Mengantar Riana

Mengantar Riana
Epilog


__ADS_3

Andin nampak mengayun-ayunkan putri kecilnya yang masih berumur tiga bulan itu, sambil menowel-nowel pipinya yang nampak tembem bagaikan bakpao empuk yang sangat menggiurkan untuk digigit, hampir saja Andin mau melakukan hal itu kalau saja Mama tak datang dan langsung menjitak kepala Andin itu dengan pelan pastinya.


"Jangan bilang kamu kesurupan ya Din !"


Mendengar itu Andin langsung tertawa sendiri.


"Ya nggak lah Mama, apaan sih, Andin tuh gemes banget sama Khanza, pipinya itu loh pengen aku cubit-cubit terus !"


Ucap Andin sambil tangannya menowel lagi pipi gemol sang anak. Melihat itu Mama langsung merampas cucunya itu dari tangan Andin karena jika terus bersama ibunya bisa berbahaya sepertinya.


"Enak aja nowel-nowel cucu Oma, sudah sana kamu cepetan mandi, bentar lagi suami mu datang, kamu harus cepat-cepat bersiap nanti kita bisa terlambat pergi ke acara pernikahan Sandra !"


"Iya-iya !" ucap Andin sambil ngeloyor pergi namun sebelum dia pergi dia masih sempat menowel lagi pipi putrinya itu hingga membuat Mamanya pun histeris, sedangkan putrinya hanya tertawa menggemaskan.


...****************...


Disebuah aula gedung, nampak dekorasi-dekorasi cantik dan romantis, didepan dekorasi itu kini ada sebuah empat kursi yang saling berhadapan dan ada sebuah meja di tengah-tengah kursi itu, Andin ingat suasana ini pernah ia rasakan dulu saat ia menikah dengan sang suami.


"Sayang ! Kenapa jadi aku yang merasa romantis ya !" ucap Andin yang saat ini sedang bersama Fandi, mereka duduk bersebelahan namun tangan saling berpagut dan enggan untuk saling melepaskan, sedangkan putri mereka Khanza sedang bersama Omanya, mereka ada bersama keluarga besar Sandra, nampak mereka semua senang melihat bayi mungil Andin yang lucu itu berada ditengah-tengah mereka dan itu membuat Andin dan Fandi punya kesempatan untuk berdua sambil beromantis ria (memang dasar kelakuan para emak-emak jika anaknya ada yang jagain๐Ÿคญ)


"Apa kamu mau kaya gini lagi ?"


Tanya Fandi sambil tersenyum menggoda kearah Andin.


"Ihh ya nggak lah, aku tuh maunya sekali seumur hidup tau ! Cukup cuma sama kamu !" Andin pura-pura merengut dan Fandi pun menowel hidung Andin biar dia kembali tersenyum lagi.


Dan acara pun dimulai, mempelai pria kini sudah duduk di sebuah kursi bersama ayah dari Sandra, penghulu dan seorang saksi. Nampak Ayah Sandra memegang tangan menantunya itu untuk melakukan prosesi ijab qobul.

__ADS_1


"Aku nikahkan engakau ananda Muhammad Husein bin Abdurrahman dengan putriku ananda Kasandra Aulia binti Mahmud Ali dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan satu set perhiasan emas dengan berat satu kilo gram dibayar tunai !"


Ucap ayah Sandra terdengar menggema.


"Saya terima nikahnya dan kawinnya Kasandra Aulia binti Mahmud Ali dengan mas kawin tersebut dibayar tunai !"


Suara Gus Husein terdengar lantang dan hanya sekali tarikan nafas, dan saksi pun mengatakan bahwa pernikahan ini sah.


Seluruh anggota keluarga pun nampak bersyukur dengan pernikahan Sandra dan Gus Husein, Fandi dan Andin pun turut merasa ada gemuruh di dada mereka.


Mengingat hal itu lagi lantas Andin melinangkan air mata, bagaimana perjalanan pernikahannya denhan sang suami memang tak mudah, bahkan rasanya ingin untuk menyudahinya pun sudah pernah Andin rasakan, namun karena berkat kesabarannya akhirnya kini dia masih bisa merasakan hangatnya kasih sayang Fandi.


Mempelai wanita pun kini datang, sang mempelai pria langsung berdiri dan menyambut kedatangan sang pujaan hati dengan sebuket bunga ditangannya.


Nampak terlihat sangat cantik Sandra hari ini dengan hijab syar'i nya, bahkan Andinpun begitu pangling, karena baru kali ini Andin melihat Sandra memakai hijab.


"Neng Sandra, akhirnya kamu sudah resmi jadi Nyonya Gus ya !"


Ucap Andin sambil menggoda Sandra yang kini masih tersipu-sipu.


"Andin..! Kamu selalu panggil aku 'Nang-Neng-Nang-Neng' dari kemarin !"


Andin pun tertawa mendengar Sandra ngebanyol.


"Mana si Khanza ?"


"Biasalah, sama Omanya dari tadi !"

__ADS_1


"Ceile, kaya pengantin baru aja, berdua terus !"


"Iyalah, emang cuma elo aja yang pengantin baru ?"


Mereka pun tertawa bersama.


Acara selanjutnya adalah sesi pemotretan semua anggota keluarga pun bergantian menaiki pelaminan untuk ikut foto bersama Sang Pengantin.


Sungguh hari yang sangat bahagia.


...~Tamat~...


Makasih teman-teman yang sudah partisipasi di novel saya ini, semoga kalian dilimpahkan rezeki yang barokah Amin


Begitu banyak rintangan pada saat saya membuat novel ini hingga akhirnya bisa tamat.


Jangan lupa mampir di novel baru saya



Ini adalah novel ketiga saya, mohon maaf yang sudah mampir di novel kedua saya, novel itu memang gak saya terusin karena saya stuck ide banget ama jalan ceritanya, maafkeun ya teman-teman, semoga novel yang ketiga ini bisa lancar sampe tamat. Dan mohon apresiasinya ya, karena novel ketiga saya ini saya coba ikutin lomba, saya sih gak berharap harus menang, tapi setidaknya saya hanya mengharap apresiasinya ya teman-teman๐Ÿ™


Saya sungguh berterima kasih jika kalian mendukung karya saya. Makasih !!!


Salam manis dari Author.


Dita Feryza ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2