Mengantar Riana

Mengantar Riana
Bab 27 Terungkap


__ADS_3

Disebuah kebun sengon milik salah satu warga kini sedang ramai, banyak warga yang berdatangan kesana, beberapa polisi dan petugas Inafis juga ada diasana. Sebuah lubang kini tengah digali oleh beberapa orang, ada garis polisi dibentangkan tanda bahwa tak boleh seorang warga pun melewati garis itu hanya orang-orang berkepentingan saja yang boleh mendekat ke area lubang yang kini tengah digali.


Seorang lelaki tua menatap lubang itu dengan pilu dan beruraian air mata, disebelahnya ada pasangan suami isteri yang juga ikut menyaksikan penggalian lubang itu.


Para warga yang kini sedang menyaksikan ikut bergidik ngeri, dengan adanya kejadian pembunuhan seorang gadis desa, bahkan hal itu sudah sepuluh tahun yang lalu, mereka masih tak menyangka, mereka yang sudah mengenal Pak Rusdi dan Riana benar-benar dibuat terkejut, bagaimana tidak, Riana yang mereka kira pergi ke kota, ternyata malah menjadi korban pembunuhan.


Ada yang sudah kasak-kusuk bahkan ada yang ikut merasakan kesedihan dari apa yang telah menimpa korban.


Setelah digali cukup dalam, para penggali pun kini menemukan sesuatu.


Beberapa tulang belulang manusia mereka angkat dan diserahkan kepada petugas Inafis, kemudian petugas Inafis itupun menata bagian-bagian tulang itu dan merangkai secara urut, mulai dari tengkorak, rusuk hingga kaki.


Semakin pilu Pak Rusdi menyaksikan itu, hingga kakinya lemas dan tak dapat menyangga tubuhnya, dia bersimpuh dan Pak Samsul pun mencoba menguatkan hati Pak Rusdi dengan merangkulnya.


"Yang sabar pak, ini semua sudah suratan dari Allah.SWT"


Pak Rusdi hanya mengangguk sambil menangis.


Para penggali itupun menemukan sebuah cincin dan jam tangan, Pak Rusdi mengenal cincin itu, memang itu milik Riana peninggalan dari almarhumah istrinya, sedangkan jam tangan itu Pak Rusdi tak mengenalnya.


Petugas inafis itupun membungkus cincin dan jam tangan itu dengan sebuah kantong.


Setelah selesai mengumpulkan semua tulang belulang itu, para petugaspun langsung membungkus semua tulang belulang itu dengan kantong jenazah, mereka membawa tulang belulang itu kerumah sakit untuk dilakukan otopsi, agar mereka bisa tau penyebab kematian Riana dan bisa mengungkap siapa pembunuhnya.


...****************...


Disebuah Apartemen.


Seorang wanita sedang memasak, dia begitu bersemangat karena hari ini adalah ulang tahun pernikahannya yang ke lima.


Rencananya dia akan memasak masakan yang sangat special buat suaminya itu, dia belajar dari sebuah video memasak di you-kube, karena memang dia sendiri tak pandai memasak, namun demi suami yang dia cintai dia rela agar suaminya senang dan semakin sayang padanya, itu harapannya.


Tak lupa dia sudah menyiapkan sebuah kado special untuk suaminya. Sebuah taspack bergaris dua berwarna merah, itu yang akan menjadi kado special buat suaminya nanti, dia yakin suaminya akan bahagia mengetahui bahwa dia telah hamil, karena selama lima tahun ini mereka menunggu kehadiran calon buah hati mereka, namun baru sekarang Tuhan memberikan itu.


Sesekali wanita itu mengintip suaminya yang masih terlelap, senyumnya terus mengembang membayangkan ketika nanti suaminya sudah terbangun.


Setelah semua masakan matang, dia pun menata makanan dengan begitu rapi hingga terlihat makanan itu seperti sebuah hidangan berselera tinggi yang di masak oleh seorang chef profesiaonal, tak lupa sebuah lilin di tengahnya menambah kesan mewah dalam hidangannya.


Dia begitu bangga atas kerjanya hari ini, dalam sekejap dia bisa membuat meja makannya seperti sebuah meja makan di sebuah restaurant saja, dia tersipu sendiri melihat itu.


Setelah selesai dengan masakannya, dia pun bergegas membangunkan suaminya itu.


"Sayang ! Bangun dong !"


Dia membangunkan suaminya sambil mencium-cium tengkuk dan leher suaminya itu, membuat suaminya langsung membuka matanya dan tersenyum, diapun menarik tangan istrinya hingga terjatuh dalam pelukannya dan menindihnya dengan kakinya, membuat istrinya meronta karena kesenangan. Walau usia pernikahan mereka sudah lima tahun, namun sikap keduanya masih begitu mesra bak pengantin baru.


"Udah dong sayang, ayo bangun, aku punya sesuatu buat kamu !"


Ujar istrinya sambil menepis ciuman suaminya yang semakin menjurus kebagian yang membuat dia merangsang.


"Gak mau, aku maunya kamu !"


Kata suaminya berbisik ketelinga istrinya sambil menggigit kecil telinga istrinya itu.

__ADS_1


"Ihhh sayang, geli tau ! Udah dong, masih kurang yang semalam aja dua ronde ?"


"Gak ada puasnya kalau sama istriku yang cantik ini !"


Merekapun kembali bergulat panas pagi itu.


Setelah selesai dengan pergulatan mereka, akhirnya merekapun mandi bersama di kamar mandi, namun sang suami seakan tak ada puasnya, dia masih saja menginginkan lagi dan lagi.


"Sayang, kamu ini kenapa sih, kaya gak ada capeknya tau gak ?"


Kata wanita itu, walau sebenarnya dia begitu senang diperlakukan seperti itu oleh suaminya.


"Entah, aku pengen puas-puasin hari ini"


Jawab suaminya itu sambil terkekeh.


"Kaya yang gak ada besok aja deh !"


Jawab istrinya, namun dia tak menepis apapun yang suaminya lakukan pada tubuhnya, dia sudah pasrah karena hari ini adalah anniversery mereka.


Setelah selesai dengan urusan panas mereka, merekapun sudah memakai pakaian, wanita itu menyisir rambut suaminya didepan cermin, tak lupa suaminya mencium kening istrinya itu.(Sungguh pasangan yang sangat romantis)


Merekapun menuju ke meja makan dan alangkah senangnya suaminya itu melihat makanan yang sudah istrinya siapkan.


"Happy Annyversary sayang !"


Ucap wanita itu sambil memeluk suaminya dan suaminya pun langsung mengecup kening istrinya.


"Ayo dong duduk sini, icipin masakan aku !"


"Iya lah sayang !"


Suaminya pun langsung duduk disalah satu kursi didepannya.


"Suapin aku dong sayang !"


"Manja banget sih kamu sayang "


"Biarin, pokoknya hari ini aku mau dimanja sama kamu !"


Merekapun tertawa sambil saling menyuapi satu sama lain.


"Sayang, aku punya sesuatu buat kamu !"


Ujar wanita itu setelah selesai menyuapi suaminya.


"Apa itu !"


Suaminya nampak antusias.


"tutup mata dong !"


Tak menunggu lama lagi suaminya pun langsung menutup matanya.

__ADS_1


Wanita itupun mengambil taspack yang ia simpan disakunya.


"Sekarang buka dong matanya"


Setelah membuka mata suaminya pun langsung terkejut melihat sebuah taspack ditangan istrinya, dan melihat hasilnya positif.


"Sayang ! Ini benaran kan, apa hanya mimpi ?"


"Yaelah sayang, ya bener lah ini bukan mimpi !"


Ucap istrinya sambil mengusap perutnya sendiri. Dengan senangnya suaminya pun langsung memeluk istrinya kemudian mencium perut istrinya itu.


Tak lama kemudian terdengar suara ketukan dari pintu, merekapun menghentikan kemesraan mereka, dan wanita itupun bergegas kearah pintu.


Sebelum dia membuka pintu itu dia melihat melalui CCTV yang terpasang di area depan pintu apartemennya.


Nampak tiga orang pria berseragam coklat berdiri di depan pintu, walau sedikit bingung dia pun membuka pintu itu.


"Selamat pagi Nona, benar disini apartemen dari Bayu Anggara ?"


"Banar sekali, saya istrinya !"


"Apakah suami anda ada ?"


Tak lama kemudian Bayu menyusul istrinya.


"Siapa yang datang sayang ?"


Melihat kedatangan Bayu para lelaki berpakaian polisi itupun langsung mendekati Bayu.


"Maaf anda yang bernama Bayu ?"


"Iya pak, benar !"


Istri Bayu sudah mulai merasa bingung dan cemas.


"Anda kami tahan atas tuduhan pembunuhan dengan korban saudari Riana, dan ini adalah surat penangkapan untuk anda !"


Pias nampak wajah Bayu, kini dia sudah bisa membayangkan hidupnya kedepan akan terasa berat dan sulit, namun dia sudah tak bisa mengelak lagi, dia sudah pasrah ketika seorang polisi kini memborgol tangannya.


Sedangkan istrinya kini berteriak sambil menagis karena saking shocknya, dia tak menyangka hari ini yang menurutnya akan menjadi awal yang indah untuk perjalanan pernikahannya bersama Bayu, malah menjadi awal yang menyedihkan, walau dia berusaha memohon agar suaminya dilepaskan oleh polisi itu, namun hukum harus tetap berjalan.


"Kamu gak salah kan sayang, katakan pada mereka kalau kamu gak salah !"


Ucap istrinya memohon kepastian kepada Bayu.


"Maafin aku sayang, jaga anak kita ya !"


Setetes air mata Bayu membasahi pipinya.


"Tidaaakkkk !"


Istinya pun pingsan.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2