang pernah dilakukan oleh Kevin dalam rumah tangganya. Dia pernah merasa benar karena mempertahankan cintanya pada Melati padahal wanita lain sudah mengandung darah dagingnya. Tidak perduli kehadiran janin itu seperti apa dan bagaimana yang pasti yang dibutuhkan oleh sang janin hanya tanggung jawab dan pengakuan.


Kevin juga pernah merasa benar dan sangat yakin jika Regina sengaja menyerahkan tubuhnya kepada dirinya di saat mabuk sehingga adanya janin itu. Lagi lagi Kevin merasa benar dan tidak menyesali perbuatannya.


Kevin merasa benar di dalam setiap perbuatannya memperlakukan Regina. Bahkan dia merasa benar jika menceraikan Regina setelah melahirkan. Lebih tepatnya, Kevin selalu membenarkan kesalahannya demi mempertahankan cintanya kepada Melati.


Tapi kini laki laki itu menyadari semua kesalahannya dan menyesal. Dan penyesalan itu sangat menyakitkan karena melihat Regina harus mengalami hal yang jauh menyakitkan dari semua perbuatannya dulu.


Kini penderitaan Regina sudah lengkap. Setelah mengalami siksaan batin kini Regina harus terbaring lemah di rumah sakit karena kecelakaan.


Dan kini bukan hanya penyesalan yang bersarang di kepala kevin. Kevin merasa ketakutan yang luar biasa akan keselamatan Regina dan calon anaknya. Bukan hanya Kevin. Semua keluarga sangat ketakutan dengan kondisi Regina yang masih belum tersadar dari koma.


Andaikan waktu bisa diputar. Kevin tidak akan melakukan penolakan akan Regina dan calon anaknya itu. Kevin tidak akan merasa benar mempertahankan cintanya pada Melati. Dan kini setelah mengetahui ketulusan dan kebaikan Regina. Kevin berharap penyesalannya itu berakhir dengan Regina yang memberikan maaf dan bersedia menerima dirinya kembali.


"Regina, sampai kapan kamu seperti ini. Ayo bangun donk Re. Ingat bukan hanya kamu berjuang. Ada anak kita yang tergantung pada dirimu saat ini. Kamu menginginkan aku menerima kehadiran putri kita kan. Sejak kepergian kamu. Aku sudah menyadari semua kesalahan ku,Re. Jangan lama lama tidur seperti ini Re. Kami semua merindukan kamu."


Kevin berkata sambil menggenggam tangan tangan Regina. Matanya tertuju menatap wajah istrinya. Regina sudah di ruang inap dengan alat alat medis menempel di tubuhnya.


Kevin mencium pipi istrinya itu kemudian mencium perut Regina. Sudah tiga hari istrinya itu tidak sadarkan diri karena kecelakaan yang menimpa Regina. Melihat Regina terbaring koma seperti ini muncul ketakutan di hati Kevin akan keadaan calon anaknya di rahim Regina. Tapi laki laki itu menghibur hatinya sendiri jika calon anaknya itu mampu bertahan berjuang bersama Regina.


Dan selama tiga hari itu juga. Kevin menjaga Regina di rumah sakit itu. Kevin menetap di rumah sakit tanpa pulang ke rumah. Tapi karena tiga hari sudah cuti bekerja. Hari ini, Kevin akan kembali masuk kantor dan tugasnya menjaga Regina akan digantikan oleh Rani dan ibu Tika. Rani yang tidak lagi sekolah karena ujian kelulusan putih abu abu sudah usai membuat gadis itu mempunyai waktu untuk menjaga Regina.


Sedangkan ibu Tika, wanita itu sengaja mengambil cuti dua minggu untuk menjaga menantunya. Ibu Tika melakukan itu karena wanita itu melihat jika ibu Siska maupun pak Bayu tidak bisa mengajukan cuti bekerja karena posisi mereka di tempat bekerja hanya bawahan biasa. Ibu Tika melihat jika kedua besannya itu masih harus berjuang mencari uang karena masih ada dua anaknya yang butuh tanggung jawab mereka sebagai orang tua.


Sedangkan ibu Tika sendiri, tidak mempunyai tanggungan lagi. Jika dirinya masih bekerja. Itu karena dirinya bosan berdiam diri di dalam rumah. Ibu Tika tidak bekerja pun, gaji Pak Raka masih jauh lebih Cukup untuk menghidupi mereka.


Menunggu kedatangan ibu Tika dan Rani. Kevin mengeluarkan penjepit kuku dari tas miliknya. Dia melihat kuku istrinya sudah memanjang. Dengan penuh perhatian, laki laki yang sudah lengkap berpakaian kerja itu memotong kuku tangan dan kaki milik Regina.


Hingga Kevin selesai memotong kuku kaki dan tangan istrinya. Dua orang yang akan menjaga Regina belum juga tiba. Kevin memandangi tubuh istrinya itu. Dia berharap ada keajaiban istrinya itu tersadar sekarang sebelum dirinya berangkat bekerja.


"Re, aku tahu kepala mu terbentur. Jangan hilang ingatan ya. Aku akan berjuang mendapatkan maaf dari mu. Kan gak asik jika kamu tidak mengingat aku. Jangan sampai seperti cerita yang di sinetron ya sayang," kata Kevin lagi.


Laki laki itu tertawa kecil mengingat sinetron di televisi jika sedikit saja kecelakaan pasti akan hilang ingatan. Jangan sampai hal itu terjadi pada Regina. Akan repot nantinya.


"Akan repot nantinya jika kamu merasa gadis ting ting padahal lagi hamil besar," kata Kevin lagi di telinga istrinya itu. Kevin merasa lucu sendiri. Dia meraih tangan Regina dan memukul kepalanya pakai tangan Regina.


"Pagi ini aku akan berangkat kerja. Kamu sama mama dan Rani nanti ya. Kamu sudah terbiasa melihat aku tampan kan. Lihat saja nanti sore, aku akan cukuran supaya kamu bisa melihat aku tampan seperti biasanya. Nanti sore, jangan tidur seperti ini lagi. Aku siap mendapatkan amarah. Mau dipukul, mau dicubit. Mau diapain saja, aku mau. Asalkan kamu sadar sayang."


Kali ini, Kevin tidak dapat menahan air matanya. Sejak Regina koma, Kevin selalu mengajak istrinya itu berbicara. Jika di hari pertama bertemu Regina dalam keadaan seperti itu, Kevin selalu meminta maaf tapi tidak di hari ketiga ini. Kevin berusaha mengajak istrinya itu bercanda karena selama mereka bersama, mereka tidak pernah bercanda dan tidak pernah tertawa bersama.

__ADS_1


Hal itulah yang membuat Kevin sangat sedih. Dia menyadari jika dirinya bukan suami yang baik bagi Regina Dan bukan ayah yang baik bagi calon anak mereka itu.


"Mungkin kamu tidak percaya jika aku mengatakan jika sejak kamu pergi. Kamu juga membawa separuh hatiku sehingga yang Ada di pikiran ku hanya kamu Re. Bukan lagi sahabat kamu itu. Aku sudah menyadari jika apa yang terjadi pada kita adalah jalan untuk kita berjodoh."


"Kamu mau makanan masakan ku Kan?. Nanti kalau kamu sembuh. Aku akan sering sering masak untuk kamu sayang. Ini bukan janji sekedar janji ya. Ini ketulusan hati seorang suami yang menyesali kesalahannya."


Entah apa lagi yang dikatakan Kevin pada istrinya itu. Apa yang ada di hatinya. Itu yang dia ucapkan pada Regina.


Hingga pintu ruangan terbuka. Kevin membalikkan tubuhnya menoleh ke arah pintu itu. Bukan Rani atau ibu Tika yang ada di depan pintu itu melainkan Melati sahabatnya Regina.


Melihat hanya Kevin yang menjaga Regina. Melati juga terlihat enggan masuk. Sedangkan Kevin kembali menghadap Regina dan memegang tangan istrinya itu.


Setelah menarik nafas panjang, Melati akhirnya masuk ke ruangan Regina. Dia tidak mempunyai waktu banyak untuk mengunjungi Regina. Ini adalah yang kedua kalinya, Melati mengunjungi Regina. Yang pertama saat Regina di ruang pemeriksaan. Dan pagi ini, Melati memutuskan menjenguk Regina karena nanti jam sepuluh dirinya masih ada perkuliahan lagi. Kesehatan sang mama yang semakin menurun tidak bisa membuat Melati sering sering keluar rumah. Dan itu jugalah sebabnya Melati tidak bisa mengunjungi Regina setiap hari.


"Vin, bisa aku berbicara berdua dengan Regina?" tanya Melati. Berbicara berdua yang dimaksudkan Melati adalah hanya dirinya yang menjaga Regina sebentar karena Melati ingin curhat pada sahabatnya itu.


"Boleh. Tapi sebelum kamu berbicara berdua dengan istri ku. Aku ingin berbicara terlebih dahulu dengan kamu Mel," kata Kevin. Melati menganggukkan kepalanya seakan siap mendengar apapun yang dikatakan oleh Kevin.


"Maafkan aku, jika beberapa bulan terakhir ini membuat kamu tidak nyaman. Aku sadar, aku melakukan kesalahan karena selalu mengejar kamu sementara Regina sudah menjadi istriku. Sejak Regina pergi dari sisiku. Sejak saat itu juga, kamu pergi dari hatiku. Kamu tidak perlu lagi berpura pura berpacaran dengan Reza demi menghindari aku. Karena, aku sudah menemukan pengganti mu, Mel. Regina, wanita yang akan aku perjuangkan menjadi pendamping hidup hingga akhir hayatku."


Kevin berkata serius. Dia berpikir secepatnya mengatakan yang sejujurnya dia rasakan pada Melati sejak kepergian Regina. Kevin tidak perduli apakah Regina mendengar atau tidak. Tapi Kevin sudah sangat yakin menyelesaikan masa lalunya di hadapan istrinya sendiri. Itu adalah salah satu bukti Kevin bahwa dirinya sudah mencintai Regina dan akan serius berjuang mendapatkan maaf dari istrinya itu nanti setelah sadar.


"Ini baru pejantan tangguh. Vin, darimana selama ini. Tersesat ya. Aku senang, kamu bisa kembali ke jalan yang seharusnya kamu jalani."


Kevin tertawa kecil mendengar perkataan Melati.


"Re, lihat tuh suami kamu. Sudah tobat dia. Terbentur dimana sih kepalanya. Pasti terbentur di hati mu kan?" tanya Melati tertawa. Tangan Melati terulur membelai rambut Regina. Mulutnya bisa tertawa dan bercanda. Tapi melihat sahabatnya tidak berdaya seperti saat ini, hatinya sangat sedih.


"Vin, kamu mau bekerja ya?" tanya Melati. Kevin menganggukkan kepalanya sambil melihat jam di pergelangan tanganya. Dari rumah sakit ini ke kantor memakan waktu satu jam perjalanan. Jika dirinya berangkat saat ini saja, bisa dipastikan dirinya akan terlambat tiba di kantor apalagi jika harus menunggu Rani dan ibu Tika.


"Siapa yang jaga Regina jika kamu bekerja?"


"Adikku dan mama?"


"Tante Tika dan Rani maksud kamu?.


Kevin menganggukkan kepalanya.


"Kalau kamu mau bekerja, pergi saja vin. Biar aku yang menjaga Regina sebelum mereka datang," kata Melati. Dia ingin bercerita kepada Regina tanpa ada yang mendengar. Jika Kevin masih di tempat itu hingga Rani dan ibu Tika tiba. Bisa dipastikan dirinya tidak mempunyai kesempatan berduaan dengan Regina.

__ADS_1


"Tidak merepotkan kamu Mel?"


"Tidak."


Kevin akhirnya meninggalkan ruangan Regina setelah terlebih dahulu mencium pipi istrinya itu. Melati tersenyum melihat apa yang dilakukan oleh Kevin itu. Tidak ada keraguan di hati Kevin meninggalkan Regina bersama Melati. Karena dia tahu, Melati adalah orang yang baik.


Tinggal berdua bersama Regina yang tidak bisa berbuat apa apa. Akhirnya Melati menangis sesunggukkan. Dia sangat sedih melihat keadaan sahabatnya itu. Setelah dua bulan tidak memberi kabar. Mereka akhirnya bertemu dalam keadaan seperti ini. Komunikasi mereka terakhir yaitu chat yang dikirimkan Regina kepada dirinya untuk kembali bersama Kevin. Setelah itu, nomor Regina tidak lagi aktif.


"Re, mengapa sih harus kamu yang mengalami ini semua. Aku jadi tidak punya sahabat selain kamu. Aku butuh teman curhat Re, dan hanya kamu sahabat ku."


Melati berkata sambil meneteskan air matanya. Berkali kali dia mengusap air mata yang bercucuran itu. Melati sangat sedih sekali bukan hanya karena keadaan Regina melainkan juga karena keadaan mama Lena yang semakin memprihatinkan. Satu minggu ini, mama Lena tidak mau lagi makan. Hanya air putih yang masuk ke dalam tubuhnya.


"Re, sepertinya aku akan kehilangan mama Re. Penyakit mama semakin parah. Jika mama pergi dan kamu seperti ini. Siapa lagi yang menjadi teman ku Re. Bangun Regina. Jangan biarkan aku sendiri. Jika mama pergi. Aku hanya mempunyai kamu," kata Melati mengeluarkan semua yang mengganjal dalam hatinya.


Melati merasa usia mama Lena tidak lama lagi. Penyakit mama Lena yang semakin parah bersamaan dengan kondisi Regina saat ini membuat kesedihan Melati berlipat ganda.


Regina bukan hanya sekedar sahabat. Regina adalah wanita yang paling mengerti dirinya. Jika akhir akhir ini, Melati yang lebih banyak membantu Regina itu karena Regina sendiri ada masalah pernikahannya.


Jauh sebelum Kevin dan sebelum kekasih Kevin. Regina adalah satu satunya yang ada dalam duka di dalam kehidupan Melati. Apa yang dilakukan Melati kepada Regina selama ini..Bisa dikatakan, hal itu untuk membalas semua kebaikan Regina selama mereka saling mengenal sejak di bangku putih abu abu.


Dulu Melati tidak seperti saat ini. Di saat pertama kalinya berkenalan dengan Regina. Penampilan Melati jauh dari kata modis. Jika teman teman wanita di sekolahnya sudah memakai kemeja putih yang pas badan dan rok diatas lutut. Penampilan Melati sehari hari ke sekolah berbanding terbalik dengan teman temannya.


Melati memakai kemeja yang besar dan rok hingga betis dengan kaca mata tebal. Rambutnya tidak pernah diikat sehingga sebagian rambutnya menutupi sebagian wajahnya.


Penampilan yang berbeda itu sangat jelas terlihat di sekolah itu. Kalau masih di juluki dengan julukan Betty la fea masih lumayan. Melati dijuluki dengan anak kampungan.


Satu semester bertahan dengan penampilan yang seperti itu. Selama satu semester itu juga Melati mendapatkan ejekan. Hanya Regina yang mau berteman dengan dirinya. Regina bahkan menjadi garda terdepan bag Regina jika Melati mendapatkan ejekan. Tak jarang Regina rela adu mulut dengan siswa siswi lain yang mengejek Melati.


Karena ikut sakit hati jika Melati diejek. Akhirnya Regina mengusulkan Melati mengubah penampilan. Melati mau tapi untuk menyakinkan orangtuanya yang sulit.


Melati memang terlahir dari keluarga dari golongan yang menengah. Tapi soal penampilan. Mama Lena Dan suaminya tidak mau putrinya berpenampilan kemeja pas badan dan rok diatas lutut karena takut dengan penampilan yang seperti itu Melati mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari laki laki di sekolahnya.


Akhirnya, Regina ikut membujuk mama Lena supaya mengijinkan Melati mengubah penampilan. Cukup sulit mendapatkan ijin dari kedua orangtua Melati saat itu. Tapi karena Regina meyakinkan mama Lena. Akhirnya dengan berat hati kedua orangtuanya Melati mengijinkan Melati berganti penampilan.


Tidak hanya disitu kebaikan Regina. Bahkan Regina masih saja menjadi garda terdepan bagi Melati jika ada laki laki yang mencoba usil kepada Melati. Memang, setelah mengubah penampilannya. Bisa dikatakan Melati menjadi primadona nomor dua di sekolah mereka. Primadona nomor satu adalah Regina sendiri. Tapi jika dibandingkan keberanian. Regina jauh lebih berani dari Melati sehingga tidak ada yang berani bersikap usil kepada Regina. Yang ada itu, banyak laki laki yang mencintai Regina secara diam diam.


Karena keberanian Regina. Dia pernah memukul guru olahraga yang mencoba m*lecehkan Melati.


Mengingat kisah putih abu abu itu. Melati semakin meneteskan air matanya. Dimana pun dia berada. Dia tidak akan pernah mendapatkan sahabat seperti Regina.

__ADS_1


__ADS_2