
Sandra berada di masjid bersama Suster Lina, mereka sudah melaksanakan sholat dhuha disana, seorang lelaki tampan dan berkharisma datang menghampiri mereka dan mengucap salam.
Lelaki tampan itu bernama Husein dia adalah putra bungsu Kyai Abdurrahman, dia biasa di panggil Gus Husein.
Gus Husein memang biasa meruqyah, tak jarang warga di sekitar pesantren datang menemui Gus Husein untuk meminta tolong menyembuhkan orang kesurupan.
Sandra dan Suster Lina masih tetap menggunakan mukenanya. Seorang Santriwati datang mengucap salam dia nampak membawa sebuah mangkuk besar ditangannya, dia tersenyum ramah pada Sandra dan Suster Lina dan ikut duduk diantara mereka.
"Dokter Sandra, apa yang bisa saya bantu ?"
Ucap Gus Husein, nadanya begitu tegas namun lembut dan itu sungguh berkesan dihati Sandra.
"Saya Indigo, Gus ! Saya ingin menghilangkan indigo saya ini !"
Ucap Sandra, nampak malu-malu.
"Mengapa Dokter ? Indigo bukanlah suatu hal yang buruk, itu adalah sebuah kelebihan yang Allah beri pada hambanya, dan tak semua manusia memilikinya !"
"Iya Gus, tapi saya ingin hidup normal, banyak arwah penasaran yang mendatangi saya, untuk menyuruh saya menyampaikan suatu pesan dan yang lebih parah meminta bantuan untuk mengungkap suatu kejahatan, itu sangat membuat saya tidak tenang, mereka selalu mengikuti saya, dirumah, ditempat kerja, bahkan disini, ada yang mengikuti saya !"
Ucap Sandra membuat Suster Lina terkejut mendengar ada arwah yang mengikuti mereka hingga ke sini.
"Mereka hanya Jin Qorin, jika Dokter merasa terganggu abaikan saja, tak usah hiraukan mereka, jika mereka memaksa bahkan hingga mengganggu kenyamanan Dokter, baca saja ayat-ayat al-qur'an, seperti Ayat kursi, surat an-nas, surat al-falaq, insya Allah mereka akan berhenti mengganggu Dokter !"
"Tapi Gus ! Saya kadang merasa takut jika wujud mereka terlihat mengerikan, apalagi jika saya sedang sendirian, bahkan mereka mengikuti hingga kekamar mandi, kehadiran mereka tak jarang membuat saya terkejut bahkan berteriak ketakutan !"
Gus Husein mengangguk-anggukkan kepalanya, mendengar penjelasan Sandra.
"Baiklah saya akan mencoba meruqyah Dokter untuk menghilangkan rasa khawatir dan gelisah yang berlebihan di hati Dokter, agar bisa lebih tenang, namun untuk menyembuhkan Dokter dari indigo saya tidak yakin, karena itu memang kelebihan yang langsung Allah turunkan kepada setiap hambanya, saya harap Dokter mengambil hikmah dari semua ini, karena Allah maha tahu segalanya, dia tak mungkin memilih seorang hamba untuk diberinya suatu kelebihan tanpa ada maksud dan tujuan tertentu, dan Allah memilih Dokter salah satu dari mereka yang lain !"
Sandra nampak murung, apa yang dikatakan Gus Husein memang benar, harusnya dia berayukur dengan kelebihan yang dia punya saat ini, namun sekali lagi dia hanya manusia biasa yang kadang merasa takut dan khawatir dengan hal-hal mengerikan.
"Gus ! Bantu saya untuk bisa menenangkan hati saya, jujur saja saya selalu merasa takut dengan hal-hal yang mengerikan disekitar saya !"
"Pertebal iman, itu yang paling utama Dokter !"
__ADS_1
"Iya Gus !"
"Baiklah, saya akan memulai dengan membaca ayat-ayat ruqyah, Dokter cukup mendengarkan dan meresapi setiap ayat yang saya baca !"
Sandra pun mengangguk mantap.
Gus Husein mulai membacakan surat-surat dan ayat-ayat untuk meruqyah, suaranya sangat indah didengar.
Sandra begitu fokus dan meresapi setiap ayat yang dia dengar sambil memejamkan mata.
Tak lama kemudian Sandra merasa berat ditengkuknya, dia juga merasa sedikit mual, Sandra pun mulai gelisah dengan kondisi tubuhnya itu, Suster Lina yang mengetahui hal itu langsung memegangi Sandra karena khawatir.
"Uhkti ! Tidak apa-apa, hal itu memang sering terjadi pada setiap orang yang dirukyah !"
Ucap santriwati yang berada disamping Suster Lina, nampaknya dia sering membantu Gus Husein menangani pasien yang diruqyah.
Sandra mulai mual-mual dan muntah, Santriwati itupun dengan sigap mengambil sebuah mangkuk besar untuk menampung muntahan dari Sandra, benar kata santriwati itu, hal itu memang sering terjadi, buktinya santriwati itu sudah sedia membawa mangkuk besar, rupanya untuk menampung muntahan setiap pasien yang diruqyah.
Tak lama kemudian setelah muntah-muntah, terdengar suara geraman dari Sandra dan menjadi sebuah teriakan-teriakan sambil menangis seperti orang kesurupan, tangannya mencakar-cakar lantai sambil terus berteriak, Suster Lina begitu khawatir melihat adegan Sandra yang tiba-tiba bergerak tak terkontrol.
Namun sekali lagi santriwati yang berada dekat Suster Lina menjelaskan bahwa hal itu sudah biasa terjadi.
Suster Lina pun hanya mengangguk-angguk mendengar penjelasan Santriwati itu, Suster Lina begitu terkejut ternyata Dokter Sandra yang dia kenal selama ini mempunyai sisi lain yang sangat mengerikan seperti itu.
Sedangkan Gus Husein, dia masih nampak khusuk dan fokus dengan bacaan yang dia baca, ayat-ayat suci al-qur'an terdengar begitu indahnya, Suster Lina masih memperhatikan Dokter Sandra yang masih menangis kencang itu dia tak berani mendekatinya karena khawatir malah dia yang kena pukul atau cakar sama Dokter Sandra.
Gus Husein pun menyelesaikan bacaan ayat terakhirnya, dan Dokter Sandra kini sudah menghentikan gerakannya yang sedikit brutal itu, namun suara tangisannya masih terdengar, Suster Lina dan santriwati itu pun mendekati Sandra, melihat Suster Lina mendekat Sandra pun bangkit dan menghambur memeluknya sambil terus menangis.
"Tenangkan hati anda Dokter, semua baik-baik saja !"
Ucap santriwati itu dengan suara lembut.
Gus Husein pun membacakan sebuah doa disebuah air didalam gelas kemuadian memberikannya pada santriwati itu untuk diberikannya pada Sandra.
"Dokter, minum ini ya, jangan lupa baca sholawat !"
__ADS_1
Sandra pun meminum air itu setelah membaca basmalah dan sholawat.
"Bagaimana Dokter, apa sudah merasa lebih baik setelah semua isi hati dikeluarkan ?"
Tanya Santriwati itu masih dengan nada lembut. Dan Sandra hanya bisa menganggukkan kepalanya.
Memang setelah diruqyah Sandra mulai merasa ada kelegaan dihatinya, ada rasa lapang, yang tadinya merasa mengganjal dihatinya kini sudah keluar dan hal itu membuat Sandra merasa lebih baik, dan ajaibnya Sandra sudah merasa tidak khawatir lagi akan adanya gangguan dari makhluk halus, dia sudah bisa pasrah dengan semua takdir yang Allah berikan padanya.
Sandra pun membersihkan diri di sebuah toilet masjid, karena sisa muntahannya ada di sebagian wajahnya.
Setelah selasai membersihkan diri, Sandra pun menemui Suster Lina yang masih berada di masjid bersama dengan Gus Husein dan Santriwati yang tadi membantu menangani proses ruqyah.
"Dokter Sandra, apa yang Dokter rasakan setelah menjalani proses ruqyah tadi ?"
Tanya Gus Husein.
"Alhamdulillah, sudah merasa lega Gus ?"
"Apa masih merasa takut ?"
"Insya Allah, tidak Gus !"
"Alhamdulillah, semoga apa yang sudah Allah titipkan kepada Dokter, bisa bermanfaat bagi Dokter dan orang lain disekitar Dokter !"
"Amin !"
Setelah selesai, Sandra dan Suster Lina pun pamit kepada Gus Husein.
"Sekali lagi saya sangat berterima kasih atas bantuan Gus !"
"Sama-sama Dokter, Dokter tidak usah sungkan, jika Dokter perlu bantuan lagi, saya siap pastinya !"
Mendengar itupun Sandra langsung tersipu, dia pun pamit Gus Husein mengguk sambil tersenyum penuh makna kepada Sandra, membuatnya langsung salting.
Sandra tak mau berlama-lama dengan perasaan yang tak menentu itu dia segera mengucap salam dan mobil yang dikendarai Sandra itu pun melaju meninggalkan Pesantren Miftahul Hidayah.
__ADS_1
Bersambung....
Jangan lupa like dan coment, 😉