
Disebuah ruangan dengan luas sekitar 3x3 meter, seorang pria sedang terduduk, dia sedang meratapi nasibnya yang akan terjadi kedepan.
Sungguh dia merindukan istrinya, dia begitu kasihan melihat istrinya yang sangat terpukul atas kejadian kemarin.
'Maafkan aku Maya, ini semua salahku'
Batinnya.
Setetes air mata membasahi pipinya.
...****************...
Didepan sebuah rumah mewah, terdapat sebuah tenda besar, sepertinya ada sebuah acara pernikahan disana, begitu indah dekorasi pengantin yang berada di ujung tenda itu, nampak begitu banyak tamu undangan yang kini memenuhi dalam tenda, seorang pengantin wanita sudah duduk di pelaminan, namun sang pengantin pria nampaknya belum datang, entah karena apa.
Didepan pintu masuk terdapat sebuah foto prewedding yang cukup besar.
Fandi berjalan memasuki pintu masuk bersama seseorang yang selalu setia mendampinginya, sebut saja dia sahabatnya.
Fandi pun duduk di salah satu meja tamu disana bersama Andin.
Tak lama setelah mendapat kursi namun tiba-tiba Fandi berdiri lagi.
"Din, gue ke Raka dulu ya, lo tunggu disini, cuma sebentar kok"
Andin pun mengangguk.
Fandi berjalan memasuki rumah, sampai didalam rumah Fandi begitu disambut oleh tuan rumah, mereka adalah orang tua Raka.
"Assalamualaikum Tante !"
"Walikum salam, Fandi !"
"Wah tambah keren aja nih, calonnya mana ?"
Ucap Ibu Raka sedikit menggoda.
"Belum ketemu tante !"
"Emang nyarinya dimana ?"
Timpal adik perempuan Raka, yang bernama Mila, saat ini dia sudah kuliah semester lima.
"Udah nyari kemana-mana tapi masih belum ketemu"
Sontak merekapun tertawa mendengar banyolan Fandi.
"Halahh ! itu barusan siapa cewek yang bareng sama kak Fandi ?"
Tanya Mila, dia memang sudah akrab semenjak Raka berteman dengan Fandi.
__ADS_1
"Oh, itu cuma temen kok !"
"Temen apa temen ?"
"Ya temen lah tante, tenang aja, nanti kalau udah nemu calon yang pas, Fandi bakal undang Tante sama Mila"
"Ya ya, tante doakan semoga cepet nyusul Raka ya !"
"Amin, Raka dimana tante ?"
"Tuh masih betah didalam kamar, gak tau tuh lagi ngapain, udah di panggi-panggil tuh anak dari tadi masih belum nongol juga, padahal udah banyak tamu undangan, malu-maluin aja !"
Tiba-tiba raut wajah ibu Raka berubah kesal.
"Fandi ke kamar Raka dulu ya tante !"
"Iya Fandi, suruh cepat turun dia !"
"Siap tante !"
Fandi pun bergegas ke kamar sohibnya itu.
Tiba di depan pintu kamar Raka, Fandi pun mengetuk pintu kamarnya.
' Tok tok tok '
"Siapa ?"
"Siapa lo ?!"
Apa-apaan nih anak, batin Fandi, karena mendengar suara Raka seperti sedang kesal.
"Gue Fandi, tolol !"
Mendengar suara Fandi Raka pun bergegas membuka pintu kamarnya, hanya kepalanya yang nongol, nampak dia memakai baju pengantin serba putih.
"Fandi !"
Raut wajah Raka seperti sedang gelisah membuat Fandi sedikit bingung dengan sikapnya.
Raka menarik tangan Fandi untuk masuk kedalam kamarnaya tak lupa Raka pun mengunci kamarnya lagi.
"Apa-apaan sih lo ? Gini amat ya kacaunya kalau jadi pengantin baru ?"
Ucap Fandi sambil terkekeh.
Namun raut wajah Raka masih memperlihatkan kegelisahannya membuat Fandi sedikit curiga.
"Ada apa sih lo, ada masalah ?"
__ADS_1
"Bukan sekedar masalah Fan, tapi gue sedang kalut !"
"Iya kenapa ?"
"Bayu Fan !"
"Kenapa sama tuh anak ?"
"Dia ditangkap polisi !"
Spontan Fandi pun kaget tak menyangka.
"Ada masalah apa sama dia, kenapa bisa ditangkap polisi ?"
"Dia...
Raka hampir saja keceplosan, saking kalutnya dia sampai tidak sadar bahwa saat ini dia sedang bersama siapa, sebenarnya Raka sangat takut kalau dia juga akan ditangkap polisi.
"Tidak tau aku kasusnya apa !"
Akhirnya Raka memilih berbohong.
Fandi hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ya sudah lo cepat turun sono, udah banyak tamu undangan yang hadir tau gak !"
"Iya, tapi lo temenin gue keluar ya, gue gugup banget soalnya !"
"Yaelah, manja amat sih lo, !"
Merekapun hendak keluar dari kamar, namun pintu kamar sudah di ketuk dulu dari luar.
"Kak Raka..!"
Ternyata suara Mila, namun didengar dari suaranya Mila seperti sedikit tegang.
"Ada apa Mil ?"
Tanya Raka setelah dia membuka pintu kamarnya.
"Cepat turun kak, di bawah ada polisi !"
Bagai disambar petir, langsung pias wajah Raka, diapun sontak kaget dan kakinya lemas.
Fandi yang mendengarpun tak kalah kaget.
Bersambung....
Maaf up nya sedikit, author lagi pusing 🤒
__ADS_1
Jangan lupa like dan comennya ya 😁✌🏿