
Sandra masih merasa lemas karena efek pingsan, rasanya dia pengen pulang namun jam sudah menunjukkan pukul dua belas, lebih baik besok saja, untuk sekarang dia istirahat di rumah sakit saja. Sandra sudah menghubungi keluarganya, bahwa dia ada lembur dan gak bisa pulang. Sandra sengaja tak memberitahukan keadaannya pada keluarganya, agar mereka tak khawatir.
Sandra mencoba memejamkan matanya, namun rasa kantuk tak kunjung datang, akhirnya dia memutuskan untuk menonton TV yang ada di sana, siapa tau setelah menonton TV dia bisa merasa kantuk.
Pintu ruangan itu pun terbuka sendiri, tak ada siapapun yang membukanya, Sandra mencoba perfikir positif mungkin memang ada angin, Sandra pun lanjut menonton TV lagi, namun tiba-tiba pintu itu kembali tertutup dengan begitu kerasnya membuat Sandra memekik karena kaget.
'Astaughfirullah, apa lagi ini ?'
Dalam ruangan yang Sandra tempati memang ada dua tempat tidur, dan diantara tempat tidur itu terdapat sebuah gorden sebagai penghalang.
Tiba-tiba gorden itu pun bergerak seperti ada seseorang dibalik gorden itu, membuat Sandra semakin ketakutan, nyatanya sebagai dokter bedah tak membuat Sandra menjadi pemberani. Sandra berusaha tak memperhatikan gorden itu, pandangannya masih fokus pada acara TV bahkan Sandra menambah Volume suaranya agar suara TV memenuhi ruangan itu dan Sandra pun merapatkan selimutnya, terdengar samar-samar ada aktifitas dibalik gorden, Sandra kini merasa dadanya berdetak dan keringat membasahi wajahnya karena tegang.
Gorden itupun tiba-tiba menggulung sendiri seperti ada seorang yang berada didalam gulungan itu.
Sandra pun menjerit ketakutan sambil menutup telinga dan matanya.
Gagang Pintu kamar tiba-tiba bergerak seperti ada yang berusaha membukanya, membuat Sandra semakin menjerit, namun tiba-tiba !
"Dokter ! Dokter !"
Seseorang menepuk-nepuk bahu Sandra, membuat Sandra menghentikan jeritannya.
Seorang OG menyadarkan Sandra dari ketakutannya.
"Dokter tidak apa-apa, kebetulan saya sedang ngemop di depan kamar dokter dan saya mendengar Dokter menjerit, jadi saya masuk kesini !"
Sandra langsung lega ada seseorang yang datang, yang ternyata adalah Nana seorang teman Vivi sesama OG.
"Saya tidak apa-apa, boleh minta tolong ambilkan saya air !"
Nana pun langsung mengambilkan air mineral yang ada di atas nakas itu dan memberikannya pada Sandra, Sandra cukup lega sekarang karena kini ada yang menemani, Sandra menoleh pada gorden itu, tak ada sesuatu disana, terlihat normal kembali, mungkin dia berhalusinasi, tapi barusan sungguh nyata, tapi Sandra bersyukur karena keadaan sudah normal kembali.
"Bisakah kau temani aku disini !"
Ujar Sandra setelah selesai meminum air dan Nana mengangguk.
"Apakah Dokter takut?"
Ini sungguh memalukan bagi Sandra namun dia mengakui bahwa dia benar-benar ketakutan.
"Apakah kau pernah mengalami kejadian mistis, diganggu makhluk halus misalnya ?"
Tanya Sandra mencoba mengorek informasi dari Nana, sebenarnya Sandra memang ingin meminta bantuan Nana untuk kasus Vivi.
Nana agak ragu menjawabnya namun melihat kesungguhan Sandra bertanya, akhirnya Nana pun menjawab.
"Saya sudah bekerja disini selama dua tahun dok, selama itu saya tak pernah mendapat gangguan, tapi seminggu terakhir ini saya malah sering diganggu, entah itu hanya halusinasi atau tidak, tapi hal itu membuat saya benar-benar tak nyaman."
Kata Nana dan Sandra pun mendengarkannya dengan sungguh-sungguh.
"Seperti apa misalnya ?"
__ADS_1
"Ya seperti benda-benda yang bergerak sendiri di sekitar saya, tapi yang lebih sering di pentry, kalau saya pas lagi sendirian."
Sandra manggut-manggut sendiri, pikirannya seperti menganalisa sesuatu.
"Na, aku boleh tanya sesuatu gak sama kamu ?"
"Mau tanya apa dok ?"
"Apa kamu tau tentang Vivi ?"
"Vivi OG ?"
Nana sedikit mengernyitkan dahinya mendengar nama Vivi.
"Iya, aku mau tanya, apa dia setiap hari masuk kerja ?"
Tanya Sandra, dia ingin mendengar secara pasti dari mulut Nana, siapa tau dia bisa mengorek informasi lebih dalam atau menemukan bukti-bukti lain.
"Dia sudah satu minggu tidak masuk kerja dok !"
"Kenapa ?"
"Kurang tau dok, mungkin dia sakit, tapi biasanya dia ijin kalau sakit, atau minimal ngabarin ke saya, tapi sampai sekarang gak ada kabar !"
Sandra memperhatikan raut wajah Nana, tak terlihat ada kebohongan disana, Sandra berfikir bahwa apa yang dikatakan Nana itu adalah suatu kejujuran.
"Apa kamu gak coba hubungi dia, atau kerumahnya mungkin !"
"Kalau menghubunginya sudah berkali-kali dok, tapi handphonenya gak aktif, tapi kalau kerumahnya belum, memangnya ada apa dokter Sandra menanyakan perihal Vivi ?"
"Gak apa-apa, aku kenal sama dia dan selama seminggu ini aku gak keliatan dia !"
Kata Sandra masih belum mengaku tentang tujuannya.
"Sebenarnya saya heran sih dok, karena saya menemukan tas Vivi masih ada di loker, kalaupun ketinggalan dia pasti akan menelphone saya!"
Kata Nana membuat mata Sandra langsung berbinar seperti mendapatkan sesuatu.
"Benarkah ?"
Nana sedikit bingung dengan respon Sandra
yang tiba-tiba seperti kesenangan itu.
"Benar dok, ada apa sebenarnya dok ?"
"Kapan terakhir kamu bertemu Vivi ?"
Tanya Sandra tanpa menjawab pertanyaan dari Nana.
"Kalau gak salah hari kamis malam, minggu lalu, sekitar jam sebelas malam, Vivi gak pulang sampai malam waktu itu, karena menunggu seseorang !"
__ADS_1
Nana Ragu untuk mengatakan yang sebenarnya bahwa seseorang yang Vivi tunggu itu adalah Alga.
"Siapa yang dia tunggu Na ?"
Sandra benar-benar tidak sabar menunggu jawaban Nana, namun Nana masih diam tak menjawab.
"Na ?"
"Saya tidak tau dok !"
Ucap Nana berbohong.
"Ayolah Na, kalau kamu tau ngomong aja, karena aku punya rencana sesuatu !"
"Rencana apa dok ?"
"Rencana besar, karena hanya kamu yang bisa membantuku, dan ini sangat berbahaya !"
Sandra begitu menggebu-gebu hingga membuat Nana ngeri sendiri.
"Apa semua ini menyangkut Vivi ?"
"Iya !"
Jawab Sandra mantap.
"Sebenarnya, yang Vivi tunggu malam itu adalah Kak Alga dok !"
Jawab Nana sambil menunduk.
"Apa kamu tau hubungan mereka sejauh apa ?"
"Saya tidak tau pasti dok, yang saya tau hanya mereka memiliki hubungan special gitu, ya dengan kata lain mereka berpacaran, tapi dokter jangan bilang-bilang ya, soalnya Kak Alga udah mau menikah, saya takut jadi masalah dikemudian hari, ya mungkin saja mereka sudah putus."
"Kamu tenang saja, sebenarnya aku mau kasih tau kamu sesuatu, rahasia antara aku dan Vivi !"
Nana begitu heran dengan Sandra, Vivi yang hanya seorang OG bisa main rahasia sama Dokter Sandra.
"Apa itu Dok ?"
"Tadi aku bertemu Vivi !"
"Dimana Dok ?"
"Di depan Pentry !"
"Ah.. Yang benar saja Dok, saya kok gak bertemu dia sama sekali !"
"Itu dia masalahnya Na !"
Sandra mulai berfikir untuk merangkai kata-kata yang pas untuk menceritakan semua pada Nana.
__ADS_1
"Sebenarnya Vivi saat ini....
Bersambung.....